Hilangnya Istilah ISIS dalam Berita Pemberontak Suriah

Foto peta dari internet

Foto peta dari internet

Saat ini berita tentang perang Suriah yang melibatkan Presiden Bashar Assad melawan pemberontak ISIS masih ada di dan menghiasi pojok berita luar negeri di media massa kita. Namun istilah ISIS seolah sengaja dihilangkan dalam istilah pemberontak. Mungkin saja hal ini disebabkan mainstream media ingin tetap menjatuhkan citra Presiden Bashar Assad dan mengangkat citra pemberontak yang notabene pemberontak itu adalah ISIS.

1476135909144-233077186

Pada awal perang Suriah, AS dan media-media mainstream yang berpihak kepada AS mengatakan bahwa Presiden Suriah, Bashar Assad adalah diktator kejam dan pembunuh manusia. Digiringlah masyarakat untuk menjatuhkan Bashar Assad. Padahal kenyataannya adalah Presiden Bashar Assad adalah bemper pelindung Palestina saat Palestina khususnya wilayah Libanon diserang Israel. Sejumlah berita menunjukkan kekalahan Israel melawan banser Palestina yang didukung Suriah dan Iran. Kekalahan Israel dalam Perang 33 Hari melawan Libanon sangat memalukan dan berusaha ditutup-tutupi. Pada Perang 33 Hari itu Libanon didukung Suriah karena Libanon memang bertetangga dengan Suriah. Logistik seperti peralatan tempur, bahan makanan, bahkan personel disumbangkan Suriah untuk Libanon. Resikonya Suriah sekarang mendapat serangan dari Israel melalui bonekanya yaitu ISIS.

 

Sayangnya banyak warga muslim yang mendukung ISIS. Sampai sekarang bahkan ada masyarakat yang mengatakan bahwa sekalipun ISIS pembunuh dan mengangkat senjata, ISIS ada manfaatnya. Alkohol juga ada manfaatnya bila diminum namun mudaratnya jauh lebih besar. Dukungan terhadap ISIS bahkan dilakukan oleh ormas pendukung khalifah. Sekarang ini ormas itu tiarap dan tidak mungkin secara terang-terangan mendukung khalifah ISIS.

 

Kini opini masyarakat pun tidak kurang digiring ke arah pemutarbalikan fakta yaitu penghilangan istilah ISIS dalam istilah pemberontak Suriah.

 

Di sisi lain AS juga berupaya menggiring opini bahwa AS bersama Rusia menumpas ISIS. Padahal AS pernah mnyerang Pasukan Assad dengan pura-pura salah koordinat serang. Jadi AS sebenarnya mendukung ISIS karena ISIS melindungi kepentingan Israel.

 

Sekalipun AS seolah anti-ISIS, namun AS tak pernah pura-pura membenci Assad. AS terang-terangan ingin menjatuhkan Assad. AS ingin mengganti rezim Assad. Mengapa? Karena Assad adalah ancaman bagi Israel.

 

Mampus AS! Mampus Israel! Mampus ISIS! Mampus pemberontak Suriah!

Hidup Presiden Bashar Assad!

Pertanyaan Akidah

Bisakah Allah swt menciptakan sebuah benda sebesar telur dan seluruh alam ini masuk ke dalamnya?

Pertanyaan ini muncul dan dijawab oleh salah seorang imam dari Ahlul Bait Nabi saw. Beliau menjawab bahwa Allah swt menciptakan mata sebesar telur dan seluruh alam ini bisa masuk ke dalamnya.

Pertanyaan akidah yang lain muncul pada masa Nabi Isa as. Para penentang agama mempertanyakan kemampuan Tuhan untuk menghidupkan kembali orang yang sudah mati. Akankah ada hari kebangkitan? Apakah manusia bisa dihidupkan lagi setelah ia mati? Apakah Allah swt mampu menghidupkan lagi manusia setelah manusia mati?

Pada masa sekarang kita meyakini bahwa manusia baru hidup, menjadi bayi, padahal sebelumnya tiada.

Akal sehat mengatakan bahwa ada lebih baik daripada tiada. Manusia ada karena nikmat Allah swt. Manusia yang hidup lebih berharga daripada manusia yang mati. Manusia yang ada berrti mendapat nikmat dari Allah swt. Sedangkan tiada sesuatu berarti tidak ada pemberian nikmat Allah pada sesuatu itu.

SETNOV, PARTAI GOLKAR, DAN KEAJAIBAN DUNIA

Salah satu keajaiban dunia adalah lolosnya Setnov dari Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) dan Mahkamah Konstitusi (MK). Sebenarnya lolos dari MKD tidak istimewa karena MKD berisi partai-partai dan partai Setnov (Golkar). Tentu saja daya tawar Setnov pada MKD tinggi dan ia bisa lolos dari hukuman MKD.

Dulu juga ketika anggota DPR menemui Donald Trump, MKD hanya memberi hukuman yang dirasa ringan bagi masyarakat. Kasus wakil rakyat yang selingkuh dengan TNI juga ditangani dengan hukuman ringan. Apakah TNI juga memberi cukup hukuman kepada perwiranya? Ia memang terkena pengadilan militer.

Jika Setnov lolos dari hukuman berat dari MKD, ini bukan ajaib. Namun salah satu keajaiban dunia adalah Setnov lolos dari jerat hukum MK. Saat ditelusur alasannya tak kalah ajaib: rekaman dari ponsel Direktur Freeport ilegal. Mungkin hukum beralasan bahwa yang boleh merekam adalah yang diizinkan undang-undang seperti KPK. Namun nalar sehat tercerabut dan jadilah peristiwa ini sebagai salah satu keajaiban dunia melebihi keajaiban Borobudur atau Piramid.

Dengan lolosnya Setnov dari hukuman MK, Setnov hendak mengambil haknya kembali sebagai ketua DPR. Sekarang ini Setnov adalah Ketua Umum Partai Golkar.

Sungguh ajaib. Sungguh menyedihkan.

Apa daya? Rakyat harus menuntut. Salah satunya melalui media sosial. Juga dipadu oleh suara pakar seperti pakar tata negara, Prof. Refly Harun.