Home » Quran Bapak » 076 Al Insãn (Manusia)

076 Al Insãn (Manusia)

a’udzubillãhis samĩ’il ‘alĩmi min-nasy syaitōnnir rozĩm

Al Insãn (Manusia)
Madaniyah
Surat ke 76, 31 ayat.
Juz 29

Catatan Awal
Surat ini diturunkan sesudah Surat Ar Rahman. Nama Surat ini diambil dari perkataan yang ada di dalam ayat pertama, berisi peringatan tentang akan datangnya Hari Kiamat, dan memberi petunjuk kepada manusia agar mengikuti jalan yang baik dan lurus, sempurna, seperti bertashbih, mendirikan salat wajib, dan salat tahajud, dan bersabar dalam menjalankan Hukumullah; Harus memenuhi nazar yang diucapkannya, kalau ingin menempati surga; Harus memberi makan orang-orang miskin, anak yatim, dan orang-orang yang ditawan lihat Q.s.An Naba’, 76: 8; manusia harus takut akan terjadinya Hari Kiamat; Allah mencela orang yang mementingkan hidup di dunia, dan melupakan hidup akhirat; Surat ini menerangkan tentang penciptaan manusia; keadaan manusia yang takwa dan mengikuti petunjuk Allah, dan ada ancaman bagi orang yang mengingkari perintah Allah di akhirat nanti.

a’udzubillãhis samĩ’il ‘alĩmi min-nasy syaitōnnir rozĩm

bismillãhi = dengan menyebut nama Allah; ar rahmãni = Yang Maha Pengasih; ar rohĩm = Yang Maha Penyayang
bismillãhir rahmãnir rohĩm
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

hal atã = apakah telah datang; ‘alãl insãni = pada manusia; hĩnum = waktu; minad dahri = dari masa; lam = tidak; yakun = ia adalah; syai-am madzkũrō = sesuatu yang disebut.

hal atã ‘alãl insãni hĩnum minad dahri lam yakun syai-am madzkũrō.

1. Apakah telah datang pada manusia, waktu dari masa, ia adalah sesuatu, yang tidak disebut.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Ada pertanyaan Allah kepada manusia tentang sesuatu yang tidak dan belum disebut pada suatu masa. Sesuatu yang diciptakan Allah, sebelum ada manusia yang berbahasa, segala sesuatu belum ada namanya, Allah sudah ada nama-Nya, tapi belum dicontohkan ucapannya kepada manusia. Nama-nama di dunia ini dari Allah, untuk manusia dalam berbagai bahasa yang ada, ciptaan-Nya. Lihat Q.s. Al Baqarah, 2: 31.

innã kholaqnãl insãna = sesungguhnya, Aku telah menciptakan manusia; min nuthfatin = dari nutfah; amsyãjin = bercampur; nabtalĩhi = Aku mengujinya; faja’alnãhu = maka, Aku jadikan; samĩ’am bashĩro = mendengar dan melihat.

innã kholaqnãl insãna min nuthfatin amsyãjin nabtalĩhi faja’alnãhu samĩ’am bashĩro.

2. Sesungguhnya, Aku telah menciptakan manusia dari nutfah yang bercampur, Aku mengujinya, maka, Aku jadikan merasa, melihat dan mendengar.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menciptakan manusia melalui setetes mani yang bercampur dengan sel telur. Setelah jadi manusia, Allah mengujinya dengan melalui perasan, penglihatan, dan pendengarannya.

innã hadaynãhũs sabĩla = sungguh, Aku tunjuki dia jalan; immã syãkirōn = kadang-kadang bersyukur; wa immã = dan kadang-kadang; kafũrō = ingkar.

innã hadaynãhũs sabĩla immã syãkirōn wa immã kafũrō.

3. Sungguh, Aku tunjuki dia jalan, kadang-kadang bersyukur, dan kadang-kadang ingkar.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menunjuki manusia jalan, ada yang bersyukur, ada yang ingkar.

innã a’tadnã = sungguh, Aku menyediakan; lil kãfirĩna = bagi orang-orang kafir; salãsilã = rantai-rantai; wa aghlãlãn = dan belenggu-belenggu; wasi’ĩrō = dan neraka yang menyala-nyala.

innã a’tadnã lil kãfirĩna salãsilã wa aghlãlãn wasi’ĩrō.

4. Sungguh, Aku menyediakan bagi orang-orang kafir rantai-rantai, dan belenggu-belenggu, dan neraka yang menyala-nyala.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menyediakan bagi orang-orang kafir, rantai-rantai belenggu, dan neraka-neraka yang menyala-nyala. Ini merupan ancaman bagi manusia, kalau mereka tidak mengakui keberadaaan Allah, dan Rasul-Nya, mereka akan dibelenggu dengan rantai, dan dimasukkan ke neraka, api yang menyala-nyala.

innãl abrōro = sungguh, orang yang berbuat baik; yasyrobũna = mereka akan meminum; min ka’sin = dari piala; kãna = ia adalah; mizãjuhã = campurannya; kãfũrō = air kafur.

innãl abrōro yasyrobũna min ka’sin kãna mizãjuhã kãfũrō.

5. Sungguh, orang yang berbuat baik, mereka akan meminum dari piala ia adalah campurannya air kafur.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Orang yang berbuat baik, artinya orang yang percaya kepada Allah, Pencipta, dan Penguasanya, melakukan perbuatan yang disarankan-Nya, di dalam Alqur’an, dan menjauhi berbagai larangan-Nya, mereka akan diberi minum campuran air kafur, yang nikmatnya tak terbayangkan di dunia.

‘aynan yasyrobu = air dari mata air yang dia minum; bihã = dari mata air itu; ‘ibãdũllohi = hamba-hamba Allah; yufajjirũ = mereka kucurkan; nahã = dari mata air itu; tafjĩrō = dengan alat pengucur.

‘aynan yasyrobu bihã ‘ibãdũllohi yufajjirũ nahã tafjĩrō.

6. Air dari mata air yang dia, hamba-hamba Allah minum, dari mata air, mereka kucurkan dari mata air dengan alat pengucur.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Air yang diminum hamba-hamba Allah di surga, berasal dari mata air campuran yang nikmat rasanya tak terlukiskan, mengeluarkannya dengan alat yang canggih.

yũfũna = mereka memenuhi; bĩn nadzri = dengan nazar; wa yakhōfũna = dan mereka takut; yawmãn = hari; kãna = ia adalah; syarruhũ = bahayanya; mustathĩrō = merata ke mana-mana.

yũfũna bĩn nadzri wa yakhōfũna yawmãn kãna syarruhũ mustathĩrō.

7. Mereka memenuhi nazar, dan mereka takut hari yang bahayanya merata ke mana-mana.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Mereka yang masuk surga itu adalah orang-orang yang telah memenuhi nazar hidupnya, dan mereka takut terjadinya Hari Kiamat yang bahayanya merata ke seluruh alam raya.

wa yuth’imũna = dan mereka memberi makan; ath tho’ãma = makanan; ‘alã hubbihĩ = pada yang disukainya; miskĩnãn = orang miskin; wayatĩmãn = dan anak yatim; wa asĩrō = dan tawanan.

wa yuth’imũnãth tho’ãma ‘alã hubbihĩ miskĩnãw wayatĩmãw wa asĩrō.

8. Dan mereka memberi makan orang miskin, anak yatim, dan tawanan dengan makanan yang disukainya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Islam menganjurkan memberi makan kepada orang miskin, anak yatim, dan tawanan dengan makanan yang disukainya. Tawanan di sini adalah orang musyrik, Allah menyuruh memperla-kukannya dengan baik, artinya kalau dia suka daging babi, maka berilah ia dengan nasihat, sesungguhnya Allah melarang memakan daging babi, dengan alasan-alasannya, agar mereka memahami Islam. (Dari Ibnul Mundzir yang bersumber dari Ibnu Jarir).

innamã nuth’imukum = sesungguhnya, apa yang kamu kami beri makan; li wajhĩllahi = untuk wajah Allah; lã nuriydu = tidak kami harapkan; minkum = dari kamu; jazã’an = balasan; wa lã syukũrō = dan tidak terima kasih.

innamã nuth’imukum liwajhĩllahi lã nuriydu minkum jazã’an wa lã syukũrō.

9. Sesungguhnya, apa yang kami beri kamu makan, demi wajah Allah, tidak kami harapkan dari kamu balasan, atau pun terima kasih.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Perintah Allah ini kalau dilaksanakan, tidak perlu mengharapkan balasan, atau ucapan terima kasih. Harapan balasan hanya dari Allah, untuk kebaikan semuanya.

innã nakhōfu = sesungguhnya, kami takut; mir robbinã = kepada Penguasa kami; ‘abũsan = bermuka masam; qomthoriyrō = penuh kesulitan.

innã nakhōfu mir robbinã ‘abũsan qomthoriyrō.

10. Sesungguhnya, kami takut kepada Penguasa kami, pada Hari orang-orang bermuka masam, penuh kesulitan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Kami takut kepada Allah, dan pada Hari Kiamat yang amat mengerikan, kami bermuka masam, banyak ketakutan, banyak kejadian yang mengerikan, banyak kesulitan.

fawaqōhumũllohu = maka Allah memelihara mereka; syarro = keburukan; dzãlikãl yawmi = hari itu; wa laqōhum = dan Dia jumpai mereka; nadhrotan = pandangan; wa surũrō = dan kegembiraan

fawaqōhumũllohu syarro dzãlikãl yawmi wa laqōhum nadhrotan wa surũrō.

11. Maka Allah memelihara mereka dari keburukan hari itu, dan Dia jumpai pandangan dan kegembiraan mereka.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah melindungi manusia yang mempercayai-Nya dari keburukan Hari Kiamat, malah mereka menjumpai pandangan dan kegembiraan karena bertemu dengan-Nya.

wa jazãhum = dan Dia membalas mereka; bimã shobarũ = kepada orang yang sabar; jannataw wa harĩrĩ = surga dan sutra

wa jazãhum bimã shobarũ jannataw wa harĩrĩ

12. Dan Dia membalas kepada mereka, orang yang sabar dengan surga dan sutra

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Mereka yang sabar meneri-ma cobaan perintah dan larangan-Nya, akan dihadiahi surga, dan kain sutra, pakaian yang mewah.

muttaki-ĩna = mereka duduk bersandar; fĩhã = di surga itu; ‘alãl arō-iki = di atas pelaminan; lã yarowna = mereka tidak melihat; fĩhã = di sana; syamsã = matahari; wa lã zamharĩrō = namun tidak terlalu kedinginan.

muttaki-ĩna fĩhã ‘alãl srō-iki lã yarowna fĩhã syamsã wa lã zamharĩrō.

13. Mereka duduk bersandar di atas pelaminan, di surga itu, di sana mereka tidak melihat matahari, namun tidak terlalu kedinginan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Surga itu, tempat yang ajaib, suatu tempat yang mewah, tidak tampak ada matahari, tetapi suasananya sejuk, tidak kepanasan.

wa dãniyatan = dan dekat; ‘alayhim = di atas mereka; zhilãluhã = naungannya; wa dzullilãt = dan didekatkan; quthũfuhã = buah-buahannya; tadzlĩlã = sedekat-dekatnya.

wa daaniyatan ‘alayhim zhilãluhã wa dzullilãt quthũfuhã tadzlĩlã.

14. Dan buah-buahannya dekat di atas mereka, dan naungannya didekatkan sedekat-dekatnya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Buah-buahan di surga, sangat rendah bergantung, mudah di petik dan dinikmati. Mereka, penduduk surga diberi naungan yang rendah, namun tidak menyesakakan

wa yuthōfu = dan diedarkan; ‘alaihim = bagi mereka; bi ãniyatin = dengan gelas-gelasnya; min fidhdhotin = dari perak; wa akwãbin = dan piala-piala; kãnat = ia adalah; qawãrĩrō = tembus cahaya.

wa yuthōfu ‘alaihim bi ãniyatim min fidhdhotin wa akwãbin kãnat qawãrĩrō.

15. Dan dengan gelas-gelasnya dari perak, diedarkan bagi mereka, dan piala-piala itu tembus cahaya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Penghuni surga dipenuhi segala kebutuhannya, dan mendapat suguhan dengan peralatan yang mewah.

qowãrĩrō = gelas-gelas; min fidhdhotin = dari perak; qoddarũhã = mereka mengukurnya; taqdĩrō = dengan ukuran.

qowãrĩrō min fidhdhotin qoddarũhã taqdĩrō.

16. Mereka mengukurnya, dengan ukuran gelas-gelas dari perak.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Penggunaan benda-benda cair, ada ukurannya, dengan menggunakan gelas-gelas dari perak.

wa yusqawna fĩhã = dan mereka diberi minum di dalamnya; ka’san = piala; kãna = ia adalah; mizãjuhã = campurannya; zanjabĩlã = jahe.

wa yusqawna fĩhã ka’san kãna mizãjuhã zanjabĩlã.

17. Dan mereka diberi minum menggunakan piala di surga, minuman itu campurannya jahe.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Minuman di surga yang menggunakan piala itu merupakan air jahe, dalam tradisi Jawa dan Sunda disebut bandrek, atau bajigur dengan komposisi yang agak berbeda. Bajigur dibuat dari air santan yang dididihkah dengan gula aren, kalau perlu ditambah panili, atau pandan untuk pewangi dan. Bandrek dibuat dari air biasa yang dididihkan dicampur dengan gula aren, jahe, cengkeh, dan kapol menambah hangat, disebut juga serbat.

‘aiynan fĩhã = mata air di surga; tusammã = dinamakan; salsabĩlã = salsabil.

‘aiynan fĩhã tusammã salsabĩlã.

18. Mata air di surga dinamakan salsabila.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Sudah jelas.

wa yathũfu = dan mengelilingi; ‘alaihim = pada mereka; wildãnum = anak muda; mukholladũna = mereka tetap muda; idzã = jika; roaytahum = kamu melihat mereka; hasibtahum = kamu mengira mereka; lu’lu’ = mutiara; am mantsũrō = bertaburan.

wa yathũfu ‘alaihim wildãnum mukholladũna idzã ro aytahum hasibtahum lu’lu’-am mantsũrō.

19. Dan, anak-anak muda mengelilingi mereka, jika kamu melihat mereka, mereka tampak tetap muda, kamu mengira, mereka mutiara bertaburan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Orang-orang yang menempati surga, mereka dikelilingi anak-anak muda yang tetap muda, bagaikan mutiara yang bertaburan. Pemandangan yang menyenangkan.

wa idzã = dan jika; ro ayta = kamu melihat; tsamma = di sana; ro ayta = kamu melihat; na’ĩman = kenikmatan; wa mulkan = dan kerajaan; kabĩrō = yang besar.

wa idzã ro ayta tsumma ro ayta na’ĩman wa mulkan kabĩrō.

20. Dan jika kamu melihat di sana, kamu melihat kenikmatan dalam kerajaan yang besar.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Surga itu bagai kerajaan yang besar, aman, tenteram, damai, sejahtera, bahagia

‘ãliyahum = mereka memakai; tsiyãbu = pakaian; sundusin = sutra halus; khudhrun = hijau; wa istabroqu = dan sutra tebal; wa hullũ = dan mereka diberi perhiasan; asãwiro = gelang-gelang; min fidhdhotin = dari perak; wa saqōhum = dan memberi minum mereka; robbuhum = Penguasa kamu; syarōban = minuman; thohũrō = bersih.

‘ãliyahum tsiyãbu sundusin khudhrun wa istabroqu, wa hullũ asãwiro min fidhdhotin wa saqōhum robbuhum syarōban thohũrō.

21. mereka memakai pakaian sutra hijau halus, dan sutra tebal, dan mereka diberi perhiasan gelang-gelang dari perak. Dan Penguasa kamu memberi minum, minuman yang suci, bersih.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Gambaran hidup di surga.

inna hãdzã = sungguh, ini; kãna = adalah; lakum = untuk kamu; jazã’an = balasan; wa kãna = dan adalah; sa’yukum = usaha kamu; masykũro = disyukuri.

inna hãdzã kãna lakum jazã’an wa kãna sa’yukum masykũro.

22. Sungguh, ini adalah balasan untuk kamu syukuri, dan itu karena usaha kamu.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Kehidupan di surga yang demikian menyenangkan itu, merupakan balasan atas kemimanan seseorang kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya.

innã nahnu = sungguh, Aku; nazzalnã = Aku telah menurunkan; ‘alaykal qur’ãna = atas kamu Alqur’an; tunjĩlã = bertahap turun.

innã nahnu nazzalnã ‘alaykal qur’ãna tunjĩlã.

23. Sungguh, Aku telah menurunkan Alqur’an bertahap turun atas kamu.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menegaskan, turunnya Alqur’an itu bertahap kepada Nabi Muhammad saw..

fãshbir = Maka bersabarlah engkau; li hukmi = untuk hukum; robbika = Penguasa kamu; wa lã tuthi’ = dan jangan kamu ikuti; min hum = di antara mereka; ãtsiman = orang yang berdosa; aw kafũrō = atau orang kafir.

fãshbir li hukmi robbika wa lã tuthi’ min hum ãtsiman aw kafũrō.

24. Maka bersabarlah engkau, untuk menjalankan hukum Penguasa kamu, dan jangan kamu ikuti orang yang berdosa, atau orang kafir, di antara mereka.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Sebagian kecil perintah dan larangan Allah yang harus diikuti oleh Muhammad saw. dan para pengikutnya di seluruh dunia, sabar menjalankan Hukumulloh; jangan mengikuti perilaku orang-orang berdosa, atau orang kafir.

wãdzkuri = dan ingatlah; asma = nama; robbika = Penguasa kamu; bukrotan wa ashĩlã = di waktu pagi dan petang.

wãdzkuri asma robbika buktotan wa ashĩlã.

25. Dan ingatlah nama Penguasa kamu, di waktu pagi dan petang.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Peringatan Allah kepada Nabi Muhammad saw. dan para pengikutnya.

wa minãllayli = dan dari sebagian malam; fãsjud = maka sujudlah; lahũ = kepada-Nya; wa sabbih-hu = dan bertashbihlah kepada-Nya; laylan = malam; thowĩlã = panjang.

wa minãllayli fãsjud lahũ wa sabbih-hu laylan thowĩlã

26. Dan dari sebagian malam, maka sujudlah kepada-Nya, dan bertashbihlah kepada-Nya di malam yang panjang.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Perintah Allah melalui Nabi Muhammad saw. untuk para pengikutnya.

inna hã-ulã-i = sesungguhnya, mereka itu; yuhibbũna = mereka mencintai; al ‘ãjilata = yang cepat; wa yadzarũna = dan mereka meninggalkan; wa rō-ahum = di belakang mereka; yawman = hari; tsaqĩlã = yang berat.

inna hã-ulã-i yuhibbũnãl ‘ãjilata wa yadzarũna wa rō-ahum yawman tsaqĩlã.

27. Sesungguhnya, mereka itu mencintai dunia yang cepat, dan mereka melupakan hari yang berat, di belakang mereka.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah mengingatkan, banyak orang yang mencintai dunia yang didapat secara cepat tapi dalam waktu yang singkat, karena waktu hidup ini tidak lama, sebenatar, dibandng hidup di akhirat. Karena asyik kesenangan dunia, mereka melupakan Hari Kiamat, hari yang sangat berat di hadapan mereka, waktu mereka setelah meninggalkan dunia yang serba mewah.

nahnu = Aku; kholaqnãhum = Aku menciptakan mereka; wa syadadnã = dan Aku kuatkan; asrohum = tubuh mereka; wa idzã = dan jika; syi’nã = Aku menghendaki; baddalnã = Aku mengganti; amtsãlahum = serupa mereka; tabdĩlã = pengganti.

nahnu kholaqnãhum wa syadadnã asrohum, wa idzã syi’nã baddalnã amtsãlahum tabdĩlã.

28. Aku menciptakan mereka, dan Aku kuatkan tubuh mereka, dan jika Aku menghendaki, Aku mengganti pengganti yang serupa mereka.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Peringatan Allah kepada orang yang diberi kesempatan berkuasa sekarang ini. Kalau mereka tidak berbuat baik, Allah berkuasa untuk mengganti dengan yang lain, yang lebih baik.

inna hãdzihĩ = ini sungguh; tadzkirohu = peringatan; fa man = maka, siapa; syã-a = dia menghendaki kebaikan; attakhodza = dia mengambil; ilã robbihĩ sabĩlã = jalan menuju Allah;

inna hãdzihĩ tadzkirohu, fa man syã-a attakhodza ilã robbihĩ sabĩlã.

29. Sungguh, ini peringatan, maka, siapa menghendaki kebaikan, dia mengambil jalan menuju Allah;

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Peringatan pada ayat 28 di atas, bagi orang yang menghendaki kebaikan, tentu mereka akan memilih jalan menuju Allah.

wa mã tasyã-ũna = dan kamu tidak menghendaki; illã ay yasyã-allohu = kecuali, benar-benar Allah menghendaki; innalloha kãna = sesungguhnya, Allah adalah; ‘alĩman hakĩma = Maha Mengetahui, Mahabijaksana.

wa mã tasyã-ũna illã ay yasyã-allohu, innalloha kãna ‘alĩman hakĩma.

30. Dan kamu tidak menghendaki kecuali, Allah menghendaki benar-benar, sesungguhnya, Allah adalah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Kalau Nabi Muhammad saw. tidak menghendaki, maka Nabi berserah diri pada kehendak Allah. Nabi percaya sepenuhnya, bahwa Allah Maha Mengetahui dan Mahabijaksana.

yudkhilu may yasyã-u = Dia memasukkan siapa Yang Dia kehendaki; fĩ rohmatihĩ = dalam rahmat-Nya; wãzhzhōlimĩna = dan orang-orang lalim; a’adda lahum = Dia sedikan bagi mereka; ‘adzãban alĩmã = azab yang sangat menyakitkan.

yudkhilu may yasyã-u fĩ rohmatihĩ, wãzhzhōlimĩna a’adda lahum ‘adzãban alĩmã.

31. Dia memasukkan siapa Yang dikehendaki dalam rahmat-Nya, dan orang-orang lalim, Dia sediakan bagi mereka, azab yang sangat menyakitkan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Nabi Muhammad saw. benar-benar meyakini, Allah menetapkan sesuatu sesuai dengan kehendak-Nya. Allah juga mengingatkan, bagi orang-orang yang lalim, akan disediakan azab yang sangat meyakinkan.


Leave a comment