Sajak SURGA YANG MENANTI DI LANGIT

SURGA YANG MENANTI DI LANGIT

Betapa indahnya hidup bersama bayangmu
yang menjadi cahaya pada setiap langkah.
Gerbang langit tersenyum ceria,
adalah engkau yang anggun bijaksana.

Dan di dalam telepon selular
engkau tanggalkan satu per satu
busana kesombongan yang mewah,
kebodohan yang mengandung duka,
dan alpa yang hina,
berganti dengan kulit kebahagiaan cinta
yang lembut dan terbuka.

Dari suasana pegunungan yang syahdu
serta hangatnya udara pesisir.
dengan rintik hujan membasahi bumi
tersusunlah simfoni yang lembut dari tubuhmu.
Bergetar bersama harmoni hatiku,
simfoni ini hanya untukmu.

Menyertai perjalanan ruhani para pengembara
khidmat cintamu meruntuhkan angkuhnya durjana
yang telah lama menjadi momok bagi umat manusia.

O, lembutnya hujan menjadi metamorfosis
ulat menjadi kupu-kupu.
Lembutnya cinta menjadi metamorfosis
benci menjadi rindu.

Sumedang, 30 November 2007

Sajak TAMAN CINTA

Iswara
TAMAN CINTA

Aku ingin mengajakmu berjalan-jalan
di atas taman yang indah ini.
Lihatlah hangatnya mentari sore
mengintip di balik tirai mega.
Benarlah ungkapan bahwa alam ini diciptakannya
bagi kita yang hidup di dunia.
Dua insan yang mabuk anggur cinta
melihatmu titisan sukma dewa asmara.
Letupan gelora birahi membakar jagat semesta.
Samudera tertinggi badai sunaminya.
Dan aku adalah penguasa lautan itu.
Mabuk di samudera alkohol cinta
menciptakan pandangan
yang indah mempesona.

April 2007

Sajak DI LANTAI DISKO

Iswara
DI LANTAI DISKO
–Eva

Gemuruh musik dugem mengguncang-guncang dada,
langit menjadi sapu bercahaya warna,
lantai dansa penuh dengan manusia,
mempesona, meliuk dan berdansa.
Adakah bedanya dengan konser dangdut biasa?

Berdansa denganmu
penyair yang kesepian tak lagi menjadi kawanku.
Tengoklah gairah tubuhku yang menggelora.
Tengoklah aku menyeretmu ke lantai dansa.

Maret 2007

Sajak MENJELMA PUISI

Iswara
MENJELMA PUISI

Bertemu denganmu
sirnalah rasa sedih yang menggantung di tiang hari
rasa cemas telah berlalu kemarin
dan ia tidaklah abadi.

Dalam puisi aku mengajakmu ke taman yang indah
menu istimewa dan dahaga yang terlena
rasa cinta adalah obat yang istimewa
engkau di sana adalah dekat di jiwa

Ketundukan pada cinta merupakan nikmat sederhana
hingga kutukan zionis dan azab izrail luruh juga
tiada hujan dan bencana yang dapat menjatuhkannya
O, munajat arbain menjadi obat yang istimewa

Maret 2007

Sajak CINTA

Iswara
CINTA

Aku ingin melihat matamu yang indah
simfoni nan syahdu
mengalun melalui lorong hatiku
sukma gemulai mengikuti irama jiwa
segala cerita hanyalah sejahtera
bagi anak bangsanya.

Aku ingin melihat matamu yang indah
sebuah telaga bening yang sejuk airnya
tempat bermain dan berenang-renang
lumut dan batu-batu adalah pembersih jiwa
aroma semesta adalah bunga
yang ada di dalam hati.

Aku ingin melihat matamu yang indah
tempat bersemayam para leluhur yang perkasa
para penakluk serigala durjana
semua kejahatan tunduk bertekuk lutut
dan tak berdaya
sehingga amanlah segala makhluk di dunia
taman tempat berteduh dan hutan-hutan
yang terjaga dari segala mara bahaya.
O, swarga maniloka inilah tempat asal hamba.

Aku ingin melihat matamu yang indah
pertemuan yang berujung bahagia
akan selalu terlaksana
tiada kehidupan
tanpa sayap kata-katamu yang indah
dan cinta senantiasa hidup abadi
di dalam dunia.

O, kata-kata dan perbuatan menjelma citra.
Di dada penuh dengan rasa sukma.

November 2006

Sajak MUNAJAT (1)

Iswara
MUNAJAT (1)

Dalam salatku
aku sempatkan melakukan segala
karena segala yang terindah segera terjadi di sana
segala yang terucap akan ada wujudnya
segala perbuatan serta-merta menjadi nyata
surga dan nikmatnya bangkit segera.

Dalam rukukku tercium aroma surga
tubuh nan maha mulia
nabi dan maksumin tercinta
tempat bermuara keadilan dan cinta
yang menjadi alasan tetap berlangsungnya dunia.

Dalam sujud ditemui sukma nan bergelimang dosa
amat merindukan telaga surga pembersih jiwa
sukma pengembara
yang tak jarang tersandung duka
karena alpa dan lupa.

Dalam berdiriku menanti lima waktu rinduku
tempat menunggu paling istimewa
munajat pemelihara jiwa
dari api yang berbahaya.

Tetap waspada!
satu perbuatan buruk saja
akan membatalkan segala rencana.

November 2006

Sajak AKU LAHIR SEBAGAI PENYAIR

Iswara
AKU LAHIR SEBAGAI PENYAIR
— Icha

Dunia adalah rasa cemburu yang menghimpit dada
melenyapkan sabar dan doa dari hari-harinya

Maka tunggulah aku di ujung sana
sebuah peradaban yang kukuh
dari pengalaman seribu derita
serta munajat di malam-malamnya
sebuah tempat orang menghibur diri
dan mabuk cinta
kemudian tiada penyesalan setelahnya.

Mungkinkah hanya ada sejumput doa
dan bahagia di dunia
atau adakah hidayah di setiap tempat di dunia
jika saja setiap orang berusaha dapat meraihnya.

Untukmulah aku selalu ada.

O, angin
Suka dan duka datang dan pergi seperti angin.
Rezeki dan nestapa berputar seperti roda.

Desember 2006

Sajak ESOK PAGI

Iswara
ESOK PAGI

Kemenangan nasrallah atas zionis
adalah janji menteri esok pagi
tak ada yang ragu akan datangnya.

Demikianlah kemenangan perang iran
atas invasi ilegal
adalah janji purnama
tatkala sempurna waktunya.

Tak ada yang sanggup merenggut hak dari pemiliknya
tak ada hak bagi penjahat untuk berkuasa selama-lamanya
karena bumi akan diwarisi oleh mukminin pada akhirnya
lalu kepada siapakah manusia akan membela?

Seluruh daya tarik manusia bertumpu pada satu peristiwa
peperangan ini hanyalah bagi para pemberani
melawan sekelompok penjahat hina
hingga terbukti bahwa pengorbanan ribuan syuhada
tidaklah sia-sia

Maret 2007

Sajak DI AKHIR ZAMAN

Iswara
DI AKHIR ZAMAN

Teroris dunia tinggal memilih penderitaan mereka
cacat fisik dan mental saat hidup di dunia
kutukan hingga akhir hayat
dan menutup penderitaan mereka
dengan kematian yang menyedihkan

Manusia di dunia menyebut mereka
dengan bibir penuh kebencian, hinaan dan kutukan
Prestasi apakah yang telah mereka banggakan
selain invasi ilegal, kerusakan,
pengorbanan prajurit tak berdosa,
kebencian rakyatnya menggelora
beserta sisa penduduk dunia

Dusta bush yang berbusa
bukanlah demi minyak dan kemakmuran astina
bukanlah karena ancaman teror bagi astina
tetapi sebuah misi kemanusiaan yang buram
karena mengalirkan darah warga tak berdosa

mungkinkah manusia berharap berbahagia
di hari tua dan akhir hidupnya

April 2007

Sajak IKAN MAS KOKI

Iswara
SAJAK IKAN MAS KOKI
–Godi Suwarna

seperti ikan yang berenang di air jernih
aku bebas berenang ke tempat yang kumau
Lalu aku bertemu pacarku
dan bercinta untuk waktu yang sangat sangat lama
Tidak ada hiu, arwana atau lou han
yang berani menyerang
inilah sajak ikan mas koki
yang menyampaikan salam
kepada penghulu di dunia

Maka tidak hiu itu menyerangku
Tidak juga arwana, lou han atau cumi-cumi
Aku bahkan bertugas menangkap
cumi-cumi dan koruptor-koruptor lain
supaya dunia ini jadi nyaman
dan bebas penyakit

Beribu-ribu manusia ada,
berjuta-juta manusia berkeliaran
Terpelanting dari surga, mereka
mematuki biji-bijian yang berserakan di tanah
mencekam daging, keringat dan darah kawan-
kawannya

Ya, manusia-manusia itu tumbuh menjadi binatang
tumbuh bulunya, tumbuh paruhnya, tumbuh
taringnya, tumbuh cakar dan sayapnya
tidak ada lagi manusia yang sesungguhnya.

Pandeglang, 19 Juli 2004