Penghitungan Laba Ternak Sapi

Beternak sapi merupakan bagian dari budaya masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas mempunyai profesi di bidang agraria sangat berkaitan dengan peternakan seperti ternak sapi, domba, ayam, itik dan ikan. Sejumlah pemodal dan pekerja bekerja sama dengan sistem bagi hasil (nengah). Dengan begitu, masyarakat yang tidak memiliki modal dapat mendapatkan modal (ternak) untuk dipelihara dan memberikan keuntungan. Di sisi ini kedua pihak akan saling menguntungkan. Di sisi lain, pemodal pun tak jarang dikelabui oleh masyarakat. Beberapa pemodal justru dikelabui oleh pekerja karena pekerja merasa pendapatannya terlalu kecil.

Penghitungan berikut ini dibuat agar pemodal dan pekerja (pemelihara) sama-sama dapat memproyeksikan keuntungan. Dengan begitu, pemodal dan pekerja dapat menentukan bahwa kerja sama ini cukup pantas untuk dilakukan.

Dari sisi harga, beternak seekor sapi sebanding dengan sepuluh domba. Seekor sapi harganya kurang lebih Rp 6.000.000,00 sedangkan harga seekor domba kurang lebih Rp 600.000,00. Harga ini tentu saja harga maksimal, karena ada banyak sapi dan domba yang harganya di bawah harga itu.

Semestinya seorang pemelihara memelihara lebih dari satu sapi karena keuntungannya akan signifikan (kaharti). Dalam penghitungan di atas kertas, pemeliharaan tiga ekor sapi sudah cukup signifikan dari segi keuntungan. Dari sisi beratnya kerja, memelihara tiga ekor sapi pun memerlukan rumput yang cukup banyak agar sapi bisa tumbuh dengan baik.

Bila seorang pekerja memelihara tiga ekor sapi, katakanlah dengan harga seekor sapi Rp 6.000.000,00, maka pemodal mengeluarkan modal sebesar Rp 18.000.000,00. Bila di akhir tahun sapi dijual seharga Rp 10.000.000,00 per ekor, maka keuntungan dapat dihitung. Laba (keuntungan) kotor adalah Rp 30.000.000,00. Laba kotor ini dipotong modal Rp 18.000.000,00, maka laba bersih adalah Rp 12.000.000,00. Laba bersih ini dibagi dua antara pemodal dan pekerja, masing-masing mendapat Rp 6.000.000,00.

Tulisan di atas menunjukkan bahwa seorang pemelihara sapi setidaknya memelihara tak kurang dari tiga ekor sapi. Dengan memelihara tiga ekor sapi, seorang pemelihara akan mendapatkan keuntungan Rp 6.000.000,00 setahun. Keuntungan Rp 6juta setahun bisa berarti sebulan Rp 500.000,00. Dengan begitu, penghitungan ini ditujukan agar setidaknya pekerja mendapatkan keuntungan tidak kurang dari Rp 500.000,00 sebulan.

Dalam satu survey, diketahui bahwa seorang pekerja dapat memelihara sampai tujuh ekor sapi. Dengan begitu, bila pemodal memiliki modal 14 ekor sapi, ia cukup mempunyai dua orang pemelihara. Pemelihara ini juga mesti cukup bekerja keras untuk mencukupi pakan sapi.

Bila seorang pemelihara memelihara tujuh ekor sapi (maksimal), maka dengan penghitungan yang sama, pendapatan per tahunnya adalah Rp 14.000.000,00 atau gaji per bulannya adalah Rp 1.166.666,67.

Dari studi di internet, feses (podol) sapi kurang lebih 15 sampai 25 kg sehari. Dengan begitu, pakan sapi pun tak boleh kurang dari jumlah feses yang dikeluarkannya. Pertambahan berat badan sapi per hari adalah kurang lebih satu kilogram.