Multimedia pada Beberapa Bidang

Multimedia seperti diuraikan pada bagian yang lalu merupakan media yang digunakan oleh berbagai disiplin ilmu. Dengan kata lain, multimedia digunakan di beberapa bidang ilmu. Multimedia ini seperti komputer yang digunakan oleh berbagai disiplin ilmu. Komputer digunakan di bidang pendidikan, kedokteran, administrasi, teknik, seni maupun bahasa. Demikian pula dengan multimedia. Sekalipun para pengguna multimedia bisa saja dari berbagai bidang ilmu, para pengguna multimedia menyadari bahwa multimedia sangatlah penting peranannya dalam bidang pendidikan. Banyak contoh yang menunjukkan bahwa seseorang yang menggunakan multimedia sedikit banyak sebenarnya sedang menggunakan multimedia pada bidang pendidikan.

Bila seseorang pengajar menggunakan multimedia untuk menjelaskan materi pembelajarannya, maka dengan langsung dapat dikatakan bahwa pengajar itu menggunakan multimedia untuk pengajarannya. Dengan kata lain, pengajar itu menggunakan multimedia pada bidang pendidikan.

Seorang yang sedang membuka multimedia sebagai bagian dari hiburan mungkin saja hiburan itu merupakan pelajaran baginya. Mungkin tidak salah apabila seseorang pemerhati televisi mengatakan bahwa bila seseorang menonton televisi, orang itu sedang belajar melalui televisi itu. Seseorang akan belajar dalam arti mendekat atau menjauh dari sesuatu. Seseorang akan mendekati sesuatu bila dia merasa bahwa sesuatu itu baik dan bermanfaat bagi dirinya. Seseorang akan menjauhi sesuatu bila dia merasa bahwa sesuatu itu buruk dan tidak bermanfaat bagi dirinya. Televisi dapat mempengaruhi cara berpakaian, cara berbicara, cara berpikir pemirsanya. Seseorang dapat berperilaku keras, lembut, membunuh dan memberi karena televisi menunjuki tayangan seperti itu. Sekalipun demikian, pada akhirnya pemirsa sendirilah yang bertanggung jawab atas segala perilakunya. Pengaruh buruk televisi dapat dihindari bila pemirsanya mampu memilih tayangan yang baik bagi dirinya dan menghindari tayangan yang buruk bagi dirinya.

Bila hiburan yang dinikmati pengguna multimedia berupa permainan (game), permainan itu juga sedikit banyak merupakan pelajaran bagi pengguna permainan itu. Permainan berupa simulasi perang, arcade, atau catur mungkin saja merupakan pelajaran bagi pemainnya. Beberapa pertanyaan dengan hiburan itu adalah mungkinkah hiburan itu bermanfaat bagi kehidupan pemainnya?

Mungkin saja pengguna permainan (hiburan game) tidak menyadari bahwa sejumlah hiburan itu berpengaruh atau bermanfaat bagi kehidupannya. Semestinya pengguna permainan mempertanyakan manfaat permainan itu bagi kehidupannya. Jika tidak demikian, mungkin saja pengguna permainan secara sadar atau tidak sadar akan memanfaatkan keterampilan memainkan permainan itu bagi kehidupannya. Dengan begitu, pengguna permainan juga sebenarnya belajar melalui permainan itu.

 

Iklan

Iklan (commercial) yang ada di televisi atau internet sering dibuat dalam bentuk multimedia. Multimedia di sini akan melibatkan animasi sehingga kemampuan suatu tokoh bisa melampaui hukum sebab akibat di dunia. Contoh iklan yang melampaui hukum sebab akibat di antaranya kemampuan terbang bagi seseorang, atau kemampuan memperhatikan tarian dari berbagai sudut.

 

Jurnalistik

Jurnalistik kini semakin maju dengan adanya multimedia. Dengan begitu, berita yang ditayangkan di internet tidak hanya berupa teks saja, malainkan juga bisa mengandung gambar, animasi, suara, atau film. Jurnalistik pun sedikit banyak merupakan pembelajaran. Bila berita jurnalistik menayangkan sejumlah bencana, maka pemirsa dapat belajar tentang kemungkinan terjadinya bencana di daerah tertentu atau belajar tentang menghindari ancaman bencana.

 

Daftar Pustaka

 

Anonim (tanpa tahun) “Multimedia Tutorial” tersedia online http://www.w3schools.com/media/default.asp [4 April 2011]

Leave a Reply