Penggunaan Multimedia di Sekolah Dasar

Penggunaan multimedia di sekolah dasar merupakan potensi yang menarik. Bukan tidak mungkin pembelajaran di sekolah dasar menggunakan multimedia. Pengajar dapat menayangkan multimedia dengan proyektor LCD. Sekalipun pada saat ini belum banyak sekolah yang menggunakan proyektor LCD, namun potensi penggunaannya di masa depan sangatlah besar.

Bukan tidak mungkin sekolah dasar mengembangkan multimedia. Hal itu terutama guru-guru sekolah dasar sangat berkepentingan untuk mengembangkan multimedia di sekolah dasar. Pada masalah ini, guru-guru sekolah dasar harus mempunyai kemampuan untuk mengembangkan multimedia. Tentu saja penggunaan multimedia diasumsikan lebih efisien dan lebih efektif bagi pembelajaran. Dengan kata lain, multimedia diasumsikan lebih hemat, lebih mudah (efisien) di dalam pembelajaran, multimedia pun memberikan manfaat (efektif) yang lebih besar di dalam pembelajaran.

Kemampuan guru-guru untuk mengembangkan multimedia sangatlah penting. Pembuatan multimedia dapat dibuat dengan program presentasi. Institusi pendidikan tenaga kependidikan semestinya mengembangkan alumnusnya untuk membuat media dan multimedia.

Penggunaan multimedia ini akan menjadi alternatif dari media alami lain. Penggunaan multimedia dapat digunakan bila media alami sulit didapatkan dengan begitu, guru dapat menampilkan gambar atau filmnya. Apabila seorang guru dapat menampilkan berbagai jenis alat transportasi (motor, mobil, kereta api, pesawat terbang, perahu, kapal laut), hal itu akan cukup inspiratif bagi pembelajar. Apabila pengajar dapat memberikan contoh bunyi bahasa, pengucapan (artikulasi) bahasa, pengajar dapat melengkapinya dengan gambar-gambar.

Biasanya proyektor disandingkan dengan sistem audio. Sistem audio yang ditambahkan bisa saja radio-tape recorder. Hal ini disebabkan komputer yang biasanya disandingkan dengan penggunaan proyektor hanya bisa mengeluarkan suara yang kecil. Dengan mengunakan radio-tape recorder suara yang keluar dari komputer (multimedia) akan cukup nyaring dan bisa diapresiasi oleh pembelajar dengan baik.

Dengan begitu, multimedia yang digunakan di antaranya adalah komputer laptop (portabel), proyektor LCD, dan radio-tape recorder. Laptop dapat menyimpan berkas-berkas (file) multimedia. Proyektor digunakan untuk menampilkan multimedia. Radio-tape recorder digunakan untuk mempernyaring bunyi dari komputer agar suara multimedia itu dapat didengar dan diapresiasi oleh para pembelajar di dalam kelas.

Multimedia dengan proyektor LCD tidak selamanya bisa menggantikan papan tulis dan media alami. Namun multimedia ini semestinya melengkapi papan tulis. Pada pembelajaran menulis permulaan, guru semestinya memberikan contoh menulis di papan tulis. Pada pembelajaran mengarang pun, guru dapat mengorganisasikan siswa untuk menulis kalimat di papan tulis dengan tema yang ditentukan. Namun multimedia sangat efektif untuk menampilkan puisi atau wacana. Dengan begitu, pengajar tidak usah menulis puisi di papan tulis atau membagikan wacana. Menulis puisi di papan tulis akan menghabiskan waktu, menguras tenaga. Multimedia seperti ini dapat digunakan dan disempurnakan di masa depan.

Contoh multimedia yang dibuat misalnya pembelajaran bercerita (sastra), pembelajaran puisi, pembelajaran membaca, pembelajaran membaca permulaan.

Leave a Reply