TARIF PRABAYAR PLN YANG MAHAL

Catatan. Tulisan ini agak rancu pengertian tagihan dan tarifnya. Istilah tagihan semestinya untuk pascabayar, istilah tarif mestinya dari patokan PLN atau sistem prabayar.

Tahun-tahun ini tagihan PLN luar biasa besarnya. Terutama sejak beralih dari pascabayar ke prabayar. Mulanya hanya maksimal 130 ribu per bulan kini sekitar 400 ribu sebulan. Ini dimulai ketika saya mengisi 300 ribu, ternyata hanya cukup tiga minggu. Padahal saya berharap pulsa baru habis setelah dua bulan lebih. Selanjutnya saya mengisi pulsa 100 ribu rupiah, ternyata hanya cukup seminggu.

Secara teratur saya membeli pulsa 100 ribu setiap minggu. Ini juga menjadi pekerjaan tambahan bagi saya. Apalagi PLN tiba-tiba habis malam hari, saya pun panik dan terpaksa kelayapan mencari pulsa PLN. Mencari pulsa PLN juga tidak mudah. Saya cari di satu retail, ternyata pemiliknya belum beli deposit. Lain waktu saya minta yang 300 ribu, mereka enggan memberinya. Katanya, uang administrasi untuk pembelian PLN sama saja. Jadi, saya diminta untuk ngecer 100 ribu saja. Padahal bagi saya 100 ribu itu hanya seminggu.

Ketika menggunakan sistem pascabayar, saya tak pernah direpotkan dengan tagihan listrik karena saya menngunakan jasa autodebet dari bank. Tagihan PLN pun hanya 130 ribu sebulan.

Saya selalu tidak percaya dengan fenomena ini. Saya merasa ada yang salah. Apalagi melihat pejabat dan pegawai PLN anu sama sekali tidak ada keluhan kenaikan tarif PLN. Sebagian pelanggan PLN yang tidak beralih ke prabayar pun tetap tidak mengalami kenaikan tagihan PLN.

Suatu saat masyarakat sama-sama komplain kepada pegawai PLN tentang kenaikan tarif. Ia pun menjawab dengan nasehat agar hemat listrik dan menyadari kenaikan tarif. Ketika pegawai PLN ini bertanya kepada saya, berapa tagihan PLN saya. Saya menjawab 400 ribu. Ia sendiri terkejut karena tagihannya tidak sebesar itu, hanya 250 ribu sebulan.

Ada lagi beberapa kasus lain. Pelanggan PLN yang tidak mengganti meterannya dengan prabayar ternyata tidak mengeluh mengalami kenaikan tarif PLN. Semntara yang mengganti meterannya dengan prabayar laangsung mengeluh dengan kenaikan tarif PLN yang tinggi.

Kasus lain adalah rumah yang ditinggalkan penghuninya karena pemiliknya meninggal. Anggota keluarganya tidak mau tinggal lagi di rumah itu. Akibatnya hanya tiga lampu neon saja yang menyala. Sekalipun sudah menggunakan lampu hemat listrik, ternyata tagihan PLN-nya tetap hampir 400 ribu rupiah. Jelas keliru. Orang akan menduga PLN mematok tagihan tetap setiap bulannya. Ini terjadi di kompleks Margahayu, Kota Bandung. Rumah ini masih menggunakan pascabayar.

Di rumah saya yang berganti menjadi sistem prabayar, ternyata tagihan juga tetap. Kami pernah pergi ke luar kota selama seminggu. Pulsa PLN pun diisi. Ternyata habisnya tetap saja 100 ribu rupiah seminggu, alias 400 ribu rupiah sebulan.

Saya menduga perubahan ini disebabkan PLN sebagai BUMN diminta tidak selamanya merugi. Keuangan mereka diaudit setiap tahun. Negara tidak ingin lagi membayar kerugian PLN. Gaji pegawai PLN pun mesti sejahtera. Pegawai yang pensiun mesti dapat tunjangan besar. Dari audit itulah mungkin PLN menghitung kenaikan tarifnya.

Saya harap masyarakat tak mau beralih ke prabayar. Buktinya tagihan saya yang asalnya hanya maksimal 130 ribu sebulan, kini jadi sekitar 400 ribu sebulan atau 100 ribu seminggu. Kalau ada pegawai PLN yang merayu, mengancam, menakut-nakuti agar pindah ke prabayar, tolak saja. Buktinya sekolah, masjid, toko serba ada juga tidak menggunakan prabayar. Rizal Ramli juga ketika menjadi menteri meminta agar PLN tidak memaksa pelanggan beralih ke prabayar.

Yang aneh juga adalah ketika saya mencoba berhemat dengan mematikan dispenser pemanas air dan mengatur nyala pompa air, hasilnya tetap sama. Mesin cuci sudah lama tidak digunakan. Tidak ada AC di rumah. Rumah kami juga bukan pabrik. Ternyata tarif PLN tetap 100 ribu seminggu. Mungkinkah tarif tidak akan berubah kalau saya pakai listrik dengan royal?

Orang PLN menasehati, mungkin belum ada ground rumah atau kabelnya ada yang bocor. Saya pun mengganti kabel dan instalasi rumah. Ternyata sejak dulu ground sudah ada. Ternyata penggantian kabel dan instalasi rumah tidak mengurangi tagihan PLN. Tetap saja 100 ribu seminggu.

Lalu saya juga berpikir berhenti langganan PLN dan menggunakan solar sel. Membangun atap solar sel tentu membutuhkan biaya. Hal ini perlu dikaji lebih mendalam.

Leave a Reply