Filosofi Multimedia

Ada pakar yang mendefinisikan multimedia sebagai teks, gambar, suara, animasi dan video. Multimedia adalah segala yang dapat dilihat, didengar oleh pengguna, contohnya teks, buku, gambar, suara, musik,  CD, video, DVD, rekaman, film, dan sebagainya. Multimedia juga dapat didefinisikan sebagai media yang menggunakan berbagai bentuk seperti teks, gambar, animasi, suara, dan / atau film. Sekalipun begitu, bisa saja sebuah multimedia tidak memasukkan keseluruh unsur multimedia itu (teks, gambar, animasi, suara, film). Bisa saja seorang pembuat multimedia hanya menggunakant teks dan gambar saja dalam multimedia yang dibuatnya.

Multimedia digunakan dalam berbagai bidang. Salah satu manfaat penting dari multimedia adalah multimedia pada dunia pendidikan. Hanya saja bentuk pendidikan itu mungkin saja berbeda-beda. Pendidikan bisa saja formal seperti di sekolah dasar, sekolah menengah, atau perguruan tinggi. Pendidikan pun bisa saja tidak formal seperti penyuluhan, seminar, lokakarya, pelatihan (pendidikian dan pelatihan) atau sekedar diskusi di suatu institusi, presentasi perencanaan perusahaan berkaitan dengan tujuan perusahaan (perdagangan, promosi, atau pengembangan). Pendidikan bisa saja menggunakan pakaian “formal” seperti baju seragam atau kemeja. Tetapi pendidikan pun bisa saja menggunakan pakaian “tidak formal” seperti kaos oblong, celana pendek atau sarung.

Multimedia saat ini bahkan masuk ke berbagai alat seperti televisi, komputer, bahkan telepon selular. Untuk televisi, program akan ditayangkan dengan kualitas yang tinggi. Tetapi untuk komputer atau telepon selular kualitas (misalnya resolusi) bisa saja diturunkan sesuai dengan kebutuhan komputer atau alat tersebut. Bila televisi menggunakan resolusi di atas 14 inci, maka komputer akan menggunakan resolusi 14 inci atau kurang dari itu. Lebih jauh lagi, telepon selular mungkin akan menggunakan resolusi lebih rendah lagi, misalnya hanya 4 sampai 7 inci saja.

Di dunia pendidikan, guru-guru sekarang mulai menggunakan multimedia sebagai media pembelajaran. Guru tinggal membuat berkas pembelajaran dengan program presentasi, misalnya Microsoft Office (yaitu Microsoft PowerPoint) atau Libre Office (atau Open Office yaitu Presentation). Dengan menggunakan multimedia, guru dapat menayangkan teks, gambar, animasi, suara, dan / atau film. Multimedia dalam pembelajaran dapat ditayangkan dengan projektor. Bila tidak ada projektor, komputer atau komputer portabel bisa saja dihubungkan dengan monitor televisi. Koneksi komputer dengan televisi bisa dilakukan dengan kabel hdmi. Kabel hdmi memungkinkan untuk mentransfer tidak hanya gambar melainkan juga suara. Pembelajaran tentang koneksi komputer dengan televisi melalu kabel hdmi banyak dibahas di internet.

Ada beberapa kelebihan multimedia dibanding media lain yaitu pengajar dapat mengembangkan multimedia ini dengan mudah. Seandainya pengajar menggunakan media karton untuk memperagakan gambar, maka modifikasi dari gambar ini akan menggunakan biaya untuk pembelian karton. Bila pengajar menggunakan multimedia, dia hanya menggunakan listrik saja untuk mengubah multimedia yang dibuatnya. Selain itu, multimedia memungkinkan menayangkan cukup banyak tampilan (misalnya lebih dari 10 tampilan) dengan biaya yang relatif murah. Kemudahan penggunaan multimedia juga menarik bagi para pengajar karena pengajar tinggal memijit tombol untuk beralih ke tayangan berikutnya. Tampilan multimedia pun lebih menarik daripada karton. Pengajar bahkan dapat menayangkan film yang tidak mungkin ditampilkan oleh media dari kertas karton.

Contoh penggunaan multimedia di luar dunia pendidikan ialah multimedia untuk hiburan. Hiburan ini berarti seseorang menonton karya seni (seni pertunjukan) yang dibuat oleh orang lain.

Multimedia juga dapat digunakan untuk perdagangan (komersil) seperti memperlihatkan atau mempromosikan produk dari suatu perusahaan. Iklan-iklan di televisi atau di internet menunjukkan pentingnya multimedia untuk tujuan komersil. Perusahaan akan berupaya meraih kepercayaan masyarakat melalui iklan-iklan. Pemirsa pun mendapatkan informasi yang mungkin diinginkannya berkenaan dengan produk-produk yang akan dipilihnya.

Multimedia yang digunakan di dunia perdagangan atau hiburan biasanya dibuat oleh pembuat multimedia profesional. Dengan begitu, diharapkan hasil multimedia yang dibuat benar-benar memikat pemirsanya. Pembuat multimedia profesional ini juga banyak detail profesinya, mulai dari menentukan tema dan kata-kata (copywriter) hingga sentuhan pembuatan gambar dan suara dalam program multimedia itu.

Sisi ini mungkin sedikit berbeda dengan multimedia untuk pendidikan karena multimedia untuk pendidikan bisa saja dibuat oleh pengajar. Hal itu karena pengajar sendiri yang lebih memahami detail materi pembelajarannya. Acap kali seorang pengajar pun cukup puas dengan multimedia buatannya sehingga ia tidak berkenan untuk meminta orang lain untuk membuatkan multimedia baginya.

Multimedia terbagi atas multimedia linear dan nolinear. Contoh multimedia linear adalah film. Contoh multimedia nonlinear adalah multimedia yang interaktif sehingga seorang pengguna dapat meloncat ke bagian lain tanpa memperhatikan urutan. Contoh multimedia yang mudah adalah internet (world wide web). Di internet, seseorang dapat berpindah ke halaman lain yang mungkin berisi teks, gambar, animasi, suara atau film. Contoh lainnya dari multimedia nonlinear adalah program permainan komputer (game) atau program pembelajaran di internet (online).

Menurut Wikipedia, multimedia dapat digunakan di berbagai bidang, contohnya untuk industri kreatif, iklan (commercial), hiburan dan seni murni, pendidikan, jurnalistik, teknik, industri, matematik dan riset ilmiah, kesehatan, document imaging (pengubahan dokumen kertas menjadi digital), dan komunikasi.

Pada bagian lain, pembahasan multimedia mungkin berkaitan dengan sejumlah program pembuat multimedia yang akan dibahas pada bagian selanjutnya.

 

Daftar Pustaka

Anonim (2011) “Multimedia” tersedia online di http://en.wikipedia.org/wiki/Multimedia [4 April 2011]

Anonim (tanpa tahun) “Multimedia Introduction” http://www.w3schools.com/media/media_intro.asp [4 April 2011]

Leave a Reply