009 At Taubah

Attaubah
Surat Pengampunan (Surat Kebebasan)
Surat ke-9, Madaniah, 129 ayat
Juz 10 beralih ke juz 11 pada ayat 94.
Catatan Awal
Istilah Attaubah ini sering diulang dalam surat ini. Nama lain surat ini Bara-ah artinya pemutusan hubungan damai dengan kaum musyrikin karena mereka tidak menepati perjanjian yang telah disepakati. Diterjemahkan Surat Kebebasan karena pada ayat 2 dinyatakan adanya kebebasan bergerak, berperilaku bagi semua orang dalam waktu empat bulan. Diterjemahkan juga Surat Pengampunan karena Allah memberi pengampunan kepada setiap orang menyadari kekeliruannya, melanggari perjanjian yang telah dibuatnya sendiri. Arti lain, “pernyataan perang total” dengan kaum musyrikin, maka surat ini, tidak dimulai dengan basmalah. Tidak menunjukkan sifat kasih-sayang Allah.
Surat ini turun, ketika Nabi Muhammad saw. baru pulang dari Perang Tabuk, pada tahun ke-9 Hijriah. Diumumkan oleh Sayidina Ali r.a.
Isi pokok lainnya adalah: Allah selalu menyertai, dan melindungi orang-orang yang beriman; sifat-sifat orang yang beriman, dan yang tidak beriman dengan tingkatan-tingkatannya; Allah membalasi setiap amal-perbuatan manusia; segala sesuatu terjadi, karena ada Hukumullah dan Sunatullah; Allah selalu melindungi orang-orang yang beriman; kedudukan Nabi Muhammad saw. di hadapan Allah.
Ada hukum tentang harta: kewajiban menafkahkan bermacam-macam harta; jizyah, hukum perjanjian dan perdamaian; kewajiban umat Islam kepada Nabi; cara berperang orang Islam; dasar berpolitik dan bernegara.
Ada kisah Nabi, ketika hijrah bersama Abu Bakar di Bukit Tur; kisah Perang Hunain atau Perang Authas atau Perang Hawazim; kisah Perang Tabuk.

Attaubah
Surat Pengampunan (Kebebasan)

Barō-atun = pemutusan perhubungan; minallãhi = dari Allah; wa rosũlihĩ = dan Rasul-Nya; ila = kepada; al ladzĩna = orang-orang yang …; ‘ãhad = mengadakan perjanjian; tum = kamu; min = dari (dengan); al musyrikĩn = orang-orang musyrikin.
Barō-atum minallãhi wa rosũlihĩ ilalladzĩna ‘ãhattum minal musyrikĩn
1. Pemutusan perhubungan janji dari Allah dan Rasul-Nya kepada orang-orang musyrik yang telah mengadakan perjanjian dengan kamu.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah dan Rasul-Nya memutuskan hubungan janji dengan orang-orang musyrik itu, karena orang-orang musyrik, selalu melanggari isi perjanjian (ingkar). Keputusan ini dari Allah dan Rasul-Nya, dalam situasi dan kondisi yang menentukan masa depan Islam.

fã sĩhũ = maka berjalanlah (bebaslah) kamu; fil ardhi = di bumi; arba’ata = empat; asyhurin = bulan; wa’lamũ = dan ketahuilah; annakum = sesungguhnya kamu; ghoiru = tidak (bukan); mu’jizillãhi = melemahkan Allah; wa annallãha = dan sesungguhnya Allah; mukhzi = menghinakan; al kãfirĩn = orang-orang kafir.
fã sĩhũ fil ardhi arba’ata asyhurin wa’lamũ annakum ghoiru mu’jizillãhi, wa annallãha mukhzil kãfirĩn.
2. Maka berjalanlah (bebaslah) kamu di muka bumi empat bulan, dan ketahuilah, kamu tidak dapat melemahkan Allah. Sesungguhnya, Allah menghinakan orang-orang kafir.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah memberi kesempatan selama empat bulan, apakah mau bertobat, atau tetap tidak mengakui ada-Nya Allah dan Nabi-Nya (tidak mau menepati perjanjian), sambil mengingatkan, Allah tidak dapat dilemahkan. Allah akan menghinakan orang kafir.
wa adzãnun = dan seruan; minallãhi = dari Allah; wa rosũlihĩ = dan Rasul-Nya; ila = kepada; an nãsi = manusia; yauma = pada hari; al hajjil akbari = Haji Akbar; innallãha = sesungguhnya Allah; barĩ-un = berlepas diri; min = dari; al musyrikĩn = orang-orang musyrik; wa rosũluhu = dan Rasul-Nya; fa in = maka jika; tubtum = kamu bertobat; fa huwa = maka itu; khoirun = lebih baik; lakum = bagi kamu; wa in = dan jika; tawallaitum = kamu berpaling; fa’lamũ = maka ketahuilah; annakum = sesungguhnya kamu; ghoiru = tidak (bukan); mu’jizĩllãhi = melemahkan Allah; wa basysyiri = dan beritakanlah; al ladzĩna = orang-orang yang …; kafarũ = kafir; bi’adzãbin = dengan azab; alĩm = pedih.
wa adzãnum minallãhi wa rosũlihĩ ilan nãsi yaumal hajjil akbari innallãha barĩ-um minal musyrikĩn, wa rosũluhu, fa in tubtum fa huwa khoirul lakum, wa in tawallaitum fa’lamũ annakum ghoiru mu’jizĩllãhi, wa basysyiril ladzĩna kafarũ bi’adzãbin alĩm.
3. Dan seruan dari Allah dan Rasul-Nya kepada manusia pada Hari Haji Akbar, sesungguhnya, Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrik. Maka, jika kamu (orang-orang musyrik) bertobat, itu lebih baik bagimu, dan jika kamu berpaling, ketahuilah, sesungguhnya, kamu tidak dapat melemahkan Allah. Dan beritakanlah kepada orang-orang kafir, (mereka akan mendapat) siksa yang pedih.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Orang-orang musyrik diminta memilih: mau bertobat, dan mau menjalin kerjasama dengan Islam dalam ketenangan, ketertiban bernegara, dan berekonomi, atau mau terus memusuhi Islam, dan membuat kekacauan, kerusuhan di mana-mana. Secara berulang-ulang orang kafir diperingatkan, mereka akan mendapat siksa yang pedih (ayat 34, 39, 55, 101, 118, dan dalam banyak surat-surat yang lain).

illalladzĩna = kecuali orang-orang yang …; ‘ãhadtum = kamu telah mengadakan perjanjian; minal musyrikĩna = dari orang-orang musyrik; tsumma = kemudian; lam yanqushũkum = mereka tidak mengurangi kamu; syai-an = sedikit pun; wa lam yuzhãhirũ = dan mereka tidak membantu; ‘alaikum = kepadamu; ahadan = seseorang; fa atimmũ = maka penuhilah; ilaihim = terhadap mereka; ‘ahdahum = janji mereka; ilã = sampai; mudda tihim = batas waktu mereka; innallãha = sesungguhnya Allah; yuhibbu = Dia menyukai; al muttaqĩn = orang-orang yang bertakwa.
illalladzĩna ‘ãhadtum minal musyrikĩna tsumma lam yanqushũkum syai-an wa lam yuzhãhirũ ‘alaikum ahadan fa atimmũ ilaihim ‘ahdahum ilã mudda tihim, innallãha yuhibbul muttaqĩn.
4. Kecuali orang-orang musyrik yang telah mengadakan perjanjian antara kamu dan mereka, kemudian mereka tidak mengurangi satu pun dari isi perjanjianmu itu, dan mereka tidak membantu seseorang yang memusuhi kamu, maka terhadap mereka, penuhilah janjinya, sampai batas waktunya. Sesungguhnya, Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah memberitahu cara menghadapi orang-orang musyrik.

fa idza = maka bila; in salakha = sudah habis; al asyhuru = bulan-bulan; al hurumu = Haram; faqtulũ = maka bunuhlah; al musyrikĩna = orang-orang musyrik; haitsu = di mana saja; wajadtumũhum = kamu temui mereka; wa khudzũhum = dan tangkaplah mereka; wahshurũhum = dan kepunglah mereka; waq’udũ = dan intai; lahum = bagi mereka; kulla = tiap-tiap; marshodin = tempat pengintaian; fa in = maka jika; tãbũ = mereka bertobat; wa aqōmũ = dan mendirikan; ash sholãta = salat; wa ãtawuzzakãta = dan menunaikan zakat; fa khollũ = maka berilah kebebasan; sabĩlilahum = jalan mereka; innallãha = sesungguhnya Allah; ghofũru = Maha Pengampun; ar rohĩm = Maha Penyayang.
fa idzan salakhal asyhurul hurumu faqtulul musyrikĩna haitsu wa jadtumũ hum wa khudzũ hum wahshurũ hum waq’udũ lahum kulla marshodin, fa in tãbũ wa aqōmũsh sholãta wa ãtawuzzakãta fa khollũ sabĩlilahum, innallãha ghofũrur rohĩm.
5. Maka bila telah habis bulan-bulan haram, bunuhlah orang-orang musyrik itu di mana saja kamu jumpai mereka, tangkaplah, kepunglah, dan intailah mereka di tiap-tiap tempat pengintaian. Jika mereka bertobat dan mendirikan salat, menunaikan zakat, maka berilah kebebasan perjalanan mereka. Sesungguhnya, Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah memberitahu, bagaiamana memperlakukan orang-orang musyrik yang tidak mau bekerjasama membina kehidupan berpemerintahan yang baik.

wa in = dan jika; ahadun = seseorang; min = dari; al musyrikĩn = orang-orang musyrikin; is tajãroka = minta perlindungan kamu; fa ajirhu = maka lindungliah dia; hattã = sehingga; yasma’a = dia mendengar; kalãmallãhi = kalam Allah; tsumma = kemudian; abligh-hu = antarkan dia; ma’manah = tempat yang aman baginya; dzãlika = demikian itu; bi an nahum = karena sesungguhnya mereka; qoumun = kaum; lã ya’lamũn = mereka tidak mengetahui.
wa in ahadum minal musyrikĩnas tajãroka fa ajirhu hattã yasma’a kalãmallãhi tsumma abligh-hu ma’manah, dzãlika bi an nahum qoumul lã ya’lamũn.
6. Dan jika seseorang di antara orang-orang musyrik meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah dia, hingga dia mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah dia ke tempat yang aman baginya. Demikian itu, karena sesungguhnya, mereka kaum yang tidak mengetahui.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah memberitahu, bagaimana memperlakukan orang-orang yang meminta perlindungan. Segala sesuatunya masih perlu diawasi, sampai benar-benar aman untuk semua.

kaifa = bagaimana; yakũnu = ada (jadi); lilmusyrikĩna = bagi orang-orang musyrikin; ‘ahdun = perjanjian; ‘indallãhi = terhadap Allah; wa ‘inda rosũlihĩ = dan terhadap Rasul-Nya; illa = kecuali; al ladzĩna = orang-orang yang …; ‘ãhadtum = kamu telah mengadakan perjanjian; ‘inda = di dekat; al masjidil harōmi = Masjidil Haram; fa mastaqōmũ = maka selama mereka berlaku lurus; lakum = kepada kamu; fastaqĩmũ = maka berlaku luruslah kamu; lahum = terhadap mereka; innallãha = sesungguhnya Allah; yuhibbu = Dia menyukai; al muttaqĩn = orang-orang yang takwa.
kaifa yakũnu lilmusyrikĩna ‘ahdun ‘indallãhi wa ‘inda rosũlihĩ illal ladzĩna ‘ãhadtum ‘indal masjidil harōmi, fa mastaqōmũ lakum fastaqĩmũ lahum, innallãha yuhibbul muttaqĩn.
7. Bagaimana dapat ada perjanjian bagi orang-orang musyrik terhadap Allah dan Rasul-Nya, kecuali orang-orang yang telah membuat perjanjian antara kamu dan mereka di dekat Masjidil Haram? Selama mereka berlaku lurus kepadamu, maka berlaku luruslah kamu terhadap mereka. Sesungguhnya, Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Ada persoalan orang-orang musyrikin yang tidak berlaku lurus (tidak menaati perjanjian). Allah memberi arahan, harus dibedakan dengan orang-orang musyrik yang berlaku lurus.
kaifa = bagaimana; wa in = dan jika (padahal); yadh-harũ = mereka mengalahkan; ‘alaikum = atas kamu; lã yarqubũ = mereka tidak memelihara; fĩ kum = terhadap kamu; illaan = persaudaraan; wa lã = dan tidak; dzimmata = perjanjian; yurdhũnakum = mereka menyenangkan kamu; bi afwãhihim = dengan mulut mereka; wa ta’bã = dan menolak (enggan); qulũbuhum = hati mereka; wa aktsaruhum = dan kebanyakan mereka; fãsikũn = orang-oran fasik.
kaifa wa in yadh-harũ ‘alaikum lã yarqubũ fĩ kum illaan wa lã dzimmata, yurdhũnakum bi afwãhihim wa ta’bã qulũbuhum wa aktsaruhum fãsikũn.
8. Bagaimana (ada perjanjian di hadapan Allah dan Rasul-Nya dengan orang-orang musyrik), padahal jika mereka mengalahkan kamu, mereka tidak memelihara hubungan persaudaraan kepadamu, dan tidak (pula memelihara) perjanjian. Mereka menyenangkan kamu dengan mulut mereka, sedang hati mereka menolak. Kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Peringatan Allah tentang perilaku dan sikap orang-orang musyrik. Harus dihadapi dengan berhati-hati, dan bijaksana.
asytarau = mereka menukar; bi ãyãtillãhi = ayat-ayat Allah dengan; tsamanan = harga; qolĩlan = kecil (sedikit); fa shaddũ = lalu mereka menghalangi; ‘an sabĩlihĩ = di jalan Allah; innahum = sesungguhnya mereka; sã-a = amat buruk; mã kãnũ = apa yang mereka; ya’malũn = mereka kerjakan.
asytarau bi ãyãtillãhi tsamanan qolĩlan fa shaddũ ‘an sabĩlihĩ, innahum sã-a mã kãnũ ya’malũn.
9. Mereka menukar ayat-ayat Allah dengan harga yang kecil (sedikit), lalu mereka menghalangi (manusia) di jalan Allah. Sesungguhnya, sangat buruk, apa yang mereka kerjakan itu.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Peringatan Allah lagi soal perilaku dan sikap orang-orang musyrik.
lã = tidak; yarqubũna = mereka memelihara; fĩ mu’minin = kepada orang-orang mukmin; illan = kerabat; wa lã = dan tidak; dzimmah = perjanjian; wa ulã-ika = dan mereka itu; hum = mereka; al mu’tadũn = orang-orang yang melampaui batas.
lã yarqubũna fĩ mu’minin illan wa lã dzimmah, wa ulã-ika humul mu’tadũn.
10. Mereka tidak memelihara (hubungan) kekerabatan kepada orang-orang mukmin, dan tidak (memelihara) perjanjian, dan mereka itu, orang-orang yang melampaui batas.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Peringatan Allah lagi soal perilaku dan sikap orang-orang musyrik.
fa-in = maka jika; tãbũ = mereka bertobat; wa aqōmũ = mendirikan; ash sholãta = salat; wa ãtawu = dan menunaikan; az zakãta = zakat; fa ikhwãnukum = maka saudara-saudara kamu; fĩd dĩni = dalam agama; wa nufash shilu = dan Kami jelaskan; al ãyãti = ayat ayat itu; li qoumin = kepada kaum; ya’lamũn = mereka mengetahui.
fa-in tãbũ wa aqōmũsh sholãta wa ãtawuz zakãta fa ikhwãnukum fid dĩni wa nufash shilul ãyãti li qoumin ya’lamũn.
11. Maka, jika mereka bertobat dan mendirikan salat, serta menunaikan zakat, maka (mereka) adalah saudara-saudara kamu dalam agama. Dan Aku jelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mau mengetahui.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Arahan Allah dalam menghadapi orang-orang yang bertobat.

wa in = dan jika; nakutsũ = mereka merusak; aimãnahum = janji mereka; mim ba’di = dari sesudah; ‘ahdihim = janji mereka; wa tho’anũ = dan mereka mencela; fĩ = pada; dĩnikum = agamamu; fa qōtilũ = maka perangilah; aimmata = pemimpin-pemimpin; al kufri = orang-orang kafir; innahum = sesungguhnya mereka; lã aimãna = tidak ada janji; lahum = bagi mereka; la’alahum = supaya mereka; yantahũn = mereka berhenti.
wa in nakutsũ aimãnahum mim ba’di ‘ahdihim wa tho’anũ fĩ dĩnikum fa qōtilũ aimmatal kufri, innahum lã aimãna lahum la’alahum yantahũn.
12. Dan jika mereka merusak janjinya, sesudah mereka berjanji, dan mereka mencela agamamu, maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu, supaya mereka berhenti, karena sesungguhnya, mereka tidak ada janjinya.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Petunjuk Allah dalam menghadapi orang-orang kafir.
alã = mengapa tidak; tuqōtilũna = kamu memerangi; qouman = kaum; nakutsũ = mereka menodai; aimãnahum = janji mereka; wa hammũ = dan mereka ingin sekali; bi ikhrōji = dengan mengusir; ar rosũli = Rasul; wa hum = dan mereka; bada-ũkum = memulai (memerangi) kamu; awwala = pertama; marrotin = kali; atakhsyaunahum = apakah kamu takut kepada mereka; fallãhu = padahal Allah; ahaqqu = lebih berhak; an takhsyauhu = untuk kau takuti; in kuntum = jika kamu adalah; mu’minĩn = orang-orang yang beriman.
alã tuqōtilũna qouman nakutsũ aimãnahum wa hammũ bi ikhrōjir rosũli wa hum bada-ũkum awwala marrotin, atakhsyaunahum, fallãhu ahaqqu an takhsyauhu in kuntum mu’minĩn
13. Mengapa kamu tidak memerangi kaum yang menodai perjanjiannya, padahal, mereka ingin sekali mengusir Rasul, dan merekalah yang pertama kali memerangi kamu? Apakah kamu takut kepada mereka? Padahal, Allahlah lebih berhak kamu takuti, jika kamu orang-orang yang beriman.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menunjukkan alasan memerangi orang-orang kafir.

qōtilũhum = perangilah mereka; yu’adzdzibhumullãhu = Allah akan mengazab mereka, bi aidĩkum = melalui tangan-tanganmu; wa yukhzihim = dan Dia akan menghinakan mereka; wa yashurkum = dan Dia akan menolong kamu; ‘alaihim = terhadap mereka; wa yasyfĩ = dan Dia akan mengobati (melegakan); shudũra = hati (dada); qoumin = kaum; mu’minĩn = orang-orang yang beriman
qōtilũhum yu’adzdzibhumullãhu bi aidĩkum wa yukhzihim wan yanshurkum ‘alaihim wa yasyfĩ shudũra qoumin mu’minĩn.
14. Perangilah mereka, Allah akan mengazab mereka, dengan perantaraan tangan-tanganmu, dan Dia akan menghinakan mereka dan menolong kamu menghadapi mereka, dan Dia melegakan hati orang-orang yang beriman
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah memerintah orang-orang beriman untuk memerangi orang kafir.

wa yudz-hib = dan Dia menghilangkan; ghoizhō = panas; qulũbihim = hati orang-orang beriman; wa yatũbullãhu = dan Allah menerima tobat; ‘alã man yasyã-u = dari orang-orang yang dikehendaki; wallãhu = dan Allah; ‘alĩmun = Maha Mengetahui; hakĩm = Mahabijaksana.
wa yudz-hib ghoizhō qulũbihim, wa yatũbullãhu ‘alã man yasyã-u, wallãhu ‘alĩmun hakĩm.
15. Dan Dia menghilangkan panas hati orang-orang mukmin, dan Allah menerima tobat yang dikehendaki-Nya. Allah Maha Mengetahui Kebijakan.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menunjukkan sifat-sifat-Nya.
am = apakah; hasibtum = kamu mengira; an tutrokũ = kamu akan dibiarkan; wa lammã = sedang belum; ya’lamillãhu = Allah mengetahui; al ladzĩna = orang-orang yang; jãhadũ = (mereka) berjihad; min kum = di antara kamu; wa lam = dan tidak; yattakhidzũ = (mereka) mengambil; min dũnillãhi = dari selain Allah; wa lã = dan tidak; rosũlihĩ = Rasul-Nya; wa lal mu’minĩna = dan tidak orang-orang yang beriman; wa lĩjatan = teman setia; wallãhu = dan Allah; khobirun = Maha Mengetahui; bi mã = dengan apa; ta’malũn = kamu kerjakan.
am hasibtum an tutrokũ wa lammã ya’lamillãhul ladzĩna jãhadũ min kum wa lam yattakhidzũ min dũnillãhi wa lã rosũlihĩ wa lal mu’minĩna wa lĩjatan, wallãhu khobirum bi mã ta’malũn.
16. Apakah kamu mengira akan dibiarkan, sedang Allah belum membuktikan orang-orang yang berjihad di antara kamu, dan mereka tidak mengambil teman yang setia, selain Allah dan Rasul-Nya, beserta orang-orang yang beriman. Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah tidak akan membiarkan begitu saja, orang-orang yang berniat jihad di jalan Allah, dan tidak akan menolong orang yang pergi berperang, tapi dengan niat yang lain.
mã kãna = tidak pantas; lil musyrikĩna = bagi orang-orang musyrik; an ya’murũ = jika mereka memakmurkan; masãjidallãhi = masjid-masjid Allah; syãhidĩna = mereka mengakui; ‘alã anfusihim = atas diri mereka sendiri; bilkufri = dengan kafir; ulã-ika = mereka itu; habithot = sia-sia; a’mãluhum = amal mereka; wa fin nãri = dan di dalam api neraka; hum khōlidũn = mereka kekal.
mã kãna lil musyrikĩna an ya’murũ masãjidallãhi syãhidĩna ‘alã anfusihim bilkufri, ulã-ika habithot a’mãluhum wa fin nãri hum khōlidũn.
17. Tidaklah pantas bagi orang-orang musyrik memakmurkan masjid-masjid Allah, sedang mereka mengakui dirinya kafir. Sia-sialah amal baik mereka. Mereka kekal di dalam neraka.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Petunjuk Allah tentang orang-orang yang pantas, dan yang tidak pantas memakmurkan masjid.

innamã = sesungguhnya; ya’muru = yang memakmurkan; masajĩdallãhi = masjid Allah; man = orang; ãmana = beriman; billãhi = kepada Allah; wal yaumil ãkhiri = dan Hari Akhirat; wa akōma = dan mendirikan; ash sholãta = salat; wa ãtaz zakãta = dan menunaikan zakat; wa lam yakhsya = dan tidak takut; illãllãh = kecuali kepada Alãh; fa ‘asã = maka mudah-mudahan; ulãika = mereka itu; an yakũnũ = mereka menjadi; min = dari; al muhtadĩn = orang-orang yang mendapat petunjuk.
innamã ya’muru masajĩdallãhi man ãmana billãhi wal yaumil ãkhiri wa akōmash sholãta wa ãtaz zakãta wa lam yakhsya illãllãh, fa ‘asã ulãika an yakũnũ minal muhtadĩn.
18. Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah itu, hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, dan tetap mendirikan salat, tetap menunaikan zakat, dan tidak takut (kepada siapa pun) kecuali kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka menjadi orang-orang yang mendapat petunjuk.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah memberi arahan orang-orang yang seharusnya memakmurkan masjid. Allah dengan santun-Nya mengharapkan, orang-orang yang memakmurkan masjid Allah itu mendapat petunjuk-Nya.

aja’altum = apakah kamu menganggap; siqōyata = pemberi minum; al hãjji = orang-orang yang mengerjakan ibadah haji; wa ‘imãrota = dan pemakmur (pengurus); al masjidil harōmi = Masjidil Haram; kaman = seperti orang; ãmanna = beriman; billãhi = kepada Allah; wal yaumil akhiri = dan Hari Akhirat; wa jãhada = dan berjihad; fĩ sabĩlillãh = di jalan Allah; lã yastawũna = mereka tidaklah sama; indallãh = di hadapan Allah; wallãhu = dan Allah; lã yahdi = tidak memberi petunjuk; al qoumazhzhōlimĩn = kaum yang lalim.
aja’altum siqōyatal hãjji wa ‘imãrotal masjidil harōmi kaman ãmanna billãhi wal yaumil akhiri wa jãhada fĩ sabĩlillãh, lã yastawũna indallãh, wallãhu lã yahdil qoumazhzhōlimĩn.
19. Apakah kamu menganggap sama, orang-orang yang memberi minuman kepada orang-orang yang mengerjakan haji, dan mengurus Masjidil Haram sebagai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian, serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di hadapan Allah, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang lalim.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menegaskan, orang-orang yang memberi minuman kepada orang-orang yang mengerjakan ibadah haji, dan orang-orang yang mengurus Masjidil Haram itu, belum tentu orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian. Mereka hanya mengharapkan perlindungan, dan ingin mendapatkan imbalan dari pekerjaannya.

al ladzĩna = orang-orang yang …; ãmanũ = beriman; wa hãjarũ = dan mereka berhijrah; wajãhadũ = dan berjihad; fĩ sabĩlillãhi = di jalan Allah; bi amwãlihim = dengan hartanya; wa anfusihim = dan jiwa mereka; a’zhomu = lebih mulia (tinggi); darojatan = derajat; ‘indallãh = di hadapan Allah; wa ulã-ika = dan mereka itu; hum = mereka; ul fãizũn = orang-orang yang beruntung.
al ladzĩna ãmanũ wa hãjarũ wajãhadũ fĩ sabĩlillãhi bi amwãlihim wa anfusihim a’zhomu darojatan ‘indallãh, wa ulã-ika humul fãizũn.
20. Orang-orang yang beriman dan berhijrah, serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan jiwa mereka, itu lebih tinggi derajatnya di hadapan Allah. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menjelaskan ciri-ciri orang-orang yang beriman.
yubasy syiru hum = menggembirakan mereka; Robbuhum = Rab mereka; bi rohmatim = dengan rahmat; min hu = dari-Nya; wa ridhwãnin = dan kerelaan; wa jannãtin = dan surga; lahum = bagi mereka; fĩhã = di dalamnya; na’ĩmun = kesenangan; muqĩmun = yang kekal.
yubasy syiru hum Rabuhum bi rohmatim min hu wa ridhwãnin wa jannaatil lahum fĩhã na’ĩmum muqĩmun.
21. Rab mereka menggembirakannya dengan rahmat dari-Nya, keridoan dan surga. Bagi mereka kesenangan yang kekal di dalamnya.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menggembirakan orang-orang yang beriman dengan rahmat, artinya berkah, karunia, dan belas-kasih Allah.

Khōlidĩna = mereka kekal; fĩhã = di dalamnya; abadan = selama-lamanya; innallãha = sesungguhnya Allah; indahũ = dari haribãn-Nya; ajrun = pahala; azhĩm = yang mulia
khōlidĩna fĩhã abadan, innallãha indahũ ajrun azhĩm.
22. Mereka kekal di dalamnya, selama-lamanya. Sesungguhnya, dari Allah lah balasan yang mulia.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah akan membalas keimanan seseorang dengan berbagai berkah, karunia, dan belas kasih-Nya yang banyak dan mulia.
yã ayyuha = wahai; al ladzĩna = orang-orang yang …; ãmanũ = beriman; lã tattakhidzũ = jangan kamu jadikan; ãbã-akum = bapak-bapak kamu; wa ikhwãnakum = dan saudara-saudara kamu; auliyã-a = pemimpin; ini = jika; istahabbũ = menginginkan; al kufro = kekafiran; ‘ala = di atas; al ĩmãni = keimanan; wa man = dan siapa; yatawallahum = menjadikan mereka pemimpin; min kum = di antara kamu; fa ũlãika = maka mereka itu; hum = mereka; uzh zhōlimũn = lalim.
yã ayyuhal ladzĩna ãmanũ lã tattakhidzũ ãbã-akum wa ikhwãnakum, auliyã-a inistahabbũl kufro ‘alal ĩmãni, wa man yatawallahum min kum fa ũlãika humuzh zhōlimũn.
23. Wahai orang-orang yang beriman, jangan kamu jadikan bapak-bapakmu dan saudara-saudaramu (menjadi) pemimpin, jika menginginkan kekafiran atas keimananmu, dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin, maka mereka itu orang-orang yang lalim.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Peringatan Allah, jangan mengambil pemimpin, jika mereka menginginkan kamu menjadi kafir. Pemimpin yang demikian itu lalim.

qul = katakanlah; in kãna = jika ada; ãbã-ukum = bapak-bapakmu; wa abnã-ukum = dan anak-anakmu; wa ikhwãnukum = dan saudara-saudaramu; wa azwãjukum = dan istri-istrimu; wa ‘’asyĩrotukum = dan keluargamu; wa amwãlun = dan harta-bendamu; iqtaroftumũhã = kamu usahakan; wa tijãrotun = dan perniagãn; takhsyauna = kamu khawatir; kasãdahã = kerugiannya; wa masãkinu = dan rumah-rumah tempat tinggal; turdhounahã = kamu senangi; ahabba = lebih mencintai; ilaikum = kepadamu; minallãhi = daripada kepada Allah; wa rosũlihĩ = dan Rasul-Nya; wa jihãdin = dan berjihad; fĩ sabĩlilihĩ = di jalan-Nya; fa tarobashũ = maka tunggulah; hattã = sampai; ya’tiyallãhu = Allah mendatangkan; bi amrih = dengan keputusan-Nya; wallãhu = dan Allah; lã yahdĩ = tidak memberi; al qouma = kaum; al fãsiqĩn = orang-orang yang fasik.
qul in kãna ãbã-ukum wa abnã-ukum, wa ikhwãnukum wa azwãjukum wa ‘’asyĩrotukum wa amwãlu niqtaroftumũhã wa tijãrotun takhsyauna kasãdahã wa masãkinu turdhounahã ahabba ilaikum minallãhi wa rosũlihĩ wa jihãdin fĩ sabĩlilihĩ fa tarobashũ, hattã ya’tiyallãhu bi amrih, wallãhu lã yahdĩl qoumal fãsiqĩn.
24. Katakanlah, jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta bendamu yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang lebih kamu cintai daripada kepada Allah dan Rasul-Nya, dan daripada berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menyuruh Nabi Muhammad saw. mengatakan, bahwa mencintai Allah dan Rasul-Nya itu harus melebihi segala apa yang ada di dunia ini.
laqod = sesungguhnya; nashorokumullãhu = Allah telah banyak menolong kamu di medan perang yang banyak; fĩ mawãthina = di medan peperangan; katsĩrotin = yang banyak; wa yauma = dan pada hari; hunaini = Perang Humaini; idz = ketika; a’jabatkum = menakjubkan kamu; katsrotukum = banyaknya kamu; fa lam = maka tidak; tughni = mencukupi (tidak memberi manfãt; ‘ankum = kepadamu; syai-an = sedikit pun; wa dhōqot = dan terasa sempit; ‘alaikum = kepadamu; al ardhu = bumi; bimã = dengan apa; rohubat = yang luas; tsumma = kemudian; wallaitum = kamu berpaling; mudbirĩn = orang-orang yang lari ke belakang.
laqod nashorokumullãhu fĩ mawãthina katsĩrotin wa yauma hunaini, idz a’jabatkum katsrotukum fa lam tughni ‘ankum syai-an wa dhōqot ‘alaikumul ardhu bimã rohubat tsumma wallaitum mudbirĩn.
25. Sesungguhnya, Allah telah menolong kamu (para Mukmin) di medan perang yang banyak. Dan pada hari Perang Hunain yang menakjubkanmu karena jumlah bala tentaramu banyak (dan kamu menjadi congkak), maka (jumlah bala tentara yang banyak itu) tidak memberi manfãt sedikit pun kepadamu, dan bumi yang luas ini (terasa) sempit bagimu, kemudian kamu berpaling lari ke belakang.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah memberi pertolongan, peringatan, ujian. Perhatikanlah. Pelajari, resapi.
tsumma = kemudian; anzalallãhu = Allah menurunkan; sakĩnatahũ = ketenangan-Nya; ‘alã = kepada; rosũlihĩ = Rasul-Nya; wa ‘alã = dan kepada; al mu’minĩna = orang-orang beriman; wa anzala = dan Dia menurunkan; junũdan bala tentara; lam tarauhã = yang tidak kamu lihat; wa ‘adzdzaba = dan Dia mengazab; al ladzĩna = orang-orang yang …; kafarũ = kafir; wa dzãlika = dan demikian itu; jazã-u = pembalasan; al kãfirĩn = orang-orang kafir
tsumma anzalallãhu sakĩnatahũ ‘alã rosũlihĩ wa ‘alãl mu’minĩna wa anzala junũdal lam tarauhã wa ‘adzdzabal ladzĩna kafarũ, wa dzãlika jazã-ul kãfirĩn.
26. Kemudian, Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya, dan atas orang-orang yang beriman, dan Dia menurunkan bala-tentara yang tidak terlihat oleh kamu, dan Dia menimpakan azab kepada orang-orang kafir. Demikian itulah balasan bagi orang-orang kafir.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Dalam keadaan genting, Allah memberikan pertolongan kepada Rasul dan orang-orang yang beriman berupa bantuan yang tidak terlihat, dan menimpakan azab kepada orang-orang kafir.
tsumma = kemudian; yatũbullãhu = Allah menerima tobat; mim ba’di = dari sesudah; dzãlika = demikian itu; ‘alã = dari; ma = orang-orang; yasyã-u = Yang Dia kehendaki; wallãhu = dan Allah; ghofũru = Maha Pengmpun; ar rohĩm = Maha Penyayang.
tsumma yatũbullãhu mim ba’di dzãlika ‘alã ma yasyã-u, wallãhu ghofũrur rohĩm.
Kemudian sesudah itu, Allah menerima tobat dari orang-orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menerima tobat dari orang-orang yang Dia kehendaki. Yang tidak Dia kehendaki adalah orang-orang kafir, musyrik, munafik, fasik, murtad.
yã ayyuha = wahai; al ladzĩna = orang-orang yang …; ãmanũ = beriman; innama = sesungguhnya hanyalah; al musyrikũna = orang-orang musyrik; najasun = najis; fa lã = maka jangan; yaqrobu = mereka mendekati; al masjidal harōma = Masjidil Haram; ba’da = sesudah; ‘ãmihim = tahun mereka; hãdzã = ini; wa in = dan jika; khiftum = kamu khawatir; ‘ailatan = menjadi miskin; fa saufa = maka nanti; yughnĩkumullãhu = Allah memberi kekayaan kepadamu; minfadhlihĩ = dari karunia-Nya; in syã-a = jika Dia mengendaki; innallãha = sesungguhnya Allah; ‘alĩmun = Maha Mengetahui; hakĩm = kebijakan.
yã ayyuhal ladzĩna ãmanũ innamãl musyrikũna najasun fa lã yaqrobul masjidal harōma ba’da ‘ãmihim hãdzã, wa in khiftum ‘ailatan fa saufa yughnĩkumullãhu minfadhlihĩ in syã-a, innallãha ‘alĩmun hakĩm.
28. Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram sesudah tahun mereka ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka nanti Allah akan memberi kekayaan kepadamu dari karunia-Nya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya, Allah Maha Mengetahui kebajikan.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah memberitahu tentang orang-orang musyrik dan tentang karunia-Nya yang akan diberikan kepada orang-orang yang sungguh-sungguh beriman. “sesudah tahun mereka ini” maksudnya sesudah tahun ke-9 Hijrah. Orang-orang musyrik itu dianggap najis, kotor karena mereka mempersekutukan Allah. Karena itu, mereka dilarang mendekati Masjidil Haram.
qōtilũ = perangilah; al ladzĩna = orang-orang yang…; lã yu’minũna = mereka tidak beriman; billãhi = kepada Allah; wa lã bil yaumil ãkhiri = dan tidak kepada Hari Akhirat; wa lã yuharrimũna = dan mereka tidak mengharamkan; mã harromallãhu = apa yang diharamkan Allah; wa rosũluhũ = dan Rasul-Nya; wa lã yadĩnũna = dan mereka tidak beragama; dĩnal haqi = agama yang benar; minal ladzĩna = dari orang-orang yang …; ũtũl kitãba = (mereka) diberi Alkitab; hattã = sehingga; yu’thũ = mereka membayar; al jizyata = upeti; ‘an yadin = dengan patuh; wa hum = dan mereka; shōghirũn = orang-orang yang kecil (tunduk, patuh).
qōtilũl ladzĩna lã yu’minũna billãhi wa lã bil yaumil ãkhiri wa lã yuharrimũna mã harromallãhu wa rosũluhũ, wa lã yadĩnũna dĩnal haqi minal ladzĩna ũtũl kitãba hattã yu’thũl jizyata ‘an yadin wa hum shōghirũn.
29. Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah, dan kepada Hari Akhirat, dan mereka tidak mengharamkan, apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya, dan mereka tidak beragama dengan agama yang benar, yaitu orang-orang yang diberi Alkitab (Zen Avesta, Yahudi, Nasrani, Tao, Hindu, Budha), sehingga mereka membayar upeti dengan patuh, dan mereka itu, orang-orang yang tunduk.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah memerintah memerangi orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, serta orang-orang yang tidak beragama dengan benar, kecuali mereka membayar jizyah dengan patuh.
wa qōlati = dan berkata; al yahũdu ‘uzairun abnallãhi wa qōlatin nashōrol masĩhu abnullãhi, dzãlika qouluhum bi afwãhihim yudhōhi-ũna qoulal ladzĩna kafarũ min qoblu, qōtalahumullãh, annã yu’fakũn.
wa qōlatil yahũdu ‘uzairun abnallãhi wa qōlatin nashōrol masĩhu abnullãhi, dzãlika qouluhum bi afwãhihim yudhōhi-ũna qoulal ladzĩna kafarũ min qoblu, qōtalahumullãh, annã yu’fakũn.
30. Dan berkata orang-orang Yahudi: “Uzair itu putra Allah,” dan orang-orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putra Allah.” Demikian itu ucapan mereka dengan mulutnya. Mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Allah telah membinasakan mereka. Bagaimana mereka sampai berpaling?
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Pernyataan dan pertanyaan yang harus disimak dan dipikirkan oleh orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani. Koreksi atas perilaku beragama mereka. Maukah mereka mengubahnya? Hanya Allah yang akan memberikan hikmah kepada orang-orang yang terpilih.

attakhadzũ = mereka menjadikan; ahbãrohum = ulama-ulama mereka; wa ruhbãnahum = dan rahib-rahib mereka; arbãban = sebagai tuhan; min = dari; dũni = selain; allãhi = Allah; wal masĩh = dan Almasih; abna = putra; maryama = Maryam; wa mã = dan tidak; umirũ = diperintah; illã = kecuali; liya’budũ = untuk mereka menyembah; ilãhan = Ilah; wãhidan = Yang Satu; lã ilãha = tidak ada ilah; illã = selain; huwa = Dia; Subhãnahũ = Mahasuci Dia; ‘ammã = dari apa yang; yusyrikũn = mereka sekutukan.
attakhadzũ ahbãrohum wa ruhbãnahum arbãbam min dũnillãhi wal masĩhabna maryama wa mã umirũ illã liya’budũ ilãhan wãhidan, lã ilãha illã huwa, Subhãnahũ ‘ammã yusyrikũn.
31. Mereka menjadikan ulama-ulama dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan, selain Allah, dan (mereka mempersekutukan) Al Masih putra Maryam; padahal mereka tidak diperintah, kecuali hanya untuk menyembah Allah Yang Maha-esa. Tidak ada ilah lain, selain Dia. Mahasuci Dia dari apa yang mereka persekutukan.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Penyimpangan beragama karena adanya informasi yang salah dari para pemuka agama, meyebabkan adanya persepsi yang salah tentang Allah. Berhati-hatilah, jangan sampai ada yang salah menyampaikan informasi.
yurĩdũna = mereka berkehendak; an yuthfi-ũ = untuk memadamkan; nũrollãhi = cahaya Allah; bi afwãhihim = dengan mulut mereka; wa ya’ba = dan segan (tidak menghendaki); allãhu = Allah; illã = kecuali; an yutimma = akan menyempurnakan; nũrohũ = cahaya-Nya; wa lau = walaupun; kariha = tidak menyukai; al kãfirũn = orang-orang kafir.
yurĩdũna an yuthfi-ũ nũrollãhi bi afwãhihim wa ya’ballãhu illã an yutimma nũrohũ wa lau karihal kãfirũn
32. Mereka berkehendak memadamkan cahaya Allah dengan mulut mereka, sedang Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir tidak menyukai.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Ada orang-orang yang berkehendak negatif dalam beragama. Harus diwaspadai. Allah juga berkehendak selalu menyempurnakan cahaya-Nya. Pasti Allah yang menang.
huwa = Dia; al ladzĩ = Yang; arsala = mengutus; rosũlahũ = Rasul-Nya; bil hudã = dengan petunjuk; wa dĩni = dan agama; al haqqi = yang benar; liyuzh-hirohũ = untuk memenangkannya; ‘alã = pada; addĩni = agama; kullih = seluruhnya; wa lau karihal musyrikũn.
huwal ladzĩ arsala rosũlahũ bil hudã wa dĩnil haqqi liyuzh-hirohũ ‘alãddĩnikullih, wa lau karihal musyrikũn.
33. Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk dan agama yang benar untuk memenangkannya pada satu agama yang menyeluruh, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukainya.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah mengingatkan bahwa Dialah yang mengutus Rasul-Nya untuk menyatukan umat manusia seluruhnya dalam satu agama yang paling benar.
yã ayyuha = wahai; al ladzĩna = orang-orang yang; ãmanũ = beriman; inna = sesungguhnya; katsĩron = sebagian besar; mina = dari; al ahbãri = ulama-ulama Yahudi; war ruhbãni = dan rahib-rahib; laya’kulũna = sungguh mereka memakan; amwãlan = harta; nãsi = manusia; bil bãthili = dengan cara batil; wa yashuddũna = mereka menghalang-halangi; ‘an = dari; sabĩlillãh = jalan Allah; wal ladzĩna = dan orang-orang yang; yaknizũna = mereka menyembunyikan; adz dzahaba = emas; wal fidh dhota = dan perak; wa lã = dan tidak; yunfiqũnahã = mereka menafkahkannya; fi sabĩlillãhi = pada jalan Allah; fa basysyir = maka beritakan; hum = kepada mereka; bi’adzãbin = dengan siksaan; alĩm = yang pedih.
yã ayyuhal ladzĩna ãmanũ inna katsĩrom minal ahbãri war ruhbãni laya’kulũna amwãlan nãsi bil bãthili wa yashuddũna ‘an sabĩlillãh, wal ladzĩna yaknizũnadz dzahaba wal fidh dhota wa lã yunfiqũnahã fi sabĩlillãhi fa basysyir hum bi’adzãbin alĩm.
34. Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya, sebagian besar dari ulama-ulama (Yahudi), dan rahib-rahib (Nasrani) memakan harta manusia dengan cara yang batil, dan mereka menghalang-halangi (manusia) di jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak, dan mereka tidak menafkahkannya di jalan Allah, maka beritakanlah kepada mereka dengan siksa yang pedih.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah mengingatkan orang-orang yang beriman agar tidak meniru perbuatan batil ulama-ulama Yahudi dan rahib-rahib Nasrani, seperti yang dijelaskan dalam ayat ini.

yauma = pada hari; yuhmã = dipanaskan; ‘alaihã = atasnya; fĩ = dalam; nãri = api (neraka); jahannama = jahanam; fa tukwã = maka (lalu) dibakarlah; bi hã = dengannya; jibãhuhum = dahi mereka; wa junũbuhum = dan lambung mereka; wa zhuhũruhum = dan punggung mereka; hãdzã = inilah; mã = apa (harta); kanaz tum = kamu simpan; li anfusikum = untuk dirimu; fa dzũqũ = maka rasakanlah; mã =apa; kuntum = yang kamu; taknizũn = kamu simpan.
yauma yuhmã ‘alaihã fĩ nãri jahannama fa tukwã bi hã jibãhuhum wa junũbuhum wa zhuhũruhum, hãdzã mã kanaz tum li anfusikum fa dzũqũ mã kuntum taknizũn
35. Pada hari dipanaskan (emas dan perak) di neraka Jahanam, lalu dibakarlah dahi mereka, lambung dan punggung mereka (sambil dikatakan kepada mereka): “Inilah harta yang kamu simpan (dahulu), hanya untuk dirimu, maka rasakanlah (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Harta kekayaan berupa emas dan perak yang tidak dizakati, dan hanya disimpan-simpan untuk dirinya saja, pada Hari Akhirat menjadi bahan bakar pada dahi, lambung, dan punggung mereka. Mereka yang memilikinya dengan cara yang batil.

Inna = sesungguhnya; ‘iddata = bilangan; asy syuhũri = bulan; ‘indallãh = pada Allah; itsnã ‘asyaro = dua belas; syahron = bulan; fĩ kitãbi = dalam ketetapan; allãhi = Allah; yauma = pada hari; kholaqo = Dia nebciptakan; as samãwãti = langit; wal ardho = dan bumi; min hã = di antaranya; arba’atun = empat; hurumum = yang dihormati; dzãlika = demikian itu; ad dĩnu = agama; al qoyyim = yang lurus; fa lã = maka jangan; tadhlimũ = kamu menganiaya; fĩhinna = di dalamnya (bulan-bulan); anfusakum = dirimu; waqōtilũ = dan perangilah; al musyrikĩna = orang-orang musyrik; kãffatan = semuanya; kamã = sebagãimana; yuqōtilũnakum = mereka memerangi kamu; kãffatan = semuanya; wa’lamũ = dan ketahui lah; annallãha = sesungguhnya Allah; ma’a = bersama; al muttaqĩn = orang-orang yang takwa.
inna ‘iddatasy syuhũri ‘indallãhitsnã ‘asyaro syahron fĩ kitãbillãhi yauma kholaqos samãwãti wal ardho min hã arba’atun hurumu, dzãlikad dĩnul qoyyim, fa lã tadhlimũ fĩhinna anfusakum, waqōtilũl musyrikĩna kãffatan kamã yuqōtilũnakum kãffatan, wa’lamũ annallãha ma’al muttxaqĩn.
36. Sesungguhnya bilangan bulan bagi Allah itu ada dua belas bulan dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan yang disucikan. Demikian itulah ketetapan agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya dirimu dalam bulan-bulan itu, dan perangilah orang-orang musyrik semuanya, sebagaimana mereka memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang takwa
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menciptakan langit dan bumi dengan ketetapan waktunya 12 bulan dalam setahun. Bulan yang disucikan adalah: Bulan Zulkaidah, Zul hijjah, Muharram, dan Rajab. Dalam empat bulan yang disucikan itu, khususnya Umat Islam, tidak diperkenankan melakukan perang. Namun kalau diperangi oleh orang musyrik, Allah memerintahkan membalas serangan itu. Allah menciptakan langit dan bumi, lihat Q.s.Al Baqarah, 2: 29, 164; Ali ‘Imran, 3: 190; 191; Al An’ãm, 6: 1, 14, 73; Al A’rãf, 7: 54; Yunus, 10: 3, 6; Hud, 11: 7; Yusuf, 12: 101; Ar Ra’du, 13: 2-3; Ibrahim, 14: 10, 19, 32, 48; Al Hijr, 15: 85; An Nahl, 16: 3; Al Isrō, 17: 99; Al Kahfi, 18: 51; Thãhã, 20: 4-6; Al Anbiyã’, 21: 16; Al Mu’minun, 23: 17; An Nũr, 24: 35; Al Furqōn, 25: 59; Asy Syu’ara, 26: 24; Az Zukhruf, 43:9
innama = sungguh hanyalah; an nasĩ-u = mengundurkan; ziyãdatun = menambah; fil kufri = dalam kekafiran; yudhollu = disesatkan; bihi = dengannya; al ladzĩna = orang-orang yang; kafarũ = mereka kafir; yuhillũ nahũ = mereka menghalalkannya; ‘ãman = suatu tahun; wa yuharrimũnahũ = dan mereka mengharamkannya; ‘ãman = tahun yang lain; liyuwathi-ũ = agar mereka menyesuaikan; ‘iddata = bilangan; mã = apa yang; harromallãhu = Allah mengharamkan; fa yuhillũ = maka mereka menghalalkan; mã harromallãh = apa yang Allah mengharamkan; zuyyina = dihiasi; lahum = bagi mereka; sũ-u = yang buruk; a’mãlihim = perbuatan mereka; wallãhu = dan Allah; lã yahdĩ = tidak memberi petunjuk; al qoumal kãfirĩn = kaum orang-orang kafir.
innaman nasĩ-u ziyãdatum fil kufri, yudhollu bihil ladzĩna kafarũ yuhillũ nahũ ‘ãman wa yuharrimũnahũ ‘ãmal liyuwathi-ũ ‘iddata mã harromallãhu fa yuhillũ mã harromallãh, zuyyina lahum sũ-u a’mãlihim, wallãhu lã yahdĩl qoumal kãfirĩn.
37. Sesungguhnya, mengundur-undurkan (bulan haram) itu menambah kekafiran, orang-orang kafir disesatkan dengannya. Mereka menghalalkannya pada suatu tahun, dan mengharamkan pada tahun yang lain, agar mereka dapat menyesuaikan dengan bilangan yang diharamkan Allah. Mereka memandang baik atas perbuatan mereka yang jelek. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Ketentuan Allah tentang bulan-bulan haram itu tetap, tidak berubah. Ketentuan Allah itu untuk kebaikan makhluk-Nya. Allah selalu memberi petunjuk kepada orang-orang yang beriman, dan tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir.

yã ayyuha = wahai; al ladzĩna = orang-orang yang; ãmanũ = beriman; mã la kum = mengapa kamu; idzã = jika; qĩla = dikatakan; lakum = kepadamu; infirũ = berangkatlah; fĩ sabĩli = di jalan; allãh = Allah; its tsãqultum = mengapa kamu merasa berat; ilãl ardhĩ = di dunia; arodhĩtum = apakah kamu telah puas; bil hayãti = dengan kehidupan; ad dun-yã = dunia; minal akhiroh = dalam kehidupan akhirat; fa mã = maka tidaklah; matã’u = kenikmatan (kesenangan); al hayãti; kehidupan; ad dun-yã = dunia; fil akhiroti = dalam kehidupan akhirat; illã = hanya; qolĩl = sedikit (kecil).
Yã ayyuhal ladzĩna ãmanũ mã lakum idzã qĩla lakumunfirũ fĩ sabĩlillãhits tsãqultum ilãl ardhĩ, arodhĩtum bil hayãtid dun-yã minal akhiroh, fa mã matã’ul hayãtid dun-yã fil akhiroti illã qolĩl.
38. Wahai orang-orang yang beriman, jika dikatakan kepadamu: “Berangkatlah kamu (untuk berperang) di jalan Allah.” Kamu merasa berat (dan ingin tinggal) di tempatmu? Apakah kamu telah merasa puas dengan kehidupan dunia yang sedikit (dibanding) dengan kehidupan di akhirat?
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah mengingatkan tentang perintah untuk berjihad di jalan Allah hendaknya, harus disambut dengan bersemangat, karena kehidupan di akhirat itu jauh lebih lama dibandingkan dengan kehidupan di dunia yang hanya sebentar.
Illã = jika tidak; tanfirũ = kamu berangkat; yu’adzdzibkum = Dia mengazab kamu; ‘adzãban = azab; ãlĩman = yang pedih; wa yastabdil = dan Dia menggantikan; qouman = kaum; ghoiro kum = selain kamu; wa lã = dan tidak; tadhurrũhu = kamu memudaratkan-Nya; syai-an = sesuatu apa; wallãhu = dan Allah; ‘alã = di atas; kulli = segala; syai-in = sesuatu; qodĩr = Maha Kauasa
illã tanfirũ yu’adzdzibkum ‘adzãban ãlĩman wa yastabdil qouman ghoiro kum wa lã tadhurrũhu syai-an, wallãhu ‘alã kulli syai-in qodĩr.
39. Jika kamu tidak berangkat (berperang), tentu Dia mengazab kamu dengan siksaan yang pedih, dan Dia akan menggantikan kamu dengan kaum selain kaummu, dan kamu tidak dapat memudaratkan-Nya sedikit pun. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Peringatan Allah kepada orang-orang musyrik dan orang-orang yang beriman yang tidak mau pergi berperang di jalan Allah.

illã = jika tidak; tanshurũhu = kamu menolongnya; fa qod = maka sesungguhnya; nashorohullãhu = Allah telah menolongnya; idz = ketika; akhrojahu = mengusirnya; al ladzĩna = orang-orang yang; kafarũ = kafir; tsaania = orang kedua; itsnaini = dua orang; idz = ketika; humã = keduanya; fil ghōri = di dalam gua; idz = ketika; yaqũlu = dia berkata; li shōhibihĩ = kepada sahabatnya; lã tahzan = jangan kamu sedih; innallãha = sesungguhnya Allah; ma’anã = beserta kita; fa = maka; anjalallãhu = Allah menurunkan; sakĩnatahu = ketenangan-Nya; ‘alaihi = kepadanya; wa ayyadahũ = dan Dia membantunya; bi junũdin = dengan bala tentara; lam tarauhã = kamu tidak melihatnya; wa ja’ala = dan Dia menjadikan; kalimata = seruan; al ladzĩna = orang-orang yang; kafaru = kafir; as suflã = rendah (tidak terdengar); wa kalimatullãhi = seruan Allah; hiya = itulah; al ‘ulyã = tinggi (didengar); wallãhu = dan Allah; ‘azĩzun = Mahaperkasa; hakĩm = Mahabijaksana.
illã tanshurũhu fa qod nashorohullãhu idz akhrojahul ladzĩna kafarũ tsaaniatsnaini idz humã fil ghōri idz yaqũlu li shōhibihĩ lã tahzan innallãha ma’anã, fa anjalallãhu sakĩnatahu ‘alaihi wa ayyadahũ bi junũdin lam tarauhã wa ja’ala kalimatal ladzĩna kafarus suflã, wa kalimatullãhi hiyal ‘ulyã, wallãhu ‘azĩzun hakĩm.
40. Jika kamu tidak menolong Muhammad saw., maka sesungguhnya Allah telah menolongnya, ketika orang-orang kafir mengusir bersama orang keduanya (Abu Bakar). Ketika keduanya di dalam gua, dia berkata kepada temannya: “Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya, Allah beserta kita.” Maka Allah menurunkan ketenangan-Nya kepada Muhammad saw., dan membantunya dengan bala tentara yang tidak terlihat olehmu, dan Dia menjadikan seruan orang-orang kafir itu tidak didengar (rendah), dan kalimat Allah didengar (tinggi = menang). Dan Allah Mahaperkasa dan Mahabijaksana.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah mengingatkan orang-orang beriman, jika mereka tidak menolong Nabi Muhammad saw., Allah lah yang menolongnya.

anfirũ = berangkatlah kamu; khifãfan = dalam keadaan ringan; wa tsiqōlan = dan dalam keadaan berat; wa jãhidũ = dan berjihadlah; bi amwãlikum = dengan hartamu; wa anfusikum = dan dengan jiwamu; fi sabĩlillãh = di jalan Allah; dzãlikum = demikian itu; khoirun = lebih baik; lakum = bagi kamu; inkuntum = jika kamu; ta’lamũn = kamu mengetahui.
anfirũ khifãfan wa tsiqōlan wa jãhidũ bi amwãlikum wa anfusikum fi sabĩlillãh, dzãlikum khoirul lakum inkuntum ta’lamũn.
41. Berangkatlah kamu (berperang) dalam keadaan ringan dan berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah. Demikian itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Ada perbedaan ucapan anfirũ dengan infirũ. Adakah perbedaan maknanya? Allah memerintah berjihad di jalan Allah dalam keadaan suka atau tidak suka dengan harta dan jiwa. Orang yang melakukannya, dinilai lebih baik daripada yang tidak mengikuti perintah-Nya.

lau kãna = kalau ada; ‘arodhon = keuntungan; qorĩban = dekat, mudah; wa safaron = dan perjalanan; qōshidan = dekat, sedang; lãttaba’ũka = tentu mereka mengikutimu; wa lãkin = tetapi; ba’udat = jauh; ‘alaihimu = bagi mereka; asy syuqqoh = jarak perjalanan yang dituju; wa sayahlifũna = dan mereka akan bersumpah; billãhi = dengan (nama) Allah; lawis tatho’nã = kalau kami sanggup; la khorojnã = tentu kami berangkat; ma’akum = bersamamu; yuhlikũna = mereka membinasakan; anfusahum = diri mereka sendiri; wallãhu = dan Allah; ya’lamu = Dia mengetahui; innahum = sesungguhnya mereka; la kãdzibũn = sungguh orang yang berdusta.
lau kãna ‘arodhon qorĩban wa safaron qōshidal lãttaba’ũka wa lãkim ba’udat ‘alaihimusy syuqqoh, wa sayahlifũna billãhi lawis tatho’nã la khorojnã ma’akum yuhlikũna anfusahum, wallãhu ya’lamu innahum la kãdzibũn.
42. Kalau ada keuntungan yang mudah dan perjalanan yang tidak seberapa jauh, tentu mereka mengikutimu, tapi jarak perjalanan yang dituju itu amat jauh bagi mereka. Dan mereka akan bersumpah dengan nama Allah: “Kalau kami sanggup, tentulah kami berangkat bersama kamu.” Mereka membinasakan diri mereka sendiri, dan Allah mengetahui, mereka itu, sungguh orang-orang pendusta.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Orang yang berbasa-basi dengan sumpah atas nama Allah yang menyatakan ketidaksanggupan mereka pergi berperang di jalan Allah berarti mereka membinasakan diri mereka sendiri.
‘afallãhu = Allah memaafkan; ‘anka = kepada kamu; li ma = mengapa; adzinta = kamu memberi izin; lahum = kepada mereka; hattã = sehingga; yatabayyana = menjadi jelas; laka = bagi kamu; al ladzĩna = orang-orang yang; shodaqũ = (mereka) benar; wa ta’lama = dan kamu mengetahui; al kãdzibĩn = orang-orang yang berdusta.
‘afallãhu ‘anka li ma adzinta lahum hattã yatabayyana lakal ladzĩna shodaqũ wa ta’lamal kãdzibĩn.
43. Allah memaafkan kamu, mengapa kamu memberi izin kepada mereka (untuk tidak pergi berperang), sehingga jelas bagimu orang-orang yang benar (berhalangan), dan (sebelum) kamu ketahui orang-orang yang berdusta.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah memaafkan Nabi Muhammad saw. yang telah memberi izin untuk tidak pergi berperang dengan berbagai alasan. Alasan itu mungkin benar, mungkin juga dusta. Mereka yang beralasan benar, maupun yang dusta, menurut ayat 42 di atas, mereka itu berarti membinasakan diri mereka sendiri.

lã = tidak; yasta’dzinuka = akan minta izin kepada kamu; al ladzĩna = orang-orang yang; yu’minũna = (mereka) beriman; billãhi = kepada Allah; wal yaumil ãkhiri = dan Hari Akhirat; an yujãhidũ = untuk mereka berjihad; bi amwãlihim = dengan hartanya; wa anfusihim = dan jiwanya; wallãhu = dan Allah; ‘alĩmun = Maha Mengetahui; bil muttaqĩn = kepada orang-orang yang takwa.
lã yasta’dzinukal ladzĩna yu’minũna billãhi wal yaumil ãkhiri an yujãhidũ bi amwãlihim wa anfusihim, wallãhu ‘alĩmum bil muttaqĩn.
44. Tidak akan meminta izin kepadamu, orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat untuk tidak berjihad dengan harta dan jiwa mereka. Dan Allah Maha Mengetahui kepada orang-orang yang takwa.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah memastikan orang-orang yang beriman kepada-Nya dan pada Hari Akhirat tidak mungkin meminta keringanan untuk tidak berjihad dengan harta dan jiwa mereka. Orang-orang yang beriman dengan senang hati berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa mereka.
,
innamã = sesungguhnya orang; yasta’dzinuka = yang akan meminta izin kepadamu; al ladzĩna = orang-orang yang; lã yu’minũna = tidak beriman; billãhi = kepada Allah; wa yaumil ãkhiri = dan Hari Akhirat; wartãbat = dan ragu-ragu; qulũbuhum = di hati mereka; fahum = maka mereka; fĩ roibihim = di dalam keragu-raguan mereka; yataroddadũn = mereka bimbang.
innamã yasta’dzinukal ladzĩna lã yu’minũna billãhi wa yaumil ãkhiri wartãbat qulũbuhum fahum fĩ roibihim yataroddadũn.
45. Sesungguhnya, orang yang akan meminta izin kepadamu, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah, dan Hari Akhirat, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu, mereka selalu bimbang dalam keragu-raguan mereka.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah mengingatkan kepada Nabi Muhammad saw. bahwa yang akan meminta izin untuk tidak pergi berperang hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, mereka yang masih ragu-ragu. Orang-orang yang beriman akan menyambut dengan penuh gairah melaksanakan perang jihad di jalan Allah.
walau = dan kalau; arōdu = mereka hendak; al khurũja = berangkat; la-a’addũ = tentu mereka menyiapkan; lahũ = untuk itu; uddatan = persiapan; wa lãkin = akan tetapi; karihallãhu = Allah tidak menyukai; in bi’atsahum = keberangkatan mereka; fatsabbathahum = maka Dia menahan mereka; wa qĩla = dan dikatakan; uq‘udũ = tinggallah kamu; ma’a = bersama-sama; al qō’idĩn = orang-orang yang tinggal.
walau arōdul khurũja la-a’addũ lahũ uddatan wa lãkin karihallãhun bi’atsahum fatsabbathahum wa qĩlaq ‘udũ ma’al qō’idĩn.
46. Dan kalau mereka hendak berangkat, untuk itu tentulah mereka menyiapkan segala sesuatu untuk keberangkatannya. Akan tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, sebab itu Dia menahan mereka, dan dikatakan (kepada mereka): “Tinggallah kamu bersama-sama orang-orang yang tinggal.”
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah memperingatkan tentang perilaku orang-orang kafir.

lau = kalau; kharojũ = mereka berangkat; fĩkum = bersama kamu; mãzãdũkum = tidaklah menambah kamu; illã = selain; khobãlan = kerusakan; wa la-audho’ũ = dan tentu mereka bergegas maju; khilãlakum = di sela-sela (barisan)-mu; yabghũnakumu = mereka menghendaki kamu; ul fitnatah = kekacauan; wa fĩkum = dan bersama kamu; sammã’ũnna = orang-orang yang suka mendengarkan; lahum = pada mereka; wallãhu = dan Allah; ‘alĩmum = Maha Mengatahui; bidhdhōlimĩn = pada orang-orang yang lalim.
lau kharojũ fĩkum mã zãdũkum illã khobãlan wa la-audho’ũ khilãlakum yabghũnakumul fitnatah, wa fĩkum sammã’ũnna lahum, wallãhu ‘alĩmum bidhdhōlimĩn.
47. Kalau mereka berangkat bersama kamu, tidaklah mereka menambah kamu, selain kerusakan, dan pasti mereka bergegas maju di sela-sela (barisan)-mu membuat kekacauan, sedang di antara kamu ada orang-orang yang suka mendengarkan perkataan mereka. Dan Allah Maha Mengetahui pada orang-orang yang lalim.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah memperingatkan tentang perilaku orang-orang kafir yang berangkat berperang.

laqodibtaghawul fitnata min qoblu wa qolabũlakal umũro hattã jã-al haqqu wa zhoharo amrullōhi wa hum kãrihũn
48. Sesungguhnya dari dahulu, mereka selalu mencari-cari kekacauan, dan memutar-balikkan segala urusan (menipu), untuk (merusak)-mu, sampai datang kebenaran (pertolongan Allah), dan menanglah Agama Allah, (padahal) mereka tidak menyukai.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah memperingatkan tentang perilaku orang-orang kafir sebelum terjadi perang.
wa minhum = dan di antara mereka; man = orang; yaqũlu = ia berkata; i’dzan lĩ = izinkanlah saya; wa lã = dan jangan; taftinnĩ = kamu membuat fitnah kepadaku; alã = ketahuilah; fil fitnati = dalam fitnah; saqothũ = mereka terjerumus; wa inna = dan sesungguhnya; jahannama = neraka jahanam; lamuhĩthotum = penuh berisi; bil kãfirĩn = dengan orang-orang kafir.
wa minhum man yaqũlu’dzal lĩ wa lã taftinnĩ, alã fil fitnati saqothũ, wa inna jahannama lamuhĩthotum bil kãfirĩn.
49. Dan di antara mereka, ada yang berkata: “Izinkalah saya (tidak pergi berperang), dan janganlah kamu membuat fitnah kepadaku.” Ketahuilah, mereka telah terjerumus ke dalam fitnah, dan sesungguhnya, neraka jahanam penuh berisi orang-orang kafir.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Fitnah itu dibuat oleh orang yang tidak melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan. Berbohong itu, akibat jeleknya mengena kepada diri sendiri
in tushibka = jika kamu mendapatkan; hasanatun = kebaikan; tasu’hum = menjadikan mereka tak senang; wa in tushibka = dan jika kamu mendapat; mushĩbatun = bencana; yaqũlũ = mereka berkata; qod = sesungguhnya; akhodznã = kami telah mengambil; amronã = keputusan kami; min qoblu = dari dahulu; wa yatawallau = dan mereka berpaling; wa hum = dan mereka; farihũn = orang-orang yang bergembira.
In tushibka hasanatun tasu’hum, wa in tushibka mushĩbatun yaqũlũ qod akhodznã amronã min qoblu wa yatawallau wa hum farihũn.
50. Jika kamu mendapat suatu kebaikan, mereka menjadi tidak senang, dan jika bencana menimpamu, berkatalah mereka: “Sesungguhnya, sebelumnya kami telah mengambil keputusan kami (tidak mau berperang),” dan mereka berpaling dengan rasa gembira.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menjelaskan sifat-sifat orang kafir.

qul = katakanlah; lan = tidak akan; yushĩbanã = menimpa kami; illã = melainkan; mã = apa yang; katabãllōhu = Allah telah menetapkan; lanã = bagi kami; huwa = Dia; maulaanã = pelindung kami; wa ‘alãlōhi = dan kepada Allah; fal yatawakkal = hendaknya bertawakal; al mu’minũn = orang-orang yang beriman.

qul lan yushĩbanã illã mã katabãllōhu lanã huwa maulaanã, wa ‘alãlōhi fal yatawakkalĩl mu’minũn.

51. Katakanlah: “Tidak akan menimpa kami, melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan kepada Allahlah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakal.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah memerintahkan mengatakan jawaban yang harus disampaikan kepada orang-orang kafir yang telah menyaksikan hal yang buruk menimpa orang-orang yang beriman, dan mengajari mendakwahi orang kafir agar percaya, Allahlah yang menentukan berbagai kejadian di dunia ini.

qul = katakanlah; hal = apalah; tarobashũna = kamu tunggu-tunggu; binã = bagi kami; illã = kecuali; ihdã = salah satu; al husnayaini = dua kebaikan; wa nahnu = dan kami; natarobashu = kami menunggu-nunggu; bikum = bagi kamu; an yushĩbakumullãhu = Allah akan menimpakan kepadamu; bi’adzãbin = dengan suatu azab; min ‘indihĩ = dari-Nya; au = atau; bi-aidĩnã = dengan tangan kami; fa tarobashũ = maka tunggulah; innã = sesungguhnya kami; ma’akum = bersama kamu; mutarobishũn = orang-orang yang menunggu-nunggu.
qul hal tarobashũna binã illã ihdãl husnayaini, wa nahnu natarobashu bikum an yushĩbakumullãhu bi’adzãbim min ‘indihĩ au bi-aidĩnã, fa tarobashũ innã ma’akum mutarobishũn.
52. Katakanlah: “Tidak ada yang kamu tunggu-tunggu bagi kami, kecuali salah satu dari dua kebaikan (menang atau sahid), sedang kami yang menungu-nunggu bagi kamu, Allah menimpakan kepadamu suatu azab dari-Nya, atau (azab) dari tangan kami. Maka tunggulah, sesungguhnya kami menunggu-nunggu bersama kamu.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah memberikan pengarahan jawaban yang seharusnya diberikan kepada orang-orang kafir yang tidak mau berperang.
qul = katakan; anfiqũ = nafkahkanlah; thou’an = dengan rela; au kurhan = dengan terpaksa; lan yutaqobbala = tidak akan diterima; minkum = dari kamu; innakum = karena sesungguhnya kamu; kuntum = adalah kamu; qouman = kaum; fãsiqĩn = orang-orang yang bodoh.
qul anfiqũ thou’an au kurhal lan yutaqobbala minkum, innakum kuntum qouman fãsiqĩn.
53. Katakanlah: “Nafkahkanlah (hartamu) dengan rela atau terpaksa. Nafkah itu tidak akan diterima (Allah) dari kamu, karena sesungguhnya, kamu adalah orang-orang yang fasik (bodoh).
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Nafkah harta orang kafir tidak diterima Allah karena caranya mencari, menyimpan, dan menggunakannya tidak sesuai dengan syariat yang ditetapkan Allah.

wa mã = dan tidak ada; mana’ahum = menghalangi mereka; an tuqbala = untuk diterima; min hum = dari mereka; nafaqōtuhum = nafkah mereka; illã = kecuali; annahum = sesungguhnya mereka; kafarũ = kafir; billãhi = kepada Allah; wa bi rosũlihĩ = dan kepada Rasul-Nya; wa lã ya’tũnash sholãta = dan tidak mendirikan salat; illã = kecuali, melainkan; wa hum = dan mereka; kusalã = malas; wa lã = dan tidak; yunfiqũna = mereka menafkahkan; illã = melainkan; wa hum = dan mereka; kãrihũn = orang-orang yang terpaksa.
wa mã mana’ahum an tuqbala min hum nafaqōtuhum illã annahum kafarũ billãhi wa bi rosũlihĩ wa lã ya’tũnash sholãta illã wa hum kusalã wa lã yunfiqũna illã wa hum kãrihũn.
54. Dan tidak ada yang menghalangi mereka, untuk diterima dari nafkah mereka, kecuali karena sesungguhnya, mereka kafir kepada Allah, dan Rasul-Nya, dan mereka tidak mengerjakan salat, melainkan dengan malas, dan mereka tidak menafkahkan (harta mereka), melainkan dengan terpaksa.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Lihat catatan ayat 53.
fa lã = maka jangan; tu’jibka = menarik hati kamu; amwãluhum = harta benda mereka; wa lã = dan jangan; aulãduhum = anak-anak mereka; innamã = sesungguhnya; yurĩdullãhu = Allah menghendaki; li yu’adzdzibahum = untuk menazab mereka; bihã = dengannya; fil hayãti = dalam kehidupan; ad dun-yã = dunia; wa taz-haqo = dan akan binasa; anfusuhum = nyawa mereka; wahum = sedang mereka; kãfirũn = kafir.
fa lã tu’jibka amwãluhum wa lã aulãduhum, innamã yurĩdullãhu li yu’adzdzibahum bihã fil hayãtid dun-yã wa taz-haqo anfusuhum wahum kãfirũn
55. Maka janganlah menarik hati kamu, harta benda dan anak-anak mereka (orang kafir). Sesungguhnya, Allah hendak menyiksa mereka dengannya (harta benda dan anak-anak), dalam kehidupan dunia, dan akan melayangkan nyawa mereka, dalam keadaan kafir.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah mengingatkan harta, dan anak-anak orang kafir jangan menarik perhatianmu, karena hal itu akan menjadi siksaan bagi mereka di dunia sampai matinya.
wa yahlifũna = dan mereka (orang-orang munafik) bersumpah; billãhi = dengan (nama) Allah; innahum = sesungguhnya mereka; laminkum = bukan dari (golongan) kamu; wa mã hum = dan mereka bukan; min kum = dari kamu; wa lã kinna hum = akan tetapi mereka; qoumun = kaum; yafroqũn = orang-orang yang takut (kepadamu).
wa yahlifũna billãhi innahum laminkum wa mã hum min kum wa lã kinna hum qoumun yafroqũn
56. Dan mereka (orang-orang munafik) bersumpah dengan (nama) Allah, sesungguhnya, kamu menyangka mereka dari (golongan)-mu, padahal mereka bukan dari (golongan)-mu, akan tetapi mereka itu adalah orang-orang yang takut (kepadamu).
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Dalam situasi dan kondisi ketakutan orang-orang munafik mengaku sebagai orang Islam. Allah mengingatkan hal ini agar orang Islam waspada, bahwa mereka tidak termasuk Islam.

lau = kalau; yajidũna = mereka memperoleh; malja’an = tempat perlindungan; au maghōrōtin = atau gua-gua; au muddakholan = atau lubang-lubang tempat masuk; lawallau = tentu mereka berpaling (pergi); ilaihi = kepadanya; wahum = dan mereka; yajmahũn = mereka lari secepat-cepatnya.
lau yajidũna malja’an au maghōrōtin au muddakholal lawallau ilaihi wahum yajmahũn.
57. Kalau mereka mendapat tempat perlindungan atau gua-gua atau lubang-lubang (di dalam tanah), tentu mereka pergi ke sana dengan berlari secepat-cepatnya.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menceriterakan sifat-sifat orang kafir untuk menjadi pelajaran.
wa min hum = dan di antara mereka; man = orang; yalmizuka = dia mencela kamu; fish shodaqōti = dari sedekah-sedekah; fa in = maka jika; u’thũ = mereka diberi; min hã = darinya (sedekah itu); rodhũ = mereka senang hati; wa in = dan jika; lam = tidak; yu’thou = mereka diberi; minhã = darinya; idzã = tiba-tiba (tatkala); hum = mereka; yaskhothũn = mereka menjadi marah.
wa min hum man yalmizuka fish shodaqōti fa in u’thou min hã rodhũ wa il lam yu’thou minhã idzã hum yaskhothũn
58. Dan di antara mereka ada orang yang mencelamu tentang (pembagian) sedekah, maka jika mereka diberi darinya (sedekah itu), mereka bersenang hati, dan jika mereka tidak diberi darinya, tiba-tiba mereka menjadi marah.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Pembagian sedekah menurut Islam, lihat ayat 60.
wa lau = jikalau; annahum = mereka sungguh-sungguh; rodhũ = mereka senang hati; mã = apa yang; ãtãhumullãhu = diberikan Allah kepada mereka; wa rosũluh = dan Rasul-Nya; wa qōlũ = dan mereka berkata; hasbunãllãhu = cukuplah Allah; sayu’tĩnãllãhu = Allah akan memberi kepada kami; min fadhlihĩ = dari karunia-Nya; wa rosũluh = dan Rasul-Nya; innã = sesungguhnya kami; ilãllãhi = kepada Allah; roghibũn = orang-orang yang berharap.
wa lau annahum rodhũ mã ãtãhu mullãhu wa rosũluh, wa qōlũ hasbunãllãhu sayu’tĩnãllãhu min fadhlihĩ wa rosũluh, innã ilãllãhi roghibũn.
59. Jikalau mereka sungguh-sungguh senang hati pada apa yang diberikan Allah dan Rasul-Nya kepada mereka, dan mereka berkata: “Cukuplah Allah bagi kami, Allah akan memberikan kepada kami sebagian dari karunia-Nya dan Rasul-Nya, sesungguhnya, kami adalah orang-orang yang berharap kepada Allah.”
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menggambarakan suasana hati orang-orang yang bergembira menerima sebagaian karunia-Nya dan dari Rasul-Nya.
innama = sesungguhnya; ash shodaqōtu = sedekah; lil fuqorōi = orang-orang fakir; wa masãkĩni = orang-orang miskin; wal’ãmilĩna = pengurus; ‘alaihã = atas zakat; wal mu-allafati = dan para mu-alaf (dibujuk); qulũbuhum = hati mereka; wa fir riqōbi = dan untuk memerdekakan budak; wal ghōrimĩna = orang-orang yang berhutang; wa fĩ sabĩlillãhi = dan untuk jalan Allah; wabnis sabĩl = dan orang-orang yang dalam perjalanan; farĩdhotan = ketetapan; minallãh = dari Allah; wallãhu = dan Allah; ‘alĩmun = Maha Mengetahui; hakĩm = Mahabijaksana.
innamash shodaqōtu lil fuqorōi wa masãkĩni wal’ãmilĩna ‘alaihã wal mu-allafati qulũbuhum wa fir riqōbi wal ghōrimĩna wa fĩ sabĩlillãhi wabnis sabĩl, fa rĩdhotam minallãh, wallãhu ‘alĩmun hakĩm.
60. Sesungguhnya, sedekah (zakat) itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, amil (pengurus) zakat, para mu’alaf (yang dibujuk) hati, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang untuk jalan Allah, dan untuk orang-orang yang sedang dalam perjalanan sebagai ketetapan dari Allah. Dan Allah Maha Mengetahui dan Mahabijaksana.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah membuat ketetapan cara pembagian sedekah (zakat).

wa min = dan dari; humu = mereka; al ladzĩna = orang-orang yang; yu’dzũna = (mereka) menyakiti; an nabiyya = Nabi; wa yaqũlũna = dan mereka mengatakan; huwa = ia (Nabi); udzunun = apa yang didengarnya; qul = katakanlah; udzunu = apa yang didengarnya; khoirin = yang baik; lakum = bagi kamu; yu’minu = ia beriman; billãhi = kepada Allah; wa yu’minu = dan ia mempercayai; lil mu’minĩna = pada orang-orang mukmin; wa rohmatun = dan menjadi rahmat; lilladzĩna = bagi orang-orang yang; ãmanũ = beriman; minkum = di antara kamu; wal ladzĩna = dan orang-orang yang; yu’dzũna = mereka menyakiti; rosũlallãhi = Rasul Allah; lahum = bagi mereka; ‘adzãbun alĩm = azab yang pedih.
wa min humul ladzĩna yu’dzũnan nabiyya wa yaqũlũna huwa udzunun, qul udzunu khoiril lakum yu’minu billãhi wa yu’minu lil mu’minĩna wa rohmatul lilladzĩna ãmanũ minkum, wal ladzĩna yu’dzũna rosũlallãhi lahum ‘adzãbun aĩm.
61. Dan di antara mereka, ada orang-orang yang menyakiti Nabi, dan mereka mengatakan, Nabi (mempercayai) apa yang didengarnya. Katakanlah: “Ia (mempercayai) semua apa yang baik bagi kamu, ia beriman kepada Allah, dan mempercayai orang-orang mukmin, dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang beriman di antara kamu.” Dan orang-orang yang menyakiti Rasul Allah, bagi mereka azab yang pedih.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Orang-orang kafir ada yang menyakiti Nabi. Seperti apa menyakitinya? Allah mengarahkan orang-orang yang beriman dalam menanggapi desas-desus orang-orang kafir. Ada peringatan bagi orang-orang kafir yang menyakiti Nabi.
yahlifũna = mereka bersumpah; billãhi = dengan (menyebut nama) Allah; lakum = kepada kamu; li yurdhũkum = untuk mencari kerelaanmu; wallãhu = dan Allah; wa rosũluhũ = dan Rasul-Nya; ahaqqu = lebih berhak; an yurdhũhu = untuk mencari kerelaan-Nya; in kãnũ = jika mereka adalah; mu’minĩn = orang-orang yang beriman.
yahlifũna billãhi lakum li yurdhũkum wallãhu wa rosũluhũ ahaqqu an yurdhũhu in kãnũ mu’minĩn.
62. Mereka bersumpah dengan (nama) Allah kepada kamu untuk mencari kerelaanmu, padahal Allah dan Rasul-Nya lebih berhak mereka cari kerelaan-Nya, jika mereka orang-orang yang beriman.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menceriterakan perilaku orang-orang kafir mempengaruhi hati orang-orang mukmin. Allah dan Rasul-Nya lebih berhak untuk dimintai kerelaan-Nya.
alam = tidakkah; ya’lamũ = mereka (orang-orang munafik) mengetahui; annahũ = sesungguhnya mereka; man = siapa; yuhãdidillãha = menentang Allah; wa rosũlahũ = dan Rasul-Nya; fa-annalahũ = maka sesungguhnya baginya; nãro jahannama = api jahanam; khōlidan = kekal; fĩhã = di dalamnya; dzãlika = demikian itu; al khijzyu = kehinaan; al ‘azhĩm = yang besar.
alam ya’lamũ annahũ man yuhãdidillãha wa rosũlahũ fa-annalahũ nãro jahannama khōlidan fĩhã dzãlikal khijzyul ‘azhĩm.
63. Tidakkah mereka (orang-orang munafik) mengetahui, siapa yang menentang Allah dan rasul-Nya, maka sesungguhnya neraka jahanamlah bagiannya, dia kekal di dalamnya. Demikian itu suatu kehinaan yang besar?
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Pertanyaan sindiran dan pemberitahuan bagi orang-orang munafik yang menentang Allah dan rasul-Nya.
yahdzaru = takut; al munãfiqũna = orang-orang munafik; an tunazzala = kalau diturunkan; ‘alaihim = kepada mereka; sũrotun = surat; tunabbi-uhum = yang menerangkan kepada mereka; bimã = tentang apa; fĩ qulũbihim = di dalam hati mereka; quli = katakanlah; as tahzi’ũ = berolok-oloklah kamu; innallãha = sesungguhnya Allah; mukhrijun = membuktikan; mã = apa; tadzarũn = yang kamu takutkan.
yahdzarul munãfiqũna an tunazzala ‘alaihim sũrotun tunabbi-uhum bimã fĩ qulũbihim, qulis tahzi’ũ innallãha mukhrijum mã tadzarũn.
64. Orang-orang munafik takut kalau diturunkan untuk mereka suatu surat (Alquran) yang menerangkan tentang apa yang (tersembunyi) di dalam hati mereka. Katakanlah (kepada mereka): “Teruskan kamu berolok-olok (terhadap Allah dan Rasul-Nya), sesungguhnya Allah akan membuktikan apa yang kamu takutkan itu.”
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah memberitahu perilaku orang-orang munafik, dan bagaimana cara menanggapi sikap mereka.

wa la-in = dan jika; sa-altahum = kamu tanyakan kepada mereka; la yaqũlunna = tentu mereka menjawab; innamã = sesungguhnya hanyalah; kunnã = kami adalah; nakhũdhu = kami bersenda gurau; wa nal’abu = dan kami bermain-main; qul = katakanlah; abillãhi = apakah dengan Allah; wa ãyãtihĩ = dan ayat-ayat-Nya; wa rosũlihĩ = dan Rasul-Nya; kuntum = kamu adalah; tastahzi-ũn = berolok-olok.
wa la-in sa-altahum la yaqũlunna innamã kunnã nakhũdhu wa nal’abu, qul abillãhi wa ãyãtihĩ wa rosũlihĩ kuntum tastahzi-ũn.
65. Dan jika kamu tanyakan kepada mereka, tentu mereka akan menjawab: “Sesungguhnya, kami hanyalah bersenda-gurau dan bermain-main.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu berolok-olok?
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah memberitahu sikap dan perbuatan orang-orang kafir, dan apa yang harus dikatakan kepada mereka.

lã = jangan; ta’tadzirũ = kamu beralasan; qod = sesungguhnya; kafartum = kamu telah kafir; ba’da = sesudah; ĩmãnikum = kamu beriman; in na’fu = jika Kami memaafkan; ‘an thōifatin = terhadap segolongan; minkum = dari kamu; nu’adzdzib = Kami akan mengazab; thōifatan = segolongan; bi annahum = karena sesungguhnya mereka; kãnũ = mereka adalah; mujrimĩn = orang-orang yang berdosa.
lã ta’tadzirũ qod kafartum ba’da ĩmãnikum, in na’fu ‘an thōifatim minkum nu’adzdzib thōifatam bi annahum kãnũ mujrimĩn.
66. Jangan kamu beralasan, sesungguhnya, kamu telah kafir sesudah beriman, jika Kami memaafkan kepada segolongan kamu, Kami akan mengazab golongan lain, karena sesungguhnya, mereka orang-orang yang berdosa.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Orang kafir diminta untuk tidak mencari alasan lain. Allah akan selalu mengazab orang-orang yang berdosa. Allah Maha Mengetahui segala rahasia makhluk-Nya.

al munãfiqũna = orang-orang munafik laki-laki; wal munãfiqōtu = orang-orang munafik perempuan; ba’dhuhum mim ba’dhin = sebagian dari sebagain yang lain; ya’murũna = mereka menyuruh; bil munkari = berbuat mungkar; wa yanhauna = dan mereka melarang; ‘anil ma’rũfi = berbuat kebaikan; wa yaqbidhũna = dan mereka menggenggamkan; aidiyahum = tangan mereka; nasullãha = mereka lupa kepada Allah; fanasiyahum = maka Allah melupakan mereka; inna = sesungguhnya; al munãfiqĩna = orang-orang munafik; humu = mereka itu; al fãsiqũn = orang-orang bodoh.
al munãfiqũna wal munãfiqōtu ba’dhuhum mim ba’dhin, ya’murũna bil munkari wa yanhauna ‘anil ma’rũfi wa yaqbidhũna aidiyahum, nasullãha fanasiyahum, innal munãfiqĩna humul fãsiqũn.
67. Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, sebagian dari sebagian yang lain, mereka menyuruh berbuat mungkar dan melarang berbuat kebaikan, dan mereka menggenggamkan tangannya (kikir). Mereka lupa kepada Allah, maka Allah pun melupakan kepada mereka. Sesungguhnya, orang-orang munafik itu orang-orang bodoh.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah mengingatkan perilaku orang-orang munafik, dan mereka dicap sebagai orang-orang fasik (bodoh).

wa ‘adallãhu = dan Allah mengancam; al munãfiqĩna = orang-orang munafik laki-laki; wal munãfiqãti = orang-orang munafik perempuan; wal kuffãro = orang-orang kafir; nãro = api; jahannama = jahanam; khōlidĩna = mereka kekal; fĩhã = di dalamnya; hiya = ia; hasbuhum = cukup bagi mereka; wa la’anahumullãhu = Allah melaknati mereka; wa lahum = dan bagi mereka; ‘adzãbum = azab; muqĩm = yang kekal.
wa ‘adallãhul munãfiqĩna wal munãfiqãti wal kuffãro nãro jahannama khōlidĩna fĩhã, hiya hasbuhum, wa la’anahumullãhu, wa lahum ‘adzãbum muqĩm.
68. Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, dan orang-orang kafir dengan neraka jahanam. Mereka kekal di dalamnya. Cukuplah ia (neraka jahanam) bagi mereka. Dan Allah mengutuk mereka, dan bagi mereka azab yang kekal.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menyediakan neraka jahanam untuk mengazab orang-orang kafir.

kal ladzĩna = seperti orang-orang yang; min qoblikum = dari sebelum kamu; kãnũ = mereka adalah; asyadda = lebih (sangat); min kum = daripada kamu; quwwatan = kekuatan; wa aktsaro = dan lebih banyak; amwãlan = harta-benda; wa aulãdã = dan anak-anak; fastamta’ũ = maka mereka menikmati; bi kholãqihim = dengan bagian mereka; fastamta’tum = maka kamu menikmati; bi kholãqikum = dengan bagian kamu; kama = sebagaimana; is tamta’a = menikmati; al ladzĩna = orang-orang yang …; min qoblikum = dari sebelum kamu; bi kholãqihim = dengan bagian mereka; wa khudhtum = dan kamu mempercakapkan; kalladzĩ = sebagaimana yang …; khãdhũ = mereka mempercakapkan; ulãika = mereka itu; habithot = sia-sia; a’maluhum = amal mereka; fid dun-yã = di dunia; wal ãkhiroti = dan di akhirat; wa ulãika = dan mereka itu; humu = mereka; al khōsirũn = orang-orang yang merugi.
kal ladzĩna min qoblikum kãnũ asyadda min kum quwwatan wa aktsaro amwãlan wa aulãdã, fastamta’ũ bi kholãqihim fastamta’tum bi kholãqikum kamas tamta’al ladzĩna min qoblikum bi kholãqihim wa khudhtum kalladzĩ khãdhũ, ulãika habithot a’maluhum fid dun-yã wal ãkhiroti, wa ulãika humul khōsirũn.
69. (Keadaan kamu, hai orang-orang munafik), seperti orang-orang yang sebelum kamu, mereka lebih kuat daripada kamu, dan lebih banyak harta-benda dan anak-anaknya, mereka telah menikmati bagian mereka, maka kamu telah menikmati bagian kamu, sebagaimana orang-orang sebelum kamu menikmati bagiannya, dan kamu mempercakapkan (barang batil), sebagaimana mereka mempercakapkannya. Amalan mereka menjadi sia-sia di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah orang-orang yang merugi.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah memperingatkan orang-orang munafik yang mempercakapkan barang batil orang-orang sebelum mereka, menyebabkan amalan mereka sia-sia, baik di dunia maupun untuk akhirat. Oleh karena itu, jangan suka mempercakapkan kelebihan-kelebihan orang-orang masa lalu. Lebih baik, lakukan, kerjakan apa yang bisa dikerjakan sekarang. Nikmati apa yang bisa dinikmati sekarang.

alam = tidakkah (belumkah); ya’tihim = datang kepada mereka; nabã-u = berita; al ladzĩna = orang-orang yang …; min qoblihim = dari sebelum mereka; qoumi = kaum; nũhin = Nuh; wa ‘ãdin = ‘Adin; wa tsamũda = dan Samud; wa qoumi ibrōhĩma = dan Kaum Ibrahim; wa ash-hãbi mad-yana = dan Penduduk Madyan; wal mu’tafikãti = dan negeri-negeri yang telah musnah; atat-hum = telah datang kepada mereka; rusuluhum = Rasul-rasul mereka; bil bayyinãt = dengan keterangan yang nyata; fa mã kãnallãhu = maka Allah tidak menganiaya; liyazh limahum = untuk menganiaya mereka; wa lãkin = akan tetapi; kãnũ = mereka adalah; anfusahum = diri mereka sendiri; yazh limũn = mereka menganiaya.
alam ya’tihim nabã-ul ladzĩna min qoblihim qoumi nũhin wa ‘ãdin wa tsamũda, wa qoumi ibrōhĩma wa ash-hãbi mad-yana wal mu’tafikãti, atat-hum rusuluhum bil bayyinãt, fa mã kãnallãhu liyazh limahum wa lãkin kãnũ anfusahum yazh limũn.
70.Tidakkah (belumkah) datang kepada mereka, berita tentang orang-orang sebelum mereka, yaitu Kaum Nuh, Add, Samud, Kaum Ibrahim, penduduk Mand-yan, dan penduduk negeri yang telah musnah? Telah datang kepada mereka Rasul-rasul mereka dengan keterangan yang nyata, Allah tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah mengingatkan kepada umat manusia umumnya, khususnya kepada kaum kafirin tentang orang-orang dari berbagai penduduk bumi yang telah dimusnahkan. Allah tidak menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. Mereka tidak mengakui kedatangan Rasul-rasul bagi masing-masing kaumnya.

wal mu’minũna = dan orang-orang mukmin laki-laki; wal muninãtu = orang-orang mukmin perempuan; ba’dhuhum = sebagian mereka; auliyã-u = pelindung (penolong); ba’dhin = sebagian yang lain; ya’murũna = mereka menyuruh; bil ma’rũfi = berbuat dengan kebaikan; wa yanhauna = dan mereka mencegah; ‘anil munkari = dari perbuatan munkar; wa yuqĩmũna = dan mereka mendirikan; ash sholãta = salat; wa yu’tũna = dan menunaikan; az zakãta = zakat; wa yuthĩ’ũnallãha = dan mereka taat kepada Allah; wa rosũlah = dan Rasul-Nya; ulã-ika = mereka itu; sayarhamuhumullãh = Allah akan memberi rahmat kepada mereka; innalãha = sesungguhnya Allah; ‘azĩzun = Mahaperkasa; hakĩm = Mahabijaksana.
wal mu’minũna wal muninãtu ba’dhuhum auliyã-u ba’dhin ya’murũna bil ma’rũfi wa yanhauna ‘anil munkari wa yuqĩmũnash sholãta wa yu’tũnaz zakãta wa yuthĩ’ũnallãha wa rosũlah, ulã-ika sayarhamuhumullãh, innalãha ‘azĩzun hakĩm.
71. Dan orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan, sebagian mereka (menjadi) penolong bagi sebagian yang lainnya, mereka menyuruh berbuat dengan kebaikan, dan mencegah berbuat mungkar, mereka mendirikan salat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya, Allah Mahaperkasa dan Mahabijaksana.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menggambarkan hidup seorang Mukmin.
wa’adallãhu = Allah telah menjanjikan; al mu’minĩna = orang-orang yang beriman laki-laki; wal mu’minaati = dan orang-orang yang beriman perempuan; jannaatin = surga; tajrĩ = dialiri; min tahtiha = dari bawahnya; al anhãru = sungai-sungai; khōlidĩna = mereka kekal; fĩhã = di dalamnya; wa masãkina = dan tempat-tempat; thoyyibatan = yang bagus; fĩ jannaatin = di surga; ‘adnin = Adnin; wa ridhwãnum = dan kerelaan; minallãhi = dari Allah; akbaru = lebih besar; dzãlika = demikian itu; huwa = itulah; al fauzu = keuntungan; al ‘azhĩm = besar.
wa’adallãhul mu’minĩna wal mu’minaati jannaatin tajrĩ min tahtihal anhãru khōlidĩna fĩhã wa masãkina thoyyibatan fĩ jannaatin ‘adnin, wa ridhwãnum minallãhi akbaru, dzãlika huwal fauzul ‘azhĩm.
72. Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan, surga yang dialiri sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di Surga Adn, dengan kerelaan Allah yang besar. Itulah keuntungan yang besar.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah mengingatkan janji, berita gembira-Nya kepada orang-orang yang beriman (lihat Q.s. Al Baqarãh, 2 : 25;

Yã ayyuha = wahai; an nabiyyu = Nabi; jãhidi = perangilah; al kuffãro = orang-orang kafir; wal munãfiqĩna = dan orang-orang munafik; waghluzh = dan bersikap keraslah; ‘alaihim = kepada mereka; wa ma’ wãhum = dan tempat mereka; jahannamu = jahanam; wa bi’sa = dan seburuk-buruk; al mashĩr = tempat kembali.
Yã ayyuhan nabiyyu jãhidil kuffãro wal munãfiqĩna waghluzh ‘alaihim, wa mã wãhum jahannamu, wa bi’sal mashĩr.
73. Wahai Nabi, perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah kepada mereka. Tempat mereka adalah neraka jahanam, itulah seburuk-buruk tempat kembali.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah memerintah Nabi memerangi orang-orang kafir dan orang-orang munafik karena mereka tidak mau menepati perjanjian, dan selalu membuat kekacauan, kerusuhan.

yahlifũna = mereka bersumpah; billãhi = dengan (nama) Allah; mã qōlũ = tidak mengatakan; wa laqod = padahal sesungguhnya; qōlũ = mereka berkata; kalimata = kata-kata; al kufri = kafir; wa kafarũ = mereka itu kafir; ba’da = setelah (sesudah); islãmihim = mereka menyatakan Islam; wa hammũ = dan mereka mengingini; bi mã lam = pada apa yang tidak; yanãlũ = mereka capai; wa mã naqomũ = dan mereka tidak mencela; illã = kecuali; an aghnãhumullãhu = telah mencukupkan mereka; wa rosũluhũ = dan Rasul-Nya; min fadh-lihĩ = dari karunia-Nya; fa in = maka jika; yatũbũ = mereka tobat; yaku = itu adalah; khoiron = lebih baik; lahum = bagi mereka; wa in = dan jika; yatawallau = mereka berpaling; yu’adzdzib-humullãhu = Allah akan mengazab mereka; ‘adzãban = dengan azab; alĩmã = yang pedih; fid dun-yã = di dunia; wal ãkhiroh = dan di akhirat; wa mã = dan tidak ada; lahum = bagi mereka; fil ardhi = di bumi; min waliyyin = pelindung; wa lã nashĩr = dan tidak ada penolong.
yahlifũna billãhi mã qōlũ wa laqod qōlũ kalimatal kufri wa kafarũ ba’da islãmihim wa hammũ bi mã lam yanãlũ, wa mã naqomũ illã an aghnãhumullãhu wa rosũluhũ min fadh-lihĩ, fa in yatũbũ yaku khoirol lahum, wa in yatawallau yu’adzdzib-humullãhu ‘adzãban alĩmã fid dun-yã wal ãkhiroh, wa mã lahum fil ardhi min waliyyin wa lã nashĩr.
74. Mereka (orang-orang munafik) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa mereka tidak mengatakan (sesuatu yang menyakitimu). Padahal sesungguhnya, mereka telah menyataan kekafiran, dan mereka telah menjadi kafir sesudah mereka Islam, dan mereka menginginkan sesuatu (membunuh Nabi) yang tak dapat mereka capai, dan mereka tidak mencela (Allah dan Rasul-Nya) kecuali karena Allah dan Rasul-Nya telah mencukupi anugerah-Nya kepada mereka. Maka, jika mereka tobat, itu lebih baik bagi mereka, dan jika mereka berpaling, pasti Allah akan mengazab mereka dengan kepedihan di dunia dan di akhirat. Bagi mereka tidak ada pelindung dan penolong di muka bumi.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah memberitahu perilaku orang-orang kafir. Jika mereka berpaling Allah mengingatkan akan terkena azab di dunia dan di akhirat. Bagi orang kafir, tidak ada pelindung dan penolong.

wa min hum = dan di antara mereka; man = (ada) orang; ‘ãhadallãha = berjanji kepada Allah; la in = sesungguhnya jika; ãtaanã = Allah memberikan kepada saya; min fadhlihĩ = dari sebagian karunia-Nya; lana = sungguh saya; ash shoddaqonna = saya akan bersedekah; wa lanã = dan sungguh saya; kũnanna = saya adalah; mina = dari (termasuk); ash shōlihĩn = orang saleh.
wa min hum man ‘ãhadallãha la in ãtaanã min fadhlihĩ lanash shoddaqonna wa lanã kũnanna minash shōlihĩn
75. Dan di antara mereka, ada orang yang berjanji kepada Allah; sesungguhnya, jika Allah memberikan sebagian karunia-Nya kepadaku, sungguh aku akan bersedekah, dan sungguh aku termasuk orang saleh.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Cerita seseorang yang berjanji kepada Allah, jika ia diberi sebagian karunia-Nya

fa lammã = maka setelah; ãtãhum = (Allah) memberinya; min fadhlihĩ bakhilũ = dia kikir; bihĩ = dengannya; wa tawallauw = dan mereka berpaling; wa hum = dan mereka; mu’ridhũn = orang-orang yang membelakangi.
fa lammã ãtãhum min fadhlihĩ bakhilũ bihĩ wa tawallauw wa hum mu’ridhũn.
76. Maka setelah Allah memberi dia sebagian karunia-Nya, dia kikir dengan karunia itu, dan mereka berpaling, dan dia adalah orang yang membelakangi (kebenaran).
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menceriterakan orang yang ingkar janji dan menyangkal kasih-sayang-Nya.

fa = maka; a’qobahum = (Allah) membangkitkan; nifãqon = kemunafikan; fĩ qulũbihim = di hati mereka; ilã = sampai ke; yaumi = waktu (hari); yalqounahũ = mereka menemui-Nya; bimã = dengan apa (sebab); akhlafullãha = mereka memungkiri Allah; mã wa ‘adũhu = apa yang mereka janjikan kepada-Nya; wa bimã = dan dengan sebab; kãnũ = mereka adalah; yakdzibũn = mereka berdusta.
fa a’qobahum nifãqon fĩ qulũbihim ilã yaumi yalqounahũ bimã akhlafaka
77. Maka Allah membangkitkan kemunafikan di hati mereka sampai ke waktu mereka menemui-Nya, dengan sebab mereka memungkiri Allah, apa yang mereka janjikan kepada-Nya, dan dengan sebab mereka berdusta.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Karena mereka mengingkari ada-Nya Allah, memungkiri janjinya, dan karena mereka berdusta, Allah membangkitkan kemunafikan di hatinya.

alam = tidaklah; ya’lamũ = mereka mengetahui; annallãha = sesungguhnya Allah; ya’lamu = Dia mengetahui; sirrohum = rahasia mereka; wa najwãhum = bisikan mereka; wa annallãha = dan sesungguhnya Allah; ‘allãmu = Maha Mengetahui; al ghuyũb = segala yang gaib.
alam ya’lamũ annallãha ya’lamu sirrohum wa najwãhum wa annallãha ‘allãmul ghuyũb.
78. Tidakkah mereka mengetahui, sesungguhnya Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka, dan sesungguhnya Allah amat mengetahui segala yang gaib?
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah mempertanyakan kepada manusia-manusia yang sesungguhnya, mereka sudah mengetahui ada sesuatu yang gaib, dan Yang Mahagaib itu Adalah Allah. Allah Maha Mengetahui apa yang dirahasiakan di hati mereka, dan apa yang dibisikkan di antara sesamanya.

Alladzĩna = orang-orang yang …; yalmizũna = (mereka) mencela; al muththowwi’ĩna = orang-orang yang memberi dengan rela; mina = dari; al mu’minĩna = orang-orang Mukmin; fish shodaqōti = dalam bersedekah; walladzĩna = dan orang-orang yang …; lã yajidũna = mereka tidak memperoleh; illã = kecuali; juhdahum = kesanggupan mereka; fa yaskharũna = maka mereka menghina; min hum = dari mereka; sakhirollãhu = Allah menghina; min hum = dari mereka; wa lahum = dan bagi mereka; ‘adzãbun = azab; alĩm = yang pedih.
alladzĩna yalmizũnal muththowwi’ĩna minal mu’minĩna fish shodaqōti walladzĩna lã yajidũna illã juhdahum fa yaskharũna min hum, sakhirollãhu min hum wa lahum ‘adzãbun alĩm.
79. Orang-orang munafik yang mencela orang-orang mukmin yang memberi sedekah dengan rela, dan mencela orang-orang yang tidak mempunyai sesuatu untuk disedekahkan, kecuali sekedar sesuai dengan kesanggupan mereka, orang-orang munafik menghina mereka. Allah akan membalas celaan, penghinaan orang-orang munafik; bagi mereka, azab yang pedih.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah memberitahu, orang-orang yang mencela dan menghina orang-orang mukmin yang ikhlas, rela bersedekah akan dibalas oleh-Nya dengan celaan, hinaan dan azab yang pedih.

astaghfir = mohonkan ampun; lahum = bagi mereka; au lã = atau tidak; tastaghfir = kamu mohonkan ampun; lahum = bagi mereka; sab’ĩna = tujuh puluh; marrotan = kali; fa lan = maka tidak; yaghfirallãhu = Allah memberi ampun; lahum = bagi mereka; dzãlika = demikian itu; bi annahum = karena sesungguhnya mereka; kafarũ = mereka kafir; billãhi = kepada Allah; wa rosũlihĩ = dan rasul-Nya; wallãhu = dan Allah; lã yahdĩ = tidak memberi petunjuk; al qouma = kaum; al fãsiqĩn = fasik.

astaghfir lahum au lã tastaghfir lahum sab’ĩna marrotan fa lan yaghfirallãhu lahum, dzãlika bi annahum kafarũ billãhi wa rosũlihĩ, wallãhu lã yahdĩl qoumal fãsiqĩn.

80. Mohonkan ampunan bagi mereka atau tidak kamu mohonkan ampun bagi mereka (sama saja). Meskipun kamu memohonkan ampunan bagi mereka tujuh puluh kali, Allah tidak akan memberi ampun bagi mereka, karena sesungguhnya, mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menegaskan bahwa orang-orang kafir kepada Allah dan Rasul-Nya, walau dimintakan ampunan tujuh puluh kali, mereka tidak akan diberi ampun oleh Allah. Mereka juga tidak akan diberi petunjuk dalam menjalani hidupnya.

farikha = merasa gembira; al mukhallafũna = orang-orang yang ditinggal berperang; bi maq’adihim = karena tinggal; khilãfa = di belakang; rosũlillãhi = Rasulullah; wa karihũ = dan mereka tidak suka; an yujãhidũ = untuk mereka berjihad; bi amwãlihim = dengan harta mereka; wa anfusihim = dan jiwa mereka; fĩ sabililãhi = di jalan Allah; wa qōlũ = dan mereka berkata; lã tanfirũ = kamu jangan berangkat; fil harri = dalam panas terik; qul = katakanlah; nãru jahannama = api jahanam; asyaddu = lebih sangat; harron = panas; lau = kalau, jika; kãnũ = mereka; yafqohũn = mereka mengetahui.
farikhal mukhallafũna bi maq’adihim khilãfa rosũlillãhi wa karihũ an yujãhidũ bi amwãlihim wa anfusihim fĩ sabililãhi wa qōlũ lã tanfirũ fil harri qul nãru jahannama asyaddu harron, lau kãnũ yafqohũn
81. Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut berperang) merasa gembira karena tidak ikut berjihad dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah, dan mereka berkata: “Kamu jangan berangkat berperang dalam panas terik ini”. Katakanlah: “Api Jahanam sangat lebih panas, jika mereka mengetahui.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menceriterakan perilaku orang-orang yang tidak ikut berjihad di jalan Allah. Allah mengingatkan bahwa api jahanam yang akan diderakan kepada orang-orang kafir itu lebih panas.

fal yãdh-hakũ = maka mereka tertawa; qolĩlan = sedikit; wal yabkũ = dan mereka menangis; katsĩron = banyak; jazã-an = pembalasan; bimã = atas apa; kãnũ = mereka adalah; yaksibũn = mereka kerjakan.
fal yãdh-hakũ qolĩlan wal yabkũ katsĩron jazã-am bimã kãnũ yaksibũn
82. Maka mereka akan tertawa sedikit, dan akan menangis banyak, sebagai balasan atas apa yang mereka kerjakan.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menggambarkan keadaan akhir orang-orang kafir.

fa in = maka jika; roja’akallãhu = Allah mengembalikan kamu; ilã = ke; thō-ifatin = suatu golongnan; min hum = dari mereka; fasta’dzanũka = maka mereka meminta izin kepadamu; lil khurũji = untuk keluar; faqul = maka katakanlah; lan takhrujũ = kamu tidak boleh keluar; ma’iya = bersamaku; abadan = selamanya; wa lan tuqōtilũ = kamu tidak boleh memerangi; ma’iya = bersamaku; ‘aduwwan = musuh; innakum = sesungguhnya kamu; rodhĩtun = kamu rena (puas, senang hati); bil qu’ũdi = dengan duduk (tidak ikut berperang); awwala = pertama; marrotin = kali; faq’udũ = maka duduklah kamu; ma’a bersama; al khōlifĩn = orang-orang yang takut berperang.
fa ir roja’akallãhu ilã thō-ifatim min hum fasta’dzanũka lil khurũji faqul lan takhrujũ ma’iya abadan wa lan tuqōtilũ ma’iya ‘aduwwan, innakum rodhĩtum bil qu’ũdi awwala marrotin faq’udũ ma’al khōlifĩn.
83. Maka, jika Allah mengembalikan kamu ke suatu golongan dari mereka, kemudian mereka meminta izin kepadamu untuk keluar (pergi berperang), maka katakanlah: “Kamu tidak boleh keluar bersamaku selama-lamanya, dan tidak boleh memerangi musuh bersamaku, sesungguhnya, kamu telah rela, tidak ikut berperang pada pertama kali, maka duduklah kamu bersama orang-orang yang tidak ikut berperang.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Peringatan Allah kepada orang-orang yang dikembalikan-Nya ke gologannya, dan apa yang harus dikatakannya.
wa lã = dan jangan; tusholli = kamu menyolati; ‘alã ahadin = atas seseorang; min hum = di antara mereka; mãta = yang mati; abadan = selama-lamanya; wa lã = dan jangan; taqumu = kamu berdiri; ‘alã = di atas; qobrihĩ = kuburnya; innahum = sesungguhnya mereka; kafarũ = mereka kafir; billãhi = kepada Allah; wa rosũlihĩ = dan Rasul-Nya; wa mãtũ = dan mereka mati; wa hum = sedang mereka; fãsiqũn = orang-orang fasik.
wa lã tusholli ‘alã ahadim min hum mãta abadan wa lã taqumu ‘alã qobrihĩ innahum kafarũ billãhi wa rosũlihĩ wa mãtũ wa hum fãsiqũn.
84. Dan jangan kamu menyolati jenazah dari seorang di antara orang-orang munafik yang mati untuk selama-lamanya, dan jangan kamu berdiri di atas kuburnya, sesungguhnya, mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya, dan mereka mati, sedang mereka dalam keadaan fasik.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Larangan Allah bagi seorang muslim dalam bergaul dengan orang munafik.

wa lã = dan jangan; tu’jibka = menakjubkan kamu; amwãluhum = harta benda mereka; wa aulãduhum = dan anak-anak mereka; innamã = sesungguhnya (hanyalah); yurĩdullãhu = Allah menghendaki; an yu’adzdzibahum = untuk menyiksa mereka; bihã = dengannya; fiddun-yã = di dunia; wa taz-haqo = dan melayanglah; anfusuhum = nyawa mereka; wa hum = dan ketika mereka; kãfirũn = orang-orang kafir.
wa lã tu’jibka amwãluhum wa aulãduhum, innamã yurĩdullãhu an yu’adzdzibahum bihã fiddun-yã wa taz-haqo anfusuhum wa hum kãfirũn
85. Dan janganlah harta-benda dan anak-anak mereka (orang kafir) menarik hatimu, sesungguhnya Allah menghendaki untuk menyiksa mereka dengannya (harta dan anak-anak) di dunia, dan agar melayanglah nyawa mereka, ketika mereka dalam keadaan kafir.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Petunjuk Allah lagi dalam bergaul dengan orang kafir.

wa idzã = dan jika; unzilat = diturunkan; sũratun = suatu surat; an ãminũ = hendaknya kamu berimanlah; billãhi = kepada Allah; wa jãhidũ = dan kamu berjihadlah; ma’a = bersama; rosũlihi = Rasul-Nya; is ta’dzanaka = minta izin kepadamu; uluth thouli = orang-orang yang mempunyai kesanggupan; min hum = di antara mereka; wa qōlũ = dan mereka berkata; dzarnã = biarkanlah kami; nakum = adalah kami; ma’a = bersama; al qō’idĩn = orang-orang yang duduk.
wa idzã unzilat sũratun an ãminũ billãhi wa jãhidũ ma’a rosũlihis ta’dzanaka uluth thouli min hum wa qōlũ dzarnã nakum ma’al qō’idĩn.
86. Dan jika diturunkan suatu surat (Alquran): “Berimanlah hendaknya kamu kepada Allah dan berjihadlah bersama Rasul-Nya, tentu orang-orang yang mempunyai kesanggupan (berperang) di antara mereka kepadamu dan berkata: “Biarkanlah kami berada bersama orang-orang yang duduk (tidak ikut berperang).
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah selalu menghimbau orang-orang kafir agar mau bertobat dan beriman kepada Allah, dan mau berjihad bersama rasul-Nya. Tapi ternyata, memang kekafiran itu melekat pada orang per orang. Alasannya bermacam-macam. Maka, kalau sudah kafir, tetaplah ia kafir, bagaimana pun: dibujuk, dirayu, dihimbau, diminta, sampai dipaksa pun mereka tidak akan mau beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.

rodhũ = mereka rido; bi an yakũnũ = dengan keberadaan mereka; ma’a = bersama; al khowãlifi = orang yang tinggal; wa thubi’a = dan telah dicap (dikunci); ‘alã qulũbihim = pada hati mereka; fa hum = maka mereka; lã yafqohũn = mereka tidak mengerti.
rodhũ bi an yakũnũ ma’al khowãlifi wa thubi’a ‘alã qulũbihim fa hum lã yafqohũn.
87. Mereka rela dengan keberadaannya bersama orang yang tinggal (tidak berperang), dan pada hati mereka telah dikunci mati, karena itu mereka tidak mengerti.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Gambaran dari Allah tentang orang kafir.
lãkini = tetapi; ar rosũlu = Rasul; walladzĩna = dan orang-orang yang; ãmanũ = beriman; ma’ahũ = bersama Dia; jãhadũ = mereka berjihad; bi amwãlihim = dengan harta mereka; wa anfusihim = dan jiwa mereka; wa ulãika = dan mereka; lahumu = orang-orang yang memperoleh; al khoirotu = kebaikan; wa ulãika = dan mereka; humu = mereka; al muflihũn = orang-orang yang beruntung.
lãkinir rosũlu walladzĩna ãmanũ ma’ahũ jãhadũ bi amwãlihim wa anfusihim wa ulãika lahumul khoirotu, wa ulãika humul muflihũn.
88. Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersama Dia, mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka, dan mereka itulah orang-orang yang memperoleh kebaikan, mereka itulah orang-orang yang beruntung.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: orang-orang yang beruntung memperoleh kebaikan adalah orang-orang yang berjihad bersama Rasul dengan harta dan jiwa mereka. Demikianlah gambaran orang-orang yang diberi petunjuk.
a’addallãhu = Allah telah menyediakan; la hum = bagi mereka; jannaatin = surga; tajrĩ = mengalir; min tahtiha = dari bawahnya; al anhãru = sungai-sungai; khōlidĩna = mereka kekal; fĩhã = di dalamnya; dzãlika = demikian itulah; al fauzu = kemenangan (keberuntungan); al ‘azhĩm = besar.
a’addallãhu la hum jannaatin tajrĩ min tahtihal anhãru khōlidĩna fĩhã, dzãlikal fauzal ‘azhĩm
89. Allah telah menyediakan surga bagi mereka, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menyediakan Surga bagi orang-orang yang beriman kepada-Nya dan kepada Rasul-Nya.
wa jã‘a = dan datang; al mu’adzdzirũna = orang-orang yang mempunyai uzur; minal a’rōbi = dari orang-orang Arab Dusun; li yu’dzana = agar diberi izin; lahum = bagi mereka; wa qo’ada = dan tinggal duduk; al ladzĩna = orang-orang yang; kadzabũllãha = mendustakan Allah; wa rosũluh = dan Rasul-Nya; sayushĩbu = kelak akan menimpa; al ladzĩna = orang-orang yang; kafarũ = kafir; min hum = di antara mereka; ‘adzãbun = azab; alĩmu = yang pedih.
wa jã‘al mu’adz dzirũna minal a’rōbi li yu’dzana lahum wa qo’adal ladzĩna kadzabũllãha wa rosũluh, sayushĩbul ladzĩna kafarũ min hum ‘adzãbun alĩmu.
90. Dan datang kepada Nabi orang-orang yang mempunyai ‘uzur dari orang-orang Arab Dusun, agar diberi izin untuk tidak pergi berjihad, sedang orang-orang yang mendustakan Allah dan Rasul-Nya tinggal duduk (tidak mau berjihad). Kelak akan menimpa kepada orang-orang kafir, azab yang pedih di antara mereka.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Orang-orang Arab dusun maupun orang-orang Arab Kota Madinah, kalau mereka kafir, kelak akan ditimpa azab yang pedih. orang-orang yang mempunyai ‘uzur untuk tidak berjihad, Insya Allah tidak akan ditimpa azab. Lihat ayat berikutnya.
laisa = tidak; ‘ala = atas; adh dhu’afã-i = atas orang-orang lemah; wa lã = dan tidak (berdosa); ‘alal mardhō = atas orang-orang sakit; wa lã ‘alal ladzĩna = dan tidak (berdosa) atas orang-orang yang …; lã yajidũna = mereka tidak memperoleh; mã = apa; yunfiqũna = yang mereka infakkan; harojun = berdosa (bersalah); idzã = jika; nashohũ = mereka jujur (ikhlas); lillãhi = kepada Allah; wa rosũlih = dan Rasul-Nya; mã ‘ala = (tidak) ada atas; al muhsinĩna = orang-orang yang berbuat kebaikan; min sabĩlin = dari jalan; wallãhu = dan Allah; ghofũru = Maha Pengampun; ar rohĩm = Maha Penyayang.
laisa ‘aladh dhu’afã-i wa lã ‘alal mardhō wa lã ‘alal ladzĩna lã yajidũna mã yunfiqũna harojun idzã nashohũ lillãhi wa rosũlih, mã ‘alal muhsinĩna min sabĩlin, wallãhu ghofũrur rohĩm.
91. Tidak berdosa (karena tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah, orang-orang yang sakit, dan yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan, apabila mereka ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada jalan atas orang-orang yang berbuat kebaikan (bagi orang-orang seperti itu), dan Allah Maha Pengampun dan Maha Penayayang.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menjelaskan tentang orang-orang yang tidak terkena dosa akibat mereka tidak pergi berjihad di jalan-Nya. Jihad di jalan Allah itu sebuah jalan untuk berbuat kebaikan. “orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan” artinya mata pencaharian yang tidak bisa ditinggalkan untuk berperang (berjihad), seperti bertani, berdagang, bekerja di ‘pabrik’, dan lain-lain.

wa lã = dan tidak; ‘alal ladzĩna = atas orang-orang yang; idzã mã = apabila apa; atauka = mereka datang kepadamu; li tahmilahum = agar kamu membawa mereka; qulta = kamu berkata; lã ajidu = aku tidak memperoleh; mã = sesuatu; ahmilukum = aku membawamu; ‘alaihi = atasnya; tawallauw = mereka berpaling; wa a’yunuhum = dan mata mereka; tafĩdhu = mencucurkan; minad dam’i = dari air mata; hazanan = sedih; al lã = karena tidak; yajidũ = mereka memperoleh; mã yunfiqũn = apa yang mereka nafkahkan.
wa lã ‘alal ladzĩna idzã mã atauka li tahmilahum qulta lã ajidu mã ahmilukum ‘alaihi tawallauw wa a’yunuhum tafĩdhu minad dam’i hazanan allã yajidũ mã yunfiqũn.
92. Dan tidak (pula berdosa) atas orang-orang yang ketika datang kepadamu, agar kamu dapat membawa mereka (dengan kendaraan), dan kamu berkata: “Aku tidak memperoleh sesuatu (kendaraan) untuk membawamu. ”Mereka kembali, sedang mata mereka mencucurkan air mata karena sedih, karena mereka tidak memperoleh apa yang diharapkan (kendaraan untuk dapat berjihad).
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Penjelasan dari Allah lagi tentang orang-orang yang tidak berdosa ketika mereka tidak bisa ikut bertempur (berjihad) di jalan Allah.

Innamã = sesungguhnya hanyalah; as sabĩlu = jalan; ‘ala = atas (terhadap); al ladzĩna = orang-orang yang; yasta’dzinũnaka = mereka meminta izin kepadamu; wa hum = padahal mereka; aghniyã-u = orang-orang yang kaya; rodhũ = mereka rela; bi an-yakũnũ = bahwa mereka berada; ma’a = bersama; al khawãlifi = orang-orang yang tinggal; wa thoba’allãhu = dan Allah telah mencap (mengunci); ‘alã qulũbihim = di hati mereka; fa hum = maka mereka; lã ya’lamũn = mereka tidak akan mengetahui
innamãs sabĩlu ‘alal ladzĩna yasta’dzinũnaka wa hum aghniyã-u, rodhũ bi an-yakũnũ ma’al khawãlifi wa thoba’allãhu ‘alã qulũbihim fa hum lã ya’lamũn.
93. Sesungguhnya, jalan (untuk menyalahkan), hanyalah terhadap orang-orang yang minta izin kepadamu, padahal mereka itu orang-orang kaya. Mereka rela berada bersama orang-orang yang tinggal (tidak ikut berjihad), dan Allah telah mengunci mati hati mereka. Maka mereka tidak mengetahui
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Ceritera Allah tentang orang-orang kaya yang tidak mau pergi berjihad. Sesungguhnya, hati mereka telah dikunci Allah, sehingga hatinya tidak terbuka, bahwa berjihad itu artinya membuka pintu surga di akhirat.
AL JUZ’UL HADI ‘ASYAR
Juz 11

ya’tadzirũna = mereka mengemukakan uzur; ilaikum = kepadamu; idzã = jika; roja’tum = kamu telah kembali; ilaihim = kepada mereka; qul = katakanlah; lã ta’tadzirũ = janganlah kamu mengemukana uzur kamu; lan nu’mina = kami tidak akan percaya; lakum = kepadamu; qod = sesungguhnya; nabba’allãhu = Allah telah mengkhabarkan kepada kami; min akhbãrikum = dari pekabaranmu; wasayarōllãhu = dan Allah akan melihat; ‘amalakum = pekerjaanmu; warosũluhũ = dan Rasul-Nya; tsumma = kemudian; turoddũna = kamu akan dikembalikan; ilã = kepada; ‘ãlimi = Yang Mengetahui; al ghoibi = yang gaib; wasy syahãdati = dan yang nyata; fayunabbi-ukum = Maka Dia memberitahukan kepadamu; bimã = terhadap apa; kuntum = adalah kamu; ta’malũn = kamu kerjakan.
ya’tadzirũna ilaikum idzã roja’tum ilaihim, qul lã ta’tadzirũ lan nu’mina lakum qod nabba’allãhu min akhbãrikum, wasayarōllãhu ‘amalakum warosũluhũ tsumma turoddũna ilã ‘ãlimil ghoibi wasysyahãdati fayunabbi-ukum bimã kuntum ta’malũn.
94. Mereka (orang-orang munafik) akan mengemukakan uzur kepadamu, apabila kamu telah kembali (dari medan perang) kepada mereka. Katakanlah: “janganlah kamu mengemukan uzur, kami tidak akan percaya kepadamu. Sesungguhnya Allah telah memberitahukan kepada kami dari pekabaran (rahasia)-mu. Allah dan Rasul-Nya akan melihat pekerjaanmu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia memberitahukan kepadamu tentang apa yang telah kamu kerjakan.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah untuk kesekian kalinya memperingatkan Nabi Muhammad saw. dan umat Islam tentang perilaku orang-orang munafik yang banyak membuat alasan untuk tidak ikut berperang sabil. Pada ayat ini, Allah menegaskan agar jangan percaya pada segala alasan uzur orang-orang munafik. Allah Mahatahu segala hal yang gaib dan yang nyata. Allah Maha Mengetahui semua rahasia hati dan apa yang dilakukan orang-orang munafik.
sayahlifũna = mereka akan bersumpah; billãhi = dengan (menyebut Nama) Allah; lakum = kepadamu; idzan-qolabtum = apabila kamu telah kembali; ilaihim = kepada mereka; litu’ridhũ = supaya kamu berpaling; ‘anhum = kepada mereka; fa-a’ridhũ = maka berpalinglah kamu; ‘anhum = dari mereka; innahum = sesungguhyna mereka; rijsun = keji (kotor); wa ma’wãhum = dan tempat mereka; jahannamu = jahanam; jazã’an = (sebagai) balasan; bimã = dengan apa; kãnũ = adalah mereka; yaksibũn = mereka kerjakan.
sayahlifũna billãhi lakum idzan-qolabtum ilaihim litu’ridhũ ‘anhum, fa-a’ridhũ ‘anhum, innahum rijsun, wa ma’wãhum jahannamu jazã’am bimã kãnũ yaksibũn
95. Mereka akan bersumpah kepadamu dengan (menyebut nama) Allah, apabila kamu telah kembali kepada mereka, supaya kamu berpaling dari mereka. Maka berpalinglah kamu dari mereka, sesungguhnya mereka itu keji, dan tempat mereka jahanam, sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah memberitahu bagaimana perilaku orang-orang munafik, dan memerintahkan untuk menghindari mereka (orang-orang munafik) yang bersifat keji (penipu, pembohong, pemalsu, penjilat, dan lain-lain). Balasan untuk pekerjaan mereka adalah neraka jahanam.
lahlifũna = mereka akan bersumpah; lakum = kepada kamu; litardhau = supaya kamu rela; ‘ankum = kepadamu; fa in = maka jika; tardhau = kamu rela; ‘anhum = kepada mereka; fa inallãha = maka sesungguhnya Allah; lã yardhō = tidak rela; ‘ani = kepada; al qoumi = kaum; al fasiqĩn = orang-orang yang fasik.
lahlifũna lakum litardhau ‘ankum, fa in tardhau ‘anhum fa inallãha lã yardhō ‘anil qoumil fasiqĩn
96. Mereka akan bersumpah kepadamu, supaya kamu rela kepada mereka, maka jika kamu rela kepada mereka, maka sesungguhnya, Allah tidak rela kepada orang-orang yang fasik.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menjelaskan tentang perilaku orang-orang yang fasik. Jika Nabi Muhammad saw. dan orang-orang yang beriman rela mereka tidak mau membantu memakmurkan, menenteramkan, mensejahterakan dunia; Allah tidak rela karena mereka fasik.
al a’rōbu = orang-orang Arab Dusun (Badui); asyaddu = amat sangat; kufron = kafir; wa nifaqon = kafir; wa ajdaru = dan lebih wajar; allã = tidak; ya’lamũ mereka mengetahui; hudũda = hukum-hukum; mã = apa yang; anjalallãhu = diturunkan Allah; ‘alã = kepada; rosũlihi = Rausl-Nya; wallãhu = dan Allah; ‘alĩmun = Maha Mengetahui; hakĩm = Mahabijaksana
al a’rōbu asyaddu kufron wa nifaqon wa ajdaru allã ya’lamũ hudũda mã anjalallãhu ‘alã rosũlihi, wallãhu ‘alĩmun hakĩm.
97. Orang-orang Arab Dusun (Badui) amat sangat kafir dan sangat munafik, dan mereka lebih wajar tidak mengetahui hukum-hukum yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui dan Mahabijaksana.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah berceritera tentang orang Arab Dusun yang sangat tidak berbudaya, mereka dianggap wajar tidak mengetahui Hukum-hukum Allah.

wa minal a’rōbi = dan di antara orang-orang Arab Dusun (Badui); man = orang; yattakhidzu = memandang; mã = apa; yunfiqu = yang dinafkahkan (di jalan Allah); maghroman = denda (merugikan; wa yataRabashu = dan ia menanti-nanti; bikumu = bagi (atas) kamu; adda wã-iro = giliran bencana; ‘alaihim = atas mereka; dã-irotu = giliran bencana; as sau-i = buruk; wallãhu = dan Allah; samĩun = Maha Mendengar; ‘alĩmu = Maha Mengetahui.
wa minal a’rōbi man yattakhidzu mã yunfiqu maghroman wa yataRabashu bikumudda wã-iro, ‘alaihim dã-irotus sau-i, wallãhu samĩun ‘alĩmu
98. Dan di antara orang-orang Arab Dusun itu ada yang memandang apa yang dinafkahkan (di jalan Allah) itu sebagai denda (merugikan), dan mereka menanti-nanti bencana menimpamu. Merekalah yang akan mendapat bencana buruk, dan Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah mengingatkan, ada orang-orang Arab Dusun yang menganggap apa yang dinafkahkan di jalan Allah itu denda dan merugikan mereka. Oleh karena itu, mereka mengarapkan bencana menimpa Nabi Muhammad saw. (Kaum Muslim). Allah menetapkan merekalah yang akan terkena bencana buruk.
wa minal a’rōbi = dan diantara orang-orang Arab Dusun; man = orang; yu’minu billãhi = dia beriman kepada Allah; wal yaumil akhiri = dan Hari Akhirat; wa yattakhidzu = dan dia memandang; mã = apa; yunfiqu = yang dinafkahkan; qurubãtin = sebagai pendekatan; ‘indallãhi = kepada Allah; wa sholawãtir rosũli = dan salawat kepada Rasul; allã = ketahuilah; innahã = sesungguhnya itu; qurbatul lahum = pendekatan bagi mereka; sayudkhiluhumullãhu = Allah akan memasukkan mereka; fĩ rohmatihi = ke dalam rahmat-Nya; innallãha = sesungguhnya Allah; ghofũrur = Maha Pengampun; rohĩmu = Maha Penyayang.
wa minal a’rōbi man yu’minu billãhi wal yaumil akhiri wa yattakhidzu mã yunfiqu qurubãtin ‘indallãhi wa sholawãtir rosũli, allã innahã qurbatul lahum, sayudkhiluhumullãhu fĩ rohmatihi, innallãha ghofũrur rohĩmu.
99. Dan di antara orang-orang Arab Dusun itu ada yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, dan dia memandang apa yang dinafkahkan (di jalan Allah) itu sebagai pendekatan kepada Allah dan selawat Rasul. Ketahuilah, sesungguhnya, nafkah (di jalan Allah) itu sebagai pendekatan bagi mereka kepada Allah. Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah mengingatkan, ada orang-orang Arab Dusun yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat.
was sãbiqũna = dan orang-orang yang terdahulu; al awwalũna = yang pertama; mina = di antara; al muhãjirĩna = orang-orang Muhajir; wal anshōri = dan orang-orang Ansor; wal ladzĩna = dan orang-orang yang; attaba’ũhum = mengikuti mereka; bi ihsaanin = dengan baik; rodhiyallãhu = Allah rela; ‘anhum = kepada mereka; wa rodhũ = dan mereka rela; ‘anhu = kepada-Nya; wa a’adda = dan Dia menyediakan; lahum = bagi mereka; jannaatin = surga; tanjrĩ = mengalir; tahtahã = di bawahnya; al anhãru = sungai-sungai; khōlidĩna = mereka kekal; fĩhã = di dalamnya; abadan = selama-lamanya; dhãlika = demikian itu; al fauzu = kemenangan; al ‘adzĩm = yang besar.

was sãbiqũna al awwalũna minal muhãjirĩna wal anshōri wal ladzĩna attaba’ũhum bi ihsaanir rodhiyallãhu ‘anhum wa rodhũ ‘anhu wa a’adda lahum jannaatin tanjrĩ tahtahal anhãru khōlidĩna fĩhã abada, dhãlikal fauzul ‘adzĩm.
100. Dan orang-orang yang terdahulu, yang pertama (masuk Islam), di antara orang-orang Muhajirin dan Ansor, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rela kepada mereka, dan mereka pun rela kepada-Nya, dan dia menyediakan bagi mereka surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya, selama-lamanya. Demikian itu kemenangan yang besar.

wa mimman = dan di antara orang-orang yang; haulakum = di sekeliling kamu semua; min = dari; al a’rōbi = orang-oran Arab Baduy; munãfiqũna = ada orang-orang munafik; wa min = dan dari; ahlil madĩnati = penduduk Madinah; marodũ = mereka berlebih-lebihan; ‘alan nifãqi = terhadap kemunafikan; lã ta’lamuhum = kamu tidak mengetahui mereka; nahnu = Aku; na’lamuhum = Aku mengetahui mereka; sanu’adzdzibuhum = akan Aku siksa mereka; marrotaini = dua kali; tsumma = kemudian; yurodduna = mereka dikembalikan; ilã = ke dalam; ‘adzãbin ‘adhĩm = azab yang sangat berat.
wa mimman haulakum minal a’rōbi munãfiqũna, wa min ahlil madĩnati, marodũ ‘alan nifãqi lã ta’lamuhum, nahnu na’lamuhum, sanu’adzdzibuhum marrotaini tsumma yurodduna ilã ‘adzãbin ‘adhĩm.
101. Dan di antara orang-orang Arab Dusun di sekelilingmu itu, ada orang-orang munafik, dan juga di antara penduduk Madinah, mereka berlebih-lebihan kemunafikannya. Kamu tidak mengetahui mereka, tetapi Aku mengetahui mereka. Aku akan menyiksa mereka dua kali, kemudian mereka akan dikembalikan ke dalam siksa yang sangat berat.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah mengingatkan adanya aneka macam keyakinan penduduk Arab Dusun dan di Madinah. Mereka yang kafir, munafik, musyrik, fasik, murtad akan mendapat siksa yang besar.
wa ãkhorũna i’tarofũ bi dzunũbihim = dengan dosa-dosa mereka; kholathũ = mereka mencampur-baurkan; ‘amalan = pekerjaan; shōlihan = yang baik; wa ãkhoro = dan yang lain; sayyi-an = yang buruk; ‘asallãhu = mudah-mudahan Allah; an yatũba = Dia menerima tobat; ‘alaihim = atas mereka; innallãha = sesungguhnya Allah; ghofũrun = Maha Pengampun; rohĩm = Maha Penyayang.
wa ãkhorũna’tarofũ bi dzunũbihim kholathũ ‘amalan shōlihan wa ãkhoro sayyi-an ‘asallãhu an yatũba ‘alaihim, innallãha ghofũrur rohĩm.
102. Dan (ada pula) orang-orang yang mengakui dosa-dosa mereka, mencampurbaurkan pekerjaan yang baik dengan (pekerjaan) lain yang buruk. Mudah-mudahan, Allah menerima tobat mereka, sesungguhnya, Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah memperingatkan adanya bermacam-macam perilaku orang-orang di Jazirah Arab.

khuds = ambillah; min amwãlihim = dari sebagian harta mereka; shodaqotan = sedekah; tuthohhiruhum = kamu membersihkan mereka; wa tuzakkĩhim = dan kamu mensucikan mereka; bihã = dengan sedekah itu; wa sholli = dan doakanlah ‘alaihim, inna sholãtaka sakanul lahum, wallãhu samĩ’un ‘alĩm.
khuds min amwãlihim shodaqotan tuthohhiruhum wa tuzakkĩhim bihã wa sholli ‘alaihim, inna sholãtaka sakanul lahum, wallãhu samĩ’un ‘alĩm.
103. Ambillah sebagian dari harta mereka, dengan sedekah itu, kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan doakanlah mereka, sesungguhnya, doa kamu itu (menjadi) ketenteraman bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.
alam = apakah tidak; ya’lamũ = mereka mengetahui; annallãha = sesungguhnya Allah; huwa = Dia; yaqbalu = Dia menerima; at taubata = tobat; ‘an ‘ibãdihĩ = dari hamba-hamba-Nya; wa ya’khudzu = dan Dia mengambil; ash shodaqōti = sedekah; wa annallãha = dan sesungguhnya Allah; huwa = Dia; at tawwãbu = Maha Penerima tobat; ar rohĩm = Maha Penyayang.
alam ya’lamũ annallãha huwa yaqbalut taubata ‘an ‘ibãdihĩ wa ya’khudzush shodaqōti wa annallãha huwat tawwãbur rohĩm.
104. Apakah mereka tidak mengetahui, bahwa Allah menerima tobat dari hamba-hamba-Nya, dan mengambil sedekah, dan sesungguhnya Allah, Dia Maha Penerima tobat dan Maha Penyayang?
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah mempertanyakan secara retoris Sifatnya Yang Maha Penerima tobat dan Maha Penyayang.

wa quli = dan katakanlah; i‘malũ = bekerjalah kamu; fasayarallãhu = maka Allah akan melihat; ‘amalakum = pekerjaanmu; wa rosũluhũ = dan Rasul-Nya; wal mu’minũna = dan orang-orang mukmin; wa saturoddũuna = dan kamu akan dikembalikan; ilã = kepada; ‘alimi = Yang Mengetahui; al ghoibi = Yang gaib; wasy syahãdati = dan yang nyata; fayunabi’ukum = lalu Dia terangkan kepadamu; bimã = terhadap apa; kuntum = kamu adalah; ta’malũn = kamu kerjakan.
wa quli‘malũ fasayarallãhu ‘amalakum wa rosũluhũ wal mu’minũna, wa saturoddũuna ilã ‘alimil ghoibi wasy syahãdati fayunabi’ukum bimã kuntum ta’malũn.
105. Dan katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya, dan orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia terangkan kepadamu tentang apa yang kamu kerjakan.”
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah memerintahkan Rasul dan orang-orang Mukmin menyuruh orang-orang kafir bekerja. Hasilnya, Allah akan menerangkan kepada mereka saat di dunia atau nanti di akhirat.

wa ãkhorũna = dan orang-orang yang; marjauna = mereka ditangguhkan; li amrillãhi = sampai keputusan Allah; immã = ada kalanya; yu’adz dzibuhum = Dia mengazab mereka; wa immã = dan kadang-kadang; yatũbu = Dia menerima tobat; ‘alaihim = atas mereka; wallãhu = dan Allah; ‘alimun = Maha Mengetahui; hakĩmu = Mahabijaksana.
wa ãkhorũna marjauna li amrillãhi immã yu’adz dzibuhum wa immã yatũbu ‘alaihim, wallãhu ‘alimun hakĩmu
106. Dan (ada pula) orang-orang lain yang ditangguhkan sampai ada keputusan Allah, ada kalanya Dia mengazab mereka, dan ada kalanya Dia menerima tobat mereka. Dan Allah Maha Mengetahui dan Mahabijaksana.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menetapkan apakah seseorang itu diazab atau diterima tobatnya

wal ladzĩna = dan (ada pula) orang-orang yang; it takhodzũ = (mereka) menjadikan; masjidan = masjid; dhirōron = kemudaratan; wa kufron = dan kekafiran; wa tafrĩkon = dan memecah-belah; baina = antara; al mu’minĩna = orang-orang mukmin; wa irshãdan = dan menunggu; liman = bagi orang-orang yang; hãroballãha = telah memerangi Allah; wa rosũlahũ = dan Rasul-Nya; min qoblu = dari dulu; wa layahlifunna = dan sungguh mereka bersumpah; in arodnã = kami tidak menghendaki; illa = kecuali; al husnã = kebaikan; wallãhu = dan Allah; yasyhadu = Dia menjadi saksi; innahum = sesungguhnya mereka; la kãdzibũn = sungguh-sungguh orang-orang pendusta.
wal ladzĩnat takhodzũ masjidan dhirōron wa kufron wa tafrĩkom bainal mu’minĩna wa irshãdal liman hãroballãha wa rosũlahũ min qoblu, wa layahlifunna in arodnã illal husnã, wallãhu yasyhadu innahum la kãdzibũn.
107. Dan (ada pula) orang-orang yang mendirikan masjid (karena hendak menimbulkan) kemudaratan, kekafiran, memecah belah antara orang-orang mukmin, dan menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dulu. Dan sesungguhnya, mereka bersumpah: “Kami tidak menghedaki selain kebaikan.” Dan Allah menjadi saksi, sesungguhnya, mereka itu orang-orang yang berdusta.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah memberitahu perilaku orang-orang kafir.

lã taqum = janganlah kamu berdiri (salat); fĩhi = di dalamnya; abada = selamanya; lamasjidun = sungguh masjid; ussisa = didirikan; ‘alat taqwã = atas dasar takwa; min awwali = dari awal; yaumin = yaumin; ahaqqu = lebih pantas; an taqũma = bahwa kamu berdiri (salat); fĩh = di dalamnya; fĩhi = di dalamnya; rijãlun = orang laki-laki; yuhibbũna = mereka senang (ingin); an yatathohharũ = mereka membersihkan diri; wallãhu = dan Allah; yuhibbu = Dia menyukai; al muth thohhirĩn = orang-orang yang bersih.
lã taqum fĩhi abada, lamasjidun ussisa ‘alat taqwã min awwali yaumin ahaqqu an taqũma fĩh, fĩhi rijãlun yuhibbũna an yatathohharũ, wallãhu yuhibbul muththohhirĩn.
108. Janganlah kamu salat di masjid itu selamanya, sesungguhnya Masjid Quba yang didirikan atas dasar takwa, sejak hari pertama itu lebih patut kamu salat di dalamnya. Di dalamnya, ada orang-orang yang ingin membersihkan diri, dan Allah menyukai orang-orang yang bersih.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah melarang salat di masjid yang didirikan dengan dasar seperti tersebut pada ayat 107. Allah memerintah agar salat di masjid yang didirikan atas dasar takwa. Allah suka kepada orang-orang yang bersih, dan yang ingin membersihkan diri.
afaman = apakah orang-orang yang …; assasa = mendirikan; bun-yaanahũ = masjidnya; ‘alã = di atas (dasar); taqwã = takwa; minallãhi = kepada Allah; wa ridwãnin = dan kerelaan; khoirun = yang baik; au = atau; man = orang; assasa = mendirikan; bun-yaanahũ = masjidnya; ‘alã = atas; syafã = pinggir (tepi); jurufin = jurang; hãrin = runtuh; fanhãro = lalu runtuh; bihĩ = dengan dia; fĩ nãri = ke api; jahannama = jahanam; wallãhu = dan Allah; lã = tidak; yahdĩ = memberi petunjuk; al qouma = kaum; adh dhōlimĩn = lalim.
afaman assasa bun-yaanahũ ‘alã taqwã minallãhi wa ridwãnin khoirun am man assasa bun-yaanahũ ‘alã syafã jurufin hãrin fanhãro bihĩ fĩ nãri jahannama, wallãhu lã yahdĩl qoumadh dhōlimĩn.
109. Apakah orang-orang yang mendirikan masjidnya di atas dasar takwa kepada Allah, dan kerelaan-Nya itu yang baik, ataukan orang-orang yang mendirikan masjidnya di tepi jurang yang akan runtuh, lalu masjid itu runtuh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka jahanam? Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah mempertanyakan cara mendirikan masjid yang bertentangan tujuannya (atas dasar takwa atau atas dasar yang menimbulkan perpecahan (ayat 107).

lã yazãlu = selalu; bun-yaanuhumu = bangunan-bangunan mereka; al ladzĩ = yang; banau = mereka bangun; rĩbatan = keraguan; fĩ qulũbihim = di dalam hati mereka; illã = kecuali; an taqoththo’a = telah hancur; qulũbuhum = hati mereka; wallãhu = dan Allah; ‘alĩmun = Maha Mengetahui; hakĩm = Mahabijaksana.

lã yazãlu bun-yaanuhumul ladzĩ banau rĩbatan fĩ qulũbihim illã an taqoththo’a qulũbuhum, wallãhu ‘alĩmun hakĩm.
110. Bangunan-bangunan yang mereka dirikan itu senantiasa membuat keraguan di dalam hati mereka, kecuali bila hati mereka telah hancur. Dan Allah Maha Mengetahui dan Mahabijaksana.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah mengingatkan, bangunan-bangunan yang didirikan tanpa dasar takwa akan membawa kehancuran jiwa dan raga.
inna = sesungguhnya; allãha = Allah; isytarō = membeli; min = dari; al mu’minĩna = orang-orang mukmin; anfusahum = diri mereka; wa amwãlahum = dan harta mereka; bi anna = dengan-Nya; lahumu = untuk mereka; al jannah = surga; yuqōtilũna = mereka berperang; fĩ sabĩlillãhi = di jalan Allah; fayaqtulũna = maka mereka membunuh; wa yuqtalũna = dan mereka dibunuh; wa’dan = janji; ‘alaihi = atasnya; haqqon = benar; fit taurōti = dari Taurat; wal injĩli = dan (dari) Injil; wal qur’ãn = dan dari Alquran; wa man = dan siapakah; aufã = lebih menepati; bi ‘ahdihĩ = dengan janjinya; minallãhi = daripada Allah; fastabsyirũ = maka bergembiralah kamu; bi bai’ikumu = dengan jual-belimu; al ladzĩ = yang; bãya’tum = telah kamu jual-belikan; bihĩ = dengannya; wa dzãlika = dan demikian (itu); huwa = ia; al fauzu = keuntungan; al ‘azhĩm = besar.
innallãhasytarō minal mu’minĩna anfusahum wa amwãlahum bi annalahumul jannah, yuqōtilũna fĩ sabĩlillãhi fayaqtulũna, wa yuqtalũna wa’dan ‘alaihi haqqon fit taurōti wal injĩli wal qur’ãn, wa man aufã bi ‘ahdihĩ minallãhi, fastabsyirũ bi bai’ikumul ladzĩ bãya’tum bihĩ, wa dzãlika huwal fauzul ‘azhĩm.
111. Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan harga surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka membunuh atau dibunuh, itu suatu janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan Alquran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya daripada Allah? Maka, bergembiralah kamu dengan jual-beli yang telah kamu lakukan, itulah keuntungan yang besar.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah memberitahu posisi orang mukmin yang berperang di jalan Allah yang tersurat pula di dalam Taurat, dan Injil. Allah selalu menepati janji.
attã-ibũna = orang-orang yang bertobat; al ‘ãbidũna = orang-orang yang beribadah (mengabdi); al hãmidũna = orang-orang yang memuji; as sã-ihũna = orang-orang yang mengembara; ar rōki’ũna = orang-orang yang ruku; as sãjidũna = orang-orang yang sujud; al ãmirũna = orang-orang yang menyuruh; bil ma’rũfi = dengan kebaikan; wan nãhũna = dan orang-orang yang mencegah; ‘anil munkari = dari kemungkaran; wal hãfizhũna = dan orang-orang yang memlihara; li hudũdillãh = bagi hukum-hukum Allah; wa basysyiri = dan gembirakanlah; al mu’minĩn = orang-orang mukmin.
attã-ibũnal ‘ãbidũnal hãmidũnas sã-ihũnar rōki’ũnas sãjidũnal ãmirũna bil ma’rũfi wan nãhũna ‘anil munkari wal hãfizhũna li hudũdillãh, wa basysyiril mu’minĩn.
112. Mereka itu, orang-orang yang bertobat, yang beribadah, yang memuji Allah, yang mengembara, yang ruku dan sujud, yang menyuruh berbuat kebaikan, yang mencegah berbuat mungkar, dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Gembirakanlah orang-orang mukmin itu.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah memerintahkan untuk menggembirakan orang-orang mukmin dengan berbagai perilaku yang tergambar dalam ayat ini.

mã kãna = tidak ada (tidak pantas); linnabiyyi = bagi Nabi; walladzĩna = dan orang-orang yang …; ãmanũ = beriman; an yastaghfirũ = untuk memintakan ampunan; lil musyrikĩna = untuk orang-orang musyrik; wa lau = walaupun; kãnũ = mereka adalah; ulĩ qurbã = kerabãt dekat; mim ba’di = dari sesudah; mã tabayyana = apa yang telah jelas; lahum = bagi mereka; annahum = sesungguhnya mereka; ash-hãbul jahĩm = penghuni neraka jahim.
mã kãna linnabiyyi walladzĩna ãmanũ an yastaghfirũ lil musyrikĩna wa lau kãnũ ulĩ qurbã mim ba’di mã tabayyana lahum annahum ash-hãbul jahĩm
113. Tidak sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang yang beriman untuk memintakan ampunan (kepada Allah) bagi orang-orang yang musyrik, walau itu kaum kerabatnya sendiri, sudah jelas bagi mereka, orang-orang musyrik itu penghuni neraka jahim.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Nabi, orang-orang yang beriman tidak bisa memintakan ampun kepada Allah bagi orang-orang musyrik. Meminta ampun itu tanggung jawab masing-masing orang, dengan menunjukkan perubahan perilaku yang sesuai dengan syariat Islam.

wa mã kãna = dan tidak ada; istighfãru = permintaan ampun; ibrōhĩma = ibrahim; li abĩhi = untuk bapaknya; illã = kecuali; ‘am mau’idatin = karena suatu janji; wa‘adahã = ia janjikan; iyyãhu = kepada bapaknya; falammã = maka tatkala; tabayyana = jelas; lahũ = baginya; annahũ sesungguhnya dia; ‘aduwwun = musuh; lillãhi = bagi Allah; tabarro-a = (Ibrahim) berlepas diri; minhu = darinya; inna = sesungguhnya; ibrōhĩma = ibrahim; la-awwahun = lembut hati; halĩmun = penyantun.
wa mã kãnastighfãru ibrōhĩma li abĩhi illã ‘am mau’idatin wa‘adahã iyyãhu falammã tabayyana lahũ annahũ ‘aduwwul lillãhi tabarro-a minhu, inna ibrōhĩma la-awwahun halĩmun.
114. Dan tidak (diterima) permintaan ampun Ibrahim untuk bapaknya, karena ada janji (yang telah diucapkan) kepada bapaknya. Maka tatkala Ibrahim mengetahui bahwa dia, bapaknya musuh Allah, berlepas dirilah Ibrahim darinya. Sesungguhnya Ibrahim, seorang yang lembut hati lagi penyantun.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Kisah Nabi Ibrahim dengan bapaknya, menjadi +cermin percontohan untuk kehidupan sekarang.

wa mã kãna = dan tidak ada; allãhu = Allah; liyudhilla = untuk Dia sesatkan; qouman = kaum; ba’da = sesudah; idz = ketika; hadãhum = Dia memberi petunjuk kepada mereka; hattã = sehingga; yabayyina = Dia jelaskan; lahum = bagi mereka; mã yattaqũn = apa yang mereka takuti; innallãha = sesungguhnya Allah; bi kulli = dengan segala; syai-in = sesuatu; ‘alĩm = Maha Mengetahui.
wa mã kãnallãhu liyudhilla qoumam ba’da idz hadãhum hattã yabayyina lahum mã yattaqũn, innallãha bi kulli syai-in ‘alĩm.
115. Dan Allah tidak menyesatkan suatu kaum, sesudah Dia memberi petunjuk kepada mereka, sehingga Dia jelaskan kepada mereka, apa yang harus mereka takuti. Sesungguhnya Allah mengetahui segala sesuatu.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah memberi ingat kepada manusia, tentang orang-orang yang disesatkan, dan apa yang seharusnya mereka takuti.
Innallãha = sesungguhnya Allah; lahũ = kepunyaan-Nya; mulku = kerajaan; as samãwãti = langit; wal ardi = dan bumi; yuhyĩ = Yang menghidupkan; wa yumĩtu dan Yang mematikan; wa mã lakum = dan tidak ada bagimu; min dũnillãhi = dari selain Allah; min waliyyin = dari pelindung; wa lã nashĩr = dan tidak penolong.
innallãha lahũ mulkus samãwãti wal ardi, yuhyĩ wa yumĩtu, wa mã lakum min dũnillãhi min waliyyin wa lã nashĩr.
116. Sesungguhnya kepunyaan Allah lah kerajaan langit dan bumi, Yang mematikan dan Yang menghidupkan. Tidak ada pelindung dan penolong bagimu selain Allah.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Pernyataan, peringatan ini sering disampaikan, sebagai penguat.
laqod = sesungguhnya; taballãhu = Allah menerima tobat; ‘alan nabiyyi = atas Nabi; wal muhãjirĩna = dan orang-orang Muhajirin; wal anshōri = dan orang-orang ansor; al ladzĩna = orang-orang yang …; at taba’ũhu = (mereka) mengikutinya; fĩ sã’ati = pada saat; al ‘usroti = kesulitan; mim ba’di mã = dari sesudah apa; kãda = hampir-hampir; yazĩghu = berpaling; qulũbu = hati; farĩqin = segolongan; minhum = dari mereka; tsumma = kemudian; tãba = Dia menerima tobat; ‘alaihim = atas mereka; innahũ = sesungguhnya Dia; bihim = kepada mereka; roũfun = Maha Pengasih; rohĩm = Maha Penyayang.
laqot taballãhu ‘alan nabiyyi wal muhãjirĩna wal anshōril ladzĩnat taba’ũhu fĩ sã’atil ‘usroti mim ba’di mã kãda yazĩghu qulũbu farĩqim minhum tsumma tãba ‘alaihim, innahũ bihim roũfur rohĩm.
117. Sesungguhnya, Allah telah menerima tobat Nabi, orang-orang muhajirin, orang-orang ansor yang mengikuti Nabi pada saat kesulitan, setelah hati dari segolongan mereka hampir berpaling, kemudian Dia menerima tobat mereka. Sesungguhnya, Dia Maha Pengasih dan Maha Penyayang kepada mereka.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Kisah kesulitan orang-orang Muhajirin, Ansor, dan segolongan lainnya yang hampir berpaling yang permohonan tobatnya diterima Allah.

wa alats tsalãtsati = dan atas tiga; al ladzĩna = orang-orang yang; khullifũ = (mereka) ditinggalkan; hattã = sehingga; idzã = sampai ketika; dhōqot = terasa sempit; ‘alaihimu = bagi mereka; al ardhu = bumi; bimã = dengan apa (padahal); rohubat = (bumi itu) luas; wa dhōqot = dan terasa sempit; ‘alaihim = bagi mereka; anfusuhum = jiwa mereka; wa zhonnũ = dan mereka mengira; al lã = bahwa tidak ada; malja’a = tempat lari; minalllãhi = dari Allah; illã = kecuali (melainkan); ilaih = kepada-Nya; tsumma = kemudian; tãba = Diamenerima tobat; ‘alaihim = atas mereka; li yatũbũ = agar mereka bertobat; innallãha = sesungguhnya Allah; huwa = Dia; at tawwabu = Maha Penerima tobat; ar rohĩm = Maha Penyayang.
wa alats tsalãtsatil ladzĩna khullifũ, hattã idzã dhōqot ‘alaihimul ardhu bimã rohubat wa dhōqot ‘alaihim anfusuhum wa zhonnũ al lã malja’a minalllãhi illã ilaih, tsumma tãba ‘alaihim li yatũbũ, innallãha huwat tawwabur rohĩm.
118. Dan (Allah menerima juga tobat) dari tiga orang yang ditinggalkan, sampai ketika bumi terasa sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas, dan jiwa mereka merasa sempit dalam diri mereka, dan mereka mengira, tidak ada tempat lari dari siksaan Allah, melainkan kepada-Nya, kemudian Dia menerima tobat dari mereka, agar mereka tetap bertobat. Sesungguhnya, Allah, Dialah Maha Penerima tobat dan Maha Penyayang.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah juga menerima tobat dari tiga orang yang ditinggalkan Nabi berhijrah.

yã ayyuha = wahai al ladzĩna = orang-orang yang; ãmanu = beriman; it taqullãha = bertakwalah kepada Allah; wa kũnũ = dan jadilah kamu; ma’a = bersama; ash shōdiqĩn = orang-orang yang benar.
yã ayyuhal ladzĩna ãmanut taqullãha wa kũnũ ma’ash shōdiqĩn.
119 . Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan jadilah kamu bersama-sama dengan orang yang benar.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Seruan Allah agar orang-orang yang beriman bertakwa kepada-Nya. Hal yang sering dilakukan Allah namun dengan tambahan anjuran yang berbeda.

mã kãna = tidak ada (tidak patut); li ahli = bagi penduduk; al madĩnati = Madinah; wa man = dan orang-orang; haulahum = di sekitar mereka; mina = dari; al a’rōbi = Arab Dusun (Badui); an yatakhollafũ = bahwa mereka tinggal di belakang (tidak ikut berperang); an = bersama; rosũlillãhi = Rosulullah; wa lã = dan tidak; yarghobũ = mereka lebih mencintai; bi anfusihim = kepada diri mereka sendiri; an nafsihi = daripada dirinya (Rasul); dzalika = demikian itu; bi annahum = karena sesungghnya mereka; lã yushĩbuhum = tidak menimpa mereka; zhōma-un = kehausan; wa lã = dan tidak; nashabun = kepayahan; wa lã = dan tidak; makhmashotun = kelaparan; fi sabilillãhi = di jalan Allah; wa lã = dan tidak; yatho-ũna = mereka menginjak; nauthi-an = suatu tempat; yaghĩzhu = menimbulkan amarah; al kuffaro = orang-orang kafir; wa lã = dan tidak; yanãlũna = mereka mendapat; min ‘aduwwin = dari musuh; nailan = bahaya (pendapatan); illã = malinkan; kutiba = ditulis; lahum = bagi mereka; bihĩ = dengannya; ‘amalun = amal; shōlihun = saleh; innallãha = sesungguhnya Allah; lã = tidak; yudhĩ’u = Dia menyia-nyiakan; ajro = pahala; al muhsinĩn = orang-orang yang berbuat baik.
mã kana li ahlil madĩnati wa man haulahum minal a’rōbi an yatakhollafũ ar rosũlillãhi wa lã yarghobũ bi anfusihim an nafsihi, dzalika bi annahum lã yushĩbuhum zhōma-un wa lã nashabun wa lã makhmashotun fi sabilillãhi wa lã yatho-ũna nauthi-an yaghĩzhul kuffaro wa lã yanãlũna min ‘aduwwin nailan illã kutiba lahum bihĩ ‘amalun shōlihun, innallãha lã yudhĩ’u ajrol muhsinĩn.
120 . Tidak patut bagi penduduk Madinah dan orang-orang Badui yang berdiam di sekitar mereka tinggal di belakang (tidak turut berperang) bersama Rasulullah, dan (tidak patut pula) mereka lebih mencintai diri mereka daripada diri Rasul-Nya. Demikian itu, karena sesungguhnya, mereka tidak akan ditimpa kehausan, kepayahan, dan kelaparan di jalan Allah, dan tidak (pula) mereka menginjak suatu tempat yang menimbulkan amarah orang-orang kafir, dan mereka tidak medapat bahaya dari musuh, melainkan dituliskan bagi mereka dengan suatu amal saleh. Sesungguhnya, Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.
. Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menilai penduduk Madinah dan orang-orang Arab Dusun tidak pantas, kalau mereka tidak turut berperang di jalan Allah. Sesungguhnya, berperang di jalan Allah itu ditulis dan dinilai sebagai amal saleh bagi mereka dan menjadi bekal menuju surga.

wa lã = dan tidak; yunfiqũna = mereka menafkahkan; nafaqotan = nafkah; shoghĩrotan = kecil; wa lã = dan tidak; yaqtho’ũna = mereka memotong (melintas); wãdiyyan = wadi (lembah); illã = melainkan (kecuali); kutiba = dituliskan; lahum = bagi mereka; liyajziyahumillãhu = karena Allah akan memberi balasan; ahsana = lebih baik; mã kãnũ = apa yang mereka; ya’malũn = mereka kerjakan.
wa lã yunfiqũna nafaqotan shoghĩrotan wa lã yaqtho’ũna wãdiyyan illã kutiba lahum liyajziyahumillãhu ahsana mã kãnũ ya’malũn.
121 . Dan mereka tidak menafkahkan nafkah yang kecil, dan (pula) tidak besar, dan mereka tidak melintasi suatu lembah, melainkan dituliskan bagi mereka (sebagai amal saleh), karena Allah akan memberi balasan yang lebih baik bagi mereka dari apa yang telah mereka kerjakan.
. Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah memberitahu, setiap nafkah yang kecil atau pun besar untuk perang di jalan Allah, akan dicatat, dan akan dibalas dengan sesuatu yang lebih baik.

wa mã kãna = dan tidak patut (ada); al mu’minũna = orang-orang mukmin; li yanfirũ = untuk mereka pergi (berperang); kaffatan = semuanya; fa lau lã = maka mengapa tidak; nafaro = pergi, keluar; min kulli = dari tiap-tiap; firqotin = golongan; minhum = di antara mereka; thō-ifatu = beberapã orang; li yatafaqqohũ = untuk mereka memperdalam; fiddĩni = tentang agama; wa li yundzirũ = dan untuk memperingatkan; qoumahum = kaumnya; idzã = apabila; roja’ũ = mereka kembali; ilaihim = kepada mereka; la’allahum = supaya mereka; yahdzarũn = mereka menjaga diri.
wa mã kãnal mu’minũna li yanfirũ kaffatan, fa lau lã nafaro min kulli firqotim minhum thō-ifatul li yatafaqqohũ fiddĩni wa li yundzirũ qoumahum idzã roja’ũ ilaihim la’allahum yahdzarũn.
122. Dan tidak patut bagi orang-orang mukmin pergi semuanya (ke medan perang). Maka mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam ilmu agama mereka dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka kembali kepadanya, supaya mereka dapat menjaga dirinya.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah juga mengingatkan orang mukmin, agar tidak semuanya pergi berperang. Sebagian harus memperdalam ilmu agama dan memberi peringatan kepada kaumnya agar dapat menjaga dirinya.
yã ayyuha = wahai; al ladzĩna = orang-orang yang; ãmanũ = beriman; qōtilũ = perangilah; al ladzĩna = orang-orang yang; yalũnakum = (mereka) ada di sekeliling kamu; mina = dari; al kuffãri = orang-orang kafir; wal yajidũ = dan agar mereka mendapatkan; fĩkum = dari kamu; ghilzhoh = kekerasan; wa’lamũ = dan ketahuilah; annallãha = sesungguhnya Allah; ma’a = beserta; al muttaqĩn = orang-orang yang takwa
yã ayyuhal ladzĩna ãmanũ qōtilũl ladzĩna yalũnakum minal kuffãri wal yajidũ fĩkum ghilzhoh, wa’lamũ annallãha ma’al muttaqĩn
123. Wahai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir di sekitar kamu, agar mereka mendapatkan kekerasan dari kamu, ketahuilah, Allah beserta orang-orang yang bertakwa.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah memerintah orang-orang yang beriman agar memerangi orang-orang kafir yang tinggal di sekitar tempat tinggalnya.

wa idzã = dan bila; mã unzilat = diturunkan; sũrotun = suatu surat; fa min = maka di antara; hum = mereka; man = orang; yaqũlu = ia berkata; ayyukum = siapa di antara kamu; zãdat-hu = ia bertambah; hãdzihĩ = ini (surat); ĩmãnan = keimanan; fa amma = maka adapun; al ladzĩna = orang-orang yang; ãmanũ = beriman; fazãdat-hum = maka mereka menambah; ĩmãnan = keimanan; wa hum = dan mereka; yastabsyirũn = mereka merasa gembira.
wa idzã mã unzilat sũrotun fa min hum man yaqũlu ayyukum zãdat-hu hãdzihĩ ĩmãnan, fa ammal ladzĩna ãmanũ fazãdat-hum ĩmãnan wa hum yastabsyirũn.
124. Dan bila diturunkan suatu surat, maka di antara mereka ada yang berkata: “siapakah di antara kamu yang bertambah imannya (dengan turunnya) surat ini?” Maka orang-orang yang beriman, (surat ini) menambah iman mereka, dan mereka merasa gembira.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menunjukkan perbedaan antara orang-orang yang beriman, dan yang tidak beriman, saat diturunkan-Nya suatu surat melalui Nabi Muhammad saw..

wa amma = dan adapun; al ladzĩna = orang-orang yang; fĩ qulũbihim = di dalãm hati mereka; marodhun = penyakit; fa zadat-hum = maka mereka menambah; rijsan = kotor; ilã rijsihim = di samping kekotoran mereka; wa mãtũ = dan mereka mati; wa hum = dan mereka; kãfirũn = dalam keadaan kafir.
wa ammal ladzĩna fĩ qulũbihim marodhun fa zadat-hum rijsan ilã rijsihim wa mãtũ wa hum kãfirũn.
125. Dan adapun orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit, maka (dengan turunnya surat itu), mereka menambah kotor di samping kekotoran mereka (yang sudah ada), dan mereka mati dalam keadaan kafir.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menjelaskan keadaan orang kafir saat diturunkan-Nya surat, sampai matinya.

awalã = apakah tidak (tidakkah); yarauna = mereka memperhatikan; annahum = bahwa mereka; yuftanũna = mereka diuji; fĩ kulli = dalam setiap; ‘amin = tahun; marrotan = sekali; au marrotaini = atau dia kali; tsumma = kemudian; lã yatũbũna = mereka tidak bertobat; wa lãhum = dan mereka tidak; yadzdzakkarũn = mereka mengambil pelajaran (ingat).
awalã yarauna annahum yuftanũna fĩ kulli ‘amin marrotan au marrotaini tsumma lã yatũbũna wa lãhum yadzdzakkarũn
126. Apakah tidak (tidakkah) mereka memperhatikan, mereka diuji sekali, atau dua kali dalam setiap tahun?, kemudian mereka tidak (juga) bertobat, dan tidak (juga) mau ingat.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Manusia itu selalu diuji dalam hidupnya. Banyaklah ingat dan bertobat kepada Allah.

wa idzã = dan bila; mã unzilat = diturunkan; sũratun = suatu surat; nazhoro = memandang; ba’dhuhum = sebagian mereka; ilã ba’dhin = kepada sebagian yang lain; hal = apakah; yarōkum = melihat kamu; min ahadin = dari seorang; tsumma = kemudian; in sharofũ = mereka berpaling; sharofallãhu = Allah memalingkan; qulũbahum = hati mereka; bi annahum = karena sesungguhnya mereka; qoumun = kaum; lã yafqohũn = mereka tidak mengerti.
wa idzã mã unzilat sũratun nazhoro ba’dhuhum ilã ba’dhin, hal yarōkum min ahadin tsumman sharofũ, sharofallãhu qulũbahum bi annahum qoumul lã yafqohũn.
127. Dan bila diturunkan suatu surat, sebagian mereka memandang kepada sebagian yang lain (sambil berkata): “Adakah seorang dari (orang-orang muslimin) yang melihat kamu?” kemudian mereka pergi. Allah telah memalingkan hati mereka, karena sesungguhnya, mereka itu kaum yang tidak mengerti.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah memberitahu sikap orang-orang kafir. Hati mereka tidak mau mengerti ayat-ayat Allah.

laqod = sesungguhnya; jã-akum = telah datang kepadamu; rosũlun = seorang Rasul; min anfusikum = dari golonganmu sendiri; ‘azĩzun = terasa berat; ‘alaihi = baginya; mã ‘anittum = apa deritamu; harĩshun = sangat menginginkan; ‘alaikum = bagimu; bil mu’minĩna = kepada orang-orang Mukmin; ro-ũfun = amat penyantun; ar rohĩm = penyayang.
laqod jã-akum rosũlum min anfusikum ‘azĩzun ‘alaihi mã ‘anittum harĩshun ‘alaikum bil mu’minĩna ro-ũfur rohĩm.
128. Sesungguhnya telah datang kepadamu, seorang Rasul dari golonganmu sendiri, terasa berat baginya deritamu, sangat menginginkan (kebaikan) bagimu, amat penyantun dan penyayang kepada orang-orang mukmin.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah memberitahu kedatangan seorang Rasul yang merasakan beratnya penderitaanmu, dan sangat menginginkan kebaikan

fain = maka jika; tawallau = mereka berpaling; faqul = maka katakanlah; hasbiyallãhu = cukuplah Allah bagiku; lã ilãha = tidak ada ilah lain; illã = selain; huwa = Dia; ‘alaihi = kepada-Nya; tawakkaltu = aku bertawakal; wa huwa = dan Dia; Rabul ‘arsyil ‘azhĩm = Pemilik arasy yang agung.
fain tawallau faqul hasbiyallãhu, lã ilãha illã huwa, ‘alaihi tawakkaltu, wa huwa Rabul ‘arsyil ‘azhĩm.
129. Maka, jika mereka berpaling, maka katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku, tidak ada ilah selain Dia, kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Pemiliki ‘arasy yang agung.
Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Kalau orang-orang yang diseru mengabaikan, Allah memberi hiburan dengan mengatakan seperti yang tersebut dalam ayat ini.

Leave a Reply