Pemilihan Ketua Karang Taruna di Kelurahan Kami

Para sesepuh rukun warga berinisiatif untuk membentuk kepengurusan karang taruna yang baru. Diharapkan karang taruna ini akan beroperasi karena mempunyai program yang jelas. Sebagian karang taruna malah diam setelah dibentuk. Karang taruna seperti ini disebut karang taruna tukiam, dibentuk lalu diam. Lalu karang taruna ini juga menjadi wadah pembelajaran organisasi bagi para pemuda. Organisasi ini akan menjadi kepanjangan tangan dari pemerintahan pusat dan daerah. Program-program pemerintahan pusat dan daerah akan disambut, dilaksanakan dan diteruskan oleh karang taruna. Organisasi ini pun akan menangkal pengaruh negatif seperti minuman keras, narkoba, atau paham yang ekstrem seperti khilafah yang didirikan dengan cara peperangan dan antidemokrasi (antimusyawarah).

Karang taruna ini dinaungi oleh pelindung dari pejabat lurah setempat. Karang taruna ini juga dinaungi oleh penasehat dari pejabat rukun warga setempat. Selain itu karang taruna ini juga memiliki pembina di antaranya dari unsur kepolisian yang berdomisili di wilayah setempat.

Mulailah pemilihan ketua karang taruna dilakukan. Karang taruna ini memang karang taruna pertama yang mulai beroperasi di kelurahan ini. Bapak pengarah menentukan para pemuda dari setiap rukun tetangga untuk mencalonkan diri. Karena ada empat rukun tetangga, maka muncullah empat calon ketua karang taruna. Pemuda-pemuda ini adalah pemuda yang potensial, baik, dan jujur terlihat dari wajahnya. Ada tiga laki-laki dan satu calon perempuan yang diajukan untuk dipilih. Mulailah mereka didorong untuk pidato dan mengemukakan visi dan misi mereka. Mungkin saja visi dan misi ini bisa jadi lucu karena anggaran memang belum jelas, atau pengalaman organisasi mereka juga belum matang. Namun, sebagaimana diuraikan di atas, karang taruna ini dibentuk untuk membantu program pemerintah. Karang taruna ini merupakan kepanjangan tangan pemerintah sekalipun anggarannya bisa dibilang swadaya atau bahkan seadanya. Mungkinkan menjalankan program pendidikan, pengajian, olah raga, dana usaha tanpa modal? Mungkin saja, asal ada investor yang berkenan memberikan investasi pada program yang profit dan menjanjikan keuntungan bagi hasil.

Seandainya saja ada di antara pemuda calon ketua karang taruna yang aktif di partai, tentu mereka akan menyampaikan visi, misi partai. Visi, misi ini mesti pro rakyat, membela rakyat, dan membela kebenaran. Visi, misi partai ini tentu saja bertujuan agar rakyat mencoblos mereka. Mudah-mudahan visi, misi ini bukan sekedar hiasan bibir, atau pemanis belaka. Tentu saja kader partai besar tidak akan tinggal diam untuk ikut serta dalam pemilihan ketua karang taruna. Untungnya, tidak ada seorang pun calon ketua karang taruna yang merupakan kader partai. Tentu saja karena kebanyakan rakyat sekarang tahu bahwa untuk menjadi wakil rakyat, bupati, atau karier politik lain, orang harus membayar melalui partai, membayar uang kampanye, dan menyelenggarakan hajatan setiap harinya untuk memenuhi tamu dengan suguhan-suguhan.

Setelah pidato, maka dilakukanlah pemungutan suara. Akhirnya terpilihlah salah satu kandidat menjadi ketua karang taruna. Lalu ketua ini membentuk tim formatur bersama penasehat, pembina, dan pengarah. Mereka membentuk susunan pengurus di bawahnya dan mencanangkan program kegiatan selama satu tahun. Mudah-mudahan saja program satu tahun ini dapat terlaksana dengan modal yang ada pada organisasi.

Sisi lain yang menarik untuk dibicarakan adalah bahwa organisasi acap kali mempunyai informasi publik yang mesti dilaporkan kepada publik. Publik berhak meminta informasi publik ini dan organisasi wajib memberitahukannya. Contoh organisasi adalah sekolah, dinas, juga karang taruna. Di sini, bila organisasi menolak memberi informasi publik maka ia bisa dianggap melanggar undang-undang. Di sisi lain, bila ada oknum masyarakat yang menyalahgunakan informasi publik ini maka oknum ini juga akan diancam dengan undang-undang. Oleh karena itu, bila ada semacam organisasi yang mengatasnamakan lembaga swadaya masyarakat menyalahgunakan infomasi publik, mereka bisa dipidanakan juga. Informasi publik itu misalnya banyaknya donatur, jumlah donasi, anggaran belanja atau program organisasi, laporan keuangan. Organisasi sekolah yang melakukan pungutan sumbangan masyarakat mesti melaporkan sumber, besar anggaran, dan laporan penggunaannya kepada masyarakat. Bila informasi ini disalahgunakan oleh oknum LSM, maka oknum LSM terancam dipidanakan juga.

Lucunya, orang-orang tua secara organisasi ada di bawah ketua yang masih pemuda. Tak apalah, yang penting, para pemuda karang taruna bisa berkarya. Mungkin saja mereka bisa menggerakkan ekonomi masyarakat, mengkampanyekan kejujuran dalam investasi dan kerja, menghindarkan warga dari paham yang buruk dan sebagainya.

Leave a Reply