Safar PERINGATAN ARBAIN

PERINGATAN ARBAIN 2009

Bulan Safar adalah bulan setelah Muharam. Pada bulan Safar ini terdapat peristiwa penting dalam sejarah Islam yaitu Arbain. Arbain adalah hari keempat puluh setelah Imam Husain syahid di Padang Karbala. Pada hari syahadah Imam Husain, setelah Imam Husain berperang melawan puluhan ribu tentara musuh, Imam Husain pun syahid di Padang Karbala.

Dalam peperangan itu, tubuh Imam Husain dipotong-potong oleh musuh-musuh Allah. Kemudian, tentara-tentara musuh Allah itu membawa kepala Imam Husain untuk dipersembahkan kepada Yazid bin Muawiyah, khalifah Muslimin saat itu. Kepala Imam Husain dipancang di atas tombak sebagai piala arak-arakan dari kemenangan mereka.

Keluarga Nabi yang suci, putra-putri Nabi yang senantiasa dipingit dari perbuatan-perbuatan buruk hari itu diseret dengan belenggu. Di antara mereka ada Imam Ali Zainal Abidin Assajad, putra Imam Husain yang masih hidup, dalam keadaan sakit, diseret bersama iring-iringan menuju istana Yazid. Selain itu ada pula Zainab, salah seorang adik Imam Husain atau bibi dari Imam Ali Zainal Abidin Assajad.

Setibanya di hadapan Yazid, hampir saja Imam Ali Zainal Abidin Assajad dieksekusi mati, jika saja tidak ada pertolongan Allah melalui lisan pembelaan Zainab yang berani. Berhari-hari, berminggu-minggu mereka menjadi tawanan Yazid. Hingga pada suatu hari Yazid memutuskan membebaskan mereka. Sebagai bekal, Yazid memberi uang kepada keluarga Nabi ini. Keluarga Nabi saw pun pulang ke Madinah dan membagi-bagikan uang yang dibekalkan Yazid.

Sebelum tiba di Madinah, mereka tiba di Karbala dan melihat sisa-sisa pertempuran. Dengan hati yang tersayat, hancur, luluh, keluarga Nabi menyempurnakan jasad Imam Husain yang terbujur kaku. Mereka pun memperingati peristiwa tragis, pembantaian terhadap keluarga Nabi saw oleh sekelompok manusia yang menamakan dirinya penguasa dan memaksa orang lain untuk berbaiat kepadanya. Mereka mensalati jasad Imam Husain, berdoa dan bermunajat pada hari itu. Mereka tinggal di Padang Karbala saat itu sampai beberapa hari.

Peristiwa tibanya keluarga Nabi saw kembali ke Padang Karbala jatuh pada hari keempat puluh setelah peristiwa pembantaian 10 Muharam di Karbala. Karena itu peristiwa ini disebut Arbain yang artinya hari keempat puluh. Setelah itu mereka meneruskan perjalanan mereka ke Madinah untuk menyampaikan berita duka ini kepada kaum mukminin.

Di Indonesia, tahlil acap kali diperingati sorang muslim pada hari ketujuh hingga hari keempat puluh.

Di antara muslimin, ada yang tidak mengenal sejarah tragis terbantainya keluarga suci Nabi saw ini. Mereka bertanya, bagaimanakah partisipasi Hasan dan Husain, cucu Nabi saw sepeninggal Nabi saw? Ketika ditunjukkan kepada mereka sejarah ini, mereka terkejut dan hampir-hampir tak percaya.

Di dalam sejarah, Yazid dikenal sebagai peminum khamr dan orang yang dengan terang-terangan berbuat maksiat. Banyak sumber yang dapat dijadikan rujukan untuk membenarkan peristiwa itu. Namun di Indonesia, umat muslim sama sekali tidak mengetahui hal itu. Ketika ditunjukkan manusia seperti apa Yazid, mereka terkejut dan hampir-hampir tak percaya.

Rasulullah pernah berkata tentang Imam Husain bahwa dalam diri Imam Husain terdapat bara yang tak pernah padam untuk melawan tiran dan penindasan. Kaum muslimin yang turut berduka dengan syahadahnya Imam Husain memperingati syahadah dan arbain dengan duka yang membara. Liputan usai peristiwa Arbain ini dapat dilihat pada video berikut ini.

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=WDY7-jaucLY]

Penelitian TINDAKAN KELAS

PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Penelitian tindakan kelas bermula dari masalah yang dialami pembelajar di kelas. Pengajar akan berusaha mengobati masalah itu dengan suatu metode penelitian. Dengan demikian, pengajar berhipotesis bahwa dengan metode yang dia gunakan, masalah-masalah yang dialami di kelas dapat dikurangi atau dihilangkan. Biasanya, masalah yang dialami pembelajar merupakan masalah prestasi dan/atau (manajemen) kelas yang kurang terkontrol.

Penelitian tindakan kelas merupakan penelitian yang relevan dengan pendidikan karena penelitian tindakan kelas berupaya mengatasi masalah yang dialami pembelajar. Sekalipun begitu, penelitian lainnya dapat pula dilakukan misalnya berkenaan dengan eksperimen murni atau kuasi-eksperimen.

Pengajar ini dapat melihat masalah berupa kurangnya prestasi pembelajar atau manajemen kelas yang buruk. Dengan begitu ada data awal berupa rencana pembelajaran dari data awal, catatan lapangan dari data awal dan prestasi pembelajar dari data awal. Dengan begitu dari rencana pembelajaran dapat terlihat kekurangan pengajar dalam merencanakan pembelajarannya. Dari catatan lapangan pun dapat diketahui proses pembelajaran, ributnya pembelajar, atau kurang lengkapnya pengajar menyampaikan prosedur pembelajaran. Dari prestasi data awal dapat diketahui kurangnya prestasi pembelajar.

Dalam penelitian tindakan kelas ada target-target yang dibuat oleh pengajar. Target itu berupa kompetensi yang ada di dalam rencana pembelajaran. Selanjutnya, evaluasi yang ada pada rencana pembelajaran pun harus sesuai dengan kompetensi ini. Dengan begitu rencana pembelajaran merupakan berkas yang penting dalam penelitian tindakan kelas.

Di dalam penelitian tindakan kelas terdapat siklus-siklus seandainya target belum tercapai. Pengajar dapat pula membuat pola spiral dari materi pembelajaran yang disampaikan kepada pengajarnya. Pengajar dapat pula membuat menentukan materi yang setara dengan siklus pertama. Bila pengajar membuat materi yang setara, pengajar harus menghindari kebosanan pembelajar pada setiap siklusnya. Selain itu, ada pula kekhawatiran terjadi bias, yaitu pemahaman pembelajar memang karena materi itu diulang-ulang pada siklus pembelajarannya.

Selanjutnya bab I dari sebuah laporan penelitian akan mengandung masalah-masalah yang akan dipecahkan di dalam penelitian. Masalah-masalah itu diupayakan untuk diobati berdasarkan hipotesis pembelajar tadi. Masalah ini akan menjadi pusat dari pembahasan dari tinjauan pustaka (bab II) dan simpulan (bab V).

Membaca SKIMING

MEMBACA SKIMING

Membaca skiming adalah teknik membaca pemahaman yang bertujuan untuk mencari ide utama (look for main idea). Kadang-kadang seseorang membaca koran, buku, artikel di internet. Bila si pembaca bertujuan untuk mencari ide utamanya, maka pembaca itu akan memperoleh ide utamanya.

Jika seseorang ditanya tentang isi bacaannya, ia akan dapat menjawab garis besar atau ide utama dari bacaan yang ia baca. Skiming merupakan teknik membaca cepat yang mesti dilatih.

Membaca pemahaman identik dengan membaca cepat. Membaca cepat lebih menekankan pada kecepatannya. Sekalipun kecepatan diutamakan, pemahaman tetap harus maksimal. Kemampuan membaca cepat ditandai dengan dua variabel penting yaitu pemahaman dan kecepatan. Membaca tidaklah efisien tanpa kecepatan yang laju. Membaca pun tidak bermanfaat tanpa pemahaman yang maksimal.

Cerita Nabi PERUMPAMAAN NYAMUK

PERUMPAMAAN NYAMUK

Sebagian masyarakat di sekitar Nabi saw merasa iri dengan turunnya Al Quran. Ketika Allah menurunkan suatu ayat mereka selalu mempertanyakan sebab-sebabnya. Allah tidak jarang membuat banyak perumpamaan dalam ayat-ayat yang diturunkannya. Orang-orang yang ingkar terhadap Al Quran bertanya, mengapa Allah menurunkan ayat-ayat yang berisi perumpamaan? Maa dza aradallahu bihadza matsala?

Hal ini berbeda dengan masyarakat mukmin di sekitar Nabi saw. Ketika sebuah ayat turun, masyarakat mukmin ini berkata, kami melihat hikmah dan manfaat dari ayat ini. Allah swt mengatakan bahwa Allah tidak malu untuk membuat perumpamaan dengan lalat atau lebih kecil dari itu.

Imam Jafar Shadiq pernah ditanya oleh sahabatnya tentang perumpamaan seekor nyamuk. Mengapa Allah swt memberikan perumpamaan seekor nyamuk. Imam Jafar berkata, “Ketahuilah bahwa nyamuk memiliki kelengkapan yang sama dengan seekor gajah.” Bila gajah mempunyai kaki, nyamuk pun mempunyai kaki. Bila gajah mempunyai kepala dan badan, nyamuk pun mempunyai kepala dan badan. Bila gajah mempunyai belalai, nyamuk pun mempunyai belalai. Bahkan nyamuk memiliki kelengkapan yang lain yaitu mempunyai sayap, sedangkan gajah hanya memiliki telinga yang lebar saja.

Rasulullah pernah ditanya sahabatnya tentang perbedaan shirot dan subul (sabil). Kedua kata itu dalam bahasa Arab berarti jalan. Rasulullah lalu membuat perumpamaan. Beliau saw mengambil sebuah ranting. Dengan ranting itu beliau saw membuat sebuah garis vertikal (dari atas ke bawah). Rasulullah saw mengatakan bahwa inilah shirot. Lalu Rasulullah saw membuat garis-garis horizontal di kanan dan kiri garis vertikal itu. Rasulullah mengatakan bahwa inilah subul. Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa shirot adalah jalan utama sedangkan subul adalah jalan-jalan kecil.

Allah swt menggunakan begitu banyak perumpamaan. Perumpamaan orang yang berpengetahuan tetapi tidak mengamalkan dan menyampaikan pengetahuannya itu adalah sebagai keledai yang memikul begitu banyak buku.

Allah swt juga membuat perumpamaan bahwa orang yang menyeru tuhan selain-Nya sebagai laba-laba yang membuat rumah. Manusia seperti membangun rumah yang sangat rapuh dan mudah goyah.

Perumpamaan atau contoh merupakan hal-hal yang sering disampaikan Allah, Nabi dan khalifah Rasulullah saw. Pada kesempatan lain Imam Jafar berbicara tentang royal dan kikir. Islam tidak bersifat royal dan kikir. Islam ada di antara keduanya. Ada sahabatnya yang bertanya, apa maksud royal, kikir dan tidak keduanya itu? Lalu Imam Jafar menjelaskan tentang hal itu.

Imam Jafar lalu mengambil segenggam pasir dengan tangannya. Lalu ia membalikkan tangannya sehingga semua pasir itu tumpah dan habis. Imam Jafar berkata, ini adalah royal. Lalu Imam Jafar lalu mengambil segenggam pasir kedua dengan tangannya. Lalu ia menggenggam tangannya dengan erat sehingga tidak ada pasir yang tumpah sama sekali. Imam Jafar berkata, ini adalah kikir. Imam Jafar lalu mengambil segenggam pasir ketiga dengan tangannya. Lalu ia melonggarkan tangannya sehingga sebagian pasir itu jatuh ke tanah. Imam Jafar berkata, ini adalah dermawan. Sikap dermawan adalah sikap di antara royal dan kikir.

Cerita Nabi MUKJIZAT MUSAILAMAH AL KADZAB

MUKJIZAT MUSAILAMAH AL KADZAB

Pada suatu hari Nabi Muhammad saw bersama sahabat-sahabatnya berada di padang sahara. Tidak ada air di sana. Nabi lalu mendapat mukjizat, air menetes dari sela-sela jarinya hingga beliau dan para sahabatnya dapat minum dan berwudu. Nabi dan sahabat-sahabatnya pun minum dan melakukan salat.

Ada seorang yang mengaku-ngaku sebagai Nabi dan mendapat wahyu. Orang itu bernama Musailamah. Musailamah merupakan seorang penyair dan membuat syair yang diakuinya sebagai wahyu. Musailamah pun mempunyai sejumlah orang yang merupakan sahabat-sahabatnya. Tak jarang mereka mendengarkan syair yang diakui Musailamah sebagai wahyu. Namun perilaku Musailamah jauh dari perilaku Nabi. Karena itu Musailamah digelari Musailamah Alkadzab atau Musailamah si pembohong.

Ketika itu sahabat-sahabat Musailamah mendengar mukjizat Nabi saw di tengah padang Sahara. Mendengar hal itu, sahabat-sahabat Musailamah Alkadzab berkata kepada Musailamah, “Hai Musailamah, Muhammad dapat mengeluarkan air dari sela-sela jarinya. Dapatkah kau menjadikan sumur yang kering di desa ini agar keluar airnya?” Musailamah menyanggupi tantangan itu. Ia lalu meludahi sumur itu dan berdoa agar sumur itu keluar airnya. Lalu kepada sahabat-sahabatnya, ia pun berkata bahwa suatu saat sumur itu akan muncul airnya.

Maka mukjizat pun terjadi, sumur yang diludahi Musailamah pun kering dan sama sekali tidak muncul airnya. Itulah mukjizat bagi seorang yang mengaku nabi padahal bukan nabi. Pada zaman Abu Bakar, Musailamah ini dihukum mati.