Home » Drama Anak-anak » Cerita SPION

Cerita SPION

#sucpdi

Spion menjadi bukti bahwa orang Indonesia ganteng-ganteng. Bahkan saya melihat seorang yang tampangnya seperti ikan lohan juga melintir spion motor orang lain demi (me)ngaca.

Seharusnya orang-orang tahu bahwa fungsi spion itu bukan buat mengaca. Tetapi di negeri ini aturan itu diubah. Spion sepertinya tidak begitu penting. Yang lebih penting adalah mengaca biar tampang tidak terlihat memalukan.

Orang juga mengaca di kaca mobil orang lain atau di spion mobil orang lain. Catatan, dia harus yakin bahwa di dalam mobil itu tidak ada orang. Kalau ada orang, mungkin orang di dalam mobil itu akan ketawa atau mencibir orang yang mengaca, “Udah nggak apa-apa. Kamu sudah berusaha ganteng. Jangan kapok ya.”

Akhirnya saya juga mencoba mengaca di spion orang lain. Saya parkir lalu turun dari motor. Sambil menunduk saya memelintir spion motor di samping saya dan mengaca. Spion tak perlu dikembalikan ke posisi semula. Saya merasa masyarakat tak marah spionnya diplintir seperti itu. Itu biasa. Justru sangat aneh bila orang marah untuk urusan itu. Namun ngaca di spion orang juga perlu trik yang meyakinkan sehingga tidak menarik perhatian orang.

Tidak semua orang suka tampang kita atau melihat kita mengaca. Sama jijiknya seperti seseorang memijat jerawat di depan orang lain. Belum lagi bila yang punya motor ada di sekitar. Dia akan ngomong apa? “Udah nggak apa-apa. Kamu sudah berusaha ganteng. Jangan kapok ya.”

Spion sepertinya tidak banyak digunakan dalam berlalu-lintas. Jadi biasa saja. Tak perlu marah. Setiap orang mesti biasa memelintir spion motor tetangganya.

Jangan lupa bahagia.

#sucpdi


Leave a comment