Sejarah INDONESIA DAN DUNIA

Sejarah Indonesia dan Dunia
(Adakah Kaitannya dengan Sejarah Sastra Indonesia?)

Pemerintahan Soekarno adalah pemerintahan yang anti-Amerika. Kalau tidak salah, Imam Khomeini menyebut nama beliau di dalam salah satu bukunya sebagai seorang yang antipenjajahan barat. Sikap Soekarno seperti ini tentu saja bukanlah sikap kooperatif bagi imperialisme barat. Kejatuhan Bung Karno diawali dengan kenaikan harga-harga sehingga Bung Karno mengeluarkan kebijakan 1000-1 rupiah yang sangat merugikan masyarakat. Antrian pembelian sembako berderet-deret terjadi pada sekitar tahun 1966. Pidato pertanggungjawaban Bung Karno yang terkenal dengan nama Nawaksara ditolak MPR yang waktu itu dipimpin oleh Jenderal A.H. Nasution. Bung Karno jatuh dari kursi pemerintahannya dan berganti dengan Soeharto. Mulailah orde baru (new order) menggantikan era sebelumnya yang disebut orde lama.

Pemerintahan Soeharto merupakan pemerintahan yang represif, tegas dan imperatif. Pada saat itu harga rupiah dipatok dengan harga mata uang lain (dolar) dan Badan Urusan Logistik (Bulog) menguasai pasar di Indonesia. Dengan demikian, tak pernah terjadi fluktuasi harga-harga di pasar. Bila hukum pasar mengatakan barang langka maka harga barang naik, barang melimpah maka harga barang murah; hal itu bisa dikontrol dengan baik dengan dipatoknya harga rupiah dan keberadaan Bulog. Di samping itu Undang-undang Dasar 1945 mengatakan bahwa bumi Indonesia serta kekayaan yang ada di dalamnya adalah hak rakyat Indonesia dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Dengan demikian, amatlah lazim Pertamina menguasai minyak di Indonesia, PDAM menguasai dan mengatur air untuk rakyat, PLN mengatur dan mendistribusikan listrik bagi rakyat, banyak tambang berharga yang dikuasai pemerintah untuk kemakmuran rakyat.

Berbeda dengan pemerintahan Soekarno, pemerintahan Soeharto merupakan pemerintahan yang dekat dengan barat. Pinjaman-pinjaman yang diberikan barat membuat pemerintahan ini terlena dan manja. Pada masa orde baru, rakyat terkejut dengan begitu menumpuknya hutang pemerintah yang dibebankan pada rakyat Indonesia. Ketergantungan Indonesia pada hutang ini pula yang kelak akan menjadikan bangsa ini bagai tikus mati di lumbung padi. Orang malas bekerja sekalipun negeri ini sangat kaya. Orang hanya bergantung pada pinjaman dan kerja kantoran. Orang lebih suka melakukan pekerjaan administrasi daripada turun ke lapangan (menambak udang, perkebunan sawit, perkebunan karet, perkebunan kedelai, perkebunan jati, peternakan domba dan sapi).

Di samping hutang luar negeri yang menumpuk, negeri ini pun dibebani dengan rakyatnya yang korup. Salah satu tindakan korupsi yang mencolok adalah kebiasaan pejabat yang keliru mengelola uang aset yang menjadi tanggung jawabnya. Pejabat acap kali menerima parsel dari koleganya sebagaimana ia mengirim parsel kepada atasannya. Perputaran parsel ini menjadikan kolusi dan nepotisme yang keruh pada masyarakat Indonesia. Tak sedikit cerita tentang penggunaan aset negara untuk kepentingan pribadi. Hal ini berlangsung mungkin sejak awal masa orde baru sehingga pejabat yang baru meneruskan tradisi pendahulunya. Tindak korupsi ini boleh jadi dimulai dari ketidaktahuan karena menghindar dari tindak korupsi tidak diajarkan di sekolah dasar, sekolah menengah atau perguruan tinggi. Ketidaktahuan atau kebodohan ini selanjutnya dapat membuat orang menjadi lalai dan melakukan kejahatan yang merugikan orang lain.

Pertengahan tahun 1990-an Rusia runtuh. Keruntuhan Rusia ini pada mulanya memberikan harapan bagi bangsa-bangsa di Timur untuk meraih kemakmurannya. Sebaliknya barat malah menunjuk Timur atau orang Islam sebagai musuh berikutnya setelah Rusia runtuh. Hal itu terbukti dengan banyak peristiwa yang menindas timur dan orang Islam. Menara kembar diledakkan dan orang Islam dijadikan kambing hitam. Orang-orang berjubah pun dianggap sebagai teroris. Inilah imej yang dipropagandakan barat terhadap Islam.

Salah satu peristiwa yang menjatuhkan bangsa Indonesia pada krisis ekonomi adalah peristiwa Soros. Soros sebagai seorang yang menanam dolarnya di Indonesia serta merta menarik dolarnya pada tahun 1998. Bank-bank kehabisan dolarnya. Maka perusahaan-perusahaan yang berhutang dengan dolar tak bisa membayar hutangnya. Banyak perusahaan importir seperti perusahaan importir mobil atau barang elektronik yang bergantung pada dolar gulung tikar pada saat itu. Sebaliknya, perusahan-perusahaan yang berorientasi pada ekspor justru kebanjiran uang, contohnya perusahaan ekspor kayu Kalimantan, eksportir udang serta-merta mendapat keuntungan melimpah.

Pada saat krisis itu, muncullah rentenir dunia yang menamakan dirinya International Monetery Fund (IMF). IMF menawarkan bantuan kepada Indonesia dengan satu syarat: reformasi ekonomi. Apakah yang dimaksud dengan reformasi ekonomi itu? Reformasi ekonomi adalah eufemisme dari sebuah penjajahan baru berupa pelepasan aset-aset nasional kepada privatisasi, juga pelepasan Bulog dari perannya dalam mengontrol barang dan harga.

Dengan demikian, minyak yang ada di Indonesia bukan lagi milik rakyat Indonesia. Bila seseorang mempunyai sebidang tanah, dan di tanahnya mengalir tambang minyak, maka serta merta minyak yang keluar dari tanahnya itu adalah miliknya sendiri. Ia boleh menjualnya kepada pedagang barat sekalipun rakyat atau tetangganya membutuhkan minyak dari tanahnya itu. Boleh jadi pemilik tanah dibunuh oleh orang-orang rakus dan orang rakus itu serta-merta membayar pemerintah untuk membuatkan akta tanah baru yang palsu. Pada saat ini tambang emas di Papua dieksploitasi besar-besaran oleh freeport (sebuah perusahaan asing) tanpa memberikan manfaat yang cukup signifikan bagi rakyat Papua. Demikian pula perusahaan-perusaan merylline (juga sebuah perusahaan asing) serta perusahaan yang menguasai blok cepu, memperlihatkan kerakusannya tanpa rasa belas kasihan.

Dengan dikuasainya tambang-tambang minyak dan aset-aset penting bangsa, wajar saja jika Indonesia terancam menghadapi krisis ekonomi kedua karena harga minyak dunia naik. Alih-alih berpesta-pora karena harga minyak naik, Indonesia justru terancam menghadapi krisis ekonomi kedua. Indonesia seperti tikus mati di lumbung padi. Kaya tetapi dikuasai orang lain.

Mungkin saja peran pemerintah sangat penting dalam kebijakan kemakmuran rakyat. Sebagai contoh, tersebarnya internet jelas selama ini merupakan peran dari pihak swasta. Tetapi bila pemerintah menginstruksikan penggunaan internet di kantor-kantor gubernur, kota, kabupaten, kecamatan, hingga ke sekolah-sekolah tentu ini merupakan terobosan yang sangat brilian. Adakah internet harus dikuasai pemerintah? Tentu saja peran swasta yang adil dan terkontrol akan menjadi sangat bermanfaat.

Ekonom Kwik Kian Gie mengatakan bahwa naiknya harga minyak di dalam negeri sedangkan negeri Indonesia adalah produsen minyak dapat dianalogikan sebagai berikut. Seseorang mempunyai istri. Istrinya selalu memberinya sarapan nasi goreng setiap pagi. Pada suatu ketika si istri mengomel dan berkata, “Saya rugi 15.000 karena memberi Anda (suami) nasi goreng. Bila nasi goreng ini saya jual semua ke hotel berbintang saya akan mendapat 20.000, sedangkan Anda hanya membayar saya 5.000 untuk nasi goreng itu.” Dengan demikian, pemerintah yang mengomel pada rakyat itu seperti seorang istri yang mengomel kepada suaminya. Pemerintah berkata bahwa pemerintah rugi karena menjual minyak di dalam negeri dengan harga murah. Bila minyak ini dijual di pasar internasional tentu akan berlipat keuntungannya. Menurut Kwik Kian Gie, melepas harga rupiah pada pasar juga sangat berbahaya karena ekonomi Indonesia belum stabil. Sekali lagi peran Bulog yang justru dimatikan IMF berdampak besar bagi kemakmuran rakyat.

Seperti ini pula yang terjadi ketika harga minyak goreng naik. Para produsen minyak goreng beramai-ramai mengekspor minyak gorengnya ke luar negeri karena harga minyak goreng di luar negeri naik. Para produsen itu membiarkan kelangkaan minyak goreng di dalam negeri dan tak mendengar kebutuhan rakyat akan minyak goreng.

Bila Indonesia melepas aset-asetnya sesuai dengan saran (perjanjian) dengan rentenir IMF, Venezuela justru bertindak sebaliknya. Presiden Venezuela, Hugo Chavez justru menasionalisasi kembali aset-aset negaranya dan menolak kebijakan barat. Rakyat Filipina juga berdemo untuk menolak kehadiran rentenir IMF yang jelas-jelas menginginkan privatisasi aset-aset negara.

Mungkin beberapa negarawan Indonesia sadar karena dan menyarankan konsorsium bagi tambang minyak. Dengan demikian, tambang minyak tidak dikuasai satu perusahaan saja atau satu negara saja. Mungkin saja Indonesia mesti bekerja sama dan belajar dari sebuah negeri yang adil seperti Iran karena reputasi Iran selama ini yang tak memiliki cacat serta keberanian Presiden Ahmadinejad dalam menentang penjajahan barat. Ada dua presiden yang memiliki latar belakang yang berbeda yang menentang barat yakni Presiden Ahmadinejad dari Iran dan Presiden Hugo Chavez dari Venezuela. Keduanya boleh jadi merupakan contoh yang menarik dari keberhasilan orang-orang dalam menentang penjajahan dan meraih kejayaan.

Pada hari ini, dunia menyaksikan bagaimana negeri para mullah itu terancam oleh Paman Sam. Dunia melihat bahwa ancaman ditebarkan Paman Sam sejak awal. Dengan wajah palsu, Paman Sam berdalih bahwa anak buah para mullah itulah yang mengancam kapalnya di perairan teluk Persia. Dunia menyaksikan orang-orang pembohong dan orang orang jujur. Jika perang ini terjadi, maka tidak ada tempat suci di dunia kecuali medan laga.

18 thoughts on “Sejarah INDONESIA DAN DUNIA

  1. materi yang di ajarkan yaitu tentang pembelajaran kalimat bahasa indonesia dengan pola spiral yaitu pola yang mempelajari hal yang termudah sampaike hal yang tersulit. pengajaran pola kalimat , kita akan mampu manulis dengan tata bahsa yang tepat.Pembelaran yang disampaikan yaitu:1.pengajaran kalimat aktif-fasif kalimat aktif bisa di ubah menjad kalimat pasif atau sebaliknya ,jika kalimat tersebut memiliki objek kalimat yang tidak bisa dipasifkanAtau di aktifkan disebut kalimat berpelengkap.2. pengajaran kalimat berdasarkan katagori predikat predikat bias berupa kata kerja, kata benda kata sifat, kata bilangan dan frase preposisional.3. pengajaran pola kalimat pola dasar kalimat menurut Badudu ada 8 Yaitu: S-P,S-P-O, S-P-Pel , s-p-k , s-p-k ,s-p-o-pel, s-p-o-pel-k, s-p-o-k, s-p-pel-k4. pengajaran kalimat majemuk Pengajaran kalimat majemuk akan lebih mudah di jembatani dengan pengajaran konjungsi (kata sambung) konjungsi tersebut ada yang menyatakan penjumlahan, pemilihan, pertentangan, penjelasan, penguatan, penyebab akibat, syarat dan waktu.

  2. materi yang di ajarkan yaitu tentang pembelajaran kalimat bahasa indonesia dengan pola spiral yaitu pola yang mempelajari hal yang termudah sampaike hal yang tersulit. pengajaran pola kalimat , kita akan mampu manulis dengan tata bahsa yang tepat.Pembelaran yang disampaikan yaitu:1.pengajaran kalimat aktif-fasif kalimat aktif bisa di ubah menjad kalimat pasif atau sebaliknya ,jika kalimat tersebut memiliki objek kalimat yang tidak bisa dipasifkanAtau di aktifkan disebut kalimat berpelengkap.2. pengajaran kalimat berdasarkan katagori predikat predikat bias berupa kata kerja, kata benda kata sifat, kata bilangan dan frase preposisional.3. pengajaran pola kalimat pola dasar kalimat menurut Badudu ada 8 Yaitu: S-P,S-P-O, S-P-Pel , s-p-k , s-p-k ,s-p-o-pel, s-p-o-pel-k, s-p-o-k, s-p-pel-k4. pengajaran kalimat majemuk Pengajaran kalimat majemuk akan lebih mudah di jembatani dengan pengajaran konjungsi (kata sambung) konjungsi tersebut ada yang menyatakan penjumlahan, pemilihan, pertentangan, penjelasan, penguatan, penyebab akibat, syarat dan waktu.

  3. materi yang di ajarkan yaitu tentang pembelajaran kalimat bahasa indonesia dengan pola spiral yaitu pola yang mempelajari hal yang termudah sampaike hal yang tersulit. pengajaran pola kalimat , kita akan mampu manulis dengan tata bahsa yang tepat.Pembelaran yang disampaikan yaitu:1.pengajaran kalimat aktif-fasif kalimat aktif bisa di ubah menjad kalimat pasif atau sebaliknya ,jika kalimat tersebut memiliki objek kalimat yang tidak bisa dipasifkanAtau di aktifkan disebut kalimat berpelengkap.2. pengajaran kalimat berdasarkan katagori predikat predikat bias berupa kata kerja, kata benda kata sifat, kata bilangan dan frase preposisional.3. pengajaran pola kalimat pola dasar kalimat menurut Badudu ada 8 Yaitu: S-P,S-P-O, S-P-Pel , s-p-k , s-p-k ,s-p-o-pel, s-p-o-pel-k, s-p-o-k, s-p-pel-k4. pengajaran kalimat majemuk Pengajaran kalimat majemuk akan lebih mudah di jembatani dengan pengajaran konjungsi (kata sambung) konjungsi tersebut ada yang menyatakan penjumlahan, pemilihan, pertentangan, penjelasan, penguatan, penyebab akibat, syarat dan waktu.

  4. Nama : Tita KurniaKelas : 1-ANIM : 0701501Blogg : http:// titakurnia-mpot.blogspot.comKomentar Jurnal Pendidikan :Materi yang diajarkan yaitu pembelajaran kalimat Bahasa Indonesia dengan pola spiral, yaitu yang dimulai dari yang termudah sampai yang tersulit. Pengajaran kalimat dimulai dari :1. Pengajaran kalimat aktif-pasif ;2. Pengajaran kalimat berdasarkan kategori predikat ;3. Pengajaran pola kalimat ;4. Pengajaran kalimat majemuk ;Penjelasan pengajaran kalimat tersebut diantaranya : 5. Pengajaran kalimat aktif-pasifKalimat aktif bisa diubah menjadi kalimat pasif atau sebaliknya, jika kalimat tersebut memiliki objek. Kalimat yang tidak bisa dipasifkan atau diaktifkan disebut kalimat berpelengkap.6. Pengajaran kalimat berdasarkan kategori predikatPredikat bisa berupa kata kerja, kata benda, kata sifat, kata bilangan dan frase preposisional.7. pengajaran pola kalimatpola dasar kalimat menurut Badudu, ada 8 yaitu :S-P, S-P-O, S-P-Pel, S-P-K, S-P-O-Pel, S-P-O-Pel-K, S-P-O-K, S-P-Pel-K.8. Pengajaran kalimat majemukPengajaran kalimat majemuk akan lebih mudah dijembatani dengan pengajaran konjungsi (kata sambung). Konjungsi tersebut ada yang menyatakan penjumlahan, pemilihan, pertentangan, penjelasan, penguatan, penyebab, akibat, syarat dan waktu.

  5. Nama : Titin PatimahKelas : 1-BNim : 0703443Bloog : http:// jurnal – puisi-titin. blogspot.comKomentar Jurnal Pendidikan :Materi yang diajarkan yaitu pembelajaran kalimat Bahasa Indonesia dengan pola spiral, yaitu yang dimulai dari yang termudah sampai yang tersulit. Pengajaran pola kalimat sangatlah penting, karena dengan itu kita dapat menulis dengan tata bahasa yang tepat. Penjelasan pengajaran kalimat tersebut diantaranya :1. Pengajaran kalimat aktif-pasifKalimat aktif bisa diubah menjadi kalimat pasif atau sebaliknya, jika kalimat tersebut memiliki objek. Kalimat yang tidak bisa dipasifkan atau diaktifkan disebut kalimat berpelengkap.2. Pengajaran kalimat berdasarkan kategori predikatPredikat bisa berupa kata kerja, kata benda, kata sifat, kata bilangan dan frase preposisional.3. pengajaran pola kalimatpola dasar kalimat menurut Badudu, ada 8 yaitu :S-P, S-P-O, S-P-Pel, S-P-K, S-P-O-Pel, S-P-O-Pel-K, S-P-O-K, S-P-Pel-K.4. Pengajaran kalimat majemukPengajaran kalimat majemuk akan lebih mudah dijembatani dengan pengajaran konjungsi (kata sambung). Konjungsi tersebut ada yang menyatakan penjumlahan, pemilihan, pertentangan, penjelasan, penguatan, penyebab, akibat, syarat dan waktu.

  6. Penggunaan Pola Spiral dalam pembelajaran kalimat bahasa Indonesia pada mahasiswa PGSD menurut saya, sangat bagus untuk diberikan. Penggunaan Pola spiral dapat mempermudah pembelajar dalam mempelajari kalimat dan memahami bahasa. Mahasiswa PGSD yang “notabene” adalah calon pengajar mutlak harus memahami dan menguasai kalimat. Penguasaan kalimat yang dimiliki seorang pengajar merupakan bekal dalam menyampaikan pembelajaran kalimat kapada peserta didik.Selain itu, pengusaan kalimat yang dimiliki seseorang akan sangat bermanfaat dalam mengembangkan keterampilan berbahasa khususnya keterampilan menulis.

  7. Pembelajaran pola kalimat menurut saya sangat baik di sampaikan pada siswa PGSD, sebagai calon pendidik atau pembelajar, mereka amat penting menguasai pembelajaran ini dan pembelajar dituntut untuk menyampaikan pembelajaran pola kalimat pada jenjang sekolah dasar.Penguasaan kalimat bagi pengajar di sekolah dasar merupakan penguasaan yang penting dimiliki. Penguasaan kalimat merupakan salah satu standar kompetensi pembelajaran. Pembelajaraan ini harus benar-banar di pahami untuk mengurangi kurangnya kemampuan penguasaan kalimat yng menjadi penyebab rusaknya pemahaman pembelajaran berkenaan dengan bahasa Indonesia. Lebih lanjut pengaruh rusaknya pemahaman pembelajaraan itu berdampak pada keterampilan lainya seperti berbicara dan menulis. Dengan kata lain, pemahaman kalimat akan membantu pengajar menyampaikan materi di kelas rendah dan di kelas tinggi

  8. Nama : Tia TrisnayantiNIM : 0701561Suatu model pembelajaran kalimat bahasa adalah dengan menggunakan pola spiral yang berupa, (1)penguasaan kalimat aktif-pasif, (2)penguasaan kalimat berdasarkan kategori predikat, (3)penguasaan pola kalimat, (4)kalimat majemuk.(1) Kalimat aktif-pasif.Dalam pembahasan kalimat aktif-pasif akan berkaitan dengan verba dan verba transitif. Dengan pola ini akan memberi pengetahuan siswa tentang perbedaan kalimat aktif dan pasif. Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya melakukan pekerjaan. Kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya dikenai pekerjaan. Selain itu dapat meningkatkan ketelitian siswa untuk menggunakan tanda “titik” pada setiap akhir kalimat.(2) Kalimat berdasarkan kategori predikat.Dengan pengajaran pola ini, sangat membantu siswa untuk membedakan kategori predikat verba, nomina, ajektiva, numeralia, dan frase preposisional. Dengan demikian dapat membantu siswa untuk membuat kalimat sesuai kategori predikatnya.(3) Pola kalimat.Dengan pengajaran pola kalimat, dapat membantu siswa untuk membedakan berdasarkan ciri-ciri antara subjek, predikat, pelengkap, dan keterangan. Dengan demikian, penguasaan tata bahasa meningkat. Selain itu siswa dapat membuat kalimat yang beragam dengan benar.(4) kalimat majemuk.Dengan pembelajaran kalimat majemuk, siswa akan lebih mudah dijembatani dengan pengajaran konjungsi. dalam hal ini melatih siswa untuk mengembangkan pola kalimatnya sehingga bisa meningkatkan kreatifitas siswa untuk membuat paragraf.Wassalam…..(http://blogtia.blogspot.com)

  9. Pembelajaran Kalimat Bahasa Indonesia dengan Pola Spiral sangat penting diajarkan di PGSD yaitu untuk mempermudah kita dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar khususnya yang berkaitan dengan kalimat sehingga pembelajaran lebih bermakna. Dengan memahami kalimat diharapkan dapat membantu mempermudah siswa SD meningkatkan keterampilan Berbahasa terutama pada aspek menulis. Karena dengan keterampilan menulis dapat membantu siswa dalam meningkatkan keterampilan lainnya dalam berbahasa.

  10. Nama : Irfan SalimNIM : 0702014Komentar:Bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan kita yang yang telah dibakukan dan disahkan secara resmi oleh pemerintah, sehingga berbahasa Indonesia bagi masyarakat Indonesia adalah wajib. selain untuk komunikasi sehari – hari juga untuk menyampaikan informasi dalam forum resmi termasuk dalam pembelajaran di sekilah.dalam pembelajaran bahasa Indonesia di sekilah dikenal pola pembelajaran spiral penguasaan kalimat bahasa Indonesia yang berupa penguasaan kalimat aktif – pasif, penguasaan kalimat berdasarkan kategori predikat, penguasaan pola kalimat dan kalimat majemuk, yamg kesemuanya itu merupakan pola pembelajaran yang sangat mendasar dalam pembelajaran tentang penguasaan kalimat bahasa Indonesia.pola pembelajaran spiral sangat penting diterapkan di sekolah, karena dengan pola tersebut diharapkan siswa mampu memahami dan menggunakan kalimat bahasa Indonesia yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.

  11. Pembelajaran dituntut untuk dapat menyampaikan pelajaran pola kalimat pada jenjang SEkolah Dasar. Penguasaan pola kalimat akan bermanfaat bagi kemampuan menulisnya. Disetiap jenjang/tingkat, pengajaran kalimat disampaikan sesuai dengan taraf perkembangan siswa. Dalam hal ini kurangnya kemampuan penguasaan kalimatmenjadi penyebab lemahnya pemahaman siswa terhadap Bahasa Indonesia. seringga akan berdampak pada keterampilan bahasa lainya. Dengan demikian guru dituntut untuk menggunakan suatu model pembelajaran yang efektif. Pembelajaran kalimat bahasa indonesia diperolehlah pola spiral yaitu:1.kalimat aktif fasifpembahasan kalimat aktif fasif berkaiatan dengan verba dan verba transitif.2. pola kalimatdalam hal ini sangat membantu siswa untuk membuat kalimat mulai dari pola dasar3. kalimat majemukdalam hal ini kalimat majemuk akan lebih mudah dijembatani dengan pengajaran konjungsi4. kalimat berdasarkan kategori katapengajaran dengan pola seperti ini membantu siswa membedakan tentang kategori predikat verba, nomina, ajektifa, numeralia, dan frase preposisional.

  12. Pembelajaran Kalimat Bahasa Indonesia dengan Pola Spiral ini sangat penting diajarkan di PGSD untuk mempermudah pembelajar dalam mempelajari kalimat dan memahami bahasa. Materi tentang pola Spiral ini juga sangat penting dan bagus, karena dengan ini saya lebih tahu tentang pengusaan kalimat yang dimiliki seseorang, sehingga akan sangat bermanfaat dalam mengembangkan keterampilan berbahasa khususnya keterampilan menulis. Dengan pembelajaran pola spiral ini, belajar anak akan lebih bermakna sehingga anak akan ingat selalu tentang pembelajaran kalimat ini.

  13. Bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan kita yang yang telah dibakukan dan disahkan secara resmi oleh pemerintah, sehingga berbahasa Indonesia bagi masyarakat Indonesia adalah wajib. selain untuk komunikasi sehari – hari juga untuk menyampaikan informasi dalam forum resmi termasuk dalam pembelajaran di sekilah. Dengan memahami kalimat diharapkan dapat membantu mempermudah siswa SD meningkatkan keterampilan Berbahasa terutama pada aspek menulis. Karena dengan keterampilan menulis dapat membantu siswa dalam meningkatkan keterampilan lainnya dalam berbahasa.

  14. Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan Pola Spiral cukup membantu mahasiswa dalam meningkatkan keterampilan berbahasa kepada para siswa di Sekolah Dasar. Dengan menguasai materi Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan Pola Spiral sangat menunjang dalam penyusunan Rencana Pembelajaran.Nama : TarsaKelas : BahasaAlamat : http://puja08.blogspot.com

  15. Penggunaan Pola Spiral dalam pembelajaran kalimat bahasa Indonesia sangat bagus untuk diberikan dan dapat mempermudah pembelajar dalam mempelajari kalimat dan memahami bahasa. Materi yang di ajarkan pun dari pola yang termudah dulu sampai ke yang tersulit. Materi yang disampaikan yaitu tentang :1.pengajaran kalimat aktif-fasif 2.pengajaran kalimat berdasarkan katagori predikat 3.pengajaran pola kalimat dasar, menurut Badudu ada 8 pola kalimat dasar yaitu: S-P,S-P-O, S-P-Pel , s-p-k , s-p-k ,s-p-o-pel, s-p-o-pel-k, s-p-o-k, s-p-pel-k4. pengajaran kalimat majemuk Semuanya itu merupakan pola pembelajaran yang sangat mendasar dalam pembelajaran tentang penguasaan kalimat bahasa Indonesia.pola pembelajaran spiral ini juga sangat penting diterapkan di sekolah, karena dengan pola tersebut diharapkan siswa mampu memahami dan menggunakan kalimat bahasa Indonesia yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.wassalam……..Nama : Indry AndryaniNIM : 0701566

  16. PEMBELAJARAN KALIMAT BAHASA INDONESIA DENGAN POLA SPIRALPembelajaran kalimat dengan pola spiral berkembang dari pola yang sulit ke pola yang mudah. Pembelajaran kalimat dengan pola spiral ini sangat bagus sekali karena siswa bisa mempelajari kalimat – kalimat dengan berbagai pola yang berbeda, mulai dari pola yang sulit ke pola yang mudah.Guru lebih mudah menjelaskan kalimat dengan pola spiral ini karena lebih mudah menjelaskannya ke siswa.Dan pola spiral ini lebih terperinci. Selain itu, ada juga kelemahan dari pola spiral ini,yaitu siswa tidak bisa membuat kalimat dengan pola S-P yang panjang, mereka terbiasa dengan pola S-P yang pendek, misalnya : Adik belajar, ibu mencuci dan sebagainya. Variasi – variasi pada pola S-P menyebabkan siswa tidak memahami pola S-P, mereka hanya tahu S-P itu hanya dua kata subjek sebagai pelaku dan predikat kata kerja.Pola – pola yang siswa pahami kebanyakan pola SPO dan SPK, siswa menganggap mudah pola tersebut karena mereka terbiasa mengerjakan atau membuat kalimat dengan pola tersebut.Untuk mengenalkan pola – pola yang dianggap sulit memerlukan waktu yang lama sehingga siswa benar – benar paham dan bisa membuat kalimat – kalimat berdasarkan dari pola spiral twersebut.Nama : Widasari TriyuliantiNIM : 0703474Alamat : Wid-mnz blogspot

  17. Penggunaan Pola Spiral dalam pembelajaran kalimat bahasa Indonesia sangat bagus untuk diberikan dan dapat mempermudah pembelajar dalam mempelajari kalimat dan memahami bahasa. Materi yang di ajarkan pun dari pola yang termudah dulu sampai ke yang tersulit. Materi yang disampaikan yaitu tentang :1.pengajaran kalimat aktif-fasif2.pengajaran kalimat berdasarkan katagori predikat3.pengajaran pola kalimat dasar, menurut Badudu ada 8 pola kalimat dasar yaitu:S-P,S-P-O, S-P-Pel , s-p-k , s-p-k ,s-p-o-pel, s-p-o-pel-k, s-p-o-k, s-p-pel-k4. pengajaran kalimat majemuk Semuanya itu merupakan pola pembelajaran yang sangat mendasar dalam pembelajaran tentang penguasaan kalimat bahasa Indonesia.pola pembelajaran spiral ini juga sangat penting diterapkan di sekolah, karena dengan pola tersebut diharapkan siswa mampu memahami dan menggunakan kalimat bahasa Indonesia yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.wassalam……..Nama : Indry AndryaniNIM : 0701566

Leave a Reply