CERITA Menteri Abdul Ghafur dan Presiden Gusking

Cerita ini menyampaikan bahwa orang pandai biasanya tak mau mengalah. Dia terus melawan untuk mengubah pandangan dunia agar membuat burung bernyanyi bahwa ia pandai.

Menteri Abdul Ghofur ditugasi Presiden Gusking untuk menuntaskan kartu negara pintar. Kartu ini diharapkan dapat digunakan untuk sekolah gratis, bahkan untuk membeli keperluan sekolah, bahkan membeli lauk pauk bersubsidi, dan berobat gratis.

Rupanya Menteri Abdul Ghofur tidak memperhatikan tugasnya itu. Oleh karena itu ia dicopot atau di-reshuffle dari jabatannya.

Padahal, Menteri Abdul Ghafur adalah tim sukses Presiden Gusking. Marahlah Abdul Ghafur kepada Presiden Gusking. Keinginan Abdul Ghafur adalah bisa dipercaya meski tak bisa kerja.

Namun karena Abdul Ghafur pandai, ia akan mengubah pandangan dunia yang mengatakannya bodoh. Memang manusia bisa berubah, jadi pandangan manusia lain pun bisa berubah terhadapnya. Seseorang mulanya bodoh. Orang-orang mengetahuinya sebagai orang bodoh. Namun, karena ia belajar, ia jadi pandai. Ia pun memperlihatkan kepandaiannya kepada orang lain. Akhirnya, pandangan orang lain pun berubah terhadapnya.

Namun, semestinya perubahan pandangan orang lain tidak dilakukan secara kasar melainkan harus simpatik.

Menteri Abdul Ghafur kini menjadi mantan menteri Abdul Ghafur. Ia ingin terlihat orang lain bahwa ia pandai. Ia pun menyuruh orang lain supaya berteriak-teriak menyerukan prestasinya.

Orang lain sebenarnya seharusnya menutupi kesalahan Pak Mantan. Orang mesti melihat prestasi orang lain dan menghargainya. Namun, belajar acap kali tidak instan. Seseorang awam yang ingin belajar menjadi tukang kayu tidak bisa serta merta menjadi tukang kayu sesaat setelah membaca buku. Seseorang pun tidak serta merta menjadi dokter atau guru sesaat setelah ia membaca buku. Mungkin ia memerlukan waktu yang relatif lama. Kemampuannya pun harus diakui orang lain melalui serangkaian ujian atau ujian sidang.

Pak Mantan Menteri menggalang kerja sama dengan ormas radikal dan ustad kondang untuk memuja-mujinya.

Dan waktu terus berputar dalam penglihatan manusia. Sementara Tuhan bersemayam dalam keagungannya tanpa butuh persembahan makhluk-Nya.

Kapok atau Tambah Maceuh

Orang berbuat jahat ketahuan cctv, lalu masyarakat tahu lewat medsos. Ada orang yang kapok, namun ada yang tambah parah dan salah.

Orang jahat yang tertangkap bisa saja kapok. Sebaliknya orang jahat tersebut bisa jaja malah tambah jahat.

Hal ini mungkin disebabkan keimanan yang tidak stabil. Kadang-kadang iman seseorsng itu kuat. Namun mungkin saja sewaktu-waktu ia lemah atau lama-kelamaan aus imannya. Para nabi stabil imannya. Orang-orang saleh mungkin meningkat imannya.

Leave a Reply