Penelitian DATA AWAL

DATA AWAL

Penelitian tindakan kelas (PTK) dimulai dari masalah yang ada di kelas. Data awal dari PTK bermula dari masalah yang dialami pembelajar di kelas. Biasanya masalah ini berkenaan dengan prestasi pembelajar. Pembelajar mengalami kesukaran dalam meningkatkan prestasinya. Dengan begitu, pengajar melakukan suatu tindakan untuk memperbaiki pembelajaran. Kesukaran yang dialami siswa itu merupakan data awal dari penelitian PTK.

Data awal dari suatu kelas bisa saja berupa rata-rata kelas yang di bawah standar (misalnya pemahamannya kurang dari 60%). Data awal juga bisa berupa rendahnya prestasi mayoritas pembelajar. Sekalipun demikian, beberapa pakar meyakini bahwa penelitian tindakan kelas tidak selalu berkenaan dengan mayoritas atau rata-rata. Penelitian tindakan kelas juga dapat digunakan pada kasus atau minoritas siswa yang rendah prestasinya.

Data awal dari suatu PTK juga mencerminkan prestasi pembelajar. Ada peneliti yang merasa bahwa rata-rata pemahaman 60% tidaklah begitu baik untuk suatu kelas. Dengan begitu, ada peneliti yang baru puas bila rata-rata pemahaman pembelajar 80%, 90% atau bahkan 100%.

Kesimpulan yang dapat ditaik dari uraian di atas ada dua. Pertama, data awal tidak mesti terlalu buruk dalam PTK karena kasus siswa yang tidak lulus suatu materi pun bisa saja diangkat menjadi PTK. Kedua, peneliti dapat berhenti pada siklus tertentu (tidak mutlak siklus ke-3) saat peneliti merasa pembelajar mengalami perbaikan atau pengayaan atau lulus.