Sajak DI AKHIR ZAMAN

Iswara
DI AKHIR ZAMAN

Teroris dunia tinggal memilih penderitaan mereka
cacat fisik dan mental saat hidup di dunia
kutukan hingga akhir hayat
dan menutup penderitaan mereka
dengan kematian yang menyedihkan

Manusia di dunia menyebut mereka
dengan bibir penuh kebencian, hinaan dan kutukan
Prestasi apakah yang telah mereka banggakan
selain invasi ilegal, kerusakan,
pengorbanan prajurit tak berdosa,
kebencian rakyatnya menggelora
beserta sisa penduduk dunia

Dusta bush yang berbusa
bukanlah demi minyak dan kemakmuran astina
bukanlah karena ancaman teror bagi astina
tetapi sebuah misi kemanusiaan yang buram
karena mengalirkan darah warga tak berdosa

mungkinkah manusia berharap berbahagia
di hari tua dan akhir hidupnya

April 2007

3 thoughts on “Sajak DI AKHIR ZAMAN

  1. Nama : TITA AGUSTININIM : 0701336Kelas : 1 AHttp://titaagustini.blogspot.comPuisi yang dikomentari : DI AKHIR ZAMANKomentar :Puisi “Di Akhir Zaman” termasuk puisi transparan karena isi dari puisi ini tersurat secara jelas tanpa banyak diselubungi gaya bahasa pengarangnya. Puisi ini tidak terlalu banyak menggunakan majas-majas dan konotasi-konotasi sehingga para penikmat puisi dapat dengan mudah memahami isi dan maksud yang terkandung dalam puisi.Puisi ini menceritakan tentang keterpurukan kehidupan manusia di dunia, yang dilatarbelakangi oleh aksi-aksi terorisme dan berakibat serta dirasakan oleh seluruh umat manusia. Keadaan yang kian mengkhawatirkan membawa manusia kepada pengharapan agar senantiasa dapat mencicipi kebahagiaan kelak di akhir hidupnya.Pilihan kata (diksi) yang digunakan sudah baik sehingga mampu menghayutkan perasaan saya untuk merasakan seperti apa yang tersirat di dalam puisi ini. Puisi ini dapat menggugah jiwa para kaula muda sekaligus memberi inspirasi untuk menjadi inovator dalam menyelesaikan problematika kehidupan yang secara lantang dituangkan di dalam puisi tersebut.

  2. Pak, komentar yang benar yang ini karena blog yang dulu tidak bisa dibuka.Nama : TITA AGUSTININIM : 0701336Kelas : 1 AAlamat baru : http://titaagustini88.blogspot.comPuisi yang dikomentari : DI AKHIR ZAMANKomentar :Puisi ” Di Akhir Zaman ” termasuk puisi transparan karena isi dari puisi ini tersurat secara jelas tanpa banyak diselubungi gaya bahasa pengarangnya.Puisi ini tidak terlalu banyak mengandung majas-majas dan konotasi-konotasi sehingga para penikmat puisi dapat dengan mudah memahami isi dan maksud yang terkandung dalam puisi.Puisi ini menceritakan tentang keterpurukan kehidupan manusia di dunia, yang dilatarbelakangi oleh aksi-aksi terorisme dan berakibat serta dirasakan oleh seluruh umat manusia. Keadaan yang kian mengkhawatirkan membawa manusia kepada pengharapan agar senantiasa dapat mencicipi kebahagiaan kelak di akhir hidupnya.Pilihan kata (diksi) yang digunakan sudah baik sehingga mampu menghanyutkan perasaan saya untuk merasakan seperti apa yang tersirat di dalam puisi ini. Puisi ini dapat menggugah jiwa para kaula muda sekaligus memberi inspirasi untuk menjadi inovator dalam menyelesaikan problematika kehidupan yang secara lantang dituangkan di dalam puisi tersebut.

  3. Nama : Siti MashitohNIM : 0701296Kelas : 1Ahttp://jurnal-sastra-siti.blogspot.comPuisi yang dikomentari : DI AKHIR ZAMAN.Komentar :Puisi yang berjudul “Di Akhir Zaman” menceritakan tentang problematika dunia yang diwarnai oleh kekerasan, kekuasaan, dan terorisme. Yang pada dasarnya hanya mengandalkan ego semata tanpa ada alasan yang jelas untuk kebahagiaan, malah menimbulkan petaka dan mengorbankan orang-orang yang tak berdosa serta merugikan banyak pihak di dunia. Di akhir puisi tersebut penyair menyisipkan suatu pertanyaan yang juga merupakan harapan akankah kehidupan yang akan datang menjadi lebih baik dan menunjukan secercah harapan untuk kebahagiaan.Puisi ini memakai kata-kata yang lugas dan jelas tanpa banyak diwarnai oleh majas dan konotasi sehingga dapat mudah dipahami maknanya oleh pembaca.Puisi ini dapat memberikan motivasi kepada generasi penerus bangsa untuk menjalankan hidup lebih terarah dan mempunyai pikiran yang jernih dalam menghadapi problematika kehidupan.

Leave a Reply