Sajak PERASAAN CINTA

Perasaan cinta ini mewarnai nada suaraku
Bersyukurlah bila cinta kepada Tuhan telah mendapatkan jawabannya
Karena Tuhan tak pernah bisa membuatmu kecewa
Cinta menjadikan seorang raja menjadi budak
Seorang sombong menjadi rendah hati
Kikir menjadi dermawan
Benci menjadi rindu
Waras menjadi gila
Dan gila menjadi waras

​Prosa ORANG GILA (1)

Malam sudah kelam. Sesosok orang gila terlihat menikmati bulan dan bintang di heningnya malam. Tiba-tiba sesosok pocong muncul di hadapannya. Pocong itu meloncat ke hadapan orang gila dengan memperlihatkan tampangnya yang hitam, pucat, dan berdarah-darah. Pocong itu menyapa, “Xixixi ….” 

Orang gila ini kaget, “Kamu kerjanya mengagetkan saja, Pocong. Lagi pula tampang kamu jelek sekali. Kenapa tampangmu berdarah?”
“Aku mengalami kecelakaan lalu lintas, kepalaku pecah yang menyebabkan aku mati.”
“Lho, kalau kamu mati, mengapa kamu berkeliaran di sekitar sini? Apa kamu mau hidup lagi? Kalau sudah mati, pergi sana yang jauh ke akhirat!”
“Dasar orang gila. Ya sudah, aku balik ke akhirat sekarang.” Lalu pocong itu kembali ke kuburannya.
Malam kembali tenang.*)
TAMAT

Catatan

*) Pocong ini kelihatannya baru meninggal sehingga ia baru magang muncul di hadapan orang yang masih hidup. Bukankah pejabat ibu kota juga ada yang baru magang? Pocong yang sudah berpengalaman biasanya mengaku terus terang bahwa ia akan menakut-nakuti orang hidup. Ia juga acap kali menuduh sopir truk dan supir bus sebagai pelaku penyebab laka lantas, lalu berlagak mau mencekik mereka. Kadang kadang pocong juga mengincar orang jahat dan pendosa lainnya seperti koruptor e-KTP, reklamasi, UPS, dan sebagainya.

Sajak Di Antara Takbir dan Salam (1)

Di antara takbir dan salam

Adalah ujian yang acap lulus dan gagal

Di antara takbir dan salam Adalah sakaratul maut penentu surga dan neraka

Di antara takbir dan salam Adalah pertarungan bisikan malaikat dan setan

Di antara takbir dan salam

Adalah pertarungan kalah dan menang

Di antara takbir dan salam

Adalah makanan yang lezat, namun karena diri sakit, maka diri tak enak merasakannya

Di antara takbir dan salam

Adalah pertarungan riya’ dan keikhlasan

Di antara takbir dan salam

Adalah perjalanan yang panjang