Catur JURUS GARPU (FORK)

JURUS GARPU (FORK)

Jurus garpu memungkinkan seseorang untuk menyerang dua bidak sekaligus dengan satu bidak. Dengan begini, sebuah bila lawan memindahkan satu bidak untuk menghindari serangan, penyerang masih bisa memakan bidak satunya lagi.

Jurus garpu bisa dilakukan dengan berbagai buah catur menteri kuda, luncur, benteng bahkan pion. Sebuah pion pun dapat menyerang dua buah catur lawan sekaligus.

Cerber PARTAI JANJI

PARTAI YANG DIBANGUN DENGAN JANJI-JANJI

Partai lazimnya dibangun dengan janji-janji, baik partai yang berkuasa maupun partai yang tidak berkuasa. Pada saat ini sebagian masyarakat merasa sangsi terhadap janji-janji partai. Sebagian masyarakat itu bahkan merasa bosan dengan janji-janji itu. Realisasi partai yang manfaatnya dapat dinikmati masyarakat jauh sekali. Fenomena ini sangat menarik untuk dicermati.

Tengoklah di Palestina. Sebelum Hamas berkuasa, partai Fatah menguasai politik Palestina. Partai Fatah sebelumnya didukung oleh pemimpin PLO, Abu Ammar alias Yaser Arafat. Hari ini partai Fatah didukung oleh Mahmud Abbas. Masyarakat kerap kecewa dengan partai Fatah. Kesejahteraan masyarakat pun tidak banyak berubah. Bahkan hari demi hari semakin buruk seiring tekanan kebrutalan militer Zionis-Israel ke Palestina.

Ada sebuah majelis taklim yang biasa bergerak dalam bidang sosial yaitu Hizbullah dan Hamas. Hizbullah memang tidak berkonversi menjadi partai, tetapi Hamas berkonversi menjadi partai. Keberadaan Hizbullah dan Hamas sangat dekat di hati masyarakat Palestina. Apalagi mereka dengan gagah berani menjadi pahlawan tatkala pasukan Zionis menyerbu masyarakat tak bersenjata. Pasukan Zionis yang didukung peralatan tempur paling mutakhir melawan pasukan majelis taklim yang tidak profesional di dalam peperangan. Persiapan perang pasukan majlis taklim ini jangan dianggap remeh. Mereka menyiapkan ketajaman senjata mereka serta strategi perang yang hebat. Layaknya pasukan majlis taklim ini mewarisi tradisi para Nabi.

Tengoklah perang Badar ketika mukminin berjumlah 300 orang melawan tentara kafir berjumlah 1000 orang. Mukminin menang dengan gemilang dalam perang Badar. Demikian pula dalam perang Uhud ketika mukminin berjumlah 1000 orang dan tentara kafir berjumlah 3000 orang. Dalam perang Uhud nyaris saja mukminin menang jika para pemanah di gunung Uhud tidak melanggar perintah Nabi dan mengejar ganimah. Ketika pemanah turun, panglima kafir saat itu, Khalid bin Walid segera menyusun pasukan dan kembali menyerang mukminin. Saat itu para sahabat Nabi lari tunggang-langgang. Nabi pun hampir saja terbunuh kalau saja tidak ada beberapa sahabat lain di sekitar Nabi. Ali ada di sekitar Nabi dan melindungi Nabi dari serangan musuh.

Ketika Hamas berubah menjadi partai, partai Hamas menang mutlak. Menurut catatan, kemenangan Hamas di atas angka 80%. Kemenangan partai Hamas ini menjatuhkan partai Fatah yang menguasai pemilihan umum di sepanjang sejarahnya.

Tetapi kemenangan ini ditolak Zionis. Zionis hanya mengakui Mahmud Abbas sebagai presiden. Zionis pun menangkapi dengan brutal menteri-menteri yang berasal dari partai Hamas, sebagian di antaranya dibunuh dan diteror. Zionis ingin Hamas jatuh dan ketakutan. Sebaliknya, Hamas malah tak surut keberaniannya melawan Zionis.

Bagaimana dengan di Indonesia, melihat kejenuhan masyarakat akan partai-partai, masihkah partai-partai mengedepankan janji-janji di dalam program-programnya? Pada masa yang akan datang, akan dapat diramalkan, akan ada partai Hamas atau partai majlis taklim atau partai garasi di Indonesia. Partai tidak lagi dilihat dari gedungnya yang megah dan mentereng, juga tidak dari banyaknya ludah yang tersembur karena propaganda, atau dari pengajian yang kosong dari amaliahnya; melainkan dari program yang nyata dilaksanakan di masyarakatnya.

Fenomena di Indonesia sekarang sangat mendukung hal itu. Orang tidak lagi melihat partai sebagai pilihan melainkan melihat sosok orang yang akan dipilihnya. Bisa saja orang ada calon legislatif (caleg) dari partai A, B atau C dengan nomor urut pertama atau kedua. Tetapi pemenang pemilu tidak lagi ditentukan dari nomor urut. Hal ini telah disahkan Mahkamah Konstitusi ketika melihat banyaknya politik uang demi mendapat nomor urut pertama dari suatu partai.

Bagaimana dengan di Indonesia, melihat kejenuhan masyarakat akan partai-partai, masihkah partai-partai mengedepankan janji-janji di dalam program-programnya?

Cerber PERANG INFORMASI

PERANG INFORMASI

Perang informasi merupakan bagian dari perang Gaza. Pihak Zionis-Israel berkeras kepala mengatakan bahwa serangannya merupakan balasan dari roket-roket yang diluncurkan Hamas. Sementara Hamas bersikukuh serangan Zionis-Israel selama ini merupakan penyebab dari pertumpahan darah, peperangan dan hancurnya perdamaian di Timur Tengah.

Bila kedua informasi ini sampai kepada publik di Indonesia, manakah informasi yang sahih dan dapat dipercaya? Untuk menjawab pertanyaan ini ada baiknya publik menyimak berita-berita yang sampai ke mata atau telinganya. Bagaimanakah liputan pers terhadap serangan ini?

Ketika publik menanyakan kebenaran berita dari Zionis-Israel mereka akan heran karena banyak pers yang tidak mengatakan hal yang sama dengan Zionis-Israel. Negeri Zionis ini memang melarang publikasi berita-berita kecuali yang disampaikan sendiri oleh kelompok pemerintah Zionis-Israel. Negeri Zionis melarang pers asing untuk masuk ke negera Israel dan meliput kerusakan yang terjadi di negeri Zionis-Israel. Dengan begitu, tidak ada berita yang pasti tentang tentara yang terbunuh di Israel kecuali dari berita pemerintah Zionis.

Bahkan Zionis pun melarang pers meliput Perang Gaza. Kantor-kantor pers yang menyarkan berita-berita (objektif) dari lapangan perang di Gaza membuat marah pihak Zionis karena mereka menyiarkan kekejaman Zionis dan kekalahan Zionis. Akhirnya Zionis menghancurkan kantor-kantor pers itu. Zionis sendiri tidak peduli terhadap pers yang terbunuh. Mereka seakan menganggap korban-korban yang mati sebagai binatang lalat yang tak berguna. Tak segan-segan Zionis menghancurkan rumah warga yang dicurigai dihuni gerilyawan Hamas, masjid, sekolah dan tempat-tempat umum lainnya.

Pihak Zionis sejak semula memberitakan bahwa hanya 10 tentara Zionis yang tewas dalam perang Gaza. Beberapa di antaranya ada anak-anak. Sejak saat itu hingga dua puluh hari beritanya tidak berubah. Hamas meyakini korban Zionis lebih dari itu. Banyaknya korban tentara yang tewas dari Zionis itulah yang menyebabkan Zionis berhenti memerangi Hamas di Gaza. Dengan demikian, Hamas menang perang dalam Perang Gaza ini. Sekalipun perang ini menelan syuhada 1300 warga Gaza, Hamas menang perang karena Zionis tidak berhasil mencaplok Gaza. Lebih lanjut, Hamas masih berani melawan Zionis dalam peperangan-peperangan yang Zionis ledakkan. Padahal Zionis mengklaim sudah berhasil mencapai target perang mereka. Di sini jelas kebohongan Zionos dalam berita-beritanya.

Saat ini Zionis melarang masuknya senjata ke Gaza dengan harapan Hamas akan lemah dan kekurangan senjata. Sedangkan Zionis sendiri mendapatkan senjata-senjata yang mutakhir dari negara sekutunya (setan-setan besar itu) tanpa larangan sama sekali. Sekalipun Gaza mendapatkan tekanan, warga Gaza tidak akan menyerah dengan penjajahan ini. Hanya ada dua pilihan bagi mereka: syahid atau menang.

Cerber ERDOGAN KELUAR DARI FORUM

ERDOGAN KELUAR DARI FORUM EKONOMI DUNIA DI DAVOS

Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan keluar dari Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Kamis (29/1), setelah menyebut Presiden Israel Shimon Peres sebagai “pembunuh.” Demikian menurut sebuah harian di ibu kota. Di dalam video yang disiarkan sebuah stasiun berita, Erdogan terlihat gusar setelah mendengar sejumlah kebohongan yang dikatakan oleh Shimon Peres. Shimon Peres mengatakan bahwa serangannya ke Gaza adalah dalam rangka membela diri.

Mata masyarakat dunia kini telah terbuka. Ketika Israel berusaha menutupi serangannya ke Gaza dengan dalih membela diri, dunia telah menyaksikan pembantaian yang dilakukan Israel kepada penduduk Gaza. Inilah yang disebut dengan massacred atau pembunuhan massal. Israel berdalih bahwa gerilayawan Hamas berlindung di balik penduduk sipil.

Tindakan Erdogan ini disambut meriah oleh penduduk Turki yang juga kesal dengan kebohongan-kebohongan Israel. Jika Israel tidak bohong, mengapa Israel tidak membiarkan pers menyiarkan reportasenya di seluruh dunia? Israel malah melarang liputan yang terjadi di negeri Israel sehingga kekalahan Israel atas Hamas ditutup-tutupi. Israel malah menghancurkan kantor-kantor jurnalistik yang meliput peperangan di Gaza. Tak hanya itu, rumah sakit dan sekolah yang dibangun PBB pun dihancurkan Israel tanpa kenal ampun.

Negara Israel atau negara Zionis ini tinggal tunggu waktu kehancurannya.

Erdogan merasa kesal karena Shimon Peres berbohong. Selain itu, Erdogan tidak diberi kesempatan untuk berbicara ketika ia mendengar kebohongan-kebohongan Shimon Peres. Karena itu Erdogan segera angkat kaki setelah diberi kesempatan waktu berbicara selama satu menit setelah Shimon Peres berbicara.

Serangan Zionis-Israel memang brutal. Derita rakyat Gaza karena peperangan itu tergambar dalam lirik lagu “We Will Not Go Down” yang dilantunkan Michael Heart. Sekalipun begitu, rakyat Gaza bergembira karena dapat memenangkan perang dari invasi Zionis yang brutal. Lirik lagu “We Will Not Go Down” dapat dilihat di http://www.metrolyrics.com/we-will-not-go-down-lyrics-michael-heart.html

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Terjemahannya kurang lebih sebagai berikut.

Perempuan dan anak-anak
Terbunuh dan terbantai malam demi malam
Sementara organisasi yang kerap disebut pemimpin negara-negara
Berdebat tentang siapa pihak yang bersalah

Namun ucapan organisasi itu sia-sia
dan bom tetap meledak beserta hujan asam dan fosfor
Namun di antara tangisan dan darah dan derita
Kalian tetap akan mendengar suara di antara kepulan asap peperangan

Kami tidak akan menyerah
Malam ini, tanpa perlawanan
Kalian bisa membakar masjid kami dan rumah kami dan sekolah kami
Tetapi semangat kami tak akan pernah mati
Kami tidak akan menyerah
Di Gaza malam ini

Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan upami di Sunda namina meni sae pisan: Encep Toyib Endogan. Pan upami jalmi di-encep-encep teh siga ka juragan. Toyib tina bahasa Arab hartina sae. Teras kecap endogan pan endog teh buah tina perkawinan, buah anu sae. Klop weh sareng kawanina ngalawan Zionis.

Artinya
Bila di tatar Sunda, nama Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan sangat bagus: Encep Toyib Endogan. Orang yang dipanggil encep merupakan panggilan sayang bagi ningrat. Kata toyib dari bahasa Arab berarti bagus. Kemudian kata endogan dalam bahasa Sunda berarti bertelur. Telur merupakan buah perkawinan yang bagus. Nama itu klop dengan keberaniannya melawan Zionis.