Sajak WAKTU DI ANYER

Iswara
WAKTU DI ANYER
–Rika

menyisir pantai itu: Soni, Ahda Imran, Arip Sanjaya
aku mengembara dalam perjalanan yang panjang
antara sujud dan ruku. Namun yang kusebut
hanya namamu

pasir dan deburan ombak hanyalah guguran air mata
karena kau hanya gadis biasa yang ingin bahagia
di dalam pelukan.
Beringin, kafé hotel, pembakaran ikan; sedang aku
cuma guratan yang menorehkan luka yang terlupakan
di tubuhmu

malam yang lelap, hati gundah,
tak lagi kuhitung bintang-bintang
saat Godi Suwarna membacakan sajak
tentang akar di keheningan masa silam;
seharusnya bunga-bunga bertebaran bersama
dewa-dewi menyanyikan kawa-kawi
karena taman-taman perdamaian
yang dijaga peradaban. Aku ingin seperti putik bunga
menyebarkan sari-sarinya
tetapi aku di sini

lalu siapa sebenarnya aku?
Anak yang mengingat orang tua ketika
mereka saling memahami atas nama cinta
Aku ingin bersama Dia
saat gugur di tepi sungai Eufrat
lalu melupakan kegelisahan dunia
yang remeh selama ini

Pandeglang, 29 Juli 2004

One thought on “Sajak WAKTU DI ANYER

  1. Nama:Heni nurhalimahKelas:1.BSemester:2E-mail:nurhalimahhenni.yhoo.comBlog:http//henninurhalimah.comKomentar: Saya akan mengomentari sajak yang telah bapak buat, yang berjudul:”WAKTU DI ANYER”. Menurut saya sajak itu sudah sangat bagus, baik dari segi penulisan,bahasa, maupun isinya. Dari segi penulisan sajak itu bagus karena sudah sesuai dengan EYD. Dan dari segi bahasa sajak itu bagus karena bahasanya menggunakan majas yang indah. Dan dari segi isinya sajak itupun sudah bagus karena isinya sangat dalam, pembaca dapat merasakan apa yang penulis ungkapkan, pembaca seolah-olah berada di pantai atau tempat kejadian.

Leave a Reply