Hari-Hari Ziarah Haji (23)

Bertemu dengan Orang Libya

Kualitas kita adalah dengan siapa kita berteman. Kali ini saya bertemu dengan orang Libya. Setelah bersapa, saya bertanya kepadanya tentang Presiden Moamar Khadafi. Dia mengatakan bahwa Presiden Moamar Khadafi jempol (ia mengisyaratkan dengan jempolnya). Lalu ia mengatakan pasca Khadafi jatuh, Libya jatuh (ia mengisyaratkam dengan jempol terbalik).

Jadi benar kata Dina Sulaiman. Sebagai catatan, Dina Sulaiman adalah pakar hubungan internasional. Beliau banyak mempunyai referensi hidup dan referensi teks yang valid (sah) dan bisa diuji validitasnya. Hegemoni penjajah menjatuhkan Libya yang makmur menjadi puing-puing bekas perang. Libya dimasuki oleh pemberontak asing. Pemberontak asing ini dimobilisasi dari liar Libya. Libya kalah dalam perang karena Moamar Khadafi syahid dalam perang itu. Kini Libya menjadi tidak stabil seperti Irak. Irak juga disebu tentara AS dengan dalih menghukum Sadam Husainatas kepemilikan senjata pemusnah dan pembantaian di masa lalu.

Menurut Dina Sulaiman, perang Libya dimulai dari demonstrasi, tuntutan demokrasi, khilafah. Lalu terjadilah perang yang mengakibatkan rakyat Libya memderita sekarang.

Di Indonesia, Presiden Jokowi sejak mulai menjabat presiden sudah diancam hanya akan bertahan tiga bulan. Lalu hoaks pun berseliweran. Orang diancam bila mendukung Jokowi. Sebagai Catatan, Jawa Barat adalah propinsi yang banyak pendukung Prabowonya. Oleh karena itu, tak heran berita hoaks tentang Jokowi disebarkan bahkan oleh saudara, teman, dan orang dekat saya.

Salah satu contoh hoaks yang diterima masyarakat adalah hoaks tentang Jokowi PKI dan banyak PKI berkeliaran. Seolah mereka melihat PKI di jalan tempat yang biasa mereka lewati. Menurut Dina, hoaks perlu dilawan dengan pelurusan. Orang tidak boleh tinggal diam. Dengan begitu, kekacauan, pemberontakan, perang seperti di Libya tidak akan terjadi. Kita ingat bagaimana Presiden Gus Dur dijatuhkan oleh sekelompok orang. Lalu kita ingat bagaimana demo 212 anti Ahok begitu masif. Namun semuanya sirna karena perlawanan pun tak kalah masif.

Ziarah haji bisa digunakan sebagai “konferensi” umat Islam sedunia. Pada peristiwa ziarah haji, seorang peziarah bisa bersilaturahmi dengan peziarah lainnya. Mereka juga bisa saling mengkonfirmasi ihwal kabar baik di antara kaum muslimin, ketertindasan, berita bohong yang tersebar, dan sebagainya.

Saya mungkin hanya nertemu seorang Libya. Bila teman saya juga bisa melakukan hal yang sama, tentu berita itu bisa saling mengkonfirmasi. Lalu fitnah di antara kaum muslimin pun bisa dilawan.

Leave a Reply