TENTANG SUNNI-SYIAH

Saddam Husein adalah pembunuh rakyatnya sendiri. Banyak ulama dari kalangan Sunni dan Syiah yang dibunuh Saddam.

Ketika revolusi tahun 1979 Iran terbebas dari Shah Reza Pahlevi, Irak menginvasi Iran. Perang terjadi selama 8 tahun dan Irak tak mampu mengalahkan Iran.

Memang Irak dan Iran terdapat Syiah. Di negeri-negeri Timur Tengah lain pun ada Syiah. Dan Syiah dianggap satu mazhab Islam.

Contoh penerimaan, kesepakatan, dan pencegahan pertengkaran Sunni Syiah adalah Deklatasi Amman. Bisa digoogle dg kata kunci “deklarasi amman”.

Sebagai warga yang mempunyai saudara-saudara dari kalangan Sunni dan Syiah, saya adalah orang yang pernah masuk ke pengajian orang Syiah. Namun saya hanya sekali hadir di tempat Kang Jalal (tokoh Syiah). Saya kurang kenal Kang Jalal. Namun, banyak teman Syiah yang saya kenal.

Saya mendapat kesan kajian mereka luar biasa bagus. Seperti melengkapi puzzle keislaman saya yang selama ini kosong.

Saya jamin, syiah tidak berbahaya. Adapun jika ada oknumnya berbuat kriminal atau melanggar aturan, tak perlu digeneralisir karena kejahatan itu lintas mazhab. Kejahatan itu bisa terjadi di semua mazhab.

Perang 8 tahun Saddam ke Iran itu bukan semata haus kekuasaan, melainkan juga disponsori AS untuk membasmi Iran yang anti AS.

Sepengetahuan saya, Saddam itu membunuh penentangnya dari kalangan Sunni dan Syiah. Saddam itu diktator kejam, melakukan invasi ke Irak 8 tahun. Setelah gagal lalu Saddam mencaplok Kuwait tahun 1991 dan berhasil menjatuhkan Emir Kuwait. Tetapi Kuwait itu ladang minyak AS sehingga sehari setelah invasi Saddam, AS membebaskan Kuwait dengan Operasi Badai Gurun.

Melihat Saddam yang tak bisa lagi dikontrol untuk memerangi Iran, Saddam lalu disingkirkan AS. Saddam dihukum gantung karena kejahatan perang. Sebelum dieksekusi Saddam sempat sadar bahwa musuh sebenarnya adalah Israel. Kini Irak, Afganistan tidak stabil. Kedua negara ini mengepung Iran. Namun AS masih belum berani invasi ke Iran.

Suriah dan Irak diguncang oleh ISIS. ISIS adalah boneka AS untuk melemahkan kestabilam Irak dan Suriah.

Isu Sunni-Syiah dihembuskan untuk mengadu domba.

Sampang adalah salah satu contoh adu domba Sunni-Syiah di Indonesia. Pemerintah SBY melalui hakimnya memutuskan bahwa Tajul Muluk (TM) Syiah menista agama. Padahal konflik sebenarnya adalah konflik keluarga. Namun warga dan pengadilan menyeretnya ke ranah agama. TM dikambinghitamkan padahal TM adalah korban.

Ulama Irak dan Iran menyerukan, jika ada saudaramu Sunni membunuh Syiah di depanmu, jangan kau balas. Demikian pula sebaliknya. Mengapa? Karena, pembunuhan itu adalah proxy war. Yang sebenarnya membunuh adalah AS dan Israel, yang pinjam tangan radikalis ISIS.

Doktrin Syiah yang saya kenal tidak harus menguasai pimpinan atau berkuasa.

Bahkan Ali bin Abi Thalib tidak berkuasa selama tiga khalifah sebelumnya berkuasa.

Syiah yang meyakini Ali bin Abi Thalib sebagai pewaris Nabi saw tentu ikut pada teladan Ali. Bahkan Hasan, Husain dan sembilan putanya tidak dikenal sebagai khalifah namun dikenal sebagai imam.

Pelarangan Syiah harus disebabkan alasan urgen. Namun saya sendiri tidak melihat radikalisme Syiah. Bahkan syiah sering diserang oleh kebencian tak berdasar.

Seandainya ada pelanggaran penganut Syiah atau Sunni, mungkin ajarannya tidak mengajarkan pelanggaran itu.

Apa salah orang Syiah terhadap Islam, Oom?

Masalah Syiah yang meyakini Ali sebagai khalifah Rasulullah itu adalah masalah kekhilafahan dan sejarah. Sejarah itu bukan sejarah Syiah namun sejarah Islam, Oom. Para khalifah itu dipilih secara demokrasi. Tidak ada yang salah dalam demokrasi.

Sejarah demokrasi khalifah seperti itu diakui Sunni Syiah berdasarkan kitab-kitab terdahulu. Abu Bakar dipilih pada peristiwa Saqifah Bani Sadiah. Lalu Umar ditunjuk oleh Abu Bakar sebagai pengganti Abu Bakar. Utsman dipilih oleh enam perwakilan yang deadlock. Ali dibaiat warga setelah Utsman Syahid. Itu semua semacam demokrasi oleh rakyat.

Kalau kita lihat sekarang, sunni-syiah bisa berhaji. Di Iran, Iran, Suriah ada Sunni dan Syiah.

Barat yang mengadu domba.
Ketika perang Saddam Husain dengan Iran, orang menduga ini perang Sunni-Syiah. Padahal bukan.

Barat yang selalu memprovokasi agar Sunni-syiah bertengkar.

Apakah perang di Suriah juga perang Sunni-Syiah?

Apakah di Yaman juga perang Sunni-Syiah? Bukan. Semua itu bukan perang antarmazhab Sunni-Syiah.

Syiah tidak pura2 ketika salat, haji, ….

Syiah juga bisa afdol salat di belakang Sunni. Justru Hidayat Nurwahid PKS pernah salat di belakang Syiah dan mengatakan bahwa salatnya pura-pura. 😀 Beritanya ada di media nasional. Seharusnya HRN tidak berpikir haram salat di belakang Syiah dan tak boleh mengatakan salatnya pura-pura.

Leave a Reply