Puisi Ketika Tubuhmu Sakit

Ketika tubuhmu sakit

Jiwamu berdoa kepada Yang Mahakuasa

Agar engkau disembuhkan
Jiwamu tak pernah sakit

Kecuali kamu menumbuhkan penyakit mental seperti iri, dengki, benci, marah, dendam, berniat jahat
Ketika tubuhmu sakit

Jagalah jangan sampai mentalmu jadi sakit
Ketika tubuhmu menua

Mentalmu tak akan pernah rapuh. Mentalmu malah tambah sempurna. Kecuali bila kamu membiarkan mentalmu digerogoti penyakit hati.
Kenali penyakit hati

Hindari penyakit hati

Sebagaimana kamu hindari penyakit tubuhmu

UPI ITU RESEARCH-BASED UNIVERSITY?

Tulisan ini akan membahas tentang universitas berbasis riset (research-based university) dan kaitannya dengan kurikulum yang dikembangkan di universitas. Terutama munculnya pertanyaan mengapa universitas tidak mempunyai standardisasi kurikulum seperti di sekolah menengah.

Universitas berbasis riset (research-based university) berarti materi pelajaran dosen adalah hasil riset dosen sendiri. Saya mengajar membaca permulaan dengan metode membaca yang saya temukan. Sudah saya HKI-kan, saya simpan di YouTube, bisa dicari dengan kata kunci “membaca upi Sumedang”. Metode ini bisa diadu dengan metode lain dan diharapkan menjadi salah satu sumbangan bagi dunia pendidikan.

Demikian pula pakar lain dan pengajarannya berdasarkan riset yang ditemukannya. Pakar ekonomi mengajarkan ekonomi berdasarkan riset yang ditemukannya. Pakar media mengajarkan media berdasarkan riset yang ditemukannya. Pakar pendidikan mengajarkan teori pendidikan berdasarkan riset yang ditemukannya.

Dengan demikian, soerang dosen bukan sekedar berburu teori dari buku barat atau asing. Ia tidak boleh bangga hanya bermodal menyampaikan teori barat atau asing semata. Ia juga harus hati-hati mengajar teori orang tanpa menguji teori itu di kelas. Saya bisa membayangkan metode membaca permulaan yang dimiliki pakar lain, lalu saya ajarkan di kelas mahasiswa, tanpa pernah gunakan kepada siswa di kelas sekolah dasar. Kita menggunakan rujukan itu untuk penelitian kita.

Contoh temuan lain dari linguistik adalah Alisyahbana dengan hukum DM, dan Chaedar Alwasilah dengan language transfer. Habibie juga punya banyak temuan tentang dunia penerbangan. Oleh karena itu, Alisyahbana, Alwasilah, dan Habibie mengajarkan temuanya itu di kelas. Temuannya itu pun dipublikasikan di sejumlah jurnal dan didiseminasikan di berbagai forum. Mungkin pula didiseminasikan di sebuah proyek atau komunitas, atau di dalam industri.

Pada universitas berbasis riset, arah universitas lebih fokus ke penelitian, segala aspek aktivitas kampus diarahkan untuk mengenjot dan melekatkan budaya riset. Temuan-temuan yang didapat peneliti itu akan dijadikan landasan untuk pengajaran dan pengembangan universitas. Saat ini juga jaringan internet mungkin sedang dikembangkan, sinyal 4G mungkin saja akan dikembangkan menjadi sinyal yang lebih cepat lagi, keamanan jaringan juga dikembangkan. Universitas mesti jadi tempat lahirnya ilmuwan dan cendikiawan hebat, tidak lagi menghasilkan pengajar yg hebat. Namun hasil riset itu juga disosialisasikan kepada mahasiswa bahkan dikembangkan bersama mahasiswa.

Pernah saya dengar cerita di sebuah universitas, temuan itu acap kali tidak disengaja. Seperti ilham yang datang ketika saatnya tiba. Lalu pakar dan mahasiswa berlomba menjadi peka dan mengembangkan temuan itu menjadi bernilai dan berharga. Mungkin juga temuan itu bisa dijual dalam suatu industri. Dengan demikian, temuan juga tidak mesti selamanya mampir di jurnal. Acap kali rahasia temuan akan menjadi komoditas jual yang berorientasi semacam paten atau monopoli.

Pada universitas berbasis riset, dosen sebaiknya mengajarkan penelitian yang dilakukannya. Mungkin pula ada mahasiswa yang mempunyai ketertarikan riset di luar keahlian dosen. Dengan begitu, dosen dapat mengarahkannya untuk berdiskusi dengan dosen lain.

Selain hasil riset yang dimiliki dosen, mungkin pula dosen mampunyai sejumlah teori sebagai perbandingan. Dosen yang memiliki keahlian pada bidang membaca permulaan mesti mempunyai temuan pada bidang ini. Kemudian, ia pun mempunyai banyak temuan bandingan yang diperoleh oleh pakar-pakar lain di universitas lain di seluruh dunia. Dengan begitu, dosen ini selain mengajarkan temuanya, ia pun mengajarkan artikel-artikel jurnal yang biasa dikonsumsinya kepada mahasiswa. Ia pun bisa mengajarkan buku-buku teori yang menjadi landasan pada penelitiannya. Pada sisi ini laporan jurnal atau laporan bab dapat diberikan sebagai tugas perkuliahan. Tujuan tugas ini adalah pengembangan riset dan iptek.

KURIKULUM UNIVERSITAS
Mengapa kurikulum universitas tidak bisa dibakukan? Karena setiap universitas punya perisetnya. Riset juga mengembangkan industri. Periset mengajarkan hasil risetnya dengan periset lain di seluruh dunia. Habibie menemukan hukum, efek habibie. Alisyahbana menemukan hukum DM, Alwasilah menemukan language transfer. Itu diajarkan kepada mahasiswanya. Hasil riset ini pun dipublikasikan dan didiskusikan dengan pakar lain dari perguruan tinggi lain. Dengan begitu, seorang pakar bisa mengukur ketinggian langit pengetahuan ini. Periset pun dapat mengkomparasi temuan hasil risetnya dengan para periset lain. Jika ia merasa hasil risetnya masih rendah, ia bisa melangkah lebih cepat untuk mengikuti tren atau memotong tren yang ada.

Semakin banyak pengetahuan seorang pakar, semakin mungkin bagi dia untuk memperoleh pengetahuan yang baru.

TENTANG SUNNI-SYIAH

Saddam Husein adalah pembunuh rakyatnya sendiri. Banyak ulama dari kalangan Sunni dan Syiah yang dibunuh Saddam.

Ketika revolusi tahun 1979 Iran terbebas dari Shah Reza Pahlevi, Irak menginvasi Iran. Perang terjadi selama 8 tahun dan Irak tak mampu mengalahkan Iran.

Memang Irak dan Iran terdapat Syiah. Di negeri-negeri Timur Tengah lain pun ada Syiah. Dan Syiah dianggap satu mazhab Islam.

Contoh penerimaan, kesepakatan, dan pencegahan pertengkaran Sunni Syiah adalah Deklatasi Amman. Bisa digoogle dg kata kunci “deklarasi amman”.

Sebagai warga yang mempunyai saudara-saudara dari kalangan Sunni dan Syiah, saya adalah orang yang pernah masuk ke pengajian orang Syiah. Namun saya hanya sekali hadir di tempat Kang Jalal (tokoh Syiah). Saya kurang kenal Kang Jalal. Namun, banyak teman Syiah yang saya kenal.

Saya mendapat kesan kajian mereka luar biasa bagus. Seperti melengkapi puzzle keislaman saya yang selama ini kosong.

Saya jamin, syiah tidak berbahaya. Adapun jika ada oknumnya berbuat kriminal atau melanggar aturan, tak perlu digeneralisir karena kejahatan itu lintas mazhab. Kejahatan itu bisa terjadi di semua mazhab.

Perang 8 tahun Saddam ke Iran itu bukan semata haus kekuasaan, melainkan juga disponsori AS untuk membasmi Iran yang anti AS.

Sepengetahuan saya, Saddam itu membunuh penentangnya dari kalangan Sunni dan Syiah. Saddam itu diktator kejam, melakukan invasi ke Irak 8 tahun. Setelah gagal lalu Saddam mencaplok Kuwait tahun 1991 dan berhasil menjatuhkan Emir Kuwait. Tetapi Kuwait itu ladang minyak AS sehingga sehari setelah invasi Saddam, AS membebaskan Kuwait dengan Operasi Badai Gurun.

Melihat Saddam yang tak bisa lagi dikontrol untuk memerangi Iran, Saddam lalu disingkirkan AS. Saddam dihukum gantung karena kejahatan perang. Sebelum dieksekusi Saddam sempat sadar bahwa musuh sebenarnya adalah Israel. Kini Irak, Afganistan tidak stabil. Kedua negara ini mengepung Iran. Namun AS masih belum berani invasi ke Iran.

Suriah dan Irak diguncang oleh ISIS. ISIS adalah boneka AS untuk melemahkan kestabilam Irak dan Suriah.

Isu Sunni-Syiah dihembuskan untuk mengadu domba.

Sampang adalah salah satu contoh adu domba Sunni-Syiah di Indonesia. Pemerintah SBY melalui hakimnya memutuskan bahwa Tajul Muluk (TM) Syiah menista agama. Padahal konflik sebenarnya adalah konflik keluarga. Namun warga dan pengadilan menyeretnya ke ranah agama. TM dikambinghitamkan padahal TM adalah korban.

Ulama Irak dan Iran menyerukan, jika ada saudaramu Sunni membunuh Syiah di depanmu, jangan kau balas. Demikian pula sebaliknya. Mengapa? Karena, pembunuhan itu adalah proxy war. Yang sebenarnya membunuh adalah AS dan Israel, yang pinjam tangan radikalis ISIS.

Doktrin Syiah yang saya kenal tidak harus menguasai pimpinan atau berkuasa.

Bahkan Ali bin Abi Thalib tidak berkuasa selama tiga khalifah sebelumnya berkuasa.

Syiah yang meyakini Ali bin Abi Thalib sebagai pewaris Nabi saw tentu ikut pada teladan Ali. Bahkan Hasan, Husain dan sembilan putanya tidak dikenal sebagai khalifah namun dikenal sebagai imam.

Pelarangan Syiah harus disebabkan alasan urgen. Namun saya sendiri tidak melihat radikalisme Syiah. Bahkan syiah sering diserang oleh kebencian tak berdasar.

Seandainya ada pelanggaran penganut Syiah atau Sunni, mungkin ajarannya tidak mengajarkan pelanggaran itu.

Apa salah orang Syiah terhadap Islam, Oom?

Masalah Syiah yang meyakini Ali sebagai khalifah Rasulullah itu adalah masalah kekhilafahan dan sejarah. Sejarah itu bukan sejarah Syiah namun sejarah Islam, Oom. Para khalifah itu dipilih secara demokrasi. Tidak ada yang salah dalam demokrasi.

Sejarah demokrasi khalifah seperti itu diakui Sunni Syiah berdasarkan kitab-kitab terdahulu. Abu Bakar dipilih pada peristiwa Saqifah Bani Sadiah. Lalu Umar ditunjuk oleh Abu Bakar sebagai pengganti Abu Bakar. Utsman dipilih oleh enam perwakilan yang deadlock. Ali dibaiat warga setelah Utsman Syahid. Itu semua semacam demokrasi oleh rakyat.

Kalau kita lihat sekarang, sunni-syiah bisa berhaji. Di Iran, Iran, Suriah ada Sunni dan Syiah.

Barat yang mengadu domba.
Ketika perang Saddam Husain dengan Iran, orang menduga ini perang Sunni-Syiah. Padahal bukan.

Barat yang selalu memprovokasi agar Sunni-syiah bertengkar.

Apakah perang di Suriah juga perang Sunni-Syiah?

Apakah di Yaman juga perang Sunni-Syiah? Bukan. Semua itu bukan perang antarmazhab Sunni-Syiah.

Syiah tidak pura2 ketika salat, haji, ….

Syiah juga bisa afdol salat di belakang Sunni. Justru Hidayat Nurwahid PKS pernah salat di belakang Syiah dan mengatakan bahwa salatnya pura-pura. 😀 Beritanya ada di media nasional. Seharusnya HRN tidak berpikir haram salat di belakang Syiah dan tak boleh mengatakan salatnya pura-pura.

Perbedaan Pendapat di Media Sosial

Pengguna media sosial sekarang ini menjadi penguasa atas pendapatnya. Seseorang bisa saja berpendapat tentang suatu masalah. Jonru bisa berpendapat tentang suatu masalah. Felix Siau bisa berpendapat tentang suatu masalah. Politisi seperti Fadli Zon, Fahri Hamzah, atau Setya Novanto bisa berpendapat tentang suatu masalah. Namun, setiap individu harus yakin bahwa mereka dihadapkan pada perbedaan pendapat. Setiap indiviidu harus menghargai perbedaan pendapat. Orang bebas  berpendapat di media sosialnya.

Wakil rakyat seperti Fadli Zon, Fahri Hamzah, atau Setya Novanto mestinya berpendapat sesuai kapasitasnya sebagai wakil rakyat. Wakil rakyat mempunyai fungsi mengawasi anggaran eksekutif, membuat undang-undang. Undang-undang bisa diinisiasi oleh eksekutif (presiden) atau legislatif (wakil rakyat). Sedangkan anggaran negara sejauh ini harus dikembangkan sesuai dengan visi-misi presiden. Demikian pula dengan kabupaten, kota, dan propinsi. Semua bekerja menurut ranah dan kepentingannya. Mungkin saja wakil rakyat yang nakal tidak akan disukai masyarakat dan tidak akan dipilih kembali pada periode berikutnya. Sementara ini belum ada mekanisme dari rakyat untuk memberhentikan wakil rakyat yang dianggap nakal selama wakil rakyat itu tidak melanggar undang-undang.

Salah satu pendapat yang bertentangan adalah sebagian muslim berpendapat bahwa Ahok tidak menista Islam. Namun, sebagian muslim yang lain berpendapat bahwa Ahok menista Islam. Kedua pendapat ini ada di masyarakat. Namun, salah satu pihak mengecam pihak lain dengan alasan membahayakan negara, hingga pemunafikan, pengkafiran, pelaknatan neraka, dan sebagainya.

Setiap orang boleh saja berpendapat. Namun, ada pakarnya yang mesti menenentukan. Mesti diingat bahwa pakar ini bukan nabi atau Tuhan. Tuhan melalui lisan dan tindakan para nabinya tidak akan salah bila memberi putusan. Namun, selain para nabi, bisa saja salah dalam memutuskan suatu perkara. Kenyataannya di antara pakar hukum pun berbeda pendapat tentang Ahok. Ada pakar hukum yang mengatakan Ahok tidak menista agama, ada pakar hukum lain yang mengatakan Ahok menista agama.

Demikian pula dengan masalah bahasa. Mestinya, pakar bahasalah yang menentukan. Sekalipun pakar bahasa juga bisa berbeda pendapat, namun para ahli bahasa itu bisa memberikan argumen yang bisa dipertimbangkan masyarakat awam.

Demikian pula dengan masalah ekonomi, ekonomi bangsa, ekonomi rakyat. Mestinya para pakar ekonomilah yang lebih didengar suaranya. Jangan sampai malah orang awam memberikan opini sehingga opininya ngawur atau sempoyongan.

Masalah agama juga demikian. Semestinya orang awam berdiam saat pakar agama bicara tentang agama. Semestinya orang awam menghindari debat dengan pakar agama karena dikhawatirkan akan mempermalukan diri atau kelompok.

Kebenaran tidak akan hilang walaupun ditutupi dan tak ada yang medukungnya. Kejahatan akan tetap menjadi kejahatan walaupun orang-orang jahat menutupinya. Bangkai akan tetap tercium walau ditutup-tutupi.

Tuhan akan menyempurnakan ilmunya melalui hujah-Nya. Hujah di sini adalah wasiat Rasululah saw yaitu munculnya Imam Mahdi di tengah umat akhir zaman. Ia adalah Imam Mahdi min aali Muhammad saw ‘dari keluarga Muhammad saw’. Saat Imam Mahdi muncul, setiap orang akan puas dengan keputusannya. Tentu Imam Mahdi pun akan menjadi manusia sempurna yang paling pandai dan argumennya bernilai.

Terbang dengan Paralayang di Kabupaten Sumedang

Terbang dengan paralayang di Kabupaten Sumedang mungkin menjadi impian sebagian orang. Olahraga ini mungkin saja diminati oleh warga di Kabupaten Sumedang atau yang berdomisili di luar Kabupaten Sumedang. Di Kota Bandung olahraga ini tidak terdengar peminatnya mungkin karena lokasi yang kurang berangin atau padatnya penduduk di kota. Kabupaten Sumedang kurang lebih bisa dicapai dengan menempuh perjalanan 50km. Dengan tol yang selesai dibangun di tahun 2018, masyarakat berharap transportasi dari Kota Bandung ke Kabupaten Sumedang bisa dicapai dengan waktu singkat, misalnya kurang dari 30 menit.

Ada dua tempat terbang paralayang di Kabupaten Sumedang. Pertama di Toga (Kecamatan Sumedang Selatan), ke dua di Batu Dua (Kecamatan Cisitu). Lokasi di Toga merupakan lokasi yang mudah dicapai dari pusat kota (sekitar 4km).

Seseorang bisa menyewa paralayang untuk terbang berboncengan (tandem). Harga yang dipatok untuk terbang tandem sekitar Rp500 ribu rupiah untuk tahun ini. Ia bisa terbang sejauh 3 kilometer dengan lama terbang kira-kira 10 menit (?).

Orang yang berminat kursus akan dibimbing untuk terbamg dan melakukan manuver (belok, menanjak, menukik). Harga kursus untuk 40 jam terbang adalah Rp7,5 juta. Kursus ini bisa dilakukan selama berbulan-bulan, mungkin bergantung cuaca dan kesepakatan.

Harga alat paralayang bergantung kurs rupiah. Untuk tahun ini harganya sekitar Rp35-40 juta. Alat bisa dibeli bila olahragawan berminat untuk terbang secara rutin. Alat juga bisa dibeli bila pembelajar telah lulus dari kursus terbangnya. Ada sebagian penerbang yang bisa terbang mandiri, tanpa tandem dengan pelatih. Mereka bisa terbang walaupun terbang hanya dari tempat terbang (take-off) ke tempat mendarat (landing) sejauh 3 km tadi. Beberapa di antara penerbang itu seolah tidak bisa melakukan banyak manuver untuk mempertahankan tinggi terbang, atau meninggikan posisi terbang, atau berbelok ke tempat-tempat yang agak jauh dari tempat mendarat.

Keterampilan terbang pun berbeda-beda. Ada yang sanggup terbang selama 3,5 jam. Sehingga cukup puas atau cukup lelah di udara. Saat itu terlihat seorang penerbang yang masih kanak-kanak terbang dengan cara yang terlihat sedikit nekat. Ternyata ia sudah ahli karena ia terus berputar-putar di langit Toga dan tidak segera mendarat.

Toleransi ketika Beda Akidah, Beda Mazhab atau Beda Pendapat (Tidak Toleransi untuk Kejahatan atau Kriminal)

Setidaknya sebagian masyarakat Indonesia sekarang ini merasa terancam dengan situasi intoleransi, misalnya ketika mencoblos si anu maka dikatakan kafir, munafik, tidak boleh disolatkan dan sebagainya. Lebih jauh, bahkan salah seorang pemenang pilkada DKI mengatakan dalam acara para pengacara di televisi bahwa fitnah dalam pemilihan adalah biasa. Naudzubillah ‘Aku berlindung kepada Allah dari situasi demikian’.

Kapankah kita toleran? Apakah kita akan toleran ketika melihat orang lain berbeda akidahnya? Tentu saja kita harus toleran. Jika ada orang lain yang berbeda, bahkan “ngawur” akidahnya, kita harus bisa toleran. Bila ada yang mengatakan bahwa tuhan punya agen (bapa, anak), tuhan tidak adil, tidak memperhatikan hambanya, tuhan sudah mati (naudzubillah); semua ini setidaknya menurut sebagian orang adalah pandangan “ngawur” tentang Tuhan. Beda pandangan tentang akidah, bisa kita toleransi karena para nabi juga toleran terhadap perbedaan akidah. Akidah yang pertama adalah ketuhanan. Bila orang-orang berbeda-beda keyakinannya tentang ketuhanan, perbedaan ini mesti bisa kita toleransi.

Akidah yang ke dua adalah kenabian. Bila orang berbeda keyakinannya tentang kenabian, apakah perbedaan ini bisa kita toleransi? Tentu saja kita harus bisa toleran. Ada sebagian muslim yang mengatakan bahwa nabi tidak maksum, pernah melakukan kesalahan, sekali-kali melakukan kesalahan, pernah lupa dalam salatnya (naudzubillah); perbedaan seperti ini juga mesti bisa kita toleransi. Sebagian muslim lagi berpendapat bahwa nabi harus maksum karena manusia tidak mungkin mengikuti teladan yang tidak maksum. Kemaksuman pun sebenarnya bisa dicapai oleh seluruh manusia.

Selain perbedaan akidah, ada pun fikih. Bila perbedaan akidah menyebabkan perbedaan agama, perbedaan fikih menyebabkan perbedaan mazhab. Contoh perbedaan fikih adalah ada sebagian muslim yang tahlilan, solawatan, muludan, tawasulan, ziarah kubur, kunut, niatnya dizaharkan, telunjuknya digerak-gerakkan, salam yang mengakhiri salatnya hanya satu kali, penentuan tanggal 1 Ramadan, dan sebagainya.

Perbedaan fikih ini disebabkan fatwa yang berbeda-beda dari ulama. Ulama tidak bisa memaksa orang awam untuk ikut pada fatwanya. Kenyataannya tak ada satu pun ulama yang memaksakan fatwanya untuk diikuti. Termasuk MUI tak pernah memaksakan fatwanya untuk diikuti, ataupun bila meninggalkan fatwa MUI, MUI akan mengancam masuk neraka. Ini karena fatwa juga berbeda-beda antara satu ulama dengan ulama lain.

Yang biasa kita alami adalah perbedaan menentukan tanggal 1 Ramadan. Nahdatul Ulama (NU) menentukan tanggal 1 Ramadan dengan melihat hilal (bulan), sedangkan Muhammadiyah biasanya menentukan tanggal 1 Ramadan dengan hisab (menghitung). Namun keduanya toleran. NU tak pernah memaksakan fatwanya kepada Muhammadiyah, sebaliknya Muhammadiyah pun tak pernah memaksakan fatwanya kepada NU. Sekalipun lembaga negara ini biasanya menggunakan metode yang digunakan oleh NU, namun negara juga tidak memaksa warganya untuk mengikuti metode NU. Perbedaan ini harus bisa ditoleransi.

Kapankah kita tidak toleransi? Kita tidak toleransi pada kejahatan seperti pencurian, pembunuhan, pemukulan, pemaksaan, atau gangguan yang di luar batas. Ketika kita melihat pencurian, tidak boleh kita toleran. Ketika rakyat, wakil rakyat, atau penguasa melakukan korupsi, kita tidak boleh toleran. Sangat aneh apabila kita toleran pada kejahatan seperti ini.

Masalah toleransi ini juga mesti diajarkan kepada anak-anak kita sejak di sekolah dasar bahkan hingga perguruan tinggi. Ada juga seorang peneliti yang meneliti penciptaan dan pementasan lagu anak-anak yang salah satunya bertema toleransi. Sangat penting untuk mengkampanyekan toleransi dalam masyarakat.

Sayangnya ada ormas dan kelompok Islam yang tidak toleran dengan memukul orang yang berbeda, mengancam, mencaci perbedaan. Kelompok ini harus diwaspadai bahkan harus dibubarkan karena kelompok ini melakukan tindak kriminal (kejahatan), memukul, tidak menerima perbedaan, dan mengancam manusia lain. Negara mestinya menindak ormas dan kelompok Islam intoleran seperti itu.

Jual Rumah di Margahayu Raya, Bandung

Status: dijual atas perintah pemilik (orang tua saya)
Alamat: Kompleks Margahayu Raya, Jalan Pluto Utara VIII No. 11A. (blok FF).

Luas tanah (sertifikat): 264m persegi. Luas bangunan: sekitar 150m persegi. Seluruh dinding rumah sudah dikeramik untuk mencegah keropos akibat lembab. Lebar muka kurang lebih 12m.

Peta lokasi ada di google map (beserta foto bangunan di bawah).

Harga rumah: 1,7m (nego) (Juli 2017). Rumah ini hanya untuk dijual, tidak untuk disewakan.

Peminat dapat menghubungi WA/sms 0888-234-6669, 0821-1522-5333, +62 813-2244-4153.

Rumah ini dekat dengan Griya Margahayu (sekitar 0,5km) dan Masjid Almuhajirin (sekitar 100m). Akses masuk ke rumah ini bisa melalui dua arah. Arah yang paling dekat adalah dari Jalan Ciwastra (sekitar 1km) dan dari Jalan Soekarno-Hatta, masuk dari Metro (sekitar 3km).

Rumah ini berada di kawasan sekitar 3km ke arah selatan dari Metro Margahayu Raya, Soekarno-Hatta, Bandung.

Terima kasih.

Tambahan. Di belakang rumah saya ada sawah sekitar kurang dari satu hektar yang saya dengar juga akan dijual.

Foto rumah, tampak luar dan tampak dalam.

Continue reading

Pro Kontra Khatib Bersertifikasi

Pemerintah menggulirkan wacana khatib bersertifikasi atau khotib bersertifikasi. Khatib atau khotib berarti orang yang memberikan khutbah. Wacana khatib bersertifikasi ini bukan tidak ada latar belakangnya. Sejumlah negara lain memberlakukan semacam sertifikasi khatib ini. Negara jiran, Malaysia memberlakukan sertifikasi khatib ini sekalipun tidak selamanya memecahkan masalah. Arab Saudi misalnya ada tradisi bahwa hanya masjid agung saja yang digunakan sebagai tempat Jumatan. Oleh sebab itu, ada imam masjid itu yang juga merangkap sebagai khatib Jumat. Tidak sembarang orang bisa naik mimbar Jumat, atau tidak sembarang tema bisa diangkat menjadi khatib (orang yang khutbah). Orang bisa khutbah di masjid hanya dengan izin khatib / imam masjid tersebut. Di Iran juga, seperti di Arab Saudi, masjid tempat Jumlatan hanya di masjid agung, dan khatibnya pun sudah ada petugasnya. Khatib ini digaji oleh negara sebagaimana marbot dan / atau petugas lainnya.

Di negara Indonesia, Jumatan dilakukan di setiap rukun warga (RW). Ada beberapa imam dan khatib yang bertugas di masjid RW ini. Namun, imam, khatib, marbot dan lain-lain, tidak digaji oleh negara, melainkan dianggarkan dari keuangan masjid. Keuangan masjid didapat dari sumbangan masyarakat (kencleng). Imam dan khatib masjid RW ini pun bisa mengizinkan orang lain untuk melakukan khutbah Jumat. Negara ini pun bukan tidak ada masalah berkaitan dengan khotib yang berbicara di mimbar. Masalah ini ada yang sepele, ada juga yang cukup berat, bahkan cenderung membahayakan.

Di negeri ini bahkan ada partai anu, atau partai yang mengatasnamakan Islam menggunakan masjid atau khutbah Jumat sebagai alat kampanye. Masalah semacam ini juga sempat disampaikan Prof. Muhammad A.S. Hikam dalam akun media sosialnya di facebook. Prof. Muhammad A.S. Hikam adalah mantan menteri pada masa Presiden Gus Dur. Biodata beliau juga ada di ensiklopedia online semacam wikipedia. Beliau juga adalah orang Nahdlatul Ulama. Jelas dari namanya, beliau adalah guru besar. Namun, Sebagaimana Prof. Quraish Shihab, dan Prof. Muhammad A.S. Hikam, guru besar pun tidak lepas dari kritikan, kecaman, atau hujatan. Bahkan dari orang yang bisa dikatakan awam.

Salah satu usul yang bisa disampaikan berkaitan dengan sertifikasi khatib ini adalah, pertama, hanya masjid tertentu saja seperti masjid agung dan masjid kampus yang digunakan untuk salat Jumat. Ini juga merupakan pilihan dari situasi yang terjadi sekarang yaitu setiap RW menyelenggarakan salat jumat dengan tema yang beragam. Bahkan ujaran kebencian, intoleransi, provokasi perpecahahan juga disampaikan di mimbar khutbah Jumat. Menurut suatu informasi, di Iran para khatib bertemu dulu beberapa hari sebelum salat Jumat dan menyepakati isi khutbah Jumat. Dengan demikian, isu nasional bisa dikontrol. Di Iran, bahkan dukungan untuk program nuklir yang diancam oleh barat, dorongan untuk ikut pemilu, ketahanan nasional disampaikan di mimbar Jumat.

Penyelenggaraan salat Jumat di masjid agung akan mendorong masyarakat untuk salat Jumat di masjid itu sejauh radius tujuh kilometer. Ini berpotensi menimbulkan masalah karena dalam radius tujuh kilometer itu sangat banyak penduduk yang tinggal. Dengan begitu, tidak semua masjid agung atau masjid kampus dapat menampung jemaah. Salah satu solusinya adalah mengizinkan sejumlah masjid lain (yang bersertifikasi :D) untuk menyelenggarakan salat Jumat. Suatu kampus juga ditengarai mempunyai 30-40 ribu mahasiswa. Seandainya lelakinya ada setengahnya, tentu masjid kampus juga akan penuh oleh mahasiswa yang Jumatan.

Ke dua, setiap masjid yang menyelenggarakan salat Jumat semestinya mendaftarkan para khatibnya, seandainya tidak hanya satu khatib yang bertugas di masjid tersebut. Hal ini juga tidak memungkinkan secara insidental mengundang khatib lain (yang tidak bersertifikasi) untuk berbicara di mimbar salat Jumat. Namun, tema khutbah bisa disepakati atau dilaporkan kepada penanggung jawab, misalnya imam / khatib masjid yang bersangkutan.

Ke tiga, tema khutbah mesti disepakati, misalnya untuk satu region. Dengan demikian, ayat suci tidak diplintir misalnya untuk urusan pilkada, urusan pembuatan kebijakan, ujaran kebencian, intoleransi, provokasi perpecahahan, atau provokasi lainnya. Para khatib di satu region ini bisa bertemu atau berkomunikasi untuk membahas tema khutbah. Seandainya ada khatib yang melanggar dengan membicarakan tema di luar kesepakatan, mungkin ada pengawasan atau pelaporan yang berujung pada sanksi pada khatib yang bersangkutan.

Ke empat, para khatib bisa saja digaji oleh pemerintah. Seandainya pemerintah tidak atau belum bisa menggaji para khatib, maka besar insentif transport untuk khatib ini juga bisa ditentukan, misalnya angka minimal atau maksimal. Angka ini bisa juga berdasarkan standar masjid besar atau kecil, kota atau desa. Dengan begitu, kehidupan khatib juga bisa cukup layak. Kehidupan khatib pun bisa saja didukung oleh pemerintah, misalnya difasilitasi untuk naik haji, belajar agama ke universitas atau negara lain, beasiswa bagi anak khatib, atau fasilitas mendapatkan pekerjaan di sektor pemerintah. Di Iran, keluarga syuhada bisa dikenang dan dipekerjakan di sektor pemerintah.

Masalah lainnya yang penting adalah tentang mufti. Mufti adalah orang yang memberi fatwa. Di Iran, mufti atau pemberi fatwa pun tidak sembarangan. Pemberi fatwa di Iran bukanlah suatu lembaga seperti MUI, melainkan seorang ulama. Apabila Gus Dur, Quraish Shihab adalah seorang mufti, maka ia bisa memberikan fatwa. Fatwa ini pun bisa diterima oleh mukalaf (umat), bisa juga tidak. Fatwa ini tidak bisa memaksa umat untuk menjalankan fatwanya. Mukalaf artinya orang yang mempunyai taklif. Taklif adalah tugas untuk menjalankan syariat agama.

Mufti bersertifikat juga penting untuk mencegah orang yang kurang berkompeten mengeluarkan sembarang fatwa. Orang awam atau orang bodoh bisa saja merenungkan ayat suci. Namun hasil renungannya mesti dikonfirmasi oleh pakar, ahli agama, ulama, atau mufti. Bila renungan awam ini bertolak belakang dengan pendapat pakar, maka renungan mesti dibuang. Bisa dibayangkan ketika seseorang menafsirkan ayat tentang perang, kafir, bidah, munafik, surga, neraka dan sebagainya. Bisa jadi orang akan bertengkar atau saling mengkafirkan. Pada saat ini bahkan ada sekelompok orang yang juga menyampaikan peperangan, kafir, bidah, munafik, surga, neraka dan sebagainya kepada orang lain. Lalu ia seenanknya mencap orang lain kafir, bidah, munafik, surga, neraka. Ini bisa membahayakan masyarakat, bahkan membahayakan negara.

Di negeri ini bahkan ada selebretis, orang bodoh bisa mengeluarkan pendapat atau semacam fatwa. situasi ini sangat berbahaya. Situasi ini boleh jadi disebabkan tradisi di negeri ini mengangkat ulama hanya didasarkan pada kemampuan bicara di depan umum saja. Padahal keilmuan ulama harus diuji oleh ulama lain. Tidak mungkin dokter diuji oleh orang awam. Dengan begitu, tidak mungkin ulama juga diuji oleh orang awam.