Perjalanan TAMBAL BAN

TAMBAL BAN

Salah satu bukti kreatifitas anak negeri adalah berdirinya kios tambal ban di jalan-jalan raya. Populasi mobil dan motor yang semakin padat membuat bisnis tambal ban dilirik sebagai alternatif yang menguntungkan. Bayangkan saja bila tidak ada tambal ban ketika motor yang dikendarai bocor, motor terpaksa harus mencari bengkel atau toko ban sekaligus menggantinya di sana. Dengan adanya tambal ban, bocornya ban menjadi bukan masalah besar terutama dari sisi finansial. Jika harga ban baru IDR 25k, menambal ban cukup IDR 5k saja. Cukup efisien untuk kantong pengendara. Ban pun masih bisa digunakan untuk puluhan kilometer lagi.

Salah satu prosedur operasional baku (POB) menambal ban ialah memanaskan bagian yang bocor dengan tambalan sehingga tambalan ini benar-benar rekat (menyatu) dengan ban. Memanaskan bagian yang bocor dapat dilakukan dengan memanggangnya di atas pelat yang di bawahnya ada kompor. Pada video berikut, ditayangkan pemanggangan itu dilakukan dengan alat setrika yang dimodifikasi. Inovasi ini sangat kreatif karena tukang tambal tidak lagi perlu minyak tanah atau spirtus untuk memanaskan pelat.

Silakan saksikan videonya berikut ini.

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=H2O6rnohH-Y]

Perjalanan UMBI CILEMBU

UMBI CILEMBU, TANJUNGSARI, SUMEDANG

Umbi Cilembu merupakan salah satu produksi pertanian dari Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Propinsi Jawa Barat. Umbi pada umumnya dapat menggantikan nasi sebagai makanan pokok seperti halnya sagu untuk saudara-saudara di Indonesia Timur. Produksi umbi Cilembu ini mengukuhkan kekayaan alam, hasil bumi dan hasil pertanian Indonesia yang dirahmati Allah. Bila di negeri-negeri lain terjadi krisis pangan, Indonesia sama sekali tidak terkena dampaknya.

Umbi Cilembu lebih istimewa daripada umbi biasanya karena umbi ini bila dioven akan mengeluarkan sejenis cairan lengket gula madu yang manis rasanya. Karena itu, umbi Cilembu disebut juga dengan umbi si madu. Bila umbi pada umumnya juga manis, rasa manis umbi Cilembu ini lebih manis dan lengket dengan gula madu. Rasa manis ini membuat tenaga ekstra bagi orang yang mengkonsumsinya, apalagi bila dimakan untuk sahur di bulan Ramadan.

Bila seseorang bepergian dari Bandung menunju Sumedang, penjual umbi Cilembu ini berderet-deret sepanjang jalan Tanjungsari hingga ke awal Cadas Pangeran. Penjulanya juga ada di kiri dan kanan jalan raya. Pada suatu observasi ke sebuah warung, umbi cilembu yang telah masak (dioven) dijual dengan harga IDR 12k atau satu dolar lebih. Ketika ditawar IDR 10k, penjualnya langsung setuju. Bungkuusssss…!

Silakan mampir di warung umbi Cilembu, Tanjungsari.
Berikut ini adalah video warung-warung umbi Cilembu itu.

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=QbdzvBwoVVI]

Perjalanan PABRIK KAPUR DI BONGAS

PABRIK KAPUR DI BONGAS

Di Bongas, Cirebon terdapat pabrik kapur. Daerah di sekitar pabrik kapur ini terlihat putih terpolusi dengan limbah pabrik kapur ini. Terlihat tanah di sekitar pabrik kapur ini memutih. Genting rumah dan aspal pun ikut memutih. Udara pun tidak jarang sesak karena asap dari proses pembakaran kapur ini. Polusi ini tidak hanya mengganggu warga penduduk, warga yang melewati jalan di Bongas ini pun tak jarang terkena polusinya. Bongas merupakan tempat antara Majalengka dan Cirebon. Konon tanah berkapur merupakan tanah yang cocok untuk menanam pohon jati. Karena itu di sekitar itu pun dibuat beberapa ladang jati. Hasil industri kapur di Bongas berupa kapur. Kapur ini tentu saja sangat penting bagi guru-guru yang mengajar di sekolah. Kapur digunakan untuk menulis pelajaran di papan tulis. Pada saat ini kapur masih digunakan dan belum sepenuhnya menggantikan spidol, whiteboard, proyektor komputer dan e-learning.

Berikut ini adalah video dari pabrik kapur di Bongas.

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=Tons6UnaQVQ]

Perjalanan PABRIK GENTENG JATIWANGI

PABRIK GENTENG JATIWANGI

Pabrik genteng yang ada di sepanjang jalan di Jatiwangi. Jalur ini dapat dilalui dari Sumedang menuju ke Cirebon. Pabrik genteng Jatiwangi merupakan pabrik yang dikembangkan oleh masyarakat berdasarkan potensi masyarakatnya. Produksi genteng Jatiwangi ini dipasarkan sampai ke tempat-tempat yang jauh di Jawa Barat, bahkan sampai ke propinsi lain. Kualitas genteng Jatiwangi ini dari hari ke hari semakin meningkat. Tembikar genteng ini dibakar untuk menguatkan kualitas gentengnya. Beberapa pesaing genteng membuat genteng dari asbes, mika dan plastik.

Video dari pabrik genteng itu adalah sebagai berikut.

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=ceO_onEgOB8]

Perjalanan PABRIK BATUBARA DAN SEMEN

PABRIK BATUBARA DAN SEMEN DI PALIMANAN

Pabrik batu bara dan semen di Palimanan menunjukkan kekayaan Indonesia. Bila di Tolengas, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang, terdapat banyak hasil bumi berupa buah mangga (harum manis, gincu,cengkir) dan lain-lain, di Palimanan, Cirebon pun terdapat hasil bumi yang penting bagi rakyat Indonesia. Di Palimanan, Cirebon, terdapat beberapa pabrik besar yang penting di antaranya pabrik semen Tiga Roda dan pabrik batu bara. Di samping kedua pabrik itu, terdapat pula pemandian banyu panas Palimanan. Banyu panas dalam bahasa Jawa (Cirebon) berarti air panas.

Silakan lihat videonya berikut ini.

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=a8uk6fsAEqw] [youtube=http://www.youtube.com/watch?v=l_Z8sJLSk_o]

Perjalanan MUSIM BUAH MANGGA DI TOMO

MUSIM BUAH MANGGA DI TOMO, SUMEDANG

Pada musim-musim tertentu setiap tahun, di Tolengas, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang terdapat sederetan penjual buah mangga. Para penjual itu ada di sebelah kanan jalan bila seseorang menempuh perjalanan dari Sumedang ke arah Cirebon. Kecamatan Tomo merupakan kecamatan yang berbatasan dengan Kabupaten Majalengka.

Buah mangga yang dipasarkan di sana berasal dari daerah-daerah di sekitarnya yaitu Majalengka, Sumedang, Cirebon, Indramayu dan Kuningan. Dengan adanya panen buah mangga di tanah ini, masyarakat mesti bersyukur. Bila masyarakat di dunia terancam krisis pangan, tanah ini tak henti-hentinya memberikan rahmat bagi masyarakat. Akankah manusia berpaling dan membiarkan orang-orang rakus merampok kekayaan alam Nusantara?

Agar lebih menarik, di sini ditampilkan video sejumlah penjual dengan barang-barang dagangannya. Buah-buah yang besar dan ranum sungguh memancing dahaga untuk mencicipinya.

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=YNbRXleTKlw]