Cerita Nabi MUBAHALAH

MUBAHALAH

Pada tanggal 24 Dzulhijah, Rasulullah Muhammad saw didatangi oleh orang-orang Nasrani dari Najran. Ketika tiba di hadapan Rasulullah mereka mengutarakan kehendak mereka untuk membicarakan masalah-masalah agama dengan Rasulullah. Rasullah mempersilakan mereka untuk mengutarakan masalah-masalah agama. Setelah sekian lama berbincang-bincang tentang masalah agama, orang Nasrani ini bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Muhammad, siapakah ayah dari Musa?” Nabi menjawab, “Ayah Musa adalah Imran.” Kemudian orang Nasrani ini bertanya kembali kepada Rasulullah, “Wahai Muhammad, siapakah ayah dari Isa?” Lalu Rasulullah menjawab dengan sebuah ayat bahwa perumpamaan penciptaan Isa adalah penciptaan Adam.

Mendengar jawaban dari Rasulullah demikian, orang Nasrani ini kaget. Ia tidak menyangka jawabannya akan demikian. Rasulullah adalah orang yang sangat pandai. Rasulullah pun pandai berdebat berkenaan dengan berbagai masalah. Tutur kata Rasulullah pun sangat baik didengar oleh lawan bicaranya.

Jawaban Rasulullah ini sangat tidak disangka oleh orang-orang Nasrani Najran ini. Mereka mengharapkan Rasulullah mengakui bahwa Isa as adalah anak tuhan. Orang Nasrani itu berkata, “Tidak! Isa adalah anak tuhan. Ia tidak mempunyai bapak.” Rasulullah mengatakan bahwa yang benar adalah pendapatnya yaitu perumpamaan penciptaan Isa adalah penciptaan Adam. Rasulullah menyilakan bila orang-orang Nasrani ini berkeyakinan lain dengannya, dan menyilakan untuk menanggung resiko masing-masing di hadapan Allah swt. Rasulullah bertanggung jawab atas keyakinannya dan orang-orang Nasrani pun bertanggung jawab atas keyakinannya.

Ketika Rasulullah mempersilakan orang Nasrani ini untuk meyakini masing-masing agamanya, orang-orang Nasrani ini memaksakan kehendaknya. Ia ingin Rasulullah mempunyai keyakinan yang sama dengannya. Rasulullah menolak. Maka disepakatilah saat itu untuk dilakukan mubahalah atau tanding doa. Dalam mubahalah ini masing-masing berdoa agar laknat Allah swt dijatuhkan kepada orang-orang yang berdusta. Ditentukanlah tempat dan waktu mubahalah ini. Peristiwa mubahalah ini diabadikan di dalam Al Quran. Ayat mubahalah ini memerintahkan agar orang-orang Nasrani ini membawa perempuan-perempuannya (istri-istrinya), putra-putranya, dan diri mereka sendiri di dalam mubahalah ini. Rasulullah pun diminta membawa perempuan-perempuannya (istri-istrinya), putra-putranya, dan diri mereka sendiri di dalam mubahalah ini. Rasulullah lalu membawa Fatimah, Hasan, Husain, dan Ali bin Abu Thalib. Berangkatlah mereka ke tempat yang ditentukan pada waktu yang ditentukan.

Ketika orang-orang Nasrani ini melihat kelompok Nabi, mereka berkata, “Aku melihat wajah-wajah yang seandainya mereka mengangkat tangan dan berdoa kepada Allah swt, niscaya Allah swt akan mengabulkannya. Lebih baik kita membatalkan mubahalah ini.”

Demikianlah, mubahalah ini akhirnya dibatalkan dan orang-orang Nasrani ini menjadi Islam.

Leave a Reply