Saudara

Saudara adalah tempat menitip rasa percaya tanpa ada pikiran khianat. Demikian pula saudara sebangsa, manusia mesti bisa saling menitipkan kepercayaan meski berbeda agama, mazhab, orientasi politik, pilihan hidup tanpa mengganggu orang lain.
Apakah ada yang karena beda agama lalu merasa terganggu. Karena beda mazhab lalu merasa terganggu. Padahal Nabi saw pun tak pernah memaksakan agama kecuali sesuai fitrah manusia.
Tak perlu saling menyakiti meski berbeda agama. Tak perlu saling memaksa meski berbeda mazhab. Tak perlu saling fitnah atau memaki meski beda pilihan dan orientasi politik. Semua bebas dan saling percaya.
Kecuali bila ada pelanggaran kejahatan kriminal, barulah ambil resikonya. Hukuman menanti bagi terpidana. Kejahatan seperti mencuri, memukul, bahkan mengeluarkan kata-kata yang salah, fitnah, dan menyakitkan pun ada hukumannya.
Jangan sampai sesama saudara saling mencuri, saling berbohong, saling memukul. Ingatlah kehancuran keluarga Barata dalam Baratayuda.

Leave a Reply