Cerita Nabi SALAM RASULULLAH KEPADA AL BAQIR

SALAM DARI RASULULLAH KEPADA IMAM AL BAQIR

Muhammad Al Baqir adalah putra dari Ali Zainal Abidin Assajad putra dari Husain putra dari Ali bin Abi Thalib. Muhammad Al Baqir lahir pada tanggal 1 Rajab.

Muhammad Al Baqir menyaksikan kakeknya Husain bin Ali bin Abi Thalib terbantai di Karbala dan menjadi tawanan bersama ayahnya Ali Zainal Abidin. Karena itu Muhammad Al Baqir hidup dalam lingkungan keluarga nabi yang senantiasa disebutkan kaum mukminin di dalam solawat. Solawat ini sendiri adalah bagi kemuliaan kaum mukminin. Kaum mukminin sendiri adalah pemuja kebaikan. Keluarga nabi adalah sumber kebaikan sehingga sepantasnyalah manusia bersyukur kepada Allah swt atas nikmat ini.

Bila dibandingkan dengan mitologi Hindu, Pandawa atau lebih khusus lagi Arjuna pun memuja Krisna. Segala yang dititahkan Krisna kepada Arjuna tak mungkin dibantah Arjuna. Krisna bahkan menyuruh Arjuna membacakan doa-doa tertentu pada saat-saat tertentu. Dalam mitologi Hindu, Krisna adalah salah seorang maksum atau utusan Tuhan. Segala yang dititahkannya mesti benar dan melanggar perintahnya sama dengan melanggar perintah Tuhan.

Bila di dunia ini ada orang yang baik, yang lemah lembut kepada kaum mukminin dan keras dalam menentang kejahatan, bukankan sikap seperti ini sangat terpuji. Manusia bahkan beruntung bila mendapati orang seperti ini. Sebaliknya, orang yang agresif dan suka menumpahkan darah dalam peperangan itu seperti Rahwana atau Duryudana.

Pada suatu ketika tersebutlah seorang sahabat Rasullullah bernama Jabir bin Abdullah Anshari. Jabir bin Abdullah ini adalah pencinta rasulullah saw. Rasulullah saw berkata kepada Jabir bahwa Jabir akan dikaruniai umur yang panjang dan ia akan bertemu dengan cucu Rasulullah yang bernama Muhammad Al Baqir. Bila engkau bertemu dengannya, kata Rasulullah, sampaikanlah salamku kepadanya.

Ketika itu Jabir bin Abdullah sudah buta. Matanya tak bisa melihat lagi. Jabir pun tidak ikut Imam Husain ke Padang Karbala, karena saat itu pun ia sudah tua. Jabir bin Abdullah pada suatu ketika bertemu dengan anak-anak yang sedang main bola. Jabir mengetahui bahwa ada seorang anak yang sedang duduk dan merenung.

Kepada anak yang sedang merenung ini Jabir bertanya, mengapa engkau tidak main bola? Anak ini menjawab dengan ayat Quran bahwa dunia hanyalah permainan belaka. Maka bertanyalah Jabir untuk mengetahui nama anak ini. Anak ini berkata bahwa namanya adalah Muhammad Al Baqir bin Ali Zainal Abidin dari keluarga Rasulullah. Saat itu Jabir teringat akan pesan Rasullullah lalu Jabir menyampaikan salam Rasulullah kepada Imam Muhammad Al Baqir ini.

Leave a Reply