Catur PENGORBANAN (SACRIFICE)

PENGORBANAN (SACRIFICE)

Dalam permainan catur terdapat pengorbanan (sacrifice). Pengorbanan dilakukan sebagai pacingan untuk mendapatkan kemenangan yang lebih besar. Bidak yang maju lalu berhadap-hadapan dengan musuh bisa dianggap sebagai penyerangan atau pengorbanan. Lawan bisa saja menerima pengorbanan atau menghindari pengorbanan. Bila lawan menghindari pengorbanan, bisa saja terjadi ketegangan (tension) antarbuah catur. Ketegangan ini artinya setiap pemain mempunyai tensi untuk lebih dahulu memakan buah catur lawan. Walaupun begitu, pemain tidak serta merta memakan buah catur lawan melainkan menunggu saat yang tepat sambil mengembangkan permainan. Kedua pemain harus mengembangkan permainan.

Ada kalanya ketika pemain akan mengembangkan permainan, ia tidak bisa memindahkan salah satu butir bidaknya kecuali dengan kekalahan. Ini disebut dengan zugswang.

Mesti diingat bahwa ada kalanya salah satu pihak dari pemain catur dalam mengembangkan permainannya cenderung bertahan. Dengan demikian, pemain lainnya cenderung untuk menyerang. Tetapi ada kalanya setiap pemain merasa bahwa ia dalam posisi yang baik dengan demikian, setiap pemain berlomba untuk menyerang musuhnya dan setiap pemain membiarkan lawan menyerang. Dengan demikian setiap pemain akan membiarkan pertahanan bertahan dengan sendirinya karena menganggap lawan akan kehabisan waktu atau materi ketika menyerang. Setiap pemain, pada posisi ini berasumsi ia akan lebih dahulu mematikan posisi raja lawan. Inilah yang disebut lomba (race) dalam catur.

Contoh lomba dalam catur adalah lomba untuk menjadikan bidak berpromosi menjadi menteri atau perwira lainnya.

Leave a Reply