Drama Anak-anak TAHUN GAJAH

TAHUN GAJAH
Drama Iswara

Tokoh
Raja Abrahah
Menteri
Rakyat Etiopia
Rakyat Peziarah
Dayang-dayang
Tentara Bergajah
Gajah-gajah
Abdul Muthalib
Orang 1
Orang 2
Orang 3
Masyarakat Mekah
Burung-burung ababil

BABAK I
ADEGAN ORANG-ORANG BERZIARAH KE MEKAH. TAWAF. ORANG-ORANG BERDOA DENGAN DOA ARAFAH. ADA PULA ORANG YANG BERDOA DENGAN DOA JAUSYAN KABIR, DOA ZIARAH, DOA KUMAYL.

BABAK II
ADEGAN DI ETIOPIA. RAJA ABRAHAH DUDUK DI SINGGASANANYA. RAJA ABRAHAH MENGENAKAN PAKAIAN YANG GEMERLAPAN. DIHADAPANNYA ADA PENANGGUNG JAWAB PEMERINTAHAN DAN PENASEHAT-PENASEHATNYA. PAKAIAN-PAKAIAN MEREKA YANG GEMERLAPAN MENUNJUKKAN KESEJAHTERAAN MEREKA. RAJA ABRAHAH HERAN DENGAN KEGIATAN ORANG-ORANG YANG SENANG BERZIARAH KE MEKAH.
ABRAHAH: Di Mekah, aku melihat banyak orang-orang yang berziarah ke Ka’bah di Mekah. Mekah adalah negeri yang selalu dikunjungi oleh para peziarah. Orang-orang setiap tahun selalu berziarah ke Mekah. Para peziarah ini melakukan ibadah haji, umrah, atau melakukan ibadah lainnya. Hai para penanggung jawab pemerintahan, katakanlah kepadaku, apakah aku merupakan penguasa yang tidak beragama?
MENTERI: Yang Mulia adalah penguasa yang beragama, Yang Mulia.
ABRAHAH: Apakah negeriku kurang kaya dan kurang indah dibandingkan dengan Mekah?
MENTERI: Negeri kita, Yang Mulia, tidak kalah indah dan tidak kalah kaya dibandingkan dengan negeri Mekah.
ABRAHAH: Kudengar banyak orang yang berziarah ke Mekah. Benarkah kejadiannya seperti itu?
MENTERI: Peristiwa itu memang benar, Yang Mulia.
ABRAHAH: Mengapa banyak orang berziarah ke Mekah?
MENTERI: Sebab di sana ada tempat ibadah, Yang Mulia.
ABRAHAH: Bukankah di sini, di negeriku ini, di negeriku yang indah dan subur dan kaya ini juga ada tempat ibadah?
MENTERI: Ada tuan, di negeri kita juga ada tempat ibadah. Tetapi rupanya tempat ibadah kita tidak lebih menarik daripada tempat ibadah di Mekah, Yang Mulia.
ABRAHAH: Kalau begitu kita harus membangun tempat ibadah yang indah. Para pejabat pemerintahan sekarang aku perintahkan untuk membuat sebuah tempat ibadah yang megah di tengah kota. Bangunlah tempat ibadah itu di tengah kota agar menarik perhatian semua penduduk dan pendatang. Selesai tempat itu dibangun, hiasi pula tempat ibadah itu dengan emas dan permata. Bagaimana menurut kalian?
MENTERI: Saya kira itu gagasan yang brilian, Yang Mulia.
ABRAHAH: Kalian setuju, aku membangun sebuah tempat ibadah yang dihiasi emas dan permata? Setujukah kalian, aku membangun sebuah tempat ibadah yang dihiasi emas dan permata?
SEMUA MENTERI DAN PANGLIMA: Setuju, Yang Mulia.
RAJA ABRAHAH BERTOLAK PINGGANG.

BABAK III
ADEGAN RAKYAT ETIOPIA MEMBANGUN GEREJA. RAKYAT MENGAGUMI EMAS YANG DIGUNAKAN UNTUK MEMBANGUN RUMAH IBADAH. ADA YANG DICAMBUK OLEH MANDOR PEKERJA. ADA YANG MENCURI DAN MENGKORUP EMAS DAN PERMATA ITU.
RUMAH IBADAH SELESAI DIBANGUN. RAJA ABRAHAH MENDATANGI RUMAH IBADAH ITU.

ABRAHAH: Lihatlah rumah ibadah milikku. Begitu megah dan indah. Aku berharap orang-orang tidak lagi berziarah ke Mekah. Aku yakin, orang-orang akan beralih berziarah ke tempat ibadahku ini (TERTAWA).
(KEPADA MENTERI) Lihatlah, tidakkah indah menurutmu? (MENTERI MENGANGGUK-ANGGUK DAN KAGUM) Mari kita duduk di teras istana.
RAJA ABRAHAH DUDUK DI SINGGASANA DI TERAS ISTANA DAN MEMPERHATIKAN ORANG-ORANG YANG BERZIARAH KE TEMPAT IBADAHNYA. RAJA ABRAHAH DIKIPASI OLEH DAYANG.

BABAK IV
ADEGAN RAJA ABRAHAH MARAH KARENA RUMAH IBADAHNYA TIDAK DIZIARAHI.
RAJA ABRAHAH DIKIPASI OLEH DAYANG. RAJA ABRAHAH BANGKIT DARI SINGGASANANYA DENGAN MATA MENYALA MEMANDANG KEPADA TEMPAT IBADAH YANG DIBANGUNNYA.
DI SETING LAIN, TEMPAT IBADAH YANG DIBANGUN MEGAH DILEWATI OLEH PEZIARAH. PEZIARAH BERHENTI SEJENAK, BERIBADAH DI TEMPAT ITU SEBENTAR LALU PERGI. TIDAK ADA KESAN YANG MENDALAM PADA PARA PEZIARAH. RAJA ABRAHAH BANGKIT AMARAHNYA.
ABRAHAH: Menteri, apakah tidak salah mataku melihat. Coba kau lihat tempat ibadahku itu. Apa pendapatmu?
MENTERI: Tuanku, aku melihat orang-orang keluar masuk untuk beribadah di dalam bangunan yang Tuan dirikan.
ABRAHAH: Jiwa mereka Menteri, apakah engkau melihat jiwa mereka? Mereka hanya singgah sebentar, tanpa ada ritual yang mendalam.
MENTERI: Itu benar, Tuanku, karena memang tempat ibadah ini masih mempunyai saingan berat, yaitu rumah ibadah Kabah di Mekah.
ABRAHAH: Kau benar, Menteri. Rumah ibadah kita mempunyai sangan berat yaitu rumah ibadah Kabah di Mekah. Selama Kabah masih ada, kita tidak bisa berharap rumah ibadah kita akan diziarahi sebagaimana Kabah.
MENTERI: Tuanku lebih tahu apa yang mesti kita lakukan.
ABRAHAH: Kita harus menghancurkan Kabah. Demi tuhan kita yang maha perkasa. Aku berharap tuhan kita akan merasa senang karena kita menghancurkan Kabah demi kemakmuran rumah ibadah kita.
MENTERI: Kita mesti menyiapkan pasukan yang kuat tuan, pasukan terkuat.
ABRAHAH: Itu pasti. Kita mesti menggunakan pasukan gajah. Gajah-gajah di negeri kita merupakan gajah terbesar dan terkuat. Panggil semua gajah dan pawang gajah. Latih setiap gajah untuk berperang. Beri gajah-gajah itu jamu dan makanan terbaik. Kita akan menginjak-injak dan melumatkan Kabah.

BABAK V
ADEGAN PERJALANAN TENTARA GAJAH. MULA-MULA GAJAH-GAJAH DISIAPKAN DAN DIBERI MAKAN. KEMUDIAN GAJAH-GAJAH BERANGKAT. TONGKAT PEMUKUL KEPALA GAJAH BERDENTINGAN. GAJAH-GAJAH BERBARIS MENIMBULKAN KEKAGUMAN DAN KENGERIAN BAGI ORANG YANG MELIHATNYA.
ADEGAN GAJAH-GAJAH MENJEJAKKAN KAKINYA DALAM PERJALANAN KE MEKAH. SEPERTI ROBOT-ROBOT RAKSASA YANG HENDAK PERGI BERPERANG. JEJAKAN KAKINYA MENGGETARKAN DADA. PASUKAN GAJAH BERJALAN BERIRINGAN MENUJU MEKAH.
ADEGAN ORANG-ORANG MEKAH MELIHAT TENTARA GAJAH. DARI KEJAUHAN MEREKA MELIHAT TENTARA GAJAH.
ORANG 1: Apakah kau dapat melihat kepulan debu padang pasir di sana?
ORANG 2: Ya aku melihat kepulan debu yang sangat tebal. Ini adalah tentara Raja Abrahah yang diberitakan orang-orang akan menghancurkan Kabah. Mereka akan menghancurkan Kabah karena menginginkan tempat ibadahnya menjadi pusat ibadah orang-orang di dunia.
ORANG 3: Jika mereka hendak menghancurkan Kabah, kita harus mempertahankanya. Demi Agama Ibrahim yang lurus. Demi Nabi akhir zaman yang akan lahir. Kita tidak akan takut menghadapi tentara zalim yang akan menghancurkan Kabah serta memporak-prandakan harta benda kita.
ORANG 1: Kita memang sepatutnya melawan. Tetapi jumlah kita jauh lebih sedikit dibanding tentara Raja Abrahah. Apakah tentara berkuda atau kavaleri kita dan tentara infanteri kita atau tentara pejalan kaki kita dapat menahan laju tentara gajah? Lebih baik kita membicarakan hal ini kepada pemimpin kita Abdul Muthalib, si penjaga Kabah.
ORANG 2: Itu usul yang sangat bagus. Kita harus menemui dan meminta pendapat pemimpin kita, Abdul Muthalib, pemimpin kita dan penjaga Kabah.

ORANG-ORANG BERLALU MENEMUI ABDUL MUTHALIB.

BABAK VI
ADEGAN ORANG-ORANG MEKAH KETAKUTAN DAN MENEMUI ABDUL MUTHALIB. ORANG-ORANG BERKUMPUL DI SEKITAR ABDUL MUTHALIB.
ORANG 1: Wahai, Abdul Muthalib, Raja Abrahah dengan tentara gajahnya hendak datang ke Mekah dan akan menghancurkan Kabah. Apa yang akan engkau lakukan?
ORANG 2: Wahai, Abdul Muthalib, Raja Abrahah dengan tentara gajahnya hendak datang ke Mekah dan akan menghancurkan Kabah. Apa yang akan engkau lakukan?
ORANG 3: Wahai, Abdul Muthalib, Raja Abrahah dengan tentara gajahnya hendak datang ke Mekah dan akan menghancurkan Kabah. Apa yang akan engkau lakukan? (MENGACUNGKAN PEDANG) Jika engkau perintahkan kami untuk maju dan mengangkat pedang untuk melawan mereka, niscaya kami akan melakukannya. Kami tidak akan pernah takut berperang melawan tentara gajah. (ORANG-ORANG MENYAMBUT DAN MENGIYAKAN).
ABDUL MUTHALIB: Kalian mengetahui bahwa aku adalah orang terpercaya untuk menjaga Kabah. Nenek moyangku Bani Hasyim adalah manusia terbaik dan keturunan dari Nabi Allah Ibrahim as. yang menjaga agama yang lurus. Di sampingku pun berdiri Abu Thalib yang pemberani dan kelak akan menjadi penggantiku sebagai penjaga Kabah dan penjaga agama Ibrahim yang lurus.
Aku telah mengetahui maksud kedatangan kalian yaitu memberitahukan kepadaku bahwa Raja Abrahah telah datang ke sekitar Mekah dan akan menghancurkan Kabah. Raja Abrahah ini datang dengan tentara Gajah. Tentara terkuat yang pernah ada. Lalu kalian datang kepadaku dan bertanya, apa yang akan aku lakukan. Maka demi Allah aku akan menyampaikan kepada kalian apa yang akan aku lakukan demi Rasulullah yang diramalkan akan lahir. Demi putraku Abdullah, yaitu putraku yang bercahaya setelahku. Demi menantuku Aminah yang bercahaya setelah Abdullah. Demi Allah penjagaku dan penjaga rumah ibadah ini. Inilah jawabanku….
Wahai penduduk kabah, saksikanlah, aku adalah penjaga ternak-ternakku. Rumah ini ada pemeliharanya. Aku sarankan, demi Allah swt, tinggalkanlah lembah Mekah. Naiklah kalian ke bukit-bukit di sekitarnya. Berlindunglah kalian dari Raja Abrahah dan tentaranya. Mudah-mudahan Allah swt menurunkan pertolongannya kepada kita dan menyelamatkan Kabah dari kehancuran.

MASYARAKAT BERGUMAM DAN BERGEMURUH.
ORANG 1: (BERTERIAK) Abdul Muthalib, kami mengetahui bahwa engkau adalah orang yang pemberani. Mengapa engkau memutuskan untuk mengosongkan lembah Mekah dan membiarkan Raja Abrahah dan pasukan gajahnya akan menghancurkan Kabah? Mengapa kita tidak melawannya?
ORANG 2: Abdul Muthalib, kami mengetahui bahwa engkau adalah orang yang selalu berkata benar. Segala yang engkau sarankan kepada kami selama ini selalu yang terbaik bagi kami. Kami heran dengan keputusan engkau pada saat ini. Mengapa engkau akan membiarkan Raja Abrahah dan pasukan gajahnya akan menghancurkan Kabah? Mengapa kita tidak melawannya?
ORANG 3: Mengapa kita tidak mengangkat senjata dan melawan Abrahah? Tetapi bila itu keputusan Anda, kami sebaiknya mengikuti keputusan Anda karena Anda adalah orang yang bijak dan terpercaya. Semoga Allah swt menolong kita.
ORANG 2: Mudah-mudahan Nabi akhir zaman yang akan lahir menolong kita.

BABAK VII
ADEGAN MASYARAKAT MEKAH PERGI KE BUKIT-BUKIT. ABDUL MUTHALIB MENGGIRING TERNAKNYA KE ATAS BUKIT. PEREMPUAN PUN TURUT MENGUNGSI.

BABAK VIII
ADEGAN PASUKAN GAJAH MASUK KE MEKAH. PERJALANAN MEREKA BERGELOMBANG-GELOMBANG. TOMBAK-TOMBAK MENJULANG KE LANGIT.
RAJA ABRAHAH PALING DEPAN DIKELILINGI PANGLIMA-PANGLIMANYA. MEREKA BERSIAP MENGATUR STRATEGI PERANG. RAJA ABRAHAH HERAN KARENA MEKAH SEPI DAN TIDAK ADA TANDA-TANDA PERLAWANAN.
ABRAHAH: Ke mana orang-orang Mekah? Apakah mereka telah meninggalkan agamanya sehingga mereka sama sekali tidak berani melawan kita, orang-orang yang akan menghancurkan Kabahnya? Apakah tidak ada sama sekali orang-orang pemberani di Mekah? Beginikah agama yang dianut orang-orang Mekah, pengecut dan tak berani melawan penjarah?
PANGLIMA 1: Agaknya mereka tidak memiliki angkatan perang sehebat kita, Yang Mulia. Dengan begitu mereka merasa tidak akan menang melawan kita.
ABRAHAH: (TERTAWA) Kita mesti memastikan bahwa agama Ibrahim tidak tumbuh di sini. Ini adalah bukti bahwa agama Ibrahim tak akan tumbuh di sini karena tak seorang pun yang membela peninggalannya. Mana mungkin agama Ibrahim akan tumbuh di tengah-tengah orang yang tidak membelanya. Kabah sebagai peninggalan Ibrahim kini akan hancur. Kiblat agama … kiblat seluruh agama akan segera beralih ke negeri kita.

DATANG SEORANG PRAJURIT BERBISIK PADA PANGLIMA 2.
PANGLIMA 2: Seluruh mata-mata melaporkan bahwa seluruh penduduk telah mengosongkan kota Mekah. Bahkan pemimpin mereka Abdul Muthalib pun telah pergi ke bukit-bukit bersama ternak-ternaknya.
ABRAHAH: Abdul Muthalib, nabi, pemimpin mereka yang pemberani sekalipun telah menunjukkan keengganannya melawan kita. Ke manakah putra-putra Abdul Muthalib yang pemberani? Ke manakah keturunan Bani Hasyim yang terhormat dan pemberani? Jika Abdul Muthalib melakukan ini, berarti ia telah menjatuhkan dirinya dan leluhurnya yaitu Bani Hasyim dari kedudukannya yang pemberani dan mulia.
Ini bukti bahwa tuhan kita meridai kita. Ini bukti bahwa tuhan telah meninggalkan mereka dan meridai kita. Setelah itu kita akan menjadi penguasa dunia dan penguasa kerajaan tuhan di dunia.
PANGLIMA 1: Kami menunggu komando paduka untuk menyerang dan menghancurkan Kabah.
ABRAHAH: Kalian tunggu komandoku. Kita akan menunggu beberapa saat hingga yakin bahwa tidak ada perlawanan sama sekali dari penduduk Mekah. Jika nanti saatnya aku memberi komando, hancurkan Kabah! Rumah-rumah yang telah ditinggalkan penduduknya juga hancurkan! Segala harta benda, baik ternak atau benda mati yang telah mereka tinggalkan rampas! Kita harus meratakan Mekah sehingga tidak ada kemungkinan lagi kehidupan masyarakat di Mekah dan mereka tidak bisa lagi membangun Kabah.

MENUNGGU. MUSIK BERDENTUM-DENTUM BAGAIKAN DEGUPAN JANTUNG. PADA SUATU KETIKA RAJA ABRAHAH MENURUNKAN TANGANNYA MEMBERI KOMANDO AGAR MENYERANG KABAH. PASUKAN SEGERA BERGEMURUH MENYERANG KABAH.
ADEGAN BURUNG ABABIL TERBANG DI SEPUTAR TENTARA ABRAHAH. RAJA ABRAHAH DAN PRAJURITNYA MEMANDANG KE ATAS DAN MELIHAT LANGIT TELAH GELAP KARENA BURUNG-BURUNG ABABIL YANG MENUTUPI MATAHARI.
ABRAHAH: (MELIHAT KE ATAS, MENUDUNGI MATANYA) Mengapa cuaca tiba-tiba gelap? Oh, sekelompok burung tengah menurupi matahari.
PANGLIMA 1: Sekelompok burung tengah menurupi matahari.
PANGLIMA 2: (MULAI PANIK) Sekelompok burung tengah menurupi matahari.
PANGLIMA 1: Itu burung ababil yang legendaris. Itu burung penolong Tuhan Yang Maha Kuasa!

ADEGAN BURUNG ABABIL MENJATUHKAN KERIKIL SIJJIL. SIJJIL BESAR DAN KECIL MELUMATKAN KELOMPOK-KELOMPOK PASUKAN GAJAH.
SETELAH PASUKAN GAJAH YANG TERAKHIR JATUH DAN LUMAT, SUASANA BERANGSUR REDA.

ADEGAN KELAHIRAN NABI.
DI SATU SUDUT KECIL DARI MEKAH, TERLIHAT ADA CAHAYA. BUNYI BAYI YANG MAKSUM TERDENGAR. RAHMAT MELIPUTI SELURUH ALAM.

TAMAT
27 November 2009

Leave a Reply