Home » blog pribadi » Package Rock

Package Rock

#sucpdi

Ketika Coco Robert memperoleh kebenaran atau pelajaran ia akan memegang kebenaran itu erat-erat. Pasti ia bisa melihat selain kebenaran itu sebagai kesalahan. Namun ada kalanya ia tidak bisa memaksakan kebenaran itu kepada orang lain bahkan kepada teman dekatnya, Coker Clark dan Ahmad Wisnu Jono.

Menurut Musa Kazim, jika seseorang menentang kebenaran, penentangannya itu tidak akan mengubah kebenaran sama sekali. Orang itu malah yang semakin menjauh dari kebenaran. Sebaliknya, jika seseorang mengakui kebenaran, mungkin kebenaran itu beresiko baginya sementara waktu, namun ia akan ikut kebenaran yang abadi dalam dirinya.

Belakangan saya mendapati orang-orang yang berbeda paham dengan saya.

Saya meyakini kebenaran mutlak dari kenabian Muhammad saw dengan seperangkat perintah dan larangannya. Namun saya tidak bisa memaksakan kebenaran yang saya yakini kepada orang lain yang belum mencapainya atau berpandangan berbeda dengan saya. Bahkan di antara muslim pun ada yang meyakini bahwa Nabi Muhammad saw maksum meski bermuka masam, atau lupa jumlah rakaat salat, lalai dalam salatnya, salah dalam penyerbukan tanaman dunia. Sebaliknya, saya meyakini Nabi tidak bermuka masam dan tidak lalai dalam salatnya, memahami prnyerbukan dengan benar.

Dulu saya gemar memaksa. Saya selalu mengecam orang yang pikirannya “ngawur” atau berbeda dengan saya.

Sekarang saya melihat perbedaan orientasi politik sebagai fenomena biasa. Ada orang yang menyalahkan gubernur DKI dalam kasus RAPBD Aibon, ngawurnya penanganan banjir, atau pelanggaran penebangan kawasan Monas. Ada orang yang menyalahkan Jokowi karena ada banyak Cina di Indonesia, memberi kesempatan orang Cina atau Arab berinvestasi di Indonesia, membiarkan kasus muslim Uyghur, Cina, atau tuduhan membentuk dan membiarkan komunitas PKI, gay, dan lesbian. Ada yang menyalahkan Jokowi dalam kasus Jiwasraya. Ada yang menyalahkan Anies dalam penanganan banjir di DKI. Ada pendapat yang berbeda-beda.

Saya pernah berbeda pendapat dengan muslim lain ihwal multi level marketing (MLM). Ada bahkan dosen, mahasiswa, teman yang menawari saya berbagai macam MLM. Ketika ada fatwa haramnya sistem MLM, saya mengikuti fatwa itu. Saat itu saya tahu ada fatwa lain dari ulama lain yang membolehkan MLM. Bahkan konon katanya orang yang ikut MLM itu juga termasuk agamawan, intelektual, dan anggota DPR yang masa jabatannya lebih dari dua kali, dan pejabat penting lain. Ada pula “cendekiawan muslim” yang membolehkan MLM. Saya tidak bisa memaksakan agar mereka juga mengharamkan sistem MLM. Saya cuma bisa menolak tawaran mereka ketika mereka menawari saya untuk ikut MLM.

Untung saja mereka masih mengaku MLM. Adakah yang menggunakan sistem MLM meski mengaku bukan MLM?

Berbeda pendapat atau opini itu boleh. Yang tidak boleh adalah fitnah, hoaks atau menyebarkan berita bohong. Contoh fitnah adalah pejabat anu PKI, APBD anu dari investor Cina, penabat anu memasukkan Cina, pejabat anu adalah muslim dan selainnya adalah nonmuslim.

Meski kita tidak boleh fitnah, tetap saja kita tidak boleh gibah. Fitnah adalah menuduh orang sesuatu ysng tidak ada realitas keburukannya. Sedangkan gibah adalah membicarakan keburukan orang lain (ada realitas keburukannya)

Saya sebenarnya orang yang tidak percaya bahwa perbedaan orientasi politik bisa menyebabkan permusuhan atau perpecahan. Perbedaan orientasi politik adalah peristiwa yang biasa dalam kehidupan sehari-hari. Seseorang bisa mempunyai perbedaan orientasi politik dengan orang lain. Seseorang bisa berbeda agama dan orang lain. Seseorang bisa berbeda mazhab dengan orang lain. Orang bisa memilih Syafi’i, Hambali, Hanafi, Maliki, Syiah tanpa gangguan orang lain. Perbedaan-perbedaan itu semestinya tidak menyebabkan pertengkaran, permusuhan, atau perpecahan.

Seseorang tidak boleh memaksakan orientasi politiknya kepada orang lain. Seseorang tidak boleh memaksakan agamanya kepada orang lain. Seseorang tidak boleh memaksakan mazhabnya kepada orang lain. Seseorang juga tidak boleh selamanya mengkampanyekan orientasi politiknya kepada orang lain karena mungkin saja orang lain tidak suka dengan ksmpanye orientasi politiknya itu. Mungkin saja orang lain sudah mempunyai orientasi politik sendiri yang yang kukuh, ajeg, dan tidak mudah diganggu gugat. Saat orang lain mengkampanyekan orientasi politik yang berbeda dengannya ia akan merasa terganggu dan menganggap kampanye itu sebagai teriakan yang berisik. Pemaksaan politik adalah disorientasi politik. Pemaksaan mazhab adalah disorientasi mazhab.

Pada saat ini ada orang-orang yang terus-menerus berteriak mengkampanyekan orientasi politiknya. dengan begitu lawan politiknya pun tidak henti-henti mengkonternya (counter). Akhirnya jagat dunia maya menjadi berisik dengan percekcokan mereka. Dunia menjadi bising dan ucapan langit jadi tidak terdengar lagi. Justru seolah-olah merekalah yang menjadi langit yang berbicara.

Nanti pada saat Imam Mahdi muncul ada teriakan di langit yang yang berbunyi, “Telah datang kebenaran dan telah hilang kebatilan.”

Pada saat ini ada orang-orang yang mengkampanyekan orientasi politiknya dengan alasan lawan politiknya itu adalah orang-orang yang berbahaya, licik, korup, dan bodoh. Dengan alasan itu, ia berupaya menyadarkan orang lain agar mempunyai orientasi politik yang sama. Ada orang yang mengkampanyekan Jokowi sebagai orang yang berbahaya, licik, korup, dan bodoh. Ada pula orang yang kampanyekan Anies Baswedan sebagau orang yang berbahaya, licik, korup, dan bodoh. Dengan begitu orang-orang mengkampanyekan untuk membenci Jokowi atau Anies Baswedan. Adakah yang banyakan Ganjar pranowo sebagai orang yang licik korup dan bodoh? Tentu saja ada yaitu lawan politiknya. Jika Ganjar pranowo berasal dari PDIP, mungkin lawan politiknya seperti PKS akan menjelek-jelekkan GP. Salah satu keburukan dari partai adalah hanya orang-orang yang punya uang saja yang bisa tampil di panggung politik. Tetapi salah satu kebaikan demokrasi adalah hanya orang-orang yang baik saja yang berpotensi dipilih oleh masyarakat. Masyarakat menghendaki orang baik yang menjadi pemimpin mereka. Jika tidak, maka masyarakat akan punya pemimpin di hati mereka sendiri atau punya hakim untuk komunitas mereka sendiri.

Pada saat ini ada masyarakat yang tidak ingin diperintah oleh pemerintahan Jokowi. Ada guru yang menolak perubahan kurikulum dengan alasan dirinya (meerasa) lebih pandai daripada pemerintah. Video guru saat penataran kurikulum tersebar. Guru itu sepertinya berhadapan langsung dengan Menteri Nadiem Makarim dan pejabat sertifikasi lain. Dia mengatakan (sesuatu, dana) jangan diganggu, kementerian bisa memberi tetapi jangan paksa guru harus ini atau itu; jika tidak, ia mengusulkan pembubaran kementerian pendidikan, dan menawarkan (mengajari) pendidikan kepada Menteri. Katanya guru tak mau menjadi alat negara. Guru maunya menjadi pembangun peradaban.

Dalam video itu terbukti bahwa di Indonesia bahkan seseorang guru bisa melawan kebijakan menteri, mendebat kebijakan menteri, tidak setuju dengan kebijakan menteri, memgancam membubarkan kementerian. Bahkan hal itu disampaikan di muka umum dengan situasi tertawaan, candaan, dan gurauan. Terimakasih kita hidup di Indonesia yang yang ucapan seperti itu masih bisa ditoleransi seandainya kita hidup di Thailand atau Arab Saudi, mungkin raja sudah murka dan memerintahkan untuk menangkap kita. Pada masa Pak Harto pun seperti itu. Kita tidak bisa bicara seenaknya di depan pejabat.

Orang yang senang dipimpin oleh Jokowi akan menerima keputusan keputusan politik dan kebijakan-kebijakan pemerintahan Jokowi. Dia akan menerima Jokowi sampai kebijakan itu merugikannya atau kebijakan itu ditolaknya. Dia akan berbalik dan akan mulai melawan kebijakan pemerintah Jokowi.


Leave a comment