Home » Kekayaan Alam » Sajak Elegi Sopir Truk

Sajak Elegi Sopir Truk

Sebagai orang jalanan

Jangan sampai kalian tahu

Kerasnya hidup di jalanan

Pungli rawan kecelakaan

Bajing luncat perampok hutan

Bahkan aparat gadungan

Bukannya menambah aman

Harta benda, pekerjaan,

Dan nyawa jadi taruhan

Orang tidak mengerti bahwa stabilitas pasaran

Bergantung pada lancarnya truk di jalanan

Lalu menteri keuangan akan menentukan

Siapa yang terbawah dari giliran

Roda ekonomi kebangsaan

Beras murah hanya dengan mengorbankan kesejateraan petani di ladang dan pesawahan

Dan guru disejahterakan

Karena sebagian

mendapat sertifikat dan tunjangan

Profesional dalam pelayanan

Dan sopir truk hanya bisa ikut aturan

Rasulullah dan bangsa Arab

Adalah penggembala dan pedagang

Membeli barang di tempat asal

Dijual di tempat persinggahan

Berjual beli di perjalanan

Berkeliling melihat negeri-negeri permai nan jauh

Hingga sampai di negeri tujuan

Dan kembali bertahun-tahun kemudian

Teori ekonomi modern
Menjadikan sopir truk
Hanya sebagai distributor
Di antara produsen dan konsumen
Hanya digaji mengantar barang
Seharusnya kamilah penerus itrah Nabi saw
Dengan modal pinjaman atau investasi
Siti Khadijah di masa kini
Saling berbagi keuntungan
Menyediakan segala kebutuhan
Yang tak ada di tempat ini
Dan tidak ada di musim ini

Jembatan timbang bukan lagi pungutan liar
Tentara dan polisi bisa jadi bagian distributor
Karena pemerintah sadar
Bahwa harga yang diserahkan pada pasar
Hanya akan dikuasai oleh mafia pedagang besar

Sebenarnya hidup di dunia adalah perjalanan
Menimba ilmu, mencari guru
Menafakuri hidup
Menghadapi cobaan
Menemukan Tuhan
Di setiap wajah, satwa, tumbuhan, dan bebatuan
Di barang dagangan, koin, dan pakaian
Di lembaran buku, di ucapan orang-orang
Di lembah, gunung, sungai, oase, dan lautan

Ternyata hidup kita sesat tanpa bimbingan
Dari para imam


Leave a comment