Link PENERAPAN HYPERTEXT

PENERAPAN HYPERTEXT TENOLOGI DALAM PEMBELAJARAN

Penelitian pembelajaran berbasis internet pun mulai ramai di dunia pendidikan. Lihat saja situs berikut yang merupakan penelitian pendidikan pada jenjang doktoral.

http://rufmania.multiply.com/journal/item/1/Penerapan_Hypertext_Teknologi_dalam_Pembelajaran_

Cerita Nabi ORANG LEWAT DI DEPAN ALI RIDHA

ORANG LEWAT DI DEPAN ALI RIDHA

Di sebuah masjid, Ali Ridha sedang melakukan salat. Saat itu Ali Ridha umurnya masih sekitar tujuh tahun. Di dekatnya ada ayahnya yaitu Imam Musa Alkadzim as. Tiba-tiba ada seseorang lewat di hadapan Ali ridha yang sedang salat itu. Ali Ridha membiarkan orang itu lewat di hadapannya. Orang-orang kaget dan seseorang berkata kepada Imam Musa Alkadzim as. “Wahai Imam, ada seseorang lewat di hadapan Ali dan dia diam saja. Mengapa demikian?” Imam Musa Alkadzim berkata, “Coba tanyakan kepada yang bersangkutan.” Maka orang itu pun bertanya kepada Ali Ridha. Ali Ridha menjawab, “Aku menyembah Dia yang lebih dekat daripada urat leherku.”

Cerita Nabi GHADIR KHUM

GHADIR KHUM

Pada bulan 18 Dzulhijah, ketika Nabi saw perjalanan pulang dari Haji Wada menuju Madinah, beliau mendapat wahyu dari Allah swt. Wahyu Allah swt turun kepada nabi untuk memerintahkan nabi menyampaikan amanat yang sangat penting bagi umat yang ketika itu ribuan orang bersama Nabi. Ayat itu memerintahkan Nabi untuk menyampaikan wasiat pelanjut kepemimpinan nabi yang dikenal sebagai khalifah rasulullah, khulafa rasyidin, dua belas pemimpin, aali Muhammad, ittrah nabi, atau ahlul bait nabi. Jika engkau, wahai Nabi, tidak menyampaikan hal ini, seolah engkau tidak pernah berdakwah sama sekali. Allah tidak khawatir terhadap kejahatan manusia. Dalam berbagai kesempatan Nabi selalu menyampaikan hal ini bahkan ketika awal dakwah beliau, hal ini telah disampaikan. Namun peristiwa Ghadir Khum merupakan peristiwa penting yang diperintahkan oleh Allah swt karena banyak mukminin yang hadir pada hari itu.

Di sebuah lembah yang disebut Ghadir Khum, Nabi memerintahkan sahabat-sahabatnya untuk berhenti. Nabi memerintahkan agar orang-orang yang ada pada barisan belakang agar menyegerakan sampai di Ghadir Khum dan memerintahkan agar orang-orang yang telah mendahuluinya untuk kembali ke Ghadir Khum.

Nabi saw lalu naik ke atas panggung yang dibuat secara mendadak. Nabi saw naik bersama Ali bin Abu Thalib. Di atas panggung itu Nabi lalu mengangkat tangan Ali hingga terlihat ketiaknya yang putih, sambil berkata, “Barangsiapa aku pemimpinnya, maka Ali pemimpinnya pula.” Nabi mengungkapkan pemimpin sebagai maula. Kata maula di sini bukan berarti teman karena peristiwa Ghadir Khum adalah peristiwa penting dan Ali memang teman kaum mukminin saat itu. Nabi pun menyelesaikan khutbahnya yang disebut dengan khutbah Ghadir Khum.

Dengan disampaikannya khutbah Ghadir Khum, maka orang-orang jahat bersedih karena tidak bisa merampas wilayah dari Nabi saw. Pada kesempatan lain, Nabi saw bersabda berkenaan dengan ahlul baitnya, “Putra-putraku ini adalah pemimpin baik mereka berdiri (berkuasa) ataupun duduk (tidak berkuasa).” Karena itu sekalipun khilafah diambil dari tangan Ali bin Abu Thalib, demi kemaslahatan, Ali membiarkan hal itu. Ali bin Abu Thalib tetap menjadi pemimpin di hati kaum mukminin.

Cerita Nabi MUBAHALAH

MUBAHALAH

Pada tanggal 24 Dzulhijah, Rasulullah Muhammad saw didatangi oleh orang-orang Nasrani dari Najran. Ketika tiba di hadapan Rasulullah mereka mengutarakan kehendak mereka untuk membicarakan masalah-masalah agama dengan Rasulullah. Rasullah mempersilakan mereka untuk mengutarakan masalah-masalah agama. Setelah sekian lama berbincang-bincang tentang masalah agama, orang Nasrani ini bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Muhammad, siapakah ayah dari Musa?” Nabi menjawab, “Ayah Musa adalah Imran.” Kemudian orang Nasrani ini bertanya kembali kepada Rasulullah, “Wahai Muhammad, siapakah ayah dari Isa?” Lalu Rasulullah menjawab dengan sebuah ayat bahwa perumpamaan penciptaan Isa adalah penciptaan Adam.

Mendengar jawaban dari Rasulullah demikian, orang Nasrani ini kaget. Ia tidak menyangka jawabannya akan demikian. Rasulullah adalah orang yang sangat pandai. Rasulullah pun pandai berdebat berkenaan dengan berbagai masalah. Tutur kata Rasulullah pun sangat baik didengar oleh lawan bicaranya.

Jawaban Rasulullah ini sangat tidak disangka oleh orang-orang Nasrani Najran ini. Mereka mengharapkan Rasulullah mengakui bahwa Isa as adalah anak tuhan. Orang Nasrani itu berkata, “Tidak! Isa adalah anak tuhan. Ia tidak mempunyai bapak.” Rasulullah mengatakan bahwa yang benar adalah pendapatnya yaitu perumpamaan penciptaan Isa adalah penciptaan Adam. Rasulullah menyilakan bila orang-orang Nasrani ini berkeyakinan lain dengannya, dan menyilakan untuk menanggung resiko masing-masing di hadapan Allah swt. Rasulullah bertanggung jawab atas keyakinannya dan orang-orang Nasrani pun bertanggung jawab atas keyakinannya.

Ketika Rasulullah mempersilakan orang Nasrani ini untuk meyakini masing-masing agamanya, orang-orang Nasrani ini memaksakan kehendaknya. Ia ingin Rasulullah mempunyai keyakinan yang sama dengannya. Rasulullah menolak. Maka disepakatilah saat itu untuk dilakukan mubahalah atau tanding doa. Dalam mubahalah ini masing-masing berdoa agar laknat Allah swt dijatuhkan kepada orang-orang yang berdusta. Ditentukanlah tempat dan waktu mubahalah ini. Peristiwa mubahalah ini diabadikan di dalam Al Quran. Ayat mubahalah ini memerintahkan agar orang-orang Nasrani ini membawa perempuan-perempuannya (istri-istrinya), putra-putranya, dan diri mereka sendiri di dalam mubahalah ini. Rasulullah pun diminta membawa perempuan-perempuannya (istri-istrinya), putra-putranya, dan diri mereka sendiri di dalam mubahalah ini. Rasulullah lalu membawa Fatimah, Hasan, Husain, dan Ali bin Abu Thalib. Berangkatlah mereka ke tempat yang ditentukan pada waktu yang ditentukan.

Ketika orang-orang Nasrani ini melihat kelompok Nabi, mereka berkata, “Aku melihat wajah-wajah yang seandainya mereka mengangkat tangan dan berdoa kepada Allah swt, niscaya Allah swt akan mengabulkannya. Lebih baik kita membatalkan mubahalah ini.”

Demikianlah, mubahalah ini akhirnya dibatalkan dan orang-orang Nasrani ini menjadi Islam.

Perjalanan DEMONSTRASI MESIR-PALESTINA

DEMONSTRASI MEMBUKA PERBATASAN MESIR-PALESTINA

Pada hari Jumat lalu 19 Desember 2008 di seluruh dunia dilakukan demonstrasi (demo) di depan kantor kedutaan Mesir. Demo ini menuntut agar Mesir membuka perbatasannya dengan Palestina. Hal itu disebabkan Tepi Barat diisolasi oleh Israel sehingga tidak ada orang yang bisa masuk dan keluar Tepi Barat dengan bebas. Tepi Barat ibarat penjara raksasa bagi rakyat Palestina. Mengapa Tepi Barat diisolasi? Tepi Barat diisolasi karena Israel menginginkan Hamas menyerah terhadap tuntutan Israel. Hal yang tipis sekali kemungkinannya untuk terjadi karena Hamas telah tahu keburukan dan kebohongan Israel.

Akibat isolasi itu, warga hidup dalam kegelapan karena tak ada listrik di malam hari, obat-obatan dilarang masuk, pedagang yang mensuplay kebutuhan makanan dan kebutuhan sehari-hari dilarang masuk. Orang-orang Palestina banyak yang mati karena isolasi Israel ini. Hal ini lebih buruk karena Mesir mendukung isolasi ini. Mesir tidak mengizinkan perbatasannya dilalui oleh warga yang menjalankan ekonomi Palestina.

Ketika tepi barat diboikot oleh Israel, tidak ada yang boleh berdagang, tidak ada listrik di malam hari, tidak boleh ada obat-obatan yang masuk; dunia diam saja. Tepi Barat menjadi penjara yang besar bagi warga Palestina. Ketika warga Mesir merasa kasihan dengan warga tepi barat dan meminta agar perbatasan Mesir-Palestina dibuka, Presiden Mesir, Hosni Mubarak malah menutupnya dan mengirimkan ribuan polisi agar tidak ada pengungsi yang masuk ke Mesir dari Palestina. Hosni Mubarak sama sekali tidak ada barokahnya bagi masyarakat.