Balada BUMN yang (Kapan Bisa Tidak) Bangkrut

Jiwasraya bangkrut, Pertamina bangkrut, Krakatau Steel bangkrut, Garuda bangkrut, rumah sakit bangkrut, pengelola pelabuhan Pelindo bangkrut, IPTN bangkrut, PAL bangkrut, perkebunan negara bangkrut.

Mengapa BUMN-BUMN itu bangkrut? Kalau saya pemilik perusahaan (atau pemilik saham), manajer yang tak bisa memberi keuntungan kepada perusahaan akan saya pecat. Apalagi bila sebenarnya perusahaan saya itu untung, tetapi keintungan itu tidak disetor kepada saya melainkan dibagi-bagi kepada sebagian manajer dan pimpinan perusahaan.

BUMN-BUMN itu boro-boro ngasih untung ke negara atau rakyat, mungkin keuntungannya dibagi-bagi di antara para pejabatnya.

Bisa dibayangkan semacam pertamina yang memompa minyak menggunakan alat dan dana negara, ketika minyak itu dijual, koq malah rugi. Rencana gila macam apa perusahaan semacam itu?

Baguslah presiden memecat para pejabat BUMN. Asal bukan semata diganti oleh kroninya (misalnya dari partai) sehingga cuma berpindah rezim. Kalau pimpinan baru tetap orang korup, pasti perusahaan jadi gabener juga, ling-lung, dan tidak jelas. Presiden harus mengganti pimpinan atau manajer BUMN dengan orang yang bersih dan tegas. Bukan orang yang lembek dan bisa ditipu bawahan.

(Jadi ingat ketika Ignatius Jonan membenahi kereta api sehingga nyaman selain memberi keuntungan. Ingat juga Kopaja, Damri, atau angkutan Ibu Kota dibuat nyaman oleh Gubernur Ahok (?). )

Reklamasi dan normalisasi dibenahi secara terbuka dan transparan. Rakyat bisa menyaksikan pekerjaannya. Pimpinan harus menjamin bahwa perusahaan itu memberi keuntungan, bukan sekedar memberi fasilitas bagi rakyat.

Begitu banyak pekerjaan yang harus dikerjakan presiden atau gubernur. Untung saja presiden punya pembantu seperti menteri dan semacamnya. Untung saja gubernur punya dinas.

Leave a Reply