Cerita Nabi MUKJIZAT MUSAILAMAH AL KADZAB

MUKJIZAT MUSAILAMAH AL KADZAB

Pada suatu hari Nabi Muhammad saw bersama sahabat-sahabatnya berada di padang sahara. Tidak ada air di sana. Nabi lalu mendapat mukjizat, air menetes dari sela-sela jarinya hingga beliau dan para sahabatnya dapat minum dan berwudu. Nabi dan sahabat-sahabatnya pun minum dan melakukan salat.

Ada seorang yang mengaku-ngaku sebagai Nabi dan mendapat wahyu. Orang itu bernama Musailamah. Musailamah merupakan seorang penyair dan membuat syair yang diakuinya sebagai wahyu. Musailamah pun mempunyai sejumlah orang yang merupakan sahabat-sahabatnya. Tak jarang mereka mendengarkan syair yang diakui Musailamah sebagai wahyu. Namun perilaku Musailamah jauh dari perilaku Nabi. Karena itu Musailamah digelari Musailamah Alkadzab atau Musailamah si pembohong.

Ketika itu sahabat-sahabat Musailamah mendengar mukjizat Nabi saw di tengah padang Sahara. Mendengar hal itu, sahabat-sahabat Musailamah Alkadzab berkata kepada Musailamah, “Hai Musailamah, Muhammad dapat mengeluarkan air dari sela-sela jarinya. Dapatkah kau menjadikan sumur yang kering di desa ini agar keluar airnya?” Musailamah menyanggupi tantangan itu. Ia lalu meludahi sumur itu dan berdoa agar sumur itu keluar airnya. Lalu kepada sahabat-sahabatnya, ia pun berkata bahwa suatu saat sumur itu akan muncul airnya.

Maka mukjizat pun terjadi, sumur yang diludahi Musailamah pun kering dan sama sekali tidak muncul airnya. Itulah mukjizat bagi seorang yang mengaku nabi padahal bukan nabi. Pada zaman Abu Bakar, Musailamah ini dihukum mati.

3 thoughts on “Cerita Nabi MUKJIZAT MUSAILAMAH AL KADZAB

  1. Pada saat itu Musailamah yang mengaku sebagai nabi dihukum mati. Kenapa pada saat sekarang tidak demikian ?????? Banyak orang yang mengaku nabi, melecehkan nabi melalui gambar, kartun mengaku sebagai Tuhan, membawa kitab baru, aliran sesat meraja lela. Apa bedanya mereka dengan Musailamah??? Coba kalau orang yang sekarang bermunculan tersebut di hukum mati, pasti Agama Allah tetap terjaga dan tak akan ada lagi oknum yang menyesatkan, Para generasi muda pun tak terkontaminasi keimanannya. Makanya yang tegas dong jd pemerintah!!!!!!!!!!!!!

  2. Siapakah yang berhak menghukum? Siapakah yang pantas dihukum mati?Pendapat saya tidaklah mesti begitu. Seseorang yang mengaku nabi padahal bukan akan menjadi tertawaan. Itu hukuman yang pantas baginya.Ada negara yang mengaku polisi dunia padahal negara itulah biang kekacauan, fitnah, pembunuhan yang terjadi di dunia. Jika ia hanya mengaku saja, mungkin pantas jadi tertawaan. Tetapi karena negara itu telah menumpahkan darah-darah manusia, ia telah melakukan perbuatan yang sangat jahat.Pada saat ini banyak sekali pemikiran yang begitu menggelikan sehingga di antara orang yang beragama pun di Indonesia ada yang mengaku nabi. Padahal seorang nabi mempunyai tanda-tanda yang jelas. Cahaya yang gilang-gemilang. Tak pernah menolak bila diminta bersedekah.Pantaskah dunia ini tanpa pembawa risalah? Pantaskah manusia di akhir zaman ini kebingungan dengan penentuan syariat-Nya? Bukankah di antara sesama muslim sendiri banyak perbedaan? Bahkan ada orang yang mengaku nabi.Bukankah banyak di antara orang muslim juga yang tertipu oleh nabi palsu dan ulama?Musailamah hidup pada zaman Nabi Muhammad saw. Ketika Nabi masih hidup, Nabi saw tidak menjatuhkan hukuman mati kepada Musailamah karena kesalahannya tidaklah pantas untuk dihukum. Sebagian muslimin mengatakan bahwa tindakan Abu Bakar menghukum mati Musailamah melewati batas atau tidak ada nasnya. Sekalipun begitu, sebagian muslim menganggap hukuman mati terhadap Musailamah itu pantas dilakukan khalifah Abu Bakar.Hukuman mati pantas bagi orang yang menghilangkan nyawa orang.

  3. Assalamua'laikum.. sedang searching tentang musailamah si nabi palsu ketemu blog ini.. jadi benar ya, waktu Rasullulah Muhammad saw. masih hidup Musailamah tidak diperangi dan baru diperangi di masa Abu Bakar.. artinya Nabi sendiri waktu itu tidak memerangi fisik terhadap Musailamah.

Leave a Reply