Cerita Nabi TAHUN GAJAH

TAHUN GAJAH

Mekah adalah sebuah tempat yang selalu dikunjungi oleh para peziarah dari berbagai tempat. Pada saat itu ada seorang raja yang sangat berkuasa yaitu Raja Abrahah. Raja Abrahah ini merasa heran karena banyak orang yang pergi berziarah ke Mekah. Maka diketahuinyalah bahwa di Mekah itu ada sebuah bangunan yang disebut dengan Kabah. Timbullah keinginan Raja Abrahah agar para peziarah itu berdatangan untuk berziarah ke negerinya.

Maka Raja Abrahah pun membangun sebuah tempat ibadah (gereja) yang sangat indah. Konon tempat ibadah itu dihiasi dengan emas dan permata. Selesai tempat ibadah itu dibangun, orang-orang tetap tidak tertarik untuk berziarah ke tempat ibadah buatannya. Raja Abrahah merasa heran, apa istimewanya Kabah ini? Hanya sebuah bagunan persegi empat yang kuno. Konon tempat ini adalah tempat ibadah tertua sejak zaman Nabi Adam as.

Maka Raja Abrahah pun memutuskan untuk menghancurkan Kabah. Raja Abrahah lalu mengumpulkan tentaranya yang kuat-kuat. Tentara ini terdiri atas tentara gajah yang merupakan tentara terkuat saat itu. Berangkatlah pasukan gajah ini dipimpin oleh Raja Abrahah menuju ke Mekah untuk menghancurkan Kabah.

Ketika pasukan gajah telah berada di batas kota Mekah, penduduk yang ketakutan datang kepada Abdul Muthalib, kakek Nabi yang akan lahir. “Wahai Abdul Muthalib, Raja Abrahah beserta pasukan gajahnya hendak menghancurkan Kabah, apa yang akan engkau lakukan?” Mendengar pertanyaan itu, Abdul Muthalib menjawab, “Aku adalah pemelihara kambing-kambingku, rumah ini ada pemeliharanya.” Lalu Abdul Muthalib menyuruh mengosongkan kota Mekah. Abdul Muthalib pun membawa ternaknya ke gunung-gunung di sekitar Mekah. Para penduduk merasa heran dengan keputusan Abdul Muthalib. Sekalipun demikian, karena Abdul Muthalib adalah orang yang terpercaya, para penduduk pun mengikuti segala perintahnya.

Pasukan gajah pun memasuki kota Mekah yang kosong. Ketika hendak menghancurkan Kabah dan kota Mekah mereka diserang oleh pasukan burung yang disebut dengan burung Ababil. Kawanan burung ini menjatuhkan batu-batu kerikil yang sangat panas. Batu kerikil yang sangat panas ini disebut dengan sijil (sijjil). Kata orang, batu kerikil ini adalah kerikil dari neraka.

Sijil ini membuat Raja Abrahah beserta pasukan gajahnya hancur seperti daun dimakan ulat. Menurut salah satu tafsir, pasukan gajah ini terkena penyakit lepra yang sangat parah sehingga mati di sana. Menurut tafsir lain, pasukan gajah ini hancur oleh kerikil sijil yang dilemparkan oleh kawanan burung Ababil ini. Nama sijil ini menjadi salah satu rudal andalan Iran untuk mempertahankan negeri dari ancaman invasi negara-negara yang agresif. Seperti diketahui negara Afganistan dan Irak tengah mendapatkan invasi dari negara-negara agresif ini.

Pada tahun itulah Nabi Muhammad saw lahir. Ini adalah salah satu mukjizat yang diturunkan Allah swt kepada Nabi saw dan kepada kakeknya Abdul Muthalib. Kakek Nabi, yaitu Abdul Muthalib adalah penjaga Kabah yang mengikuti agama Ibrahim yang lurus. Pemeliharaan dan penjagaan Kabah diserahkan kepada putranya yaitu Abu Thalib. Pemeliharaan dan penjagaan Nabi Muhammad pun diserahkan kepada Abu Thalib setelah Abdul Muthalib meninggal. Abu Thalib adalah ayah dari Sayidina Ali. Sayidina Ali ini akan dipelihara oleh Nabi Muhammad saw.

Leave a Reply