Sajak BANDUNG (3)

Iswara
BANDUNG (3)

Dia yang mahaperkasa
suatu saat akan menetapkan
hukumnya pada dunia
dan pergerakan bumi, berhembusnya angin,
turunnya hujan hingga gugurnya daun-daun
tiada satu pun yang luput
dari pengetahuannya.

Tetapi sebagian bencana yang terjadi di dunia
adalah ulah manusia
pembabatan hutan di bogor dan bandung utara
menggenang kota di bawahnya
keserakahan dewan dan lalainya pemimpin
menyulap stabilnya ekonomi
dan uang siluman pengusaha
dari investor asing yang serakah,
penuh rekayasa serta tak peduli nasib bangsa.

Lumpur lapindo yang memenuhi kota
juga runtuhnya menara kembar sebelas september
adalah akibat kelalaian manusia
masyarakat dunia jadi korbannya
atas teror bangsa yang celaka

Tetapi nun jauh sana,
masyarakat di kota dan penjuru desa
tak terbuai, tak lalai dan tak pernah putus asa
akan muncul dan tegaknya
khalifah dunia.

Desember 2006

2 thoughts on “Sajak BANDUNG (3)

  1. Nama :Eka FaujiKelas :1bNIM :0703243Saya sangat setuju dengan apa yang dituangkan dalam sajak ini, karena semua hal yang terjadi saat ini merupakan akibat dari ulah manusia itu sendiri.Sebagai khalifah di muka bumi ini hendaknya kita menjaga dan melestarikan apa yang telah Allah SWT berikan,terutama lingkungan sekitar kita.

  2. Saya sependapat dengan bapa, seperti apa yang bapa tuangka dalam sajak yang berjudul “Bandung”.Bandung yang dulunya merupakan kota yang sejuk dan dikelilingi dengan pohon-pohon, tapi kini telah berubah menjadi kota yang gersang. Di pinggiran jalan tak jarang kita jumpai pabrik-pabrik, dan sudah dimaklum lagi jalan yang begitu macetnya dengan kendaraan yang menagikatkan polusi. Dan lumpur lapindo membanjiri rumah-rumah dan lahan di sekitarnya. Itu semua akibat ulah manusia, yang tidak bisa menjaga, melestarikan, dan memanfaatkan apa yang telah Tuhan berikan pada kita. Sehingga manusia yang sendiri harus menanggung akibat dari perbuatannya itu.

Leave a Reply