Penelitian PEMBUATAN PROPOSAL

PEMBUATAN PROPOSAL

Pembuatan proposal dapat dilakukan pada setiap mata kuliah karena setiap mata kuliah berorientasi ilmiah dan penemuan ilmiah.
Proposal terdiri atas sejumlah bab. Bab yang ada pada proposal tidak semuanya mutlak. Ada bab-bab tertentu yang mesti ada dan ada bab-bab yang boleh tidak ada. Proposal penelitian dibuat sebelum terjun ke lapangan dan menulis laporan penelitian.

0. Judul
1. Latar Belakang
Pada bab latar belakang diuraikan hal-hal yang mendorong dilakukannya penelitian.
2. Masalah
Masalah biasanya dirumuskan dalam kalimat tanya. Masalah ini akan berkaitan dengan seluruh bab, terutama bab tujuan dan kesimpulan (pada laporan penelitian).
3. Tujuan
4. Asumsi
5. Hipotesis
Hipotesis biasanya muncul pada penelitian yang bersifat kualitatif. Hipotesis pada penelitian kualitatif biasanya menguji hioptesis nol.
6. Metode
Metode penelitian yang digunakan mesti ditentukan dan ditulis. Contoh metode penelitian di antaranya metode eksperimen, eksperimen kuasi. Metode ini bersumber pada pendekatan kualitatif atau kuantitatif.
7. Teori Landasan
Pada bab ini diuraikan studi pada literatur atau penelitian terdahulu yang relevan.
8. Populasi
Pada bab populasi diuraikan jumlah populasi yang digunakan dalam penelitian.
9. Lokasi Penelitian
10. Daftar Pustaka

Sajak Anak MELIHAT BINTANG

MELIHAT BINTANG

Di udara terbuka,
seseorang melihat bintang bercahaya dan berkata,
pada penciptaan bintang bercahaya
ada sang pencipta jagat semesta

Alam bergerak dengan hukum yang brilian
Mungkinkah insan
tak dikenal bintang yang adil dan rukun
lalu berkata kamilah makhluk terpandai nian
tak pernah takut bencana dan kematian

Kepada siapakah ia kembali jika tidak kepada Tuhan?

Ketidakadilan KONVOI DI JALAN

KONVOI DI JALAN

Konvoi semestinya dilakukan hanya dalam situasi yang sangat genting. Di Irak, prajurit Amerika selalu melakukan konvoi dalam bepergian karena terancam oleh milisi yang hendak mengusir penjajah Amerika keluar dari Irak. Konvoi ini memberlakukan aturan ketat. Anggota konvoi mesti mempunyai kecepatan yang sama. Tidak boleh ada kendaraan lain, bahkan kendaraan yang tidak mengikuti konvoi, untuk menyalip atau mendahului konvoi. Hal ini disebabkan seringnya terjadi serangan bom mobil terhadap konvoi yang berakibat fatal.

Dengan alasan keamanan, konvoi pun dilakukan oleh pejabat yang berkuasa. Pejabat mempunyai alasan, ia mesti mengejar pekerjaan. Ketika ditanya, apa pekerjaannya? Pejabat itu berkata, kami melayani rakyat (karena itukah rakyat harus menyingir dari jalur jalan pejabat. Padahal rakyat dan pejabat sama: mereka sama-sama mencari rezeki dengan caranya masing-masing. Mengapa pejabat hendak diistimewakan karena melayani rakyat?

Konvoi ini ditiru oleh orang-orang Indonesia. Tidak ada hujan, tidak ada angin, tidak ada alasan yang jelas kepentingannya, orang-orang Indonesia melakukan konvoi. Orang Indonesia melakukan konvoi hanya karena sekawanan motor hendak melancong (turing) ke daerah-daerah. Konvoi pun dilakukan oleh rombongan keluarga yang mengantar beberapa orang menuju tempat tertentu, misalnya menuju asrama haji, atau menuju tempat ziarah (waktu lebaran). Perilaku konvoi ini pun jelas tak tahu diri dan tak ingin mengalah. Tak boleh ada kendaraan lain yang menyalip sekalipun sebenarnya ada kesempatan untuk itu.

Ketika saya tak bisa menyalip konvoi ini, saya pun mengendurkan gas. Khawatir disangka “gerombolan” konvoi. Contoh film konvoi itu adalah sebagai berikut.

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=KC-k1dbdvD4]

Sajak Anak BERKEMAH

BERKEMAH

Di puncak gunung yang dingin dan sunyi
Suara-suara alam begitu syahdu
Menggoda nurani yang telah lama sepi

Di rumah televisi berdengung
Dan pemirsa lupa tuhan berada
Terlena pada asal bergantung

Di alam yang serba terbuka
Manusia kembali pada puncak segala bergantung
Dan segala kesombongan menjadi sirna

Cerita Nabi NABI ISA YANG UMI

NABI ISA YANG UMI

Nabi Isa sebagaimana Nabi Muhammad adalah nabi yang umi. Sebagian ulama berpendapat bahwa umi bermakna tidak bisa membaca dan menulis. Sebagian ulama lagi berpendapat bahwa umi berarti mengetahui sebelum diajari atau weruh sadurung winarah.

Ketika Nabi Isa masih kecil, Maryam membawa Nabi Isa kepada seorang guru untuk diajari. Kepada guru itu Maryam berkata, “Tolong ajari anak ini.” Guru itu pun memandang Nabi Isa dan berkata, “Coba sebutkan nama-nama abjad!” Nabi Isa berkata, “Guru tahukah engkau nama-nama abjad itu?” Guru ini mengambil rotan dan memukul Nabi Isa. Ia berkata kepada Nabi Isa, “Jawab saja, sebutkan nama-nama abjad!” Nabi Isa berkata, “Guru janganlah engkau memukul. Kalau engkau tahu, katakanlah bahwa engkau tahu. Kalau engkau tidak tahu aku akan menyebutkan nama-nama abjad.” Kemudian Nabi Isa menyebutkan nama-nama abjad seluruhnya hingga membuat gurunya kagum. Mendengar jawaban Nabi Isa ini, guru ini berkata kepada Maryam, “Bawa kembali anak ini. Ia tidak perlu diajari.”

Cerita yang menakjubkan ini mempunyai kemiripan dengan cerita-cerita Hindu. Krisna dan Rama dianggap sebagai umi atau weruh sadurung winarah.