Membaca PROSEDUR PEMBELAJARAN MEMBACA

PROSEDUR PEMBELAJARAN MEMBACA PEMAHAMAN

Pembelajaran membaca dapat dilakukan dengan prosedur berikut.
1. menyiapkan wacana
2. mengukur keterbacaan wacana
3. membagikan wacana dengan sebuah strategi membaca
4. menguji kemampuan membaca

Pada langkah ke tiga, pengajar menggunakan salah satu strategi membaca seperti yang tercantum pada situs http://homepages.wmich.edu/~whitten/champaign_project/reading.html di antaranya
1. membaca permulaan (beginning Reading) contohnya Snatch It
2. membaca kosakata (reading Vocabulary) contohnya Word Box Cards; List, Group, Label; Terminology Trade; IT FITS; The 3 R’s strategy; Figure
3. pra-membaca (pre-reading) contohnya The Anticipation Guide Strategy, What’s In Your Backpack?, FLASH, PReP, Semantic Mapping, TELLS: Fact or Fiction
4. membaca pemahaman (reading comprehension) contohnya K-W-L, Paraphrasing, POSSE, ReQuest, The SPOT strategy, SQ4R, A-Qu-A, Provide Evidence, Picture Mapping, The Circle of Questions

Setelah itu pembelajar dapat diuji pemahamannya. Bila pemahaman masih kurang, mungkin saja dapat dilakukan perbaikan dalam prosedur pembelajaran.

Cerita Nabi KEKUATAN FISIK RASULULLAH

KEKUATAN FISIK RASULULLAH SAW DAN NABI MUSA

Rasulullah adalah seorang yang sempurna fisiknya. Sebagaimana terjadi pada hujah Allah lainnya, kekuatan fisik Rasulullah pun luar biasa. Pada suatu hari Rasulullah sedang bersama Rukanah bin Abdu Yazid bin Hasyim bin Al Muththalib bin Abdi Manaf. Rukanah adalah seorang yang paling kuat di antara suku Quraisi. Tak ada yang mampu mengalahkannya dalam bergulat.

Saat itu Rasulullah bertanya kepada Rukanah, apakah Rukanah akan menerima seruan Rasulullah? Rukanah sedikit enggan mengikuti Rasulullah. Maka Rasulullah berkata, “Jika aku dapat mengalahkanmu, maukah kau mengikuti seruanku?” Kekuatan Rasulullah adalah salah satu bukti kerasulan. Rukanah menyambut tantangan Rasulullah.

Keduanya pun bergulat. Rasulullah lalu mengangkat tubuh Rukanah dan membantingnya ke tanah. Rukanah merasa heran melihat kecepatan Rasulullah mengalahkannya. “Ulangi, wahai Rasulullah, bagaimana kau bisa melakukannya?” Keduanya pun bergulat lagi dan sekali lagi Rasulullah menangkap dan menjatuhkan ke tanah. Sekali lagi Rukanah meminta tanding ulang dan Rasulullah mengalahkannya pada pertandingan ke tiga.

Rukanah pun mengakui kekuatan Rasulullah dan mau mengikuti seruannya. Rukanah menjadi seorang muslim.

Kekuatan para nabi dan rasul merupakan bagian dari bukti kenabian dan kerasulan. Tidak mungkin nabi dan rasul mempunyai fisik yang lemah sehingga dengan mudah dikalahkan orang lain. Di dalam cerita nabi diketahui bahwa Nabi Musa pun memiliki kekuatan fisik yang besar.

Pada suatu hari nabi Musa melihat penindasan yang dilakukan oleh orang atau tentara Mesir terhadap orang Israel (hal yang sebaliknya terjadi pada zaman sekarang yaitu tentara Israel menindas dan membunuhi orang Mesir). Musa lalu membela orang Mesir itu dan mencoba memisah pertikaian. Tetapi tentara Mesir ini semakin beringas sehingga keadaan begitu gawat. Untuk membela orang Israel itu, Nabi Musa memukul tentara Mesir itu. Pukulan itu sangat telak sehingga orang itu mati. Kematian tentara Mesir ini sungguh tidak sebanding dengan kematian orang-orang Israel yang dibunuh tentara Firaun itu.

Orang-orang Mesir geger melihat salah seorang tentaranya tewas. Nabi Musa lalu sembunyi dari penglihatan tentara-tentara Mesir yang mengejarnya.

Pada hari lain, kembali orang Mesir melakukan penindasan terhadap orang Israel. Nabi Musa tak tahan melihat penindasan orang Mesir ini tetapi ia tak ingin memukul lagi. Nabi Musa lalu melerai dan pura-pura menyalahkan orang Israel agar tentara Mesir dapat melepaskannya. Melihat Nabi Musa menyalahkannya, orang Israel ini berkata, “Bukankah kau yang membunuh tentara Mesir itu tempo hari?” Akhirnya, tentara Mesir itu berbalik hendak menangkap Nabi Musa. Nabi Musa pun lari dan pergi ke luar kota.

Itulah sekelumit cerita tentang kekuatan para Nabi.

Sejarah SASTRA PADA BIDANG PUISI


SEJARAH SASTRA PADA BIDANG PUISI

Judul: Sejarah Sastra I: Buku Pertama, Pembahasan Tema damn Estetika berdasarkan Ekstrinsik Zamannya (1920–2000)
Penulis: Prana D. Iswara
Penerbit: Pusat Studi Literasi
Tahun terbit: Januari 2007
Tebal buku: xvii + 295

Sejarah penting untuk pelajari karena melalui sejarah seseorang akan belajar untuk memperbaiki hidupnya dan membuat hidupnya menjadi lebih baik di masa depan. Sebuah buku yang diterbitkan oleh Pusat Studi Literasi ini merupakan salah satu buku yang memperkaya khazanah sejarah sastra Indonesia. Di dalam buku ini diuraikan karya-karya gamblang dari banyak sastrawan. Buku ini (diklaim sebagai bukan buku antologi) memberikan sejumlah ulasan, apresiasi atau telaah tentang sejumlah karya sastra, sastrawannya, dan peristiwa yang berlangsung pada suatu angkatan. Sebagian karya H.B. Jassin dikatakan antologi sekalipun terdapat ulasan di dalamnya. Tetapi buku ini bukanlah antologi sastra melainkan sejarah sastra.

Keberadaan karya sastra khususnya karya-karya jaman dahulu (jadul) cukup menarik karena pada masa kini sulit sekali mencari antologi dari sejumlah pujangga masa lalu. Sebutlah beberapa nama pujangga masa lalu seperti Sanusi Pane dengan antologi Madah Kelana, Sutan Takdir Alisyahbana dengan antologi Tebaran Mega atau Saini KM dengan antologi Nyanyian Tanah Air. Tidak mudah untuk mencari antologi itu pada zaman sekarang, terutama misalnya jika pemerintah tidak menerbitkannya untuk konsumsi di perpustakaan sekolah-sekolah.

Idealnya pengenalan seseorang terhadap suatu zaman semestinya sempurna. Dengan demikian, sebaik-baik pengenalan zaman, seseorang mesti mengikuti zaman itu dan memiliki antologi-antologinya. Seseorang dikatakan mengenal zaman Balai Pustaka (menurut terminologi H.B. Yassin) bila ia hidup di zaman itu dan memiliki antologi-antologinya. Dengan demikian, pengenalan atau pengetahuan seseorang akan zaman Balai Pustaka itu dikatakan kurang baik bila hanya mengenal sebagian karya-karya pada zaman itu. Pengenalan itu pada karya-karya Balai Pustaka secara langsung lebih baik daripada hanya membaca artikel atau kritik tentang karya-karya Balai Pustaka. Lazimnya suatu artikel atau kritik tentang karya tidak menampilkan karya itu secara utuh.

Salah satu yang menarik dari ulasan sejarah sastra adalah masuknya Rendra pada sejumlah angkatan. Rendra merupakan sastrawan yang menggebrak pada Angkatan ’66, bersinar pada Angkatan Pascaangkatan ’66 dan masih terlibat di dalam kesusastraan pada Angkatan 2000. Rendra merupakan seorang yang dihormati pada Angkatan 2000. Kritikus Korrie Layun Rampan tidak memasukkan Rendra pada Angkatan 2000 padahal gagasan-gagasan Rendra pada sajak-sajaknya yang dibuat sekarang jauh dari Angkatan ’66. H.B. Jassin memasukkan Rendra ke dalam Angkatan ’66. Apakah Rendra hanya berhak masuk pada Angkatan ’66? Kajian yang mendalam dari sebagian kritikus akhirya memutuskan bahwa sebagian karya Rendra masuk pada Angkatan ’66 dan sebagian lagi masuk pada Angkatan 2000. Sukar sekali memasukkan karya-karya Rendra yang ditulis pada tahun-tahun sekarang pada angkatan sebelum Angkatan 2000. Karya Rendra yang ditulis pada tahun-tahun sekarang pun masih mencerminkan kebrilianan Rendra dalam mengikuti zaman dan hidup di zaman terkini.

Penggolongan karya sastra pada suatu angkatan merupakan pekerjaan yang cukup pelik. Ada sebagian apresian yang menggolongkan karya sastra berdasarkan temanya. Dengan demikian, tema merupakan salah satu ciri angkatan. Ada pula yang menggolongkan karya sastra berdasarkan lahirnya suatu karya. Suatu karya yang lahir pada tahun-tahun 1920-an boleh jadi masuk pada angkatan 1920-an. Hal ini menjadi kekecualian jika seorang apresian menikmati karya yang ditulis pada tahun 1920-an dan menganggapnya relevan dengan Angkatan 1933. Maka bukan tidak mungkin karya yang ditulis pada tahun 1920-an itu digolongkan sebagai karya Angkatan ’33.

Fenomena lain ialah ada apresian yang menentukan suatu angkatan berdasarkan puncak karya sastra. Bila dikatakan Saman karya Ayu Utami dan Ayat-ayat Cinta sebagai karya-karya puncak Angkatan 2000, maka karya-karya lainnya dikatakan akan berputar di sekitar puncak karya sastra itu. Dengan bahasa yang lebih lugas, karya-karya lain boleh jadi menjadi pengikut atau terpengaruh dari karya-karya puncak itu. Boleh jadi setiap angkatan mempunyai puncak karya sastranya: Angkatan ’20 mempunyai puncak karya sastra, Angkatan ’45 pun mempunyai puncak karya sastra. Adakah apresian melihat karya puncak Angkatan ’20? Adakah apresian mendengar berita bahwa pendahulunya telah menentukan bahwa karya puncak Angkatan ’20 adalah karya tertentu (Sitti Nurbaya misalnya).

Di samping suatu angkatan dapat ditentukan berdasarkan temanya, lebih lanjut suatu angkatan dapat pula ditentukan berdasarkan estetikanya. Di sini mungkin saja setiap zaman mempunyai selera estetika yang berlainan.

Pekerjaan penggolongan atau studi tentang sejarah sastra adalah pekerjaan yang besar. Mengenal karya sastra pada suatu angkatan pun merupakan suatu pekerjaan yang besar. Setelah seorang apresian mengenal karya sastra ia dapat menentukan penggolongan karya sastra itu ke dalam suatu angkatan.

Semoga buku ini menjadi dasar sumbangan yang cukup berharga bagi studi sejarah sastra.

Masakan LALAB

SAYUR LALAB
6 lembar selada, iris lebar 1 cm
250 gr kentang rebus potong dadu 1 cm
100 gr keripik kentang
1 buah nenas potong dadu
4 telur rebus pisahkan dengan kuningnya, potong 1 cm

BUMBU
100 gr selai kacang
4 rebus telur pisahkan dengan putihnya
2 sdm saos tomat
2 sdm saos sambal
1/2 sdt lada bubuk
2 sdm gula
100 ml air matang
1 sdt jeruk nipis

MENGOLAH / MENGADUK BUMBU
Aduk semua bumbu dengan kuning telur dan saos.
Tuangkan di atas sayuran.

Catur SEORANG PENJAGA ATAU DUA PENJAGA

SEORANG PENJAGA ATAU DUA PENJAGA
DOUBLING DAN TRIPLING

Penyerang biasanya disertai dengan seorang penjaga. Bila benteng menyerang, kadang-kadang disertai dengan penjaga (misalnya menteri). Dalam suatu serangan ada kalanya pemain catur menjaga bidak penyerangnya dengan bidak lain. Penyerang seperti ini biasanya menekan (pressuring) pertahanan lawan. Lawan biasanya menjaga bidak yang diserang itu dengan bidak lain sebagai pertahanan. Bila penyerang memakan bidak lawannya, lawan akan balas memakan. Pada saat inilah kemungkinan pentingnya dua penjaga.

Dengan serangan seperti ini, penyerang dapat memakan bidak lawan. Ketika lawan membalas, ia masih dapat maju dan memakan satu butir lagi.

Pemain dapat menggunakan perwira untuk menyerang dan menteri untuk menjaga. Dengan demikian, ketika perwiranya jatuh atau dimakan, menteri masih dapat masuk (memakan). Jika menteri masuk daerah pertahanan lawan, berarti bahaya mengancam lawan. Apalagi bila menteri ini aktif dan tidak dapat diusir.

Cerber CHAVEZ ANCAM PERUSAHAAN ASING

Cerber CHAVEZ ANCAM MENASIONALISASI PERUSAHAAN ASING

Dua tahun yang lalu Venezuela terkena krisis pangan. Rakyat negeri ini heran karena semestinya krisis seperti ini tidak terjadi di negerinya. Negeri Venezuela merupakan salah satu negeri yang kaya dengan minyak dan hasil perkebunannya.

Pada bulan ini, Maret 2009, Chavez menemukan kambing hitam penyebab krisis pangan ini. Chavez melihat perusahaan asing yang menguasai produk pangan di Venezuela yang menyebabkan harga-harga bahan pangan menjadi mahal. Karena itu Chavez beserta jajaran pemerintahannya lalu mengancam perusahaan asing itu untuk menurunkan harga-harga, kalau tidak perusahaan asing itu akan dinasionalisasi. Menasionalisasi perusahaan asing merupakan tindakan yang dibenarkan dalam undang-undang karena kesejahteraan rakyat Venezuela merupakan prinsip yang mesti diperhatikan perusahaan-perusahaan asing itu. Bila perusahaan-perusahaan asing itu gegabah atau berbuat macam-macam, negara dapat mengambil alih perusahaan asing itu.

Situasi seperti ini juga terjadi di Indonesia. Beberapa perusahaan asing menguasai hajat hidup rakyat Indonesia. Minyak yang melimpah di Indramayu, semen dan batu bara yang ada di Palimanan, timah yang ada di Belitung, dan lain-lain; tidak dapat menyejahterakan rakyat karena sumber-sumber kekayaan Indonesia itu dikuasai perusahaan-perusahaan asing. Biasanya perusahaan asing itu tidak peduli pada kesejahteraan rakyat. Salah satu contohnya adalah kelangkaan minyak goreng di pasaran karena perusahaan-perusahaan asing dan swasta tidak mau menjual minyak gorengnya di dalam negeri.

Tindakan Chavez merupakan tindakan yang berani. Pertanyaan yang muncul pada pemimpin dan calon pemimpin Indonesia adalah, beranikah mereka mengeluarkan kebijakan yang sesuai agama sekaligus menyejahterakan rakyat?

Aturan agama Islam menyebutkan bahwa ada tiga jenis kepemilikan yaitu kepemilikan individu, kepemilikan masyarakat, dan kepemilikan negara (imam). Tambang minyak adalah milik negara. Sungai yang mengalir adalah milik masyarakat. Rumah yang dibuat oleh seseorang di atas tanah milik seorang individu adalah milik individu itu. Kepemilikan minyak oleh negara memungkinkan pembagian kebutuhan minyak itu untuk seluruh warga. Bila tambang minyak itu ada di tanah milik seseorang, maka orang itu tidak bisa memilikinya secara mutlak. Orang itu boleh saja mendapatkan minyak yang sebanyak yang dibutuhkannya, misalnya 50 liter sehari. Setelah itu, orang itu tidak boleh melarang negara untuk memanfaatkan minyak dari tanahnya untuk kepentingan masyarakat banyak.