Cerita Nabi DUEL ALI VS AMR BIN WUD

DUEL ALI VS AMR BIN WUD PADA PERANG KHANDAK

Pada Perang Khandak atau Perang Ahzab, kaum mukminin membangun sebuah parit agar pasukan Quraisy tidak dapat menyerang kota. Kaum mukmin pun berjaga di balik parit dan menunggu perkembangan peperangan. Kaum Quraisy merasa kesal karena parit itu membuat serangan pasukan Quraisy tertahan.

Saat itu ada seorang jagoan Quraisy bernama Amr bin Wud. Dengan berani, Amr bin Wud memacu kudanya melompati parit itu. Kuda yang perkasa itu berhasil melompati parit dan membawa penunggangnya selamat sampai di seberang. Amr bin Wud lalu menghunus pedangnya. Ia berteriak dengan lantang kepada mukminin. “Siapa di antara kalian yang bersedia melawanku?”

Amr bin Wud adalah seorang pendekar yang hebat. Tak ada yang dapat mengalahkannya dalam suatu pertandingan. Tak ada yang dapat mengalahkannya dalam permainan pedang. Para sahabat Nabi ketakutan menghadapi tantangan Amr bin Wud. “Siapa di antara kalian yang bersedia melawanku?” Tak ada jawaban terdengar, tak ada yang berani maju. Rasulullah menawari para sahabatnya untuk melawan Amr bin Wud. Tak ada yang berani maju. Ali bin Abu Thalib menawarkan diri kepada Rasulullah tetapi Rasulullah ingin memberi dulu kesempatan kepada sahabat lainnya. Sementara itu Amr bin Wud masih berteriak menantang mukminin, “Aku sudah serak menantang kalian. Siapa di antara kalian yang berani melawanku? Mana surga yang kalian impikan?”

Lalu Rasulullah mengizinkan Ali bin Abu Thalib melawan Amr bin Wud. Ketika Ali datang menghampiri, Amr bin Wud bertanya kepadanya, “Siapa engkau? Engkau masih kecil berani menghadapiku?” Pemuda itu menjawab, “Aku Ali bin Abu Thalib.” Amr bin Wud takjub kepada Ali, “Engkau Ali. Aku mengenal ayahmu. Ayahmu orang yang baik. Kembalilah! Aku tidak ingin bertarung denganmu.” Ali menjawab, “Aku tidak akan mundur kecuali engkau masuk Islam, berhenti memerangi Islam atau salah satu di antara kita ada yang gugur.”

Amr bin Wud tidak mempunyai pilihan. Ia pun berduel dengan Ali bin Abu Thalib. Duel itu begitu hebatnya sehingga debu-debu beterbangan dan menutupi kedua jago yang bertarung. Hingga sekian lama, debu yang mengepul itu turun kembali ke tanah. Ali bin Abu Thalib hendak kembali kepada mukminin. Melihat Ali hendak kembali kepada mukminin, Amr bin Wud berkata, “Mau ke mana? Ayo kembali, kita lanjutkan duel kita.” Ali bin Abu Thalib lalu berkata, “Coba kau bergerak sedikit saja.” Ketika Amr bin Wud bergerak, tiba-tiba badannya terbelah menjadi dua. Itulah keutamaan pukulan pedang Ali bin Abu Thalib.

Leave a Reply