ANDROID – Virus Trojan Serang Android

Sebagian berita ini dikutip dari www.android-indonesia.com dengan penambahan dan komentar.

Virus trojan juga menyerang Android. Dikutip dari www.android-indonesia.com virus ini terinstal ketika seseorang menginstal program yang tidak terjamin produsennya. Virus itu berhasil terdeteksi oleh perusahaan mobile, LookOut Mobile Security.

Virus trojan dapat memanfaatkan Android layaknya perangkat botnet. Artinya, browser dapat mengirimkan e-mail, spam, termasuk menyebarkan virus ke teman-temannya, tanpa diketahui oleh pemilik ponsel.

Virus itu dinamakan Geinimi berdasarkan inkarnasi pertama yang diketahui. “Trojan ini juga dapat mencuri sejumlah besar data pribadi pengguna dan mengirimkannya ke beberapa remote server,” kata LookOut Mobile Security dalam keterangannya, yang dikutip Cellular News, Jumat 31 Desember 2010. Oleh karena itu data yang bersifat privasi seperti lokasi koordinat pengguna, mengenali nomor unik perangkat (IMEI) dan kartu SIM (IMSI).

Jangan-jangan bila sebuah rudal diarahkan ke koordinat pengguna, maka rudal itu akan menghancurkan Android plus penggunanya tanpa ada kesalahan.

“Sekali malware itu terinstal pada ponsel pengguna, maka ponsel itu dapat menerima perintah dari server meski jaraknya sangat jauh. Dengan begini, peretas dapat mengontrol sejumlah besar ponsel sesuai keinginannya melalui server,” kata LookOut Mobile Security dalam keterangannya, yang dikutip Cellular News, Jumat 31 Desember 2010.

Sesuai dengan uraian di atas, virus ini berupaya mengirimkan lokasi koordinat pengguna, mengenali nomor unik perangkat (IMEI) dan kartu SIM (IMSI). Bila seseorang dapat mengetahui lokasi koordinat pengguna, mengenali nomor unik perangkat (IMEI) dan kartu SIM (IMSI), maka identitas seseorang akan dikenali juga posisi ia berada. Hal ini sebenarnya sudah terjadi ketika pada saat ini para pengguna ponsel harus mendaftarkan diri ke server perusahaan / pemerintah. Bila kemampuan ini digabungkan dengan GPS maka posisi pengguna beserta identitasnya akan diketahui oleh komputer (peretas).

Android memang identik dengan Linux. Di satu sisi Linux sangat terjamin keamanannya karena tidak semua program dapat mengakses file penting. Untuk menginstal program harus meminta password pengguna terlebih dahulu. Linux pun bisa terinfeksi virus jika Linux menginstal program malware (plus tidak jelas pengembang softwarenya, tidak terpercaya). Tetapi komputer (laptop) Linux tidak selamanya menyala, tidak seperti ponsel. Ponsel selamanya menyala dan dapat mengirimkan email (atau data) berupa posisi lokasi, dan lain-lain. Ponsel juga biasanya ada dalam saku pengguna dan bukan disimpan di mobil, di rumah atau di kantor.

Sumber http://www.android-indonesia.com/home/4-berita-android/19996-virus-trojan-juga-serang-android disertai tambahan dan perubahan.

Leave a Reply