​Prosa ORANG GILA (1)

Malam sudah kelam. Sesosok orang gila terlihat menikmati bulan dan bintang di heningnya malam. Tiba-tiba sesosok pocong muncul di hadapannya. Pocong itu meloncat ke hadapan orang gila dengan memperlihatkan tampangnya yang hitam, pucat, dan berdarah-darah. Pocong itu menyapa, “Xixixi ….” 

Orang gila ini kaget, “Kamu kerjanya mengagetkan saja, Pocong. Lagi pula tampang kamu jelek sekali. Kenapa tampangmu berdarah?”
“Aku mengalami kecelakaan lalu lintas, kepalaku pecah yang menyebabkan aku mati.”
“Lho, kalau kamu mati, mengapa kamu berkeliaran di sekitar sini? Apa kamu mau hidup lagi? Kalau sudah mati, pergi sana yang jauh ke akhirat!”
“Dasar orang gila. Ya sudah, aku balik ke akhirat sekarang.” Lalu pocong itu kembali ke kuburannya.
Malam kembali tenang.*)
TAMAT

Catatan

*) Pocong ini kelihatannya baru meninggal sehingga ia baru magang muncul di hadapan orang yang masih hidup. Bukankah pejabat ibu kota juga ada yang baru magang? Pocong yang sudah berpengalaman biasanya mengaku terus terang bahwa ia akan menakut-nakuti orang hidup. Ia juga acap kali menuduh sopir truk dan supir bus sebagai pelaku penyebab laka lantas, lalu berlagak mau mencekik mereka. Kadang kadang pocong juga mengincar orang jahat dan pendosa lainnya seperti koruptor e-KTP, reklamasi, UPS, dan sebagainya.

Leave a Reply