Sajak IKAN MAS KOKI

Iswara
SAJAK IKAN MAS KOKI
–Godi Suwarna

seperti ikan yang berenang di air jernih
aku bebas berenang ke tempat yang kumau
Lalu aku bertemu pacarku
dan bercinta untuk waktu yang sangat sangat lama
Tidak ada hiu, arwana atau lou han
yang berani menyerang
inilah sajak ikan mas koki
yang menyampaikan salam
kepada penghulu di dunia

Maka tidak hiu itu menyerangku
Tidak juga arwana, lou han atau cumi-cumi
Aku bahkan bertugas menangkap
cumi-cumi dan koruptor-koruptor lain
supaya dunia ini jadi nyaman
dan bebas penyakit

Beribu-ribu manusia ada,
berjuta-juta manusia berkeliaran
Terpelanting dari surga, mereka
mematuki biji-bijian yang berserakan di tanah
mencekam daging, keringat dan darah kawan-
kawannya

Ya, manusia-manusia itu tumbuh menjadi binatang
tumbuh bulunya, tumbuh paruhnya, tumbuh
taringnya, tumbuh cakar dan sayapnya
tidak ada lagi manusia yang sesungguhnya.

Pandeglang, 19 Juli 2004

One thought on “Sajak IKAN MAS KOKI

  1. Tema sajak adalah kemanusiaan. Sajak ini menceritakan keprihatinan penulis karena hilangnya ketidakadilan dan rasa kemanusiaan di dunia ini dikarenakan manusia itu berperilaku seperti binatang.Dalam sajak tersebut menggunakan majas perumpamaaan. Misalnya dalam larik “seperti ikan yang berenang di air yang jernih”. Selain itu, dalam sajak tersebut juga menggunakan majas hiperbola. Misalnya dalam larik “terpelanting dari surga”.Sajak ini banyak sekali menggunakan perumpamaan, misalnya penulis diumpamakan sebagai ikan mas koki dan musuh-musuhnya diumpamakan sebagai hiu, arwana, lou han dan cumi-cumi. Musuh-musuhnya tersebut dikatakan penulis sebagai koruptor yang merugikan. Selain itu manusia diibaratkan tumbuh menjadi binatang. Menurut saya, manusia tersebut sudah berperilaku seperti binatang. Sedangkan manusia-manusia yang terpelanting dari surga artinya manusia yang sudah tidak memiliki rasa kepedulian dan rasa kemanusiaan terhadap sesamanya.Ketika saya membaca sajak ini, saya merasa bahwa penulis tersebut mengungkapkan rasa keprihatinannya terhadap keadaaan dunia pada saat ini. Pada saat ini, dunia memang semakin kacau. Misalnya banyaknya aksi terorisme, pejabat yang korup, banyaknya perbuatan asusila dan lain-lain. Mungkin diantara perbuatan-perbuatan tercela tersebut yang paling banyak dilakukan adalah korupsi. Tidak hanya pejabat pemerintah saja, tetapi orang-orang kecil pun bisa melakukan korupsi. Mungkin hal tersebut dikarenakan tuntutan ekonomi.Manusia digambarkan berubah bentuk dan berperilaku seperti binatang. Menurut saya, hal tersebut menggambarkan hilangnya rasa kepedulian dan rasa kemanusiaan terhadap sesama. Manusia saling menjatuhkan lawan bahkan kawan pun mereka jatuhkan pula. Hal tersebut terdapat dalam larik “mereka mematuki biji-bijian yang berserakan di tanah, mencekam daging, keringat, dan darah kawan-kawannya”. Penulis juga membandingkan keadaan dulu dan keadaaan sekarang. Dulu keadaan dunia ini aman dan tentram. Orang-orang mempunyai kebebasan untuk melakukan hal yang diinginkannya. Hal tersebut digambarkan dalam larik “seperti ikan yang berenang di air jernih aku bebas berenang ke tempat yang kumau”. Dunia memang aman, tidak ada yang saling menyerang. Manusia masih memiliki rasa kepedulian dan rasa kemanusiaan. Nama : Yati ListiyatiKelas : 1-ANIM : 0701134Alamat blogger : yati-listiyati@1A.blogspot.com

Leave a Reply