Viber, Tango, WhatsApp, YM: Aplikasi Smartphone untuk Bertelepon Gratis

Viber adalah salah satu program aplikasi smartphone yang dikembangkan agar pengguna smartphone dapat bertelepon gratis. Informasi Viber dapat diperoleh dari situs resminya dengan alamat www.viber.com. Di situs webnya, Viber mengusung moto “free calls, free voip, free phone calls from iPhone and Android.” Viber saat ini tersedia untuk (Apple) iPhone dan telepon-telepon berbasis Android. Viber menggunakan nomor telepon sebagai identitas.

Ada beberapa syarat bagi pengguna Viber di antaranya kedua alat (device) telepon selular yang saling berkomunikasi harus menginstal aplikasi Viber. Kedua alat ini pun harus ada pada area internet 3G atau WiFi. Saat ini layanan 3G sudah ada di kota-kota besar. Jaringan WiFi bahkan sudah ada di sekitar sekolah (SD, SMP, SLTA, perguruan tinggi).

Prospek Viber sangatlah cerah terutama pada ponsel berbasis iPhone dan Android karena seandainya pengguna telepon selular menggunakan platform Viber, ia tidak usah lagi membayar tagihan telepon. Ia cukup berlangganan internet (sekitar Rp 80.000,00 sebulan) dan selama sebulan itu ia dapat menggunakan telepon sebebas-bebasnya kepada pengguna Viber lainnya. Sebagai tambahan, ia pun dapat mengirimkan sms kepada pengguna Viber lainnya secara gratis pula. Dengan begitu ia tidak lagi perlu membayar biaya sms yang disediakan provider (Telkom, Esia, SmartFren, Telkomsel, XL, Axis, dan yang lainnya).

Sebagai catatan di sini, ia dapat bertelepon ke manapun selama kedua orang yang bertelepon itu menggunakan Viber dan ada di area 3G atau WiFi. Ia dapat bertelepon ke Arab Saudi, Amerika, Inggris atau ke manapun (mungkin kepada teman yang baru didapat dari internet) tanpa ada tambahan biaya interlokal atau international call. Ia hanya berlangganan internet (3G) atau menggunakan WiFi dari lingkungannya.

Pada suatu saat nanti, seseorang yang mempunyai teman melalui jejaring sosial (misalnya Facebook) atau kenal dengan seseorang melalui microblog (misalnya Twitter) ia dapat menelepon temannya itu dengan aplikasi Viber tanpa harus khawatir membayar pulsa interlokal atau internasional kepada provider.

Sebagai catatan lainnya, kini (Oktober 2011) banyak keluhan pengguna provider karena provider membiarkan pihak ketiga mencuri pulsa para pelanggan. Bahkan sebagian pelanggan tidak merasa mendaftar (reg) dan sebagian lagi berusaha berulang kali keluar (unreg) dari program pihak ketiga yang menyedot (baca: mencuri) pulsa ini. Tentu saja pulsa ini akan diuangkan oleh provider dan pihak ketiga itu bagi keuntungan provider dan pihak ketiga itu sendiri.

Di sisi lainnya, provider telepon selular pun akan terancam karena kini hadir pula OpenBTS. Dengan anggaran (Rp 10 juta sampai Rp 20 juta) sekelompok orang (misalnya sekolah) dapat mempunyai provider sendiri. OpenBTS bakhan memungkinkan seseorang bertelepon dan berkirim sms gratis selama ia ada dalam wilayah gelombang OpenBTS itu. Pakar teknologi informasi Onno W. Purbo merupakan salah seorang yang mempublikasikan OpenBTS ini bagi masyarakat setelah sebelumnya beliau memasyarakatkan wajanbolik dan VoIP.

Viber akan diproyeksikan dapat diinstal di komputer. Dengan demikian, suatu saat, seseorang yang komputernya (laptopnya) terkoneksi dengan internet dapat menelepon (membuka koneksi telepon) dengan pengguna komputer lain.

Sebagai pembanding, ada pula program lain seperti Tango (untuk Android dan iPhone). Alamat situs resminya adalah http://www.tango.me/. Dengan Tango, dua orang dapat bertelepon dan melakukan video call. Program Tango juga dapat diinstal di Android, iPhone dan komputer. Seseorang dapat mengundang orang lain melalui email atau sms. Di dalam email atau sms yang dikirimkan seseorang dapat mengunduh (download) dan menginstal aplikasi Tango. Kedua orang ini pun dapat berkomunikasi dengan Tango. Jadi Tango berbeda dengan Viber karena Tango menggunakan identitas (id) khusus seperti YM, sedangkan Viber menggunakan nomor telepon sebagai id. Tango mempunyai kesamaan dengan YM, dan WhatsApp yaitu menggunakan identitas khusus.

Program lainnya adapula WhatsApp, situs resminya www.whatsapp.com. Program ini dapat diinstal di ponsel Android, Blackberry, iPhone, Nokia, WindosPhone. Program WhatsApp ini memungkinkan seseorang untuk melakukan chat secara grup, sms dan mms. Ia dapat pula menentukan lokasi teman-temannya (dengan aplikasi peta/map). Hanya saja program WhatsApp ini merupakan program yang berbayar sebesar $2 setahun.

Sesungguhnya program seperti ini sudah sejak dahulu dikembangkan yaitu program Yahoo! Messenger (YM). Program YM ini seseorang dapat melakukan VoIP (bertelepon), bersms (chat), atau melakukan video call. Yang mengherankan adalah, YM ketika diinstal di ponsel Android milik saya tidak dapat melakukan koneksi telepon apalagi video call. Bila hal ini terus berlanjut, maka popularitas YM akan menurun dan jatuh. Bahkan mungkin akan ditinggalkan oleh penggunanya.

Prospek bertelepon gratis ini sangat potensial dan perkembangannya sangat cepat. Indonesia bahkan tidak mungkin ketinggalan. Bila dulu, teknologi dapat diimpor setelah 10 tahun, sekarang, dengan globalisasi ini, program yang digunakan sebagai standari di dunia barat atau timur, dapat digunakan di Indonesia secepatnya.

Selanjutnya, masyarakat akan mengucapkan selamat tinggal kepada program yang tidak menguntungkan (misalnya YM). Masyarakat akan beralih pada komunitas mayoritas (platform yang paling banyak digunakan).

Sesungguhnya dengan platform Facebook (FB) juga sekarang orang dapat berkomunikasi. Seseorang dapat memiliki 5000 orang teman dan melakukan chat dengan FB. FB bahkan pada beberapa provider merupakan aplikasi yang gratis.

Dunia semakin menarik!