Home » 2009

Yearly Archives: 2009

Penelitian LAPORAN PENELITIAN

Laporan Penelitian

Laporan penelitian didasarkan pada masalah yang akan diteliti. Pada penelitian pendidikan masalah-masalah yang dikaji pun berkenaan dengan pendidikan di antaranya prestasi pembelajar, kinerja pembelajar, pengembangan media, penggunaan media dan lain-lain. Penelitian lainnya dapat berkenaan dengan penemuan hukum, hukum ilmiah, barang, bahan dan lain-lain.

Pada penelitian pendidikan, seorang peneliti dapat mengambil data dengan tes dan nontes (misalnya observasi). Peneliti dapat menganalisis data secara kualitatif atau kuantitatif.

Penelitian kuantitatif diyakini oleh sebagian pakar berujung pada teknik-teknik statistik. Di sisi lain, penelitian kualitatif biasanya tidak berujung pada teknik-teknik statistik. Sekalipun demikian, penelitian kualitatif pun tidak haram menggunakan rata-rata, nilai tertinggi, nilai terendah, standar deviasi untuk melengkapi penelitiannya.

Teknik-teknik statistik kadang-kadang ditakuti oleh para peneliti muda atau calon peneliti (mahasiswa) karena mereka tidak menguasai teknik statistik ini. Pada zaman sekarang, begitu bertebaran buku-buku statistik yang dapat mencerdaskan mahasiswa yang ingin belajar statistik.

Penelitian tindakan kelas tidaklah mutlak harus kualitatif atau kuantitatif. Penelitian pendidikan pun tidaklah mutlak harus kuantitatif atau kualitatif. Kecenderungan peneliti pada salah satu pendekatan itulah yang mendorongnya memilih salah satu pendekatan itu (kuantitatif atau kualitatif). Di samping itu masalah penelitian itu sendirilah yang mendorong peneliti untuk cenderung pada salah satu pendekatan itu.

Penelitian E-LEARNING: BABAK BARU DI UPI KAMPUS SUMEDANG

E-LEARNING: BABAK BARU DI UPI KAMPUS SUMEDANG

Mulai pertengahan tahun ini (sekitar bulan Juni 2007) UPI Kampus Sumedang telah mengembangkan situs e-learning. Para pengajar dan pembelajar dapat mengakses situs e-learning ini dari alamat http://kd-sumedang.upi.edu. Situs ini didukung penuh oleh teknologi Moodle (moodle.org). Teknologi Moodle merupakan teknologi e-learning yang dikenal luas oleh pengguna / programer internet berbasis personal home pages (PHP: Hypertext Preprocessor) karena berupa open source program. Sekali program ini terpasang di server, pengguna (pengajar dan pembelajar) dapat melakukan berbagai aktifitas belajar-melajar dengan basis e-learning.

Di UPI Kampus Sumedang sendiri terdapat beberapa pengajar yang berpotensi untuk dapat menggunakan Moodle sepenuhnya (lihat boks angket). Pelajaran-pelajaran bahasa, matematika, ilmu pengetahuan sosial, dan ilmu pengetahuan alam berpotensi dikembangkan di sana. Setidaknya di UPI Kampus sumedang sendiri terdapat dosen teknologi informasi dan komunikasi dan dosen penggunaan komputer bagi pengajar taman kanak-kanak.

Salah satu pertanyaan mengemuka berkenaan dengan internet dan e-learning. Perlukah penguasaan teknologi informasi bagi pengajar sekolah dasar dan taman kanak-kanak? Seorang dosen teknologi informasi dan komunikasi (DTIK) UPI Kampus Sumedang berpendapat bahwa calon pengajar sekolah dasar dan taman kanak-kanak tidak kurang perlunya dalam penguasaan teknologi informasi karena era perdagangan bebas memungkinkan pengajar untuk mempunyai kualitas demikian. Tidak diragukan lagi bahwa komputer tidak hanya diperlukan oleh orang berdisiplin ilmu komputer saja. Komputer bahkan telah menjadi kebutuhan pribadi setiap individu. Idealnya, satu komputer untuk satu orang. Hal ini menjadi salah satu dasar dikembangkannya e-learning di UPI Kampus Sumedang.

Dari tampilan luarnya situs UPI Kampus Sumedang ini dikembangkan dari theme yang berbeda dari default Moodle. Situs UPI Kampus Sumedang menggunakan theme silver sehingga ketika seseorang mengaksesnya, terlihat situs ini didominasi oleh warna perak dengan tulisan yang jelas berwarna hitam. Situs ini masih menggunakan default bahasa Inggris. Sekalipun demikian, pelajaran-pelajaran yang di-upload di sana menggunakan bahasa Indonesia. Program Moodle sebenarnya dapat diinstal dengan berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Halaman awal situs ini menampilkan berita, pemberitahuan dan kolom log-in.

Pada umur yang relatif muda, situs ini memang baru menampilkan berita, di antaranya berita penerimaan mahasiswa baru (Juni), kuliah kerja nyata UPI Kampus Sumedang (Juli), praktik pengalaman lapangan (PPL) kependidikan (Agustus). Pada situs ini pula terdapat beberapa kuis dan survey yang merupakan contoh (demo) bagi pengajar untuk dapat menyusun kuis yang relevan dengan mata kuliahnya masing-masing. Kuis yang ditampilkan sebagai contoh ialah kuis kebersihan (IPS), sastra, dan matematika. Tanpa harus log-in, pengguna dapat mencoba kuis ini. Pengguna kuis ini dituntut untuk mengerjakan soal pilihan jamak (multiple choice) dan esai singkat. Karena hanya contoh, soal yang diberikan tak lebih dari 10 soal. Pengakses soal langsung mendapatkan nilai setelah mengerjakan soalnya. Selain terdapat kuis, sekalipun belum terdapat di situs ini, e-learning berbasis Moodle memungkinkan pengajar dan pembelajar berinteraksi melalui pengiriman tugas-tugas atau memasuki ruang obrol (chat), atau berkirim pesan (offline messages, seperti e-mail).

Di samping berita dan kuis, dalam situs ini pun terdapat link pada situs Moodle lainnya, di antaranya situs FPMIPA UPI Bandung (http://fpmipa.upi.edu/kuliah), FPTK UPI Bandung (http://fptk.upi.edu), dan Universitas Terbuka. Dengan melihat situs lain dalam link ini, pengajar dan pembelajar dapat melihat potensi pengembangan situs UPI Kampus Sumedang bagi mereka sendiri. Salah seorang dosen UPI Kampus Sumedang telah berkomunikasi dengan dosen FPMIPA berkenaan dengan penggunaan Moodle. Dosen UPI Kampus Sumedang lainnya bahkan diizinkan melihat video presentasi dosen FPMIPA sebagai bagian dari kegiatan Moodlenya. Bertukar informasi, berkirim pesan, mengisi bulletin board merupakan kegiatan yang lazim dilakukan bahkan di situs resmi Moodle (moodle.org).

Selanjutnya, bila seseorang diizinkan log-in ke dalam situs UPI Kampus Sumedang ini, ia dapat mengakses mata kuliah yang ada di dalamnya. Dalam situs ini terlihat beberapa mata kuliah tengah dikembangkan. Mata kuliah ini terlihat masih dalam pengembangan dan tidak terkunci oleh password. Mata kuliah yang terlihat di situs ini adalah (1) Dasar-dasar Teknologi Informasi dan Komunikasi, (2) Pendidikan Bahasa Indonesia di Kelas Rendah, (3) Teori dan Sejarah Sastra, (4) Membaca dan Menulis di Sekolah Dasar: Teori dan Praktik, serta (5) Pendidikan Bahasa Indonesia di Kelas Tinggi. Pada mata kuliah Teori dan Sejarah Sastra terdapat beberapa diskusi awal berkenaan dengan beberapa materi kuliahnya berupa link pada beberapa situs sajak dan file pembacaan sajak.

Menurut salah seorang dosennya yang merupakan admin dari situs UPI Kampus Sumedang, penggunaan e-learning ini memungkinkan banyak potensi bagi para pengajar (dosen) dan pembelajar (mahasiswa) UPI Kampus Sumedang. Potensi ini bisa disertakan dalam penelitian pada setiap disiplin ilmu berkenaan dengan e-learning, misalnya berkenaan dengan prosedur, efektifitas dan efisiensi. Modul Moodle sendiri dapat dikembangkan menurut situs resminya. Untuk mendukung penelitian seperti itu, Moodle mempunyai perangkat survey yang telah diinstal di situs UPI Kampus Sumedang.

Di UPI Kampus Sumedang terdapat 25 komputer yang online dengan network internet. Kedua puluh lima komputer itu terdapat dalam satu gedung yang dibagi menjadi dua ruang. Sekalipun rasio jumlah komputer dengan mahasiswa tidak ideal, keberadaan komputer itu amat meringankan dahaga keingintahuan pembelajar tentang teknologi internet. Selain 25 komputer itu, ada pula komputer lain yang dijalankan di luar network yaitu satu buah di gunakan sebagai administrasi perpustakaan, tiga buah di kantor akademik, dan dua buah digunakan di kantor tata usaha. Beberapa laptop digunakan sebagai pesawat portable untuk presentasi di kelas-kelas tertentu dan kelas pascasarjana. Tidak seperti di UPI.net Bumi Siliwangi dan Pascasarjana UPI Kampus Bumi Siliwangi, UPI.net Kampus Sumedang belum memasang hotspot WiFi di kampusnya. Di Sumedang sendiri pada saat ini (di luar Jatinangor) hanya UPI Kampus Sumedang yang merupakan kampus yang online.

Keberadaan situs ini akan bergantung pada potensi pengajar dan pembelajarnya. Menurut Erik, salah seorang pembelajar UPI Kampus Sumedang, penggunaan e-learning bagi pembelajar dapat saja diwajibkan. Pengajarlah yang mempunyai inisiatif untuk menentukan penggunaan media e-learning itu. Menurutnya pula partisipasi pembelajar secara mutlak diperlukan mengingat pentingnya penguasaan komputer seiring tuntutan zaman.

Sebanyak 35 lembar angket yang disebar kepada para pembelajar UPI Kampus Sumedang dan 10 lembar disebar kepada pengajar UPI Kampus Sumedang menunjukkan 53,33% dari responden cukup tertarik pada situs UPI Kampus Sumedang (http://kd-sumedang.upi.edu). Namun, dari pembelajar itu 42,22% dari responden mengaku kurang tertarik pada e-learning. Diketahui pula bahwa selama ini 60,00% dari responden merasa kurang terbantu dengan e-learning.

Hasil angket di atas merupakan gambaran bagi pembelajar dan pengajar UPI Kampus Sumedang tentang e-learning dan situs http://kd-sumedang.upi.edu. Harapan bagi pengembangan wawasan pengajar dan pembelajar UPI Kampus Sumedang jelas terbuka lebar mengingat umur situs ini yang masih relatif muda, atau boleh dikatakan masih bayi (dua bulan sejak Juni 2007).

Penelitian DATA AWAL

DATA AWAL

Penelitian tindakan kelas (PTK) dimulai dari masalah yang ada di kelas. Data awal dari PTK bermula dari masalah yang dialami pembelajar di kelas. Biasanya masalah ini berkenaan dengan prestasi pembelajar. Pembelajar mengalami kesukaran dalam meningkatkan prestasinya. Dengan begitu, pengajar melakukan suatu tindakan untuk memperbaiki pembelajaran. Kesukaran yang dialami siswa itu merupakan data awal dari penelitian PTK.

Data awal dari suatu kelas bisa saja berupa rata-rata kelas yang di bawah standar (misalnya pemahamannya kurang dari 60%). Data awal juga bisa berupa rendahnya prestasi mayoritas pembelajar. Sekalipun demikian, beberapa pakar meyakini bahwa penelitian tindakan kelas tidak selalu berkenaan dengan mayoritas atau rata-rata. Penelitian tindakan kelas juga dapat digunakan pada kasus atau minoritas siswa yang rendah prestasinya.

Data awal dari suatu PTK juga mencerminkan prestasi pembelajar. Ada peneliti yang merasa bahwa rata-rata pemahaman 60% tidaklah begitu baik untuk suatu kelas. Dengan begitu, ada peneliti yang baru puas bila rata-rata pemahaman pembelajar 80%, 90% atau bahkan 100%.

Kesimpulan yang dapat ditaik dari uraian di atas ada dua. Pertama, data awal tidak mesti terlalu buruk dalam PTK karena kasus siswa yang tidak lulus suatu materi pun bisa saja diangkat menjadi PTK. Kedua, peneliti dapat berhenti pada siklus tertentu (tidak mutlak siklus ke-3) saat peneliti merasa pembelajar mengalami perbaikan atau pengayaan atau lulus.

Kesehatan PECAH KETUBAN

PECAH KETUBAN

Pada masa akhir kehamilan atau waktu akan melahirkan acap kali terjadi pecah ketuban. Pecah ketuban merupakan sebuah kecelakaan serius yang mesti ditangani. Bila tidak ditangani dengan cepat, resiko terburuk adalah kematian bayi. Pecah ketuban ditandai dengan bercak cairan di celana dalam. Banyak perempuan menyadari pecah ketuban ketika memeriksa celana dalamnya. Pada peristiwa yang normal, seorang perempuan akan melihat darah dari celana dalamnya. Sebaliknya bila terjadi pecah ketuban, seseorang mesti secepatnya pergi ke klinik persalinan dan melahirkan bayinya. Bila pecah ketuban ini dibiarkan, perut akan kehilangan air ketuban yang menjadikan kelahirannya sulit atau mustahil sama sekali. Kehilangan air ketuban akan menyebabkan kekeringan dan kematian bayi. Bayi akan mati karena meminum air ketuban. Beberapa kasus pecah ketuban yang tidak segera ditangani berakhir dengan pembedahan caesar. Untungnya beberapa kasus pecah ketuban yang segera dilarikan ke klinik persalinan dapat dibantu dengan induksi dan tanpa pembedahan caesar. Biasanya kelahiran dengan induksi disertai dengan rasa nyeri.

Sastra Terjemahan MALAIKAT DAN IBLIS

DAN BROWN: MALAIKAT DAN IBLIS

Karya Dan Brown ini mempunyai kemiripan dengan karya Dan Brown lainnya yaitu Da Vinci Code. Beberapa orang yang menganut agama Kristen merasa sedikit terusik karena nilai-nilai yang salama ini diyakininya digoyah dengan sebuah novel yang sarat dengan teori konspirasi. Di dalam Da Vinci Code dikemukakan pendapat tentang kemungkinan Nabi Isa yang memiliki seorang istri.

Di dalam novel Malaikat dan Iblis ini pun terjadi beberapa tuduhan, misalnya Paus yang kurang saleh dan mempunyai istri atau simpanan secara diam-diam. Juga pemilihan Paus yang sangat tradisional dan diberitakan pernah bertumpah darah.

Di dalam agama Islam pun boleh jadi kaum mukmin banyak yang tidak tahu sejarah Islam secara detail. Contoh yang cukup penting di dalam sejarah Islam adalah gugurnya Husain cucu Nabi saw di tangan penguasa Yazid bin Muawiyah. Contoh lainnya adalah peristiwa peperangan antara Ali bin Abi Thalib semasa kekhalifahannya dengan Muawiyah. Contoh lainnya adalah peperangan antara Ali bin Abi Thalib semasa kekhalifahannya dengan Aisyah binti Abu Bakar.

Peristiwa-peristiwa itu mungkin bagi sebagian kaum mukmin dianggap tabu untuk diketahui. Padahal kurangnya pemahaman pada peristiwa-peristiwa itu bisa jdi membuat pemahaman terhadap Islam menjadi kurang atau bahkan keliru. Bila orang Islam sendiri tidak mengerti sejarah miliknya, mungkinkah sejarah itu akan dimanipulasi sehingga membahayakan umat.

Di dalam novel ini pun ditampilkan tokoh Hassasin yang merupakan tokoh pembunuh yang sangat kejam dan berdarah dingin. Si Hassasin ini sangat ahli dalam bela diri, kuat, dan mahir menggunakan senjata. Ia sangat terlatih untuk pekerjaan membunuh. Bila di dalam novel ini peri kehidupan Paus dan pemilihannya ada yang menyimpang yang membuat umat kristen sedikit tersinggung, umat Islam pun mendapat tekanan dengan tampilnya tokoh Hassasin yang berlogat timur tengah atau Arab dan berkulit gelap.

Lepas dari peristiwa sejarah Nabi Isa dan Nabi Muhammad (solawat bagi beliau dan keluarganya), novel ini mengungkapkan teori konspirasi yang tajam di masa kini. Iluminasi yang diungkap di dalam novel ini bisa jadi merujuk pada kelompok yang sama pada penganut filsafat iluminasi.

Lepas dari ketersinggungan yang disebabkan kisah fiksi ini, konspirasi yang ada di dalamnya sangat menarik. Pejabat sementara Paus yang masih muda dikatakan sangat cerdas dan brilian. Di dalam novel ini pejabat sementara Paus adalah anak dari bayi tabung Paus dan merupakan otak dari kekacauan dan pembunuhan yang dilakukan oleh si Hassasin.

Anehnya, kekacauan yang dilakukan pejabat sementara Paus disisipi dengan keajaiban ketika tabung bom di dalam heli meledak, tokoh Paus selamat dan kembali ke Vatikan.

Walaupun kisah fiksi ini cukup menarik untuk dibaca tetapi seorang pembaca mesti mempertimbangkan ketersinggungan umat kristen dan umat Islam berkenaan dengan kisah yang dikembangkan didalamnya.