Sajak MUNAJAT (1)

Iswara
MUNAJAT (1)

Dalam salatku
aku sempatkan melakukan segala
karena segala yang terindah segera terjadi di sana
segala yang terucap akan ada wujudnya
segala perbuatan serta-merta menjadi nyata
surga dan nikmatnya bangkit segera.

Dalam rukukku tercium aroma surga
tubuh nan maha mulia
nabi dan maksumin tercinta
tempat bermuara keadilan dan cinta
yang menjadi alasan tetap berlangsungnya dunia.

Dalam sujud ditemui sukma nan bergelimang dosa
amat merindukan telaga surga pembersih jiwa
sukma pengembara
yang tak jarang tersandung duka
karena alpa dan lupa.

Dalam berdiriku menanti lima waktu rinduku
tempat menunggu paling istimewa
munajat pemelihara jiwa
dari api yang berbahaya.

Tetap waspada!
satu perbuatan buruk saja
akan membatalkan segala rencana.

November 2006

30 thoughts on “Sajak MUNAJAT (1)

  1. Setelah saya membaca dan memahami sajak yang berjudul ” MUNAJAT “, saya berpendapat bahwa sajak tersebut mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan.Kelebihannya yaitu :1. Pemilihan katanya tepat.2. Setiap bait mengandung makna yang sangat berharga.3. Dapat membangkitkan semangat untuk meningkatkan ibadah kepada Sang Khaliq.4. Mengingatkan kita untuk berhati-hati dalam bertindak.Adapun kekurangannya yaitu terdapat beberapa kata konotasi sehingga sulit untuk dipahami. Selain itu, penggambaran sajak hanya sebatas rukuk, sujud dan berdiri. Kenapa tidak diikutsertakan seluruh aktivitas yang terdapat di dalam salat, seperti i’tidal, duduk diantara dua sujud dan tahiyat.Nama : Maries ErlisyeKelas : 1BAlamat Blogspot : Sastra-maries.blogspot.com

  2. Pertama kali saya membaca berderet judul sajak yang Bapak tulis,pada hari Rabu,tanggal 13 Februari 2008,pukul 10.04 WIB,saya langsung tertarik untuk mengetahui apa isi dari sajak ” MUNAJAT “.Saat saya buka dan saya baca kata demi kata yang termuat dalam sajak tersebut,saya merasakan suatu benda yang cepat dan sangat kuat tiba-tiba menembus kisi-kisi hati saya yang teramat tipis dan serta-merta menyesakkan rongga dada. Saat itu pula,saya menangis. Menangis merindukan indahnya saat bersembahyang,bersujud, dan memohon kepada Allah SWT sebagai satu-satunya Ilah bagi saya. Dalam sajak tersebut tergambar jelas suasana yang begitu Khusyu,komunikasi antara makhluk dan sang Kholiq serta kecintaan kepada Rasulullah. Tanpa disadari,saya pun melihat jam pada ponsel saya,dalam hati saya berkata, ” ternyata baru pukul 10.12,belum waktunya untuk shalat dhuzur “. Setelah berpikir beberapa saat,saya kemudian menulis sajak “MUNAJAT” dalam secarik kertas untuk saya komentari setelah saya shalat dhuha. Saat itu pun,saya langsung bergegas ke mesjid.Ketika saya hendak berwudhu,Allah mengingatkan saya bahwa hari itu saya sedang ada halangan. Ini membuktikan betapa dalam dan begitu besar pengaruh yang ditimbulkan dari sajak ini. Dengan refleknya mampu menggerakan hati saya untuk langsung menghadap-Nya.Saya benar-benar mengagumi sajak ini,setiap katanya bisa langsung mengantar saya pada suasana yang diungkapkan penulis. Saat saya membaca sajak tersebut,tak terasa tiba-tiba saya memejamkan mata,memohon, dan tersedu layaknya sedang bersembahyang.Itu benar-benar terasa nyata dan damai.Bahkan saat menulis komentar ini pun,di mata saya masih menyisakan pelangi dan secawan senyuman sederhana sebagai tanda kekaguman saya pada puisi Bapak.Terima kasih,Pak! Lewat sajak ini,saya menjadi lebih merindukan datangnya waktu shalat sehingga diharapkan mampu meningkatkan kwalitas ibadah saya.DEWI SUCI F- 1Adewisuci51.blogspot.com

  3. Sajak Munajat ( 1 )Sesaat saya tertegun, saya tak tahu mesti memilih judul sajak mana yang harus saya komentari.Akhirnya, saya memilih sajak Munajat.Entah kenapa,,,Saya merasa tertegun dan terhanyut.Saya memang tak mengerti.Saya memang tak memehami dengan benar apa maknanya.Tetapi,,,Setelah membacanya berulang-ulang, saya merasa tersentuh.Hati saya tak menentu.Hati saya menangis pilu.Yang bisa saya tangkap dari sajak Munajat adalah dengan shalat kita bisa melakukan segalanya.Kita bisa menangis.Kita bisa berkomunikasi dengan-Nya.Di dalam shalat kita bisa merasakan sebuah kenikmatan yang tiada terungkapkan.Dengan shalat kita seakan-akan berada dekat dengan pintu surga.Dan mencium wangi surga yang begitu harum semerbak.Dalam sujud saya merasakan diri ini begitu kotor.Diri ini membutuhkan sesuatu sebagai pembersih, sebagai pelebur dosa.Penulis sajak ini juga sepertinya menyadari hal tersebut.Penulis menyadari bahwa kita hidup di dunia ini mempunyai tugas yang utama, yaitu habluminallah dan habluminannas.Rasa syukur yang sangat dalam dia lakukan dengan mencari ketentraman batiniah yang abadi.Oleh karena itu,shalat begitu pentingnya dan memang suatu kebutuhanSehingga kerinduan akan lima waktu selalu dia jalankan dan dia nantikan.Dia mengadu, berharap hanya kepada Allah semata.Karena ingin mendapatkan surga.Sesuai dalam surat Al-Waqiah ayat 89.Dia menyadari kelemahannya.Hanya restu dan kekuatan Allahlah manusia dapat diarahkan kehidupannya.Dengan shalat kita bisa mencegah perbuatan keji dan munkar, sehingga jiwa kita tetap terpelihara.Jika kita tidak berhati-hati, maka apapun yang kita rencanakan bisa hancur seketika.Nama:Nuni PKelas:1AAlamat:sastra-suratku.blogspot.com

  4. Saat saya mencari apa yang harus dikomentari, tidak sengaja mata saya tertuju pada sajak “MUNAJAT”. Pada awalnya, saya merasa tertarik pada judulnya. Judul tersebut merupakan salah satu kata yang digunakan dalam judul sebuah lagu, dimana lagu tersebut kini sedang digandrungi oleh para remaja.Kata-kata yang terdapat dalam sajak “MUNAJAT” telah menyampaikan makna-makna yang sangat indah. Ketika kita salat maupun setelahnya, kita berdoa dan doa tersebut pasti akan dikabulkan oleh Allah. Segala keinginan dan perbuatan yang disampaikan dalam doa tersebut pasti akan menjadi kenyataan.Kedamaian yang indah dapat kita rasakan dalam setiap gerak salat dan itulah yang membuat sang penulis merasa selalu merindukan salat.Sajak “MUNAJAT” merupakan wujud penyaluran sebuah pengakuan dan kejujuran sang penulis akan dosa-dosa serta harapannya. Sehingga dia mengadu untuk mendapatkan ampunan, dan bimbingan dari Allah. Selain itu, terdapat pesan tersurat yang sangat penting bahwa perbuatan buruk sekecil apapun pasti ada resikonya.Pemilihan kata yang digunakan tepat, sehingga maksud sang penulis dapat tersampaikan dengan sangat indah.Sungguh sajak yang sangat bermakna.Nama : Dini NiarsaniKelas : 1AAlamat Blogspot : dini-kreasiku.blogspot.com

  5. Pertama kali saya membaca berderet judul sajak yang Bapak tulis,pada hari Rabu,tanggal 13 Februari 2008,pukul 10.04 WIB,saya langsung tertarik untuk mengetahui apa isi dari sajak ” MUNAJAT “.Saat saya buka dan saya baca kata demi kata yang termuat dalam sajak tersebut,saya merasakan suatu benda yang cepat dan sangat kuat tiba-tiba menembus kisi-kisi hati saya yang teramat tipis dan serta-merta menyesakkan rongga dada. Saat itu pula,saya menangis. Menangis merindukan indahnya saat bersembahyang,bersujud, dan memohon kepada Allah SWT sebagai satu-satunya Ilah bagi saya. Dalam sajak tersebut tergambar jelas suasana yang begitu Khusyu,komunikasi antara makhluk dan sang Kholiq serta kecintaan kepada Rasulullah. Tanpa disadari,saya pun melihat jam pada ponsel saya,dalam hati saya berkata, ” ternyata baru pukul 10.12,belum waktunya untuk shalat dhuzur “. Setelah berpikir beberapa saat,saya kemudian menulis sajak “MUNAJAT” dalam secarik kertas untuk saya komentari setelah saya shalat dhuha. Saat itu pun,saya langsung bergegas ke mesjid.Ketika saya hendak berwudhu,Allah mengingatkan saya bahwa hari itu saya sedang ada halangan. Ini membuktikan betapa dalam dan begitu besar pengaruh yang ditimbulkan dari sajak ini. Dengan refleknya mampu menggerakan hati saya untuk langsung menghadap-Nya.Saya benar-benar mengagumi sajak ini,setiap katanya bisa langsung mengantar saya pada suasana yang diungkapkan penulis. Saat saya membaca sajak tersebut,tak terasa tiba-tiba saya memejamkan mata,memohon, dan tersedu layaknya sedang bersembahyang.Itu benar-benar terasa nyata dan damai.Bahkan saat menulis komentar ini pun,di mata saya masih menyisakan pelangi dan secawan senyuman sederhana sebagai tanda kekaguman saya pada puisi Bapak.Terima kasih,Pak! Lewat sajak ini,saya menjadi lebih merindukan datangnya waktu shalat sehingga diharapkan mampu meningkatkan kwalitas ibadah saya.DEWI SUCI F- 1Adewisuci51.blogspot.com berganti ke dewisuci.blogspot.com

  6. Komentar : Puisi “MUNAJAT I” tercipta dari kata-kata yang terangkai indah dengan pilihan kata (diksi) yang tepat dan cermat. Sehingga setiap kata dalam baitnya dapat mewakili “perasan” penulis.Puisi ini sangat menggugah keinsyafan seorang hamba terhadap Tuhannya, melukiskan kerinduan yang sangat mendalam kepada Sang Khalik. Saya hanya bisa mengungkapkan satu kata, yakni “Bagus!”

  7. Ass. Setelah saya membaca puisi yang berjudul ” Munajat “, puisi ini sangat bagus dan menyentuh hati. Puisi tersebut memiliki keindahan dalam pemilihan kata( diksi ).Sudut pandang yang digunakan oleh si pengarang adalah orang pertama, terlihat dalam kata ‘salatku’,’Aku’,dan lain-lain.Pilihan judul sangat tepat dan mewakili seluruh isinya. Puisi ini menurut saya isinya menceritakan seorang hamba yang bermunajat/memohon kepada Tuhannya. Salat itu adalah tiangnya agama Islam. Dengan salat kita bisa mendekatkan diri kepada Allah SWT, bisa berkeluh kesah saat kita sedih, bisa terhindar dari segala larangan Allah SWT. Puisi ini mengandung pesan agar kita selalu berhati-hati dalam melakukan segala tindakan karena semua itu akan ada dampaknya. Kita harus senantiasa melaksanakan perintah Allah SWT dan terus berdoa memohon ampunanNya.Nama : Tita Yulianti Kelas : 1ANIM : 0701339Alamat BLog : jurnal-sastra-titayulianti.blogspot.com

  8. Assalamualaikum Wr.Wb.Sajak Bapak yang berjudul “Munajat” sangat bagus. Saya pernah membaca sajak Bapak yang lainnya tetapi hati saya tidak terlalu tergugah seperti membaca sajak Bapak yang berjudal “Munajat”. Ketika membaca sajak Anda pada bait pertama saya harus mengulangnya beberapa kali karena tidak menemukan makna yang terkandung di dalamnya. Kenapa hal ini bisa terjadi? Saya salut kepada pilihan kata (diksi) yang Bapak gunakan. Jujur saja Pak, saya tidak terlalu suka mengenai puisi maupun sajak sehingga susah dalam mengambil makna yang terkandung di dalamnya. Tetapi hal ini tidak menyurutkan ketertarikan saya pada sajak Bapak. Setelah terus dicoba,dicoba dan dicoba untuk memahami, alhamdulillah sedikit demi sedikit maknanya dapat saya renungkan, ternyata sajak Bapak mempunyai makna yang sangat dalam. Dalam salat kita melakukan berbagai aktivitas dari mulai takbirotul ihram sampai dengan salam yang semuanya merupakan suatu ketunduk patuhan kita kepada Sang Pengatur. Dalam sujud yang merupakan permintaan ampunan dosa karena manusia di hadapan Allah SWT tidak ada apa-apanya serta pengakuan kita bahwa Allah-lah Zat Yang Maha Sempurna dari segala makhluk-Nya. Salat merupakan doa, setiap kata yang kita ucapkan dan resapi adalah doa. Doa tersebut lambat laun akan terwujud tapi terkadang manusia tidak menyadarinya. Apabila manusia ingat akan doanya dan melaksanakan apa yang ia janjikan terhadap Tuhannya maka ia akan terhindar dari perbuatan keji dan mungkar yang pada akhirnya ia akan memperoleh kenikmatan Surga Firdaus, itulah janji Allah SWT.Tetapi apabila manusia tergelincir dari janjinya tersebut, meskipun satu perbuatan yang tidak ada arti baginya mungkin hal ini akan menjerumuskannya kepada api yang menyala-nyala. Terakhir saya hanya dapat mengucapkan dan menulis subhanallah.Wasalamualaikum Wr.WbRina Kurnia 1A

  9. Saya telah membaca beberapa sajak milik bapak. Sungguh, semuanya Bagus. Namun, dari sekian banyak sajak milik bapak tersebut, saya sangat menyukai sajak dengan judul “Munajat (1)”. Sajak tersebut mengandung makna yang cukup dalam, semakin saya mencoba untuk memahami makna yang terkandung di dalamnya, semakin tersentuh pula relung dalam hati ini.Shalat lima waktu adalah jembatan menuju surga-Nya. Dalam shalat lima waktu terdapat rangkaian gerakan, dan masing-masing gerakan tersebut mengandung arti yang berbeda. Pada saat rukuk, dengan kecintaan kepada rasulullah, kita dapat mencium aroma surga-Nya, yang merupakan tempat bermuara keadilan dan cinta. Pada saat sujud, kita menyadari, betapa kotornya diri ini dengan dosa, dan hanya telaga dalam surga-NYa-lah, yang dapat membersihkan semuanya. Subhanallah, kata-kata tersebut benar-benar menyentuh hati saya, dan membuat saya meneteskan sebutir kristal bening dari pemberian-Nya yang berfungsi untuk melihat ini.Setiap muslim selalu merindukan shalat lima waktu dalam menjalani semua aktivitas dalam hidupnya, dan merupakan tempat dan saat yang paling tepat untuk memohon perlindungan dan pertolongan-Nya. Tetapi ingat, sebagai muslim, kita harus berhati-hati dalam menjalankan tugas kita di bumi ini, satu kesalahan saja yang kita lakukan dapat mengacaukan semuanya, bagaikan setetes tinta, yang jatuh ke dalam secangkir air bening….Terima kasih.Enok Nia Kurniasih (IA)enoknia.blogspot.com

  10. Saya menyukai semua sajak milik bapak karena megandung banyak makna kehidupan. Dan ketika pertama kali saya membaca sajak bapak yang berjudul “MUNAJAT”, saya sudah mulai tertarik dan ingin mencoba memahami makna yang terkandung dari sajak tersebut. Entah mengapa setelah saya membacanya, hati saya merasa tenang dan damai. Di dalam sajak ini mengandung makna yang dalam bagi diri saya, karena sajak ini menggambarkan hubungan batin antara seorang hamba dengan Sang Maha Pencipta-Nya yang terjalin di dalam kekusyukan shalatnya.Selain itu, sajak ini juga menceritakan seorang hamba yang sadar bahwa dia tidak lepas dari khilaf dan dosa. Namun dia tidak putus asa dan dalam penantian lima waktunya dia selalu bersimpuh dan bermunajat dengan penuh harap cemas agar mendapat perlindungan Yang Maha Kuasa dari bahaya api neraka dan bisa bertemu syurga-Nya. Amin Ya Rabbal Alamin.Saya berharap semoga sajak ini bisa lebih medekatkan saya dengan-Nya.Terima kasih.

  11. Nama : santi PurwantiNIM : 0701293Kelas : Iahttp://jurnal-sastra-santi.blogspot.comKomentar :Sajak yang berjudul “Munajat” memiliki makna tentang hubungan vertikal antara manusia dengan sang khaliq. segala harapan yang kita panjatkan akan dikabulkan asalkan kita mau berusaha dan berdoa. puisi tersebut pun memiliki makna bahwa dalam setiap gerakan shalat sungguh sangat memberikan ketenangan bathin apabila kita melaksanakannya dengan ikhlas dan penuh kekhusukan. Tiap bait puisi tersebut memiliki arti yang sangat mendalam dan memiliki pesan bahwa segala perbuatan yang kita lakukan harus benar-benar difikirkan. Pilihan kata yang digunakan cukup baik sehingga mudah dipahami oleh pembaca.

  12. Komentar Sajak :Isi yang dapat saya ambil dari puisi yang berjudul “Munajat” adalah :5. Seseorang yang sungguh-sungguh dalam mendekatkan diri kepada Allah dan khusuk dalam melaksanakan sholat ;6. Kesadaran seseorang akan segala dosanya dan mengharapkan ampunan dari yang Maha Kuasa. Dia begitu merindukan kasih sayang dari yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang ;7. Seseorang berusaha melakukan yang terbaik, menjaga hati, lisan dan perbuatan sebagai wujud pengabdian kepada yang Maha Kuasa agar mendapat keridhoan-Nya, karena dia yakin bahwa semua akan kembali pada-Nya dan segala perbuatab akan dipertanggungjawabkan ;8. Dia yakin dengan mendapat keridhoan Allah kebahagiaan sebenarnya akan dia raih. Dia begitu sangat mengharapkan surga.Puisi yang berjudul “Munajat” menurut saya sangat menyentuh hati. Kata-kata yang digunakan dalam puisi tersebut begitu puitis, indah, dan menyejukkan hati. Saya menyukai puisi ini, bahasanya mudah dimengerti dan tidak banyak mengandung kiasan.Nama : Lilik Ici TusiklasiahKelas : 1-BNIM : 0702501Blogg : http:// lilikici.blogspot.com

  13. Nama : NurlelaKelas : 1-ANIM : 0701160Blogg : http:// jurnal-sastra-nurlela.blogspot.com Kometar Sajak :Isi yang dapat saya ambil dari puisi yang berjudul “Munajat” adalah :1. Kesungguhan seseorang kepada Tuhan, dan khusuk dalam melaksanakan kewajibannya ( Sholat ) ;2. Kesadaran seseorang akan segala dosa dan berharap mengharapkan ampunan dari yang Maha Kuasa ;3. Kerinduan seseorang akan kasih sayang dari Sang Kholik yang maha Pengasih dan Maha Penyayang ;4. Keinginan seseorang yang berusaha untuk menjadi yang terbaik, dengan menjaga hati, lisan dan segala perbuatannya sebagai wujud pengabdian demi mendapat keridhoan-Nya ;5. Keyakinan seseorang akan segala sesuatu hal yang menyangkut duniawi akan kembali kepada-Nya dan segala perbuatan akan dipertanggungjawabkan ;6. Keyakinan seseorang dengan mendapat keridhoan Allah kebahagiaan sebenarnya akan dia raih. Dia begitu mengharafkan surga.Menurut saya, puisi ini ( Munajat ), begitu sangat menyentuh hati, untaian kata-katanya begitu puitis, indah, namun menyimpan berbagai makna yang mendalam. Juga memiliki bahasa yang mudah dimengerti dan dipahami karena tidak banyak mengandung kiasan.Pesan yang disampaikan sangat berguna dan bermanfaat.

  14. Nama : Tita KurniaKelas : 1-ANIM : 0701501Blogg : http:// titakurnia-mpot.blogspot.comKomentar Sajak :Isi yang dapat saya ambil dari puisi yang berjudul “Munajat” adalah :1. Seseorang yang sungguh-sungguh dalam mendekatkan diri kepada Allah dan khusuk dalam melaksanakan sholat ;2. Kesadaran seseorang akan segala dosanya dan mengharapkan ampunan dari yang Maha Kuasa. Dia begitu merindukan kasih sayang dari yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang ;3. Seseorang berusaha melakukan yang terbaik, menjaga hati, lisan dan perbuatan sebagai wujud pengabdian kepada yang Maha Kuasa agar mendapat keridhoan-Nya, karena dia yakin bahwa semua akan kembali pada-Nya dan segala perbuatab akan dipertanggungjawabkan ;4. Dia yakin dengan mendapat keridhoan Allah kebahagiaan sebenarnya akan dia raih. Dia begitu sangat mengharapkan surga.Puisi yang berjudul “Munajat” menurut saya sangat menyentuh hati. Kata-kata yang digunakan dalam puisi tersebut begitu puitis, indah, dan menyejukkan hati. Saya menyukai puisi ini, bahasanya mudah dimengerti dan tidak banyak mengandung kiasan.

  15. Setelah saya membaca sajak yang bapak buat, sajak bapak sangat menyentuh, apalagi pemilihan kata-katanya sangat bagus, kiasan kata atau gaya bahasanya sangat indah. Oleh karena itu untuk memahami atau menghayati sajak tersebut di butuhkan keseriusan dalam membacanya.Nama : Laely NurfaizahKelas: 1B

  16. Isi dari sajak “Munajat” sungguh memberikan suatu kesadaran bahwa shalat salah satu pekerjaan yang dapat menenangkan pikiran, perasaan, dan hati.Betapa indahnya kata-kata yang tersirat dalam sajak ini, sehingga makna yang akan disampaikannya begitu cepat terasa.Sajak ini menimbulkan kesadaran bahwasannya mengingat Allah Swt harus dilakukan setiap saat. Dari : DINDIN JAENUDINAlamat: din2-jaenudin.blogspot.com

  17. Isi dari sajak ini sungguh luar biasa, karena kata demi kata mengandung makna untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt.Kata-kata dalam sajak ini sungguh amat bermakna, seperti kata “Sujud”.Sajak ini mewakilkan suatu kegiatan yang dapat menenangkan hati dan pikiran yaitu shalat.Sejak membaca sajak ini, hati bergetar betapa indahnya rahasia dibalik “Shalat”.Nama: Dindin JaenudinAlamt:din2-jaenudin.blogspot.com

  18. sajak yang indah dan menarik.kata-katanya tidak terlalu sulit dimengerti walaupun oleh pembaca atau penikmat sajak pemula sekalipun.karena menggunakan diksi yang tepat dan lugas sehingga mudah sekali dipahami oleh yang membaca sajak ini.dalam sajak ini terdapat amanat yang sangat menggugah pembaca untuk lebih mendekatkan kepada Tuhan dan dalam sajak ini juga mengingatkan kepada pembaca untuk bertindak lebih hati-hati.karena semua perbuatan buruk itu akan menghancurkan segala rencana sebagaimana yang telah dipaparkan pada bait terakhir sajak ini.nama:nurlailaalamat blogspot:mynurlaila.blogspot.com

  19. “Munajat 1″Sajaka ini sangat indah dan menyentuh hati. Dalam sajak ini menceritakan tentang kekhusuan dalam shalat. Dimana didalam kekhusuan shalat itu tersirat arti pahala dan dosa yang diperbuat oleh kita. Sekecil apapun perbuatan yang dilakukan akan mendapat balasan sesuai dengan yang diperbuatnya. Sajak ini memberikan hikmah kepada saya untuk lebih mendekatkan diri dan takut kepada-Nya. Selain bahasa dan maknanya yang sangat indah dan mendalam, sajak ini juga menggunakan rima berantai yang kian menambah keindahan sajak ini.Nama : Santi SusantiKelas : C (Bahasa Indonesia)NIM : 0703475Alamat : ujyshan.blogspot.com

  20. setelah saya membaca isi dari semua sajak yang ada, saya tertrik dengan sajak yang berjudul Munajat karena pilihan kata yang begitu indah dan gaya bahasanya yang sangat menyentuh. melihat dari makna kata yang tersurat dari sajak itu sangat religius dan begitu banyak nilai-nilai keindahan yang mengagungkan kekuasaan Tuhan. Nama : Eka Siti Gustiawatikelas : C ( Bahasa )Alamat : ekasitigus81-ekasiti.blogspot.com

  21. sajak “Munajat” sangat menarik untuk kita renungkan sebagai introspeksi diri kita dalam beribadah kepada sang Khalik. Kebahagian dan cinta sejati hanya dapat kita peroleh apabila kita selalu dekat dengan-Nya.Semoga Allah meridhai setiap langkah dan ibadah yang kita lakukan. Nama : Siti Nur AmaliaKelas : C (BAHASA)

  22. Setelah saya membaca sebagian sajak-sajak yang ada saya sangat terkagum dengan sajak ” munajat”, saya berpendapat sajak tersebut sangat sarat dengan keindahan kata-kata yang begitu bermakna, mengetarkan hati setiap pembaca untuk mengingat akan kesalahan dan membangkitkan darah untuk selalu ada di jalanya dan berada dalam waktu-waktunya.

  23. Pilihan kata yang digunakan pada sajak “munajat” sangat bagus dan mengandung makna yang sangat berharga untuk kita renungkan. Sajak ini mengingatkan kita untuk selalu berhati-hati dalam setiap tindakan. Karena semua yang kita lakukan sesungguhnya kelak akan diperlihatkan dan diperhitungkan.Mudah-mudahan kita senantiasa selalu meningkatkan ibadah kita kepada-Nya.Nama : Tetty NurhidayatiKelas : C (Bahasa)Alamat : che-adequ.blogspot.com

  24. Setelah saya membaca sajak munajat 1, perasaan saya sangat tergugah karena didalamnya mengandung nilai-nilai keagamaan yang menjadi pedoman bagi kita sebagai umat muslim. Dari sajak itu saya belajar bagaimana melakukan kekhusuan dalam shalat dan beribadah kepadanya.Sajak tersebut pemilihan katanya tidak sulit dan setiap baitnya mengandung makna yang sangat dalam, sehingga dapat membangkitkan semangat saya. Nama : Widasari TriyuliantiNim : 0703474Kelas: BahasaAlamat : wid-mnz.blogspot.com

  25. Setelah saya membaca sajak munajat ini, saya merasa sangat terenyuh. sajak ini mengingatkan saya akan dosa yang telah saya lakukan selama ini. Setiap baitnya mengandung makna yang sangat mendalam sehingga membuat pembaca menjadi tergugah termasuk saya. Setelah membaca sajak ini saya menjadi lebih introspeksi diri agar lebih hati-hati lagi dalam bertindak.Nama : Indry AndryaniKelas : BahasaNIM : 0701566Alamat Blogspot : Ndree77moetz.blogspot.com

  26. Setelah saya membaca sajak yang berjudul munajat cinta, menurut saya sajak tersebut sangat menyentuh perasaan saya. Karena sajak tersebut dapat membuat saya berintrospeksi diri dan membuat saya mengingat akan kesalahan-kesalahan yang saya buat di masa lalu. Dalam sujud saya merasakan diri ini begitu kotor.Diri ini membutuhkan sesuatu sebagai pembersih, sebagai pelebur dosa. Dengan shalat kita bisa mencegah perbuatan keji dan munkar, sehingga jiwa kita tetap terpelihara.Jika kita tidak berhati-hati, maka apapun yang kita rencanakan bisa hancur seketika.

  27. setelah saya membaca dan memahami sajak yang berjudul munajat saya berpendapat bahwa sajak tersebut menarik untuk dibaca dan dipahammi bagi saya yang awam.alasannya sajak ini kata dan gaya bahasanya mudah di pahami walaupun rimanya tidak beraturan.sajak ini memilki dalam isi kandunganya yang dapat menyejukan hati saya dan pedoman dalam hidup saya

  28. Setelah membaca beberapa sajak yang telah bapak buat.Hati saya tertarik dengan puisi yang berjudul munajat 1.Hati saya begitu tersentuh,bahwa saya merasa bukan apa-apa di hadapan-Nya. Puisi itu telah menyadarkan saya,bahwa saya telah melalaikan shalat.Sajak ini menyiratkan pesan yang begitu bermakna dan penuh religius.Dengan pnggunaan kata yang puitis dan penuh makna serta isi dari sajak tersebut dapat menggugah hati siapa saja yang membacanya.ernasulistiani http://erna-ayo.blogspot.com

  29. assalamu’alaikum wr.wb pertana-tana saya,mohon maaf apabila pengerjaan tugas saya ini.tidak memenuhi sasaran tugas yang bapak harapkan.menurut saya pribadi,dalam sajak berjudul ‘MUNAJAT’,mengisahkan…..’Ketika seseprang berada pada titik kejenuhannya,dia membutuhkan jeda untuk dapat terlepas dari sesaknya.Maka dengan sholatlahdia dapat menemukan ruang untuk menangis dan menjeritsebagai pembuktian akan penghambaannya. Dan saat detik dem detik dalam gerakan yang begitu sempurna itu;dia menemukan keajaiban-keajaiban yang tidak dapat dilihat,dirasakan dan dimengerti orang lain.Meskipun merekaterjaga menyaksikan aksinya.Yakni;pengharapan,permohonan,kebahagiaan,keni’matan,keteguhan,kerinduan,keyakinan,ketakutan,penesalan dan penghambaan. Karena sejatinya,insan adalah makhluk yang lemah dan dengan segala kekurangannya.Untuk itulah Sang KHOLIK mencitakan suatu tempat yang amat dasyat beserta isinya.iIalah dia ‘SYURGA’ yang begitu didamba,serta ‘NERAKA’ yang senantiasa dicela. Dan karena mereka itulah,selalu dan selalu mampu menggerakan seseorang tuk memanjatkan do’a dalan MUNAJAT 5 waktunya,agar terakui layak menempati syurga yang begitu didanba.Begitupun sebalaiknya agar sang RAHMAT tuk tidak mengizinkan hamba-hambaNYA menyentuh neraka. Namun semua itu tetap bertolak pada apa yang diperbuat manusia didunia,baik itu amalan maupun kenistaan.Karena sekecil apapun itu,tetap akan dan harus diprtanggungjawabk!!!!!! INGATLAH!!!ALLAH PADA YAUMUL HISAB,SEMUANYA DIPERHITUNGKAN!!!TETESANAIR MATA BISA MENGHAPUS DOSA!!Buah Pena@ Nama :yULIANTI Nasrullah Kelas : D-2 PDTK NIM : 0701993

  30. setelah saya membaca sajak yang berjudul “munajat”, saya berpendapat bahwa :- pemilihan kata-kata yang tepat sehingga sajak ini menjadi indah- setiap kata memiliki makna yang bermanfaat dan dapat saya ambil supaya hidup saya menjadi lebih baiknama:abdul hariskelas:1balamat blogspot:hariswong.blogspot.co.id

Leave a Reply