Pendidikan Ulama Kurang Terawasi?

Seorang ustad pesantren Ibn Masud, Bogor membakar umbul-umbul merah putih pada peringatan hari kemerdekaan RI. Ustad ini memang dikenal anti-NKRI dan marah melihat sejarah perkembangan NKRI telah 72 tahun.

Mungkin saja ustad itu sengaja dengan peebuatannya agar masyarakat tahu bahwa pedantren ini diajarkan radikalisme. Maka ia memberi pesan kepada negara c.q. kepolisian tentang penyimpangan pesantren ini. Jelas pesantren ini berpotensi berafiliasi pada HTI, ISIS, atau semacam organisasi khilafah lain.

Mungkin juga ustad ini “saking bahlulnya” malah menolak NKRI. Membuang seluruh undang-undang hasil kerja DPR walaupun undang-undang ini bukan tidak ada kekurangannya. Lalu hendak menggantinya dengan undang-undang yang katanya Islami seperti potong tangan bagi koruptor, penutupan dugem di bulan Ramadan, penutupan rumah makan di bulan Ramadan, rajam bagi pezina, mengatur penyelenggaraan hari raya Islam agar tidak terjerumus musyrik.

Kalau undang-undang itu dibuang seluruhnya, berarti kita dari nol lagi. Dulu Bung Karno berdiplomasi dengan sekutu saat dibonceng NICA. Agar kemerdekaan Indonesia diakui sekutu dan dunia, Bung Karno memberikan Freeport untuk sekutu (AS). Itu juga disebabkan Indonesia yang baru lahir tidak punya UU untuk mengatur migas, minerba. Sekarang kita punya UU itu dan Freeport yang selama ini nakal digiring untuk menaatinya atau angkat kaki dari Indonesia.

Kalau undang-undang migas, minerba dibuang, yang enak adalah Freeport. Freeport akan terus berkuasa atau mengajukan RUU minerba baru yang menguntungkan mereka. Tentu saja mereka ingin wakil rakyat yang berpihak kepada mereka, bisa mereka beli dengan suap, bodoh sehingga hanya mementingkan perutnya sendiri.

Leave a Reply