Home » Uncategorized » Ucapan Ahok di Mata Teman dan Musuh

Ucapan Ahok di Mata Teman dan Musuh

Ketika Ahok berucap, “Ditipu pakai Almaidah: 51” beberapa respons muncul. Orang yang mengidentifikasi diri mereka sebagai teman Ahok dan berpotensi sebagai teman Ahok menganggap ucapan itu biasa dan bukan penistaan.

Di sisi lain, sebagian orang yang mengidentifikasi diri mereka sebagai musuh dan pembenci Ahok menganggap ucapan Ahok sebagai penistaan, penghinaan.
Sebagian orang lagi yang tidak mengenal Ahok, dan tidak peduli Ahok akan mengatakan tidak tahu, tidak bisa menentukan ucapan itu penghinaan atau bukan. Ia menghina siapa? Siapa yang terhina? Siapa yang ditipu? Siapa yang menipu? Apa itu Almaidah: 51? Apa tafsiran Almaidah: 51? Mereka Tak tahu dan tak peduli.

Orang orang yang menjustifikasi bahwa Ahok menghina agama mengatakan bahwa tiada maaf bagimu, Ahok. Kalau semua kesalahan dimaafkan buat apa ada hukuman? Lagi pula, hukuman ini digunakan untuk menjegal Ahok dari posisi gubernur. Dia harus diganti dengan gubernur muslim yang ucapannya bukan “comberan”: taik, pemahaman nenek lu, maling APBD, mencuri KJP, pokir APBD (uang ketok).

Di mata orang yang berpotensi sebagai teman Ahok, ucapan “comberan” Ahok ditujukan untuk maling, pemalas, preman, wakil ngawur, pejabat korup di jajaran Pemda DKI. Itu berarti ucapan Ahok ini seru-seru saja, tak masalah, bagus malah.


Leave a comment