Cerita Nabi PERANG UHUD

PERANG UHUD

Perang Uhud semestinya dimenangkan oleh kaum Mukminin dengan pimpinan Rasulullah saw tetapi kemenangan yang sudah di depan mata serta-merta sirna karena sebagian sahabat yang melanggar perintah Rasulullah saw. Sebagian sahabat yang ditugaskan sebagai pasukan pemanah di Bukit Uhud melanggar perintah Rasulullah saw. Rasulullah saw memerintahkan mereka untuk tetap berada di Bukit Uhud. Ketika pasukan kaum Quraisy kalah dan tercerai-berai meninggalkan ganimah (rampasan perang). Para pemanah yang berada di Bukit Uhud tergerak untuk turun karena khawatir tidak segera mendapat bagian ganimah. Dari 50 pemanah (sniper) yang ditugasi Rasulullah saw untuk berjaga di bukit Uhud, hanya 10 pemanah yang tidak turun. Sebanyak 40 pemanah turun karena terprovokasi untuk mengambil harta ganimah.

Melihat pemanah dari Bukit Uhud turun, panglima Quraisy yaitu Khalid bin Walid segera berputar dan menyerang kembali kaum Mukminin. Pada penyerangan itu, Khalid bin Walid memporak-porandakan kaum Mukminin yang hendak mengumpulkan ghanimah. Bahkan Rasulullah saw sendiri mendapat serangan yang hebat dan giginya terkena panah. Abdullah bin Zubair R.A. syahid karena membela Nabi saw. sedangkan sebagian besar pasukan lari dari peperangan; lari dari Nabi saw. Nabi saw berseru kepada pasukannya, “Aina ayuhannas! Ke mana kalian? Mengapa kalian lari?” Hanya sedikit dari sahabat yang bertahan dari serangan Khalid bin Walid dan tetap berada dalam pasukan Nabi saw.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa ketidaktaatan kepada Rasulullah saw akan berakibat fatal. Peperangan yang semestinya dimenangkan kaum Mukminin serta-merta sirna. Peperangan Hizbullah dengan Zionis-Israel pun ditumbuhkan dari ketaatan pasukan kepada komandan Sayid Hasan Nasrallah. Pelanggaran pada disiplin akan berakibat fatal.

Penelitian MENGGAMBAR DENGAN MS PAINT



Menggambar menggunakan komputer merupakan fenomena yang baru bagi manusia setidaknya pada dasawarsa terakhir ini. Beberapa pengguna komputer yang tak bisa menggambar di kertas mempunyai kemungkinan yang berbeda saat mereka menggunakan komputer untuk menggambar.
Sejumlah pembelajar yang masuk ke kelas pembelajaran komputer ditugasi untuk membuat gambar sesuai dengan kemampuan mereka. Kegiatan menggambar seperti halnya menulis, mengarang, atau berbicara memerlukan latihan. Di kelas ini pembelajar diminta untuk membuat gambar pada suatu kanvas Ms Paint dengan objek-objek yang memenuhi kanvas itu. Kepada pembelajar diberikan contoh sebuah gambar dengan Ms Paint dengan objek dua orang dengan ukuran yang berbeda, pohon, dan rumah. Contoh gambar menampilkan warna-warni yang cerah.
Potensi gambar-gambar yang dibuat pembelajar sangat besar karena gambar-gambar ini dapat diolah selanjutnya menjadi objek Macromedia Flash misalnya. Berikut ini gambar-gambar yang dibuat pembelajar.

Gambar dengan dua orang ini merupakan gambar yang dicontohkan kepada pembelajar.

Prosa PERAMAL DAN ANAK RAJA

PERAMAL DAN ANAK RAJA
–untuk Dikara Permana

Seorang peramal ditemui seorang anak raja yang ingin mengetahui nasibnya. “Wahai peramal yang baik dan terpercaya, tolong beritahukan nasibku dengan kekasihku si fulanah apakah akan berlanjut dengan akhir yang bahagia ataukah akan celaka.” Maka si peramal melihat tanda-tandanya di mata si anak raja itu. Sebelum si peramal berbicara, si anak raja lebih dahulu menyela, “Tetapi, Tuan peramal, janganlan engkau menceritakan sesuatu yang buruk kepadaku.”

Si peramal pun mengerti dan dengan tersenyum ia berkata, “Tuan, nasibmu baik dan kau akan mendapat akhir yang bahagia.” Si anak raja pun pulang dengan gembira sambil tak lupa ia memberi hadiah kepada si peramal.”

Hari berganti hari. Dengan semagat yang bergelora, si anak raja mengupayakan cintanya. Tetapi ia mesti mendapati kenyataan bahwa kekasih yang dicintainya memilih pangeran lain yang cukup berkuasa. Dengan perasaan tak menentu, ia pergi dan mengadu kepada si peramal. Berkatalah si peramal, “Tuan, berita buruk tak akan diterima oleh seseorang yang buta. Karena itu tak pantas menyampaikan berita itu hingga orang itu kembali membuka matanya. Tuan takkan menerima berita dariku dan akan bersedih dengan kenyataan yang ada. Maka usahakanlah dengan baik segala pekerjaan yang ada. Berjuanglah dan jangan menyesali hasilnya.” Peramal itu berlalu dari hadapannya.