Ketidakadilan PILKADA DAN DONATUR CALONNYA

PILKADA DAN DONATUR CALONNYA

Pemilihan pimpinan daerah (bupati, walikota maupun gubernur) tidak lepas dari kampanye yang menguras banyak uang. Biasanya calon pimpinan daerah ini didukung oleh sejumlah perusahaan. Bila calon pimpinan daerah ini menang, perusahaan ini akan diuntungkan dengan perolehan tender perdagangan di daerah tersebut.

Dari sebuah berita, diketahui pemilihan pimpinan daerah di Kalimantan Timur didukung oleh sejumlah perusahaan. Perusahaan ini nantinya akan mempunyai hak untuk mengelola pengolahan batu bara di Kalimantan Timur. Bisa saja sebuah perusahaan mendukung seluruh calon dengan harapan, siapapun yang menang, perusahaan ini akan ketiban rezeki dengan perolehan tender dari daerah tersebut.

Akibatnya eksplorasi batu bara di Kalimantan Timur sangat besar-besaran. Eksplorasi ini juga mengutamakan ekspor daripada konsumsi dalam negeri karena konsumsi ekspor lebih menguntungkan daripada dijual di dalam negeri. Misalnya bila di dalam negeri dijual IDR 6k sedang di luar negeri dijual IDR 10k, perusahaan ini jelas lebih menginginkan menjual batu bara di luar negeri karena keuntungannya lebih besar.

Artikel AMERIKA DILANDA KRISIS EKONOMI

AMERIKA DILANDA KRISIS EKONOMI

Pada hari ini Amerika dilanda krisis ekonomi yang sangat buruk. Krisis ini mengancam perekonomian Amerika serta kehidupan warganya. Pertanyaan penting bagi warga Indonesia adalah apakah krisis ini berdampak pada kehidupan di Indonesia? Mungkin saja tidak. Orang-orang segera berlepas diri dari pengaruh buruk krisis Amerika. Iran sudah berlepas diri dengan tidak menggunakan uang dolar Amerika untuk jual beli di dunia Internasional (minyak dan lain-lain). Menurut Ichsanudin Noorsy, bursa efek Indonesia hanya dikuasai 12% saja oleh pemain dari dalam negeri, sisanya pemain dari luar negeri. Dampak krisis ini terasa pada bursa efek Indonesia karena banyak pemain asing itu. Pemain asing itu tentu saja ingin menyelamatkan hartanya dan meninggalkan pasar Indonesia. Menurut Ichsanudin Noorsy pula, sambil menunjukkan bukti-bukti beritanya, krisis ini disebabkan setidaknya oleh tiga hal yaitu ketidakmampuan rakyat Amerika membayar kredit perumahan, bencana badai yang datang silih berganti, dan kekalahan perdagangan dengan Cina.

Sebagian orang Indonesia yang bergantung pada dolar tentu saja tidak mudah melepaskan diri dari malapetaka ekonomi Amerika. Namun, malapetaka ekonomi Amerika ini tidak berpengaruh sama sekali pada kehidupan rakyat bawah. Rakyat Indonesia juga mesti belajar dari krisis ekonomi Indonesia tahun 1998 saat George Soros membuat krisis ekonomi di Indonesia dengan menarik dolarnya dari Indonesia sehingga orang-orang Indonesia yang mau membayar uangnya dengan dolar tidak menemukan dolar. Harga dolar pada saat itu bahkan mendekati IDR 20k per satu dolar Amerika.

Ekonomi bawah di Indonesia sama sekali tidak terpengaruh oleh krisis ekonomi Amerika. Lihat saja pada label perjalanan di blog ini. Di Tolengas, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang berjajar pedagang-pedagang buah mangga. Di Kecamatan Tanjungsari berjajar pedagang-pedagang umbi Cilembu. Di Kota Sumedang tak kurang pedagang tahu Sumedang. Di Jatiwangi berjajar pabrik genting. Lautan Indonesia mengandung berbagai ikan dan udang yang dapat dikonsumsi dan dijual di dalam negeri dan di pasaran internasional. Perekonomian dan perputaran uang di kalangan ekonomi bawah lancar dan tidak tersendat. Dari sumber daya alamnya, Indonesia semestinya tak kekurangan minyak karena ada tambang minyak di Indramayu. Ada pula pabrik batu bara di Palimanan, Cirebon untuk menyalakan listrik masyarakat. Pabrik batu bara itu bersebelahan dengan pabrik semen Tiga Roda. Juga di Pulau Bangka dan Belitung seperti diceritakan dalam novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata terdapat timah yang dibutuhkan dunia.

Indoensia sangat kaya dan semestinya tidak terkena dampak krisis ekonomi Amerika.

Perjalanan KILANG MINYAK INDRAMAYU

KILANG MINYAK INDRAMAYU

Kilang minyak di Indramayu menunjukkan kekayaan negeri ini. Semestinya Indonesia menjadi pengekspor minyak dan kaya raya karenanya. Konon miskinnya negeri ini disebabkan oleh dijualnya aset-aset bangsa (di antaranya tambang minyak dan tambang-tambang lain) kepada perusahaan asing. Tentu saja dengan demikian, perusahaan asing itulah yang mendapatkan keuntungan melimpah. Indonesia sendiri ketika membutuhkan minyak, mesti membeli dari perusahaan asing itu. Ini namanya tikus mati di lumbung padi.

Selain di Jawa Barat, kilang minyak juga terdapat di Jawa Timur dan di tempat-tempat lain di Indonesia. Berikut ini foto-foto kilang minyak di Indramayu itu diambil dari http://maps.google.com.

Gambar pesantren Al Quraniyah, Indramayu.

Gambar kilang Kedokan 1.

Gambar kilang Kedokan 2.

Perjalanan DEMO AL QUDS, JAKARTA 2008

DEMO AL QUDS DI JAKARTA, TAHUN 2008

Palestina diyakini sebagai tanah yang masih dicengkram penjajah. Rakyat Palestina sendiri ditekan secara brutal jauh di luar batas peri kemanusiaan. Bahkan perilaku kepada binatang pun tidak pernah kita saksikan sesadis itu dalam waktu yang tidak henti-henti sejak puluhan tahun yang lalu. Israel sebagai penjajah negeri Palestina tidak pernah membiarkan penduduk Palestina tidur dengan nyaman. Setiap hari terjadi penculikan, pembunuhan warga Palestina oleh rezim Israel dengan dalih terorisme. Kekejaman rezim Israel terhadap warga Palestina ini disaksikan oleh wartawan-wartawan di seluruh dunia yang berakal sehat. Tujuan Israel hanya satu yaitu mengusir warga Palestina dan mendirikan negara Israel Raya.

Penjajahan ini mendapatkan perlawanan dari warga Palestina. Penduduk Palestina, baik yang beragama Islam, Kristen, Suni, Syiah; turut melawan kekejaman Zionis-Israel. Fatwa Rahbar (Imam Khumaini) ialah melakukan demonstrasi pada Jumat terakhir di Bulan Ramadan. Demonstrasi ini dilakukan di depan kantor kedutaan Amerika dan kantor PBB di Jakarta.

Foto di depan kantor kedutaan Amerika di Jakarta itu ialah sebagai berikut.

Demo di depan kantor kedutaan Amerika di Jakarta itu direkam pada film berikut.

Foto di depan kantor PBB di Jakarta itu adalah sebagai berikut.

Demo di depan kantor PBB di Jakarta itu direkam pada film berikut.