Simulasi Peternakan dengan Kebun Rumput

Dengan simulasi, jumlah lahan yang diperlukan untuk 100 atau 105 domba dapat dihitung. Penghitungan ini dilakukan dengan dua asumsi. Asumsi pertama satu ekor domba memerlukan satu meter persegi rumput per hari. Asumsi ke dua, rumput akan tumbuh dan dapat dipanen setelah berumur 40 hari. Bila seseorang mempunyai luas lahan kebun rumput 300 bata (300×14 = 4200 meter), maka 4200 dibagi 40 hari diperoleh 105 ekor domba.

1 1234567890123456789012345678901234567890
2 1---------1---------1---------1---------
3 1---------1---------1---------1---------
4 1---------1---------1---------1---------
5 1---------1---------1---------1---------
6 1---------1---------1---------1---------
7 1---------1---------1---------1---------
8 1---------1---------1---------1---------
9 1---------1---------1---------1---------
0 1---------1---------1---------1---------

Gambar di atas mensimulasikan lahan yang terdiri atas 40m x 10m = 400m persegi. Lahan seluas 400m2 akan mampu memberi pakan sebanyak 10 domba. Oleh karena itu, lahan seluas 4000m2 akan mampu memberi pakan sebanyak 100 domba. Gambar di atas menunjukkan bahwa satu ekor domba memerlukan lahan sebanyak 40m2. Mengapa 40m2? Karena seekor domba mengkonsumsi 1m2 setiap hari. Hari berikutnya, ia harus pindah ke lahan lain sampai 40 hari agar lahan 1m2 yang pertama dapat tumbuh dan dipanen dalam 40 hari.

Sebuah rumah di kampung luasnya bisa saja 30 bata atau 420m2. Ukuran rumah ini adalah rumah “priyayi alias ningrat” karena rumah kalangan “biasa” cukup 10 bata saja. Oleh karena itu, seandainya lahan seluas 420m2 itu digunakan sebagai lahan kebun rumput, maka lahan itu akan mampu memberi pakan sebanyak 10 ekor domba.

Pakan domba ini mesti diperhitungkan dari berat domba. Pakan domba adalah 10% dari berat domba. Bila berat domba 50kg (rata-rata), maka pakan per hari domba tersebut adalah 5kg. Bila berat domba 100kg, maka pakannya adalah 10kg per hari. Bila berat domba adalah 20kg, maka pakannya adalah 2kg.

Laba
Laba dari 100 domba dari lahan 4200m2 (300 bata atau dengan kandang 400 bata) dapat dihitung. Bila modal dasar seekor domba adalah Rp 300.000,00, dan dalam satu tahun dijual Rp 1.300.000,00, maka laba seekor domba adalah 1.000.000,00. Bila dalam satu peternakan ada 100 domba, maka laba keseluruhan adalah 100 x Rp 1.000.000,00 atau Rp 100.000.000,00 setahun. Bila domba dibiakkan sendiri, maka keuntungan dapat lebih berlipat sekalipun waktu pemeliharaan relataif akan lebih lama dari satu tahun.

Pekerja
Pekerja di peternakan dapat diambil sampai empat orang. Peternakan seluas 4200m2 yang ditanami rumput (jadi kebun rumput) dengan kandang kurang lebih 100m2. Kebun rumput itu dapat tumpang sari dengan berbagai tanaman: jati, mangga, sirsak, nangka, pisang, durian dan / atau pohon bambu.
Penghitungan gaji pekerja dapat dibandingkan dengan laba yang diperoleh. Bila gaji seorang pekerja sesuai UMR adalah 750.000,00 per bulan, maka gaji per tahun adalah 7.500.000,00 + 1.400.000,00 = kurang lebih 9juta. Bila ada 4 orang pekerja, maka gaji keseluruhan adalah 4 x 9juta = 36juta per tahun atau 2,8juta per bulan. Dengan demikian, laba bersih, dipotong gaji pekerja adalah 100juta – 36juta = 64juta per tahun. Jumlah 64juta per tahun bila dibagi 12 bulan adalah 5,3juta per bulan.

Jadwal Pekerja
Pekerja yang mengurus kebun rumput dan kandang dapat dijadwal. Mereka bekerja dengan pergeseran (shift) waktu kerja. Di sini diasumsikan pekerja menunggui kandang siang-malam demi keamanan kandang dari pencurian. Karena itu, kandang di peternakan harus mempunyai pos jaga yang dilengkapi dengan listrik, air, dan barang elektronik. Juga mesti ada perabotan: kursi, meja, tempat tidur, dapur, gudang. Sangat menarik jika kandang dikonversi sebagai lahan wisata. Lahan wisata ini berarti masyarakat sekitar dapat mengunjungi, belajar dari pola peternakan ini. Jika lahan wisata dipertimbangkan secara serius, maka perlu ada warung seperti warung bakso, susu, beef steak, tengkleng, atau olahan keju.
Sistem jadwal sebaiknya setiap hari ditunggui dua pekerja. Bila hanya seorang yang menunggu kandang, orang ini akan jenuh karena tidak ada teman ngobrol. Di samping itu, ada kemungkinan ada keperluan mendesak yang memungkinkan hanya seorang yang menunggu kandang sementara seorang lainnya memenuhi kebutuhannya yang mendesak itu. Keperluan mendesak contohnya urusan rumah tangga, desa, tamu, atau undangan.
Bila pekerja ada empat orang: Ara, Wardana, Aca, Pandi maka pengaturan jadwal ialah sebagai berikut.

Siang Malam
1. Senin Ara Wardana
2. Selasa Wardana Aca
3. Rabu Aca Pandi
4. Kamis Pandi Ara
5. Jumat Ara Wardana
6. Sabtu Wardana Aca
7. Minggu Aca Pandi
8. Senin Pandi Ara dan seterusnya

Sejumlah Modal Persiapan
Modal yang harus disiapkan di antaranya adalah lahan yang strategis. Lahan strategis ini adalah lahan yang dekat dengan sumber air (sungai atau irigasi) dengan begitu, kebun rumput tidak akan kekurangan air. Bila kebun rumput kekurangan air, maka rumput tidak akan tumbuh dengan baik.
Lahan yang strategisi ini cukup 400 bata untuk 100 ekor domba. Dengan perhitungan yang sama, lahan dapat kurang atau lebih dari 400 bata. Jangan terlalu rakus! Manusia sudah punya satu lahan ingin punya lahan lain…. Manusia sudah punya satu gunung ingin punya dua gunung…. Biarkan lahan untuk manusia lain dengan usaha lain.
Lahan sebanyak 400 bata bila dinilai strategis akan berharga 400rb per bata. Dengan begitu, modal lahan adalah 160juta. Tentu saja lahan ini tidak di tengah kota, melainkan di kampung yang memungkinkan limbah kotoran domba tidak mengganggu warga. Bila lahan dipertimbangkan kurang strategis (kurang ada air atau jauh dari air) maka lahan biasanya murah, bisa hanya 50rb–100rb per bata. Dengan begitu harga modal lahan yang kurang strategis seluas 400 bata bisa saja sekitar Rp 40juta.

Modal Kandang
Sebelum mimpi dilaksanakan, terlebih dahulu harus dihitung modal kandang. Modal kandang kurang lebih 10 juta untuk baja stainles, genteng fiber, papan dan bambu.
Luas kandang adalah 1,5m2 per satu ekor domba dengan begitu, bila ada 100 domba, maka luas kandang adalah 150m2 (10,7 bata).

Tahun-tahun Awal
Untuk tahun pertama, pekerja bisa hanya dua orang. Hal ini untuk menghemat pengeluaran karena keuntungan baru diperoleh tahun depan (saat hari raya Kurban, Rayagung). Oleh karena itu, jadwal pekerja untuk dua orang adalah sebagai berikut.

Siang Malam
1. Senin Ara Dana
2. Selasa Dana Ara
3. Rabu Ara Dana
4. Kamis Dana Ara
5. Jumat Ara Dana
6. Sabtu Dana Ara
7. Minggu Ara Dana
8. Senin Dana Ara dan seterusnya

Dengan dua orang pekerja di tahun awal, gaji pekerja pun “hanya” setengahnya yaitu 1,4juta per bulan. Setelah panen di hari raya Kurban (Rayagung), pekerja dapat ditambah dengan seleksi yang ketat (disiplin).

Indisipliner
Tindakan indisipliner dapat dilakukan pekerja. Tindakan indisipliner dapat mengakibatkan resiko fatal bagi usaha. Bahkan usaha bisa bangkrut. Tindakan indisipliner itu di antaranya mangkir masuk. Bahkan yang fatal adalah pencurian atau menukar domba dengan domba yang lebih kecil. Pekerja dapat menjual domba yang besar dan menukarnya dengan domba yang lebih kecil. Dengan begitu dia dapat surplus atau keuntungan dari selisih harga jualnya. Untuk mencegahnya dapat dilakukan dokumentasi seperti foto dari domba. Bayangkan foto 100 domba dalam bentuk digital, diprint dan ditempel di kandang atau disimpan di kantor. Indisipliner yang berbahaya dapat dikenakan sanksi dari mulai teguran sampai pemecatan untuk sanksi terberat. Untuk mencegah pencurian, penukaran atau penjualan, kandang dapat dikunci dengan gembok. Dengan begitu, domba dapat dikeluarkan hanya bila ada pemilik saja.

Pagar Peternakan
Peternakan atau kebun jukut dapat dipagar dengan patok beton dan pagar bambu. Pagar bambu harus dibuat bila domba diperbolehkan untuk dikeluarkan untuk berjalan-jalan di areal peternakan. Bila kebun jukut tidak dipagar, ada kemungkinan domba keluar dari areal peternakan dan merusak sawah, kebun, atau tanaman orang lain. Oleh karena itu, di areal peternakan harus ada pohon bambu untuk membuat pagar bambu.

Hal-hal Lain
Hal lainnya yang dapat dibahas di antaranya modal bibit rumput, modal pompa (toren), pengembangan SMK dan pengembangan desa wisata peternakan.

Leave a Reply