Hari-Hari Ziarah Haji (22)

Bertemu dengan Ulama Iran

Kualitas kita adalah dengan siapa kita berteman. Dengan begitu di Mekah saya mencari teman sebanyak mungkin. Saya berharap bahwa di antara yang saya temui akan bisa menjadi teman yang bisa meningkatkan kualitas saya. Saya bertemu dengan banyak bangsa, di antaranya Palestina, Iran, Suriah, Mesir, Irak, India, Pakistan, Banglades, Inggris. Mungkin sebagian pertemuan itu akan saya ceritakan di sini.

Kali ini saya bertemu dengan ulama Iran. Saya sebenarnya tidak sengaja bertemu dengannya. Saya menyapa salah seorang di antara kerumunan mereka. Saya mengatakan permisi bahwa saya ada di sekitar mereka. Ternyata salah seorang dari mereka mendekati saya. Lalu saya pun menyapanya. Mungkin dia ulama Iran. Mungkin juga mazhabnya Syiah. Biasanya ulama Syiah mengenakan jubah sufi khas para mullah. Namun ulama ini tidak mengenakan pakaian itu. Ia memakai kemeja biasa saja.

Saya memang mengetahui tentang konfrontasi AS dengan Iran. Bertahun-tahun AS mengembargo Iran gara-gara AS hendak melarang program listrik nuklir Iran. Iran mengadapi ketidakadilan itu dan melawannya bertahun-tahun. Sampai berulang kali berganti presiden. Presiden, ulama, dan rakyat Iran kompak melawan AS.

Terakhir, Iran diancam Trump akan diperangi seperti Suriah, Libya, Irak, dan negara-negara lain. Ancaman itu juga berupa hinaan di depan publik kepada Presiden Hasan Rouhani. Sekembali Rouhani dari pertemuan dengan Trump, Jenderan Qosim Sulaimani berpidato dan menerima ancaman dan tantangan perang Trump. The Shadow General ini mengancam akan menghancurkan fasilitas AS di seluruh dunia, termasuk mengacaukan kiriman minyak di Selat Hormus.

Saya sebenarnya tidak banyak paham bahasa Persia. Namun ia menjelaskan sesuatu tentang agama, kebaikan, keimanan, maslahat bagi seluruh umat yang bersumber dari Nabi saw.

Menurut saya, tak ada salahnya berteman dengan orang Syiah dan orang Iran. Sahabat akan mau berkorban demi menjaga persahabatannya. Sahabat juga rela menolong temannya yang terancam orang jahat. Indonesia mungkin menolong Iran dan sebaliknya Iran oun mungkin menolong Indonesia.

Leave a Reply