Home » Quran Bapak » 077 Al Mursalat (Malaikat-Malaikat yang Diutus)

077 Al Mursalat (Malaikat-Malaikat yang Diutus)

a’udzubillãhis samĩ’il ‘alĩmi min-nasy syaitōnnir rozĩm

Al Mursalat (Malaikat-malaikat yang Diutus)
Makiyah
Surat ke 77, 50 ayat.
Juz 29

Catatan Awal
Judul Al Mursalat diambil dari kata yang terdapat pada ayat pertama. Allah bersumpah atas Malaikat yang baik, agar manusia berbuat segala sesuatu yang baik untuk dirinya sendiri atau untuk orang lain, karena ancaman-Nya pasti terjadi; Ada peristiwa-peristiwa yang terjadi, sebelum Hari Kebangkitan; Peringatan, Allah menghacurkan orang-orang terdahulu yang mendustakan Nabi-nabi-Nya; Asal kejadian manusia dari air yang hina (air mani); Ada gambaran keadaan orang-orang kafir, dan orang-orang mukmin pada Hari Kiamat. Surat ini diturunkan karena Suku Tsakif tidak mau ruku, atau salat, diriwayatkan oleh Ibnul Mundzir yang bersumber dari Mujahidin, dalam Kitab tulisan Al Qurtubi Juz XIX, hal 168.

a’udzubillãhis samĩ’il ‘alĩmi min-nasy syaitōnnir rozĩm

bismillãhi = dengan menyebut nama Allah; ar rahmãni = Yang Maha Pengasih; ar rohĩm = Yang Maha Penyayang
bismillãhir rahmãnir rohĩm
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

wal mursalãti = demi Malaikat-malaikat yang dikirim; ‘urfã = kebaikan

wal mursalãti ‘urfã.

1. Demi kebaikan Malaikat-malaikat yang dikirim

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah mengirimkan kebaikan melalui Malaikat-malaikat, bagaikan hujan untuk dipraktikkan oleh makhluk-Nya, khususnya manusia. Kebaikan Allah akan menjadi kebaikan manusia, kalau dijalankan, dikerjakan. Ada perbuatan yang baik yang dilakukan. Kebaikan-kebaikan makhluk lain pun dapat menjadi contoh manusia yang ingin berbuat baik.

fa al’ãshifãti = lalu yang bertiup; ashfã = kencang.

fa al’ãshifãti ashfã

2. Lalu yang bertiup kencang.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Angin yang bertiup kencang ini, utusan Allah, ada yang berhawa dingin sekali, membekukan, ada yang panas, membakar, menghanguskan, ada yang membawa pasir dan batu yang menyakitkan, dan membuat kehancuran, ada yang bertiup sepoi-sepoi basah, menyegarkan, membuat kenikmatan, ketenangan yang menghirupnya.

wa an nãsyirōti = dan yang menyebarkan; nasyrō = sebaran, seluas-luasnya.

wa an nãsyirōti nasyrō.

3. Dan yang menyebarkan sebaran, seluas-luasnya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Angin, awan utusan Allah itu menyebar luas, seluas-luasnya, ada yang menjadi rahmat, ada yang menjadi ujian, ada yang menjadi peringatan bagi manusia, agar mau mengingat Allah Yang dapat berbuat apa pun bagi kebaikan makhluk-Nya di dunia.

fa alfãriqōti = lalu yang membeda-bedakan; farqō = sebeda-bedanya.

fa alfãriqōti fsrqō.

4. Lalu yang membeda-bedakan, sebeda-bedanya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Utusan Allah itu membeda-bedakan makhluk-Nya di dunia, khususnya manusia yang satu dengan manusia yang lainnya, watak yang satu dengan watak yang lain. Benda yang satu dengan benda yang lain. Manusia, ada yang beriman kepada Allah dan Rasulnya, ada yang kafir, musyrik, munafik, fasik, murtad

fa al mulqiyãti = lalu yang menyampaikan; dzikrō = peringatan.

fa al mulqiyãti dzikrō.

5. Lalu yang menyampaikan peringatan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Para Utusan telah menyampaikan peringatan, sebelumnya juga telah menyampaikan peringatan, sejak Nabi Adam a.s. sampai Nabi Muhammad saw..

‘udzron = pembelaan; aw nudzrō = atau peringatan.

‘udzron aw nudzrō.

6. Pembelaan atau peringatan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Para Utusan itu membela, dan memberi peringatan kepada manusia agar berbuat kebaikan bagi dirinya sendiri, bagi orang lain, bagi makhluk lain yang membantu hidupnya, dan untuk hidup sebaik-baiknya. Namun banyak saja orang yang berbuat tidak baik, seolah-olah mereka tidak peduli, mereka akan ditanya tentang perbuatannya itu. Keadaan yang menantang bagi para juru dakwah untuk terus berjuang, berdakwah, agar manusia selalu berbuat baik, untuk dirinya, untuk orang lain, dan untuk kelestarian alam semesta tempat tinggalnya.

innamã = sungguh, hanyalah; tũ’adũna = kamu janjikan; lawãqi’ũ = pasti terjadi.

innamã tũ’adũna lawãqi’ũ.

7. Sungguh, yang kamu janjikan hanyalah sesuatu yang pasti terjadi.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Hari Kiamat itu akan terjadi, pasti terjadi. Allah Yang menentukan kapan terjadinya, dengan beragai contoh kejadian yang dilihat sendiri, di sekitar hidupnya di dunia, seperti ada kematian, ada angin ribut, gempa, gunung meletus, banjir, longsor, kecelakaan masal. Janji Allah, yang diucapkan oleh Nabi Muhammad saw. menjadi janji Nabi, harus diimani dengan cara berbuat baik, agar menjadi bekal yang bermanfaat untuk menghadapi carut-marutnya Hari Kiamat.

fa idza = dan jika; an nujũmu = bintang-bintang; thumisat = dihapuskan.

fa idzãn nujũmu thumisat.

8. Dan jika bintang-bintang dihapuskan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Saat Hari Kiamat itu bintang-bintang dilenyapkan, kejadian luar biasa.

wa idza = dan jika; as samã-u = langit; furijat = dibelah.

wa idzãs samã-u furijat.

9. Dan jika langit dibelah.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Saat Hari Kiamat, langit dibelah, kejadian luar biasa.

wa idza = dan jika; al jibãlu = gunung; nusifat = dihancurkan.

wa idzãl jibãlu nusifat.

10. Dan jika gunung dihancurkan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Saat Hari Kiamat, gunung dihancurkan menjadi debu beterbangan, kejadian luar biasa.

wa idza = dan jika; ar rusulu = rasul-rasul; uqitat = ditetapkan waktunya.

wa idzãr rusulu uqitat.

11. Dan jika rasul-rasul ditetapkan waktunya.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah mengutus para Rasul-Nya, pada waktu dan tempat yang ditetapkan-Nya. Usia nabi pun ditetapkan, ada batasnya.

li ayyi = untuk manakah; yaumin = hari; ujjilat = ditentukan.

li ayyi yaumin ujjilat.

12. Untuk hari manakah ditentukan saat-NyaɁ

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah mempertanyakan kepada manusia, waktu yang akan ditentukan-Nya itu, agar manusia meyakini kejadian itu pasti adanya. Mereka yang tidak mempercayai akan datangnya Hari Kiamat, akan memperolok-olokkannya, atau menghina, menyepelekannya. Hal yang merugikan diri mereka sendiri

li yaumi = untuk hari; al fashli = yang diputuskan.

li yaumĩl fashli.

13. Untuk hari yang diputuskan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Hari yang ditetapkan-Nya, hanya Allah Yang mengetahuinya, Allah Yang memutuskannya.

wa mã adrōka = dan apakah kamu tahu; mã yawmũl fashli = apakah Hari Keputusan ituɁ

wa mã adrōka mã yawmũl fashli.

14. Dan apakah kamu tahu, apakah Hari Keputusan ituɁ

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah mempertanyakan, apakah Hari Keputusan ituɁ, maksudnya, untuk menegaskan, akan ditetapkan Hari Keputusan itu pada suatu waktu. Manusia yang beriman akan mempersiapkan segala sesuatunya, agar tidak terkena dampak yang membuat manusia susah, sedih yang tidak tertanggungkan oleh manusia sekuat apa pun.

waylun = celakalah; yawma-idzĩn = pada hari itu; lil mukadzdzibĩn = bagi orang-orang yang mendustakan.

wayluy yawma-idzĩl lil mukadzdzibĩn.

15. Celakalah, bagi orang-orang yang mendustakan, pada hari itu.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Peringatan Allah disampaikan kepada Nabi Muhammad saw. Celakalah bagi orang yang tidak mau mempercayainya. Mereka akan terkena dampak huru-hara Hari Kiamat.

alam = bukankah; nuhliki = telah Aku binasakan; al awwalĩn = orang-orang dahulu.

alam nuhlikĩl awwalĩn.

16. Bukankah orang-orang dahulu, telah Aku binasakanɁ

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Peringatan, bagi orang yang bersikeras, tidak mau mempercayai Hari yang sudah ditetapkan Allah. Allah berkuasa membinasakannya, sesuai dengan kehendak-Nya, seperti kejadian pada masa lalu.

tsumma = kemudian; nutbi’uhumũl ãkhirĩn = Aku susulkan mereka, orang-orang yang kemudian.

tsumma nutbi’uhumũl ãkhirĩn.

17. Kemudian, Aku susulkan mereka, orang-orang yang kemudian.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menggantikan generasi terdahulu dengan generasi yang kemudian. Alam pun suatu saat akan diganti dengan alam yang lain, yang lebih baik. Sebagian masuk surga, yang penuh kenikmatan, sebagian yang lain kembali ke neraka yang diciptakannya sendiri karena perbuatannya yang jelek.

kadzãlika naf’alu = seperti itulah, Aku berbuat; bĩl mujrimĩn = terhadap orang-orang yang berdosa.

kadzãlika naf’alu bĩl mujrimĩn.

18. Seperti itulah, Aku berbuat terhadap orang-orang yang berdosa.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Orang-orang yang berdosa dimasukkan ke neraka jahanam. Orang-orang yang beriman masuk surga. Itulah yang diperbuat Allah.

waylun = celakalah; yawma-idzin = pada hari itu; lil mukadzdzibĩn = bagi orang-orang yang mendustakan.

wayluy yawma-idzil lil mukadzdzibĩn.

19. Celakalah pada hari itu, celakalah, bagi orang-orang yang mendustakan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: bagi orang-orang yang mendustakan celaka, dimasukkan ke neraka jahanam.

alam = bukankah; nakhluqkum = Aku menciptakan kamu semua; mim mã-im mahĩni = dari air yang hina.

alam nakhluqkum mim mã-im mahĩni.

20. Bukankah Aku menciptakan kamu semua dari air yang hina.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah mempertanyakan asal-usul manusia. Lihat ayat-ayat lain yang mendeskripsikan hal ini.

faja’alnãhu = lalu, Aku jadikan janin; fĩ qorōrim makĩni = dalam tempat yang kokoh.

faja’alnãhu fĩ qorōrim makĩni.

21. Lalu, Aku jadikan janin dalam tempat yang kokoh.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Janin artinya sesuatu yang tersembunyi, tersimpan di dalam rahim ibu, tempat yang kokoh.

ilã qodarĩn = sampai ketentuan; ma’lũmi = dimaklumi

ilã qodarĩm ma’lũmi.

22. Sampai ketentuan yang dimaklumi

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Usia kandungan kurang-lebih 9 bulan, sepuluh hari sudah diketahui dalam ginekologi, ilmu yang berkenan dengan fungsi alat tubuh dan penyakit, khusus pada wanita; ilmu kebidanan, ilmu perawatan dan penolong orang yang melahirkan bayi.

faqodarnã = lalu Aku tentukan; fa ni’ma = maka, sebaik-baik; al qōdirũn = yang menentukan.

faqodarnã fa ni’mãl qōdirũn.

23. Lalu Aku tentukan, maka, sebaik-baik Yang menentukan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah Maha Menentukan yang terbaik untuk makhluk-Nya.

waylun = celakalah; yaw ma-idzin = pada hari itu; lil mukadzdzibĩn = bagi orang-orang yang mendustakan.

wayluy yawma-idzil lil mukadzdzibĩn.

24. Celakalah pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Lihat ayat 19. Mereka yang mendustakan keberadaan dirinya, dari mana asal-usulnya, mereka akan celaka, masuk neraka jahanam.

alam = tidakkah; naj’ali = Aku menjadikan; al ardho = bumi; kifãta = tempat berkumpul.

alam naj’alĩl ardho kifãta.

25. Tidakkah Aku menjadikan bumi tempat berkumpulɁ

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab:Allah bertanya secara retoris, memang bumi lah tempat manusia berkumpul.

ahyã-an = orang-orang hidup; wa amwãta = dan orang-orang mati.

ahyã-aw wa amwãta.

26. Orang-orang hidup, dan mati.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Bumi itu tempat orang dapat hidup, kemudian mati.
;
wa ja’alnã = dan Aku jadikan; fĩhã = di bumi itu; rowãsiya = gunung-gunung; syãmikhãtin = yang tinggi; wa asqoynãkum = dan Aku beri minum kamu semua; mã-an furōta = air yang tawar dan sejuk.

wa ja’alnã fĩhã rowãsiya syãmikhãtiw wa asqoynãkum mã-an furōta.

27. Dan Aku jadikan gunung-gunung yang tinggi di bumi itu, dan kamu semua Aku beri minum air yang tawar dan sejuk

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah menjadikan gunung untuk menjadi sumber air tawar dan sejuk.

waylun = celaka; yawma-idzin = pada hari itu; lil mukadzdzibĩn = untuk orang-orang yang mendustakan.

waylũy yawma-idzĩl lil mukadzdzibĩn.

28. Pada hari itu, celaka untuk orang-orang yang mendustakan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Orang yang mendustakan Hari Kiamat, hari itu, merupakan hari celaka. Banyak huru-hara yang merepotkan, menyusahkan. Banyak penderitaan. Lihat ayat 24.

antholiqũ = pergilah kamu; ilã = kepada; mã = apa yang; kuntum = kamu semua adalah; bihĩ = dengannya; tukadzdzibũn = kamu mendustakan

antholiqũ ilã mã kuntum bihĩ tukadzdzibũn.

29. Pergilah kamu kepada apa yang dengannya, kamu semua mendustakan

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Saat di dunia, neraka jahanam didustakan oleh mereka. Karena itu, saat Hari Kiamat, mereka akan disuruh mendatangi neraka jahanam, bahkan mereka digiring, didorong, dilempar-kan ke sana.

antholiqũ = pergilah kamu; ilã = ke; zhillin = naungan; dzĩ tsalãtsi = memiliki tiga; syu’abi = cabang.

antholiqũ ilã zhillin dzĩ tsalãtsi syu’abi.

30. Pergilah kamu ke naungan yang memiliki tiga cabang.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Orang yang menyangkal adanya neraka yang akan menyiksa, akibat perbuatannya, mereka disuruh mendatangi neraka itu, yang memiliki tiga cabang naungan api yang panas, luar-biasa.

lã zholĩlin = tidak menaungi; wa lã yughnĩ = dan tidak menolak; minãllohabi = dari nyala api neraka.

lã zholĩliw wa lã yughnĩ minãllohabi.

31. Tidak menaungi, dan tidak menolak dari nyala api neraka.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Naungan itu tidak berfungsi apa-apa, tidak juga bisa menolak api neraka membakar mereka.

innahã = sesungguhnya, meraka itu; tarmi = melemparkan; bi syarorin = dengan bunga api; ka al qoshr = seperti istana yang tinggi.

innahã tarmi bi syarorin ka al qoshr.

32. Sesungguhnya, neraka itu melemparkan bunga api, seperti istana yang tinggi.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Gambaran neraka yang panas menyiksa para pembangkang, dari ayat 29 sampai ayat ini.

ka annahũ = seolah-olah neraka itu; jimãlatun = unta-unta; shufru = kuning.

ka annahũ jimãlatun shufru.

33. Neraka itu seolah-olah unta-unta kuning.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Masih gambaran tentang neraka.

waylun = celakalah; yawma-idzin = pada hari itu; lil mukadzibĩn = bagi orang-orang yang mendustakan.

wayluy yawma-idzil lil mukadzibĩn.

34. Pada hari itu, celakalah, bagi orang-orang yang mendustakan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Lihat surat, 24, 28

hãdzã = ini; yawmu = hari; lã = tidak; yanthiqũn = mereka dapat berbicara.

hãdzã yawmu lã yanthiqũn.

35. Hari ini mereka tidak dapat berbicara.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Saat hidup di dunia, mereka menyangkal, membantah, menyepelekan, mengejek, berbicara, menyampaikan ka-bar bohong. Setelah dunia kiamat, mereka tidak dapat berbicara, karena kenyataan sudah di hadapan mata.

wa lã yũ’dzanu = dan tidak diizinkan; lahum = bagi mereka; fa ya’tadzirũn = maka mereka meminta uzur.

wa lã yũ’dzanu lahum fa ya’tadzirũn.

36. Dan bagi mereka, maka tidak diizinkan meminta uzur.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Waktu Hari Kiamat, mereka tidak bisa memperoleh keringanan.

wayluy yawma-idil lil mukadzdzibĩn = Celakalah, pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan.

wayluy yawma-idil lil mukadzdzibĩn.

37. Celakalah, pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: lihat ayat 24, 28, 34

hãdzã yawmũl fashl = ini hari keputusan; jama’nãkum = Aku mengumpulkan kamu; wa al awwalĩn = beserta orang-orang yang terdahulu.

hãdzã yawmũl fashl, jama’nãkum wa al awwalĩn.

38. Ini hari keputusan, Aku mengumpulkan kamu, beserta orang-orang yang terdahulu.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Pada Hari Keputusan, Allah mengumpulkan semua makhluk-Nya, khususnya manusia yang berasal dari zaman dahulu sampai zaman yang terakhir.

fa-in kãna lakum = maka, jika kamu membuat; kaydun = tipu-daya; fakĩdũn = maka tipu-daya itu kepada Aku.

fa-in kãna lakum kaydun fakĩdũn.

39. Maka, jika kamu membuat tipu-daya, lakukanlah, sebenarnya, tipu-daya itu kepada Aku.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Manusia menipu manusia lain, sesungguhnya, mereka menipu Allah, sedang Allah itu tidak bisa ditipu, maka tipuan itu kembali kepada diri penipu sendiri. Mereka menipu diri mereka sendiri.

wayluy yawma-idzil lil mukadzdzibĩn = Celakalah, pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan.

wayluy yawma-idzil lil mukadzdzibĩn.

40. Celakalah, pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Lihat ayat 24, 28, 34, 37

innãl muttaqĩna = sesungguhnya, orang yang takwa; fi zhilãlin = berada dalam naungan; wa ‘uyũni = dan di tempat yang bermata air.

innãl muttaqĩna fi zhilãliw wa ‘uyũni

41. Sesungguhnya, orang yang takwa berada dalam naungan, dan di tempat yang bermata air.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Beralih isi ayatnya berbicara soal orang takwa. Orang yang saat hidup di dunia takut kepada Allah, dan Hari Kiamat, mereka mendapat tempat yang dinaungi, dan bermata air.

wa fawãkiha = dan buah-buahan; mimmã = dari apa yang; yasytahũn = mereka inginkan.

wa fawãkiha mimmã yasytahũn.

42. Dan buah-buahan, dari apa yang mereka inginkan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Lukisan tempat di surga.

kulũ wa asyrobũ = makan dan minumlah; hanĩ-an = dengan sepuasnya; bimã = dengan apa yang; kuntum = kamu adalah; ta’malũn = telah kamu kerjakan.

kulũ wa asyrobũ hanĩ-am bimã kuntum ta’malũn.

43. Makan dan minumlah sepuas-puasnya dari apa yang telah kamu kerjakan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Sesungguhnya, keadaan di surga yang menyenangkan itu, segala ada,segala indah, segala mewah merupakan karunia dari Allah kepada makhluk yang berbuat baik kepada dirinya, kepada orang lain, dan kepada makhluk lain, terutama saat beribadah kepada Allah.

innã kadzãlika = sesungguhnya, Aku seperti demikian; najzi = Aku memberi balasan; al muhsinĩn = kepada orang-orang yang berbuat baik.

innã kadzãlika najzĩl muhsinĩn.

44. Sesungguhnya, Aku memberi balasan seperti demikian, kepada orang-orang yang berbuat baik.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Lihat catatan ayat 43.

wayluy yauma-idzĩl lil mukadzdzibĩn = Celakalah, pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan.

wayluy yauma-idzĩl lil mukadzdzibĩn.

45. Celakalah, pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Beralih lagi isi ayatnya mengenai orang-orang yang berdosa. Lihat catatan ayat 24, 28, 24, 28, 34, 37, 40

kulũ wa tamatta’ũ = makanlah, dan nikmatilah oleh kamu; qolĩlãn = sebentar; innakum = sungguh kamu; mujrimũn = orang-orang yang berdosa.

kulũ wa tamatta’ũ qolĩlãn innakum mujrimũn

46. Makanlah, dan nikmatilah oleh kamu sedikit, dan sebentar, sungguh kamu orang-orang yang berdosa.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Orang-orang berdosa disuruh menikmati berbagai karunia dari Allah di dunia, sebanyak apa pun menurut perhitungan manusia, bagi Allah hanya sedikit saja, dan hanya sebentar, hanya selama hidup di dunia.

wayluy yawma-idzil lil mukadzdzibĩn = Celakalah, pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan.

wayluy yawma-idzil lil mukadzdzibĩn.

47. Celakalah, pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Lihat ayat 24, 28, 34, 37

wa idzã = dan jika; qĩla lahum = dikatakan kepada mereka; arka’ũ = rukuklah; lã yarka’ũn = mereka tidak tunduk

wa idzã qĩla lahum arka’ũ, lã yarka’ũn

48. Dan jika dikatakan kepada mereka, rukuklah mereka tidak rukuk.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Orang kafir, kalau diminta untuk rukuk, mereka tidak mau rukuk. Maksudnya salat.

wayluy yauma-idzĩl lil mukadzdzibĩn = Celakalah, pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan.

wayluy yauma-idzĩl lil mukadzdzibĩn.

49. Celakalah, pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan.

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Lihat catatan ayat 24, 28, 24, 28, 34, 37, 40, 45. Pada pernyataan terakhir peringatan Allah untuk orang yang tidak mau mempercayai kebenaran Alqur’an, tentu mereka akan celaka.

fa bi ayyi = maka, yang manakah; hadĩtsin = perkataan; ba’dahũ = sesudah Alqur’an; yu’minũn = mereka akan beriman.

fa bi ayyi hadĩtsim ba’dahũ yu’minũn

50. Maka, perkataan sesudah Alqur’an yang manakah, mereka akan berimanɁ

Catatan pengetahuan, ilmu, hukum, budaya, dan adab: Allah mempertanyakan, setelah Alqur’an, adakah Kitab lain yang harus diimaniɁ Ini pertanyaan retorik dari Allah, yang jawabannya tentu, tidak ada kitab lain yang harus diimani, setelah Alqur’an ini, karena Alqur’an ini merupakan Kitab yang terakhir, dan sudah sempurna isinya, cukup untuk pedoman hidup manusia di dunia, sampai akhir zaman.


Leave a comment